Minggu, 18 September 2011

Cara Membuat Mesin Penetas Telur Sederhana

Bisnis ternak ayam yang prospeknya cukup menggiurkan sering kali terkendala oleh ketersediaan mesin penetas telurnya. Jika harus membeli, harganya memang relatif mahal. Yakni berkisar antara Rp. 700 ribu – Rp. 5 juta. Berhubung dengan keterbatasan modal yang ada, hal tersebut bisa diatasi dengan menyewa mesin penetas telur. Namun demikian, menyewa mesin penetas telur terkadang juga tidak mudah. Sebagai alternatif solusi, ada baiknya Anda mencoba membuat sendiri mesin penetas telur sederhana. Berikut ini cara membuat mesin penetas telur sederhana yang bisa Anda praktikkan di rumah:

 

Pertama, membuat inkubator yang berbahan dasar tripleks berukuran 40x30x35 cm, lampu bohlam 40 Watt (mampu memanaskan hingga mencapai suhu 37C, minifan electric, trafo 9-12 V, 0,5 A, 2 buah dioda in 4001, spon busa, termometer ruangan, sterofoam dengan tebal 10 mm (dilubangi, minimal bisa menampung 15 telur dalam posisi berdiri tegak), tempat air, solder, lem aibon (untuk melekatkan busa/spon).

 

Kedua, hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat inkubator antara lain:

(1) Kelembapan harus terkontrol dan stabil. Anda bisa meletakkan panci air di bawah inkubator untuk meningkatkan kelembapan. Sedangkan bila menginginkan tingkat kelembapan turun maka bisa dibuatkan ventilasi di inkubator;

(2) Mekanisme turning otomatis. Pastikan inkubator bisa dibuka dengan mudah sehingga telur mudah diambil tanpa menimbulkan perubahan panas atau kelembapan;

(3) Dasar inkubator. Pastikan dasar inkubator terbuat dari bahan yang aman, mudah dilepas sekaligus mudah dibersihkan.

 

Ketiga, hal-hal yang harus dipastikan saat pengoperasian inkubator antara lain:

(1) Telur yang akan dimasukkan ke dalam inkubator dalam keadaan bersih;

(2) Suhu inkubator diusahakan stabil (37C). Jika suhu melebihi 37C, ventilasi bisa dibuka sehingga suhu kembali stabil;

(3) Telur dibalikkan 180 setiap 6, 8, atau 12 jam sekali. Hal tersebut dilakukan hingga telur hampir menetas (selama 19-21 hari);

(4) Tempat air pastikan selalu terisi air;

(5) Teropong kondisi telur. Jika sampai usia 7 hari tidak ditemukan titik hitam yang bergerak berarti telur gagal menetas. Jadi Anda bisa menyortirnya;

(6) Bila telur sudah menetas segera pindahkan ke tempat terpisah;

(7) Bila aliran listrik padam bisa digantikan dengan lampu minyak.

1 komentar: