Senin, 15 Agustus 2011

Sukses dengan Usaha Mesin Penetas Telur Ayam Kampung

Permintaan terhadap daging ayam kampung semakin meningkat mendekati lebaran atau hari besar lainnya. Menyebabkan banyak dibutuhkan daging ayam kampung yang dapat menutupi kebutuhan pasar. Belum lagi usaha- usaha warung makan yang mengandalkan ayam kampung sebagai bahan baku utama, seperti lesehan ayam bakar, soto, sate ayam, dan lain- lain. Sedangkan produksi panen daging ayam kampung lebih lama dari pada ayam potong, ayam kampung baru dapat dipanen saat berusia 12 bulan, kalaupun ayam muda adalah 8 bulanan.

Untuk mempercepat usaha produksi ayam kampung, selayaknya sebagai peternak ayam kampung profesional Anda melakukan inovasi seperti menetaskan telur ayam dengan mesin penetas, agar ayam betina yang telah bertelur tadi dapat kawin lagi kemudian kembali menetaskan telur. Begitu seterusnya.

Usaha penetasan ini dilakukan dengan menggunakan mesin penetas buatan bukan dengan cara alami dengan pengeraman induk ayam, disamping agar ayam betina dapat bertelur lagi,  juga karena alasan ekonomis agar lebih memungkinkan dikembangkan sebagai sebuah usaha.

Penetasan telur ayam melalui mesin penetas telur sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan penetasan telur itik, pada penetasan telur itik diperlukan kelembaban udara yang lebih tinggi sedangkan pada  penetasan telur ayam lebih rendah. Dari segi efisiensi , telur ayam akan menetas setelah dierami selama 21 hari saja, coba Anda bayangkan dengan telur itik yang memakan waktu sebanyak 28 hari. Anda telah membuktikan bahwa usaha penetasan telur ini dari segi biaya operasional akan lebih murah. Usaha penetasan telur ayam dapat dilakukan sebagai usaha sampingan rumah tangga, sebagai usaha profit oriented skala Usaha Kecil dan Menengah maupun usaha besar.

Agar DOC yang Anda hasilkan berkualitas unggulan, maka hendaknya indukan dari DOC tersebut adalah ayam kampung yang memiliki ciri- ciri berikut ini.

-Betina harus sehat dan kuat.

- Ayam jantan tegap dan berperawakan tinggi.

--betina juga harus subur dan telah diuji dapat bertelur banyak, serta menghasilkan telur yang berkualitasn dan sehat.

Adapun betina  yang sudah bertelur dapat dikawinkan kembali dengan beberapa cara yang dianjurkan ahli peternakan, yaitu kawin masal, kawin dalam kandang, kawin ditemukan, dan inseminasi buatan. Dengan demikian produksi telur akan berkelanjutan dan berkesinambungan.

Dibutuhkan kesabaran dan keuletan untuk memulai usaha ini. Nah selamat berkarya!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar