Jumat, 26 Agustus 2011

Tips Menjadi Peternak Ayam Kampung yang Sukses

Menjadi peternak ayam kampung yang sukses bukanlah sebuah kebetulan. Juga bukan sesuatu yang instan diraih. Kesuksesan memang haruslah dipersiapkan secara matang sejak awal Anda memutuskan menerjuni usaha tersebut. Apalagi persaingan usaha ternak ayam kampung sudah semakin ketat. Makin hari kian bertambah jumlah peternak ayam kampung yang mengadu peruntungan dalam usaha tersebut.

Jika Anda adalah seorang peternak ayam kampung pemula, ada baiknya Anda mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar kesuksesan bisa Anda raih. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan adalah sebagai berikut:
Pertama, menguasai menejemen pemeliharaan dengan baik. Selama ini sistim pemeliharaan ayam kampung yang sering dipraktikkan ada tiga model:

(1) Ekstensif (tradisional). Ayam dibiarkan bebas berkeliaran tanpa kontrol, baik pakan maupun kesehatannya;

(2) Semi intensif. Ayam dipelihara dalam sebuah area tertentu yang berpagar dan dilengkapi dengan kandang. Sistim kontrol untuk pemberian pakan dan pemeliharaan kesehatan sudah diterapkan namun tidak terlalu ketat;

(3) Intensif. Ayam dipelihara dalam kandang khusus. Sistim kontrol untuk pemberian pakan dan pemeliharaan kesehatan dilakukan secara ketat dan berkesinambungan. Agar mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya Anda menjalankan model pemeliharaan jenis yang ketiga ini.

Kedua, gunakan bibit yang berkualitas.

Jika Anda menggunakan bibit yang berasal dari telur, pilihlah telur yang bentuknya bulat. Namun jika Anda menggunakan anakan ayam, pilihlah yang berbadan gemuk namun gerakannya lincah dan berbulu mengkilat.
Ketiga, sanitasi yang baik. Jaga kebersihan kandang ayam sehingga tetap kering. Pastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik dan sinar matahari bisa masuk.
Keempat, penanggulangan penyakit. Kenali terlebih dulu jenis penyakit yang biasa menyerang anak ayam, sumber penyakit, dan pencegahannya. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang anak ayam antara lain:

(1) Tetelo disebabkan virus. Pencegahannya dengan vaksinasi dan menjaga sanitasi;

(2) Gumboro disebabkan virus. Pencegahannya dengan vaksinasi dan menjaga sanitasi;

(3) Cacing ayam disebabkan cacing. Pencegahan dan pengobatannya dengan pemberian obat cacing secara berkala, menjaga sanitasi serta mencegah berkembang biaknya serangga yang menjadi perantara cacing tersebut;

(4) Berak kapur disebabkan bakteri. Pencegahan dengan melakukan fumigasi pada mesin penetas dan kandang. Pengobatan bisa menggunakan noxal atau terramycyn;

(5) Berak darah disebabkan protozoa. Pencegahan dengan menjaga sanitasi dan sirkulasi udara agar berjalan dengan baik. pengobatan bisa menggunakan noxal atau diklazuril.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar