Rabu, 24 Agustus 2011

Mengenal Ayam Petarung

Ayam petarung merupakan jenis ayam yang biasa digunakan untuk aduan. Ada banyak ragam ayam petarung yang dikenal oleh pecinta ayam aduan. Di antaranya:

(1) Ayam Bangkok. Ayam ini sangat populer di kalangan pecinta ayam aduan karena dinilai cerdas saat di arena laga. Sesuai namanya, ayam Bangkok memang berasal dari negeri Gajah Putih Thailand;

(2) Ayam Brazilian, berasal dari Brazil. Keistimewaan ayam Brazilian terletak pada kecepatan pukulannya;

(3) Ayam Burma, dari Myanmar. Dikenal memiliki semangat tempur yang luar biasa dengan  gaya menyerangnya;

(4) Ayam Siam. Memiliki pukulan keras, gaya bertarungnya sangat variatif, dan juga pantang menyerah;

(5) Ayam Shamo, berasal dari Jepang.  Memiliki tingkat keakuratan pukulan yang tinggi dan bentuk badannya tegap;

(6) Ayam Ganoi, berasal dari Vietnam. Memiliki kekuatan dan ketahanan pukulan yang sangat bagus;

(7) Ayam Filipina, berasal dari Filipina. Dikenal memiliki kecepatan gerak yang bagus.

Adapun dari gaya bertarungnya, jenis ayam petarung dibagi menjadi dua:

(1) Ayam jalu. Gaya bertarungnya sangat lincah dan memiliki ciri-ciri berikut ini: kepala berbentuk kecil dan agak panjang, jengger tipis dan lentur, paruhnya agak panjang dan kuat, biji mata bundar kecil dan agak menjorok ke dalam, ukuran leher agak panjang, berbadan ramping, bulu lebat, panjang taji sekitar 2 cm, pergelangan kaki kecil dan berbentuk bulat. Ayam jenis ini baru siap dibawa ke arena laga pada umur 18 bulan;

(2) Ayam pukul. Memiliki gaya bertarung sebagai penyerang dan sangat agresif. Ciri-ciri ayam pukul antara lain: kepala berukuran agak besar, jengger lebih kecil dan kaku, paruh agak pendek, tulang alisnya menonjol, postur tubuh kekar, struktur tulang dan otot kuat, berbulu lebat dan kaku, ruas kakinya keras dan kuat.

Ayam petarung membutuhkan perawatan ekstra, khususnya dalam pemberian pakan. Pakan dipastikan harus mengandung karbohidrat dan vitamin. Untuk pakan pokok biasanya digunakan beras merah, jagung, dan gabah. Sedangkan pakan tambahan bisa berupa madu, gula jawa, telur, daun pepaya, bawang merah, bawang putih, tomat, asam jawa, dan kecambah. Pada pergantian musim, ayam petarung sangat rentan terserang penyakit. Oleh karena itu perlu divaksinasi secara teratur, khususnya pada bulan Februari dan Agustus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar