Rabu, 24 Agustus 2011

Tips Sukses Pemasaran Ayam Potong

Kesuksesan usaha ternak ayam potong sangat dipengaruhi oleh strategi pemasarannya. Bahkan kegagalan dalam menjalankan strategi pemasaran ayam potong merupakan indikasi kegagalan secara total dari usaha tersebut. Oleh karena itu strategi pemasaran harus dipersiapkan dan dirancang sebaik mungkin. Agar pemasaran bisa berjalan secara optimal, maka persiapan yang harus dilakukan meliputi:

Pertama, masa pra panen. Lakukan penjadwalan masa panen berdasarkan berat ayam dan letak kandang. Siapkan petugas yang akan menangkap ayam serta sejumlah peralatan yang diperlukan semisal timbangan, alat tulis, kertas, keranjang, senter, rafia, dll. Buat catatan jumlah stok yang ada serta sampel dari berat ayam yang telah ditimbang. Pastikan Anda tidak memberikan pakan yang berlebih terhadap ayam yang siap dipanen untuk mengurangi jumlah pakan yang tersisa. Selain itu hindari pemberian antibiotik selama 5-14 hari sebelum masa panen sehingga ayam tidak mengalami stress. Pemberian antibiotik akan memacu kerja organ tubuh sehingga kerja organ lebih berat dari biasanya. Akibatnya, ayam tidak kuat menghadapi stress fisik. Adapun untuk pemberian vitamin masih diperbolehkan.

Kedua, masa panen. Ciptakan suasana kandang yang nyaman sewaktu memanen. Gantungkan tempat makan dan minum untuk menghindari tumpahnya pakan dan air minum. Jangan bertindak kasar sewaktu menangkap ayam agar ayam tidak mengalami cidera, memar, ataupun patah kaki dan sayap. Lakukan penyekatan secara bertahap terhadap ayam yang sudah ditangkap sehingga ayam tidak sampai mati lemas. Setelah ayam ditangkap segera lakukan penimbangan. Jangan lupa menera timbangan terlebih dulu agar hasil ukurannya lebih akurat. Lakukan penimbangan dengan cermat dan catat hasilnya. Bila perlu lakukan pengulangan untuk mendapatkan hasil yang tepat. Hindari melakukan penimbangan saat matahari terik (sekitar jam 12 – 14) karena bisa membuat ayam stress. Selanjutnya ayam siap dipasarkan.

Ketiga, pasca panen. Catat semua data hasil panen, meliputi jumlah pakan yang tersisa, total ayam, total berat ayam yang terjual. Jangan lupa melakukan evaluasi untuk menghitung tingkat produktifitas ayam.

Lakukan semua aktifitas di atas secara terjadwal dan tepat waktu. Jika Anda mampu melakukannya secara efisien, maka hal ini bisa menekan biaya seminimal mungkin. Dan yang tidak kalah pentingnya, pastikan produk tetap terjaga kualitasnya hingga ke tangan konsumen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar