Rabu, 24 Agustus 2011

Analisa Usaha Beternak Ayam Kampung

Jika Anda berniat memulai usaha beternak ayam kampung, tentunya Anda harus mengestimasi terlebih dulu besarnya modal yang dibutuhkan untuk menjalankan hal tersebut. Selain itu, Anda pun bisa melakukan simulasi berapa lama Anda bisa balik modal serta mengembangkan usaha ini lebih lanjut.

Di bawah ini disajikan contoh analisa usaha beternak ayam kampung skala kecil (100 ekor ayam betina, 13 ekor pejantan):

1. Biaya indukan (13 ekor pejantan @Rp. 50.000, 100 ekor betina @Rp. 35.000):  Rp.  4.150.000

2. Biaya pakan per tahun (biaya pakan @hari Rp. 300, 1 tahun = 365 hari)          :   Rp. 12.373.500

3. Biaya pengobatan (@Rp. 200)  :   Rp.         22.600

4. Biaya sewa kandang satu tahun   :   Rp.       400.000

5. Peralatan makan dan minum  :   Rp.       100.000

6. Listrik      :   Rp.      140.000

Total Modal Usaha       Rp. 17.186.100

 

Pendapatan:

1. Penjualan telur (@Rp. 1200, asumsi per tahun menghasilkan 120 butir)         :    Rp. 14.400.000

2. Penjualan ayam (betina @Rp. 40.000, pejantan @Rp. 75.000)                          :    Rp.   4.975.000

3. Asumsi penjualan kotor setahun     :    Rp.      100.000

Total Pendapatan        :   Rp. 19.475.000

Laba Usaha per tahun : Rp. 19.475.000 - Rp. 17.186.100 : Rp. 2.288.900

 

Analisa Kelayakan Usaha

Return Cost Ratio (R/C): Total Pendapatan/Total Modal Usaha: 1,13. Jadi usaha beternak ayam kampung ini ini layak diusahakan. Artinya, setiap Anda mengeluarkan penambahan biaya Rp. 1 maka Anda akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp. 1,13.

Beberapa pertimbangan yang hendaknya Anda perhatikan dalam beternak ayam kampung adalah sebagai berikut:

Pertama, pemasaran telur. Anda bisa menjualnya langsung karena ini tidak ada risikonya, berapapun jumlah telurnya yang penting dalam kondisi normal. Jika ditetaskan dulu, yakni dalam bentuk anakan ayam/Day Old Chicken (DOC), maka harga jualnya jauh lebih tinggi. Hanya saja risikonya juga lebih tinggi, misalkan gagal menetas, kualitas DOC, serta butuh waktu tambahan.

Kedua, pengadaan kandang. Sebagai langkah awal, Anda bisa menyewa kandang terlebih dulu. Baru setelah modal usaha ini bisa dikembangkan lebih lanjut, Anda bisa membuat kandang sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar