Jumat, 16 September 2011

Analisis Usaha Ternak Ayam Kampung

Bukan rahasia lagi jika beternak ayam kampung bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda. Sekedar contoh saja, beternak Day Old Chicken (DOC/anakan ayam kampung) bisa menghasilkan keuntungan bersih lebih dari 100%. Mungkin Anda tidak percaya sebelum mendapatkan riciannya. Jika harga sebutir telur ayam kampung adalah Rp. 800, maka bila sudah ditetaskan menjadi DOC harganya bisa dijual senilai Rp. 2 ribu.

 

Namun Anda tidak perlu tergesa-gesa beternak ayam kampung jika memang tertarik untuk memulai usaha tersebut. Anda terlebih dahulu harus mengetahui ciri-ciri induk ayam kampung yang mampu menghasilkan telur yang berkualitas. Di antaranya tidak terdapat bagian tubuh yang cacat, otot dan tulang kuat (terutama di bagian dada dan paha), kondisi bulu baik (susunannya teratur, saling berhimpit, tampak mengkilat), sorot matanya tajam, gerakannya gesit (jika ditangkap mudah berontak), proporsi badan sedang (tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk), tulang dada dengan dubur berjarak minimal tiga jari tangan.

 
Analisa usaha ternak ayam kampung

Adapun estimasi rincian perhitungan usaha ternak ayam kampung untuk 1000 ekor adalah sebagai berikut:

a) Biaya Operasional:

(1)   Investasi kandang (@kandang Rp. 7.000)                         = Rp. 7.000.000

(2)   Biaya lancar DOC (@ Rp. 1800)                                                     = Rp. 1.800.000

(3)   Biaya pakan stater 1 untuk 1000 kg (Rp. 1825,5/kg)         = Rp. 1.824.500

(4)   Biaya pakan stater 2 untuk 1500 kg (Rp. 1.657,5/kg)        = Rp. 2.486.250

(5)   Biaya vaksin dan jamu (@Rp. 300)                                     = Rp.     300.000

(6)   Asumsi kebutuhan listrik                                                     = Rp.     300.000

(7)   Asumsi kematian ternak sebesar 10%                                = Rp.     180.000

(8)   Biaya penyusutan kandang (selama 4 tahun)                    = Rp.     145.830

TOTAL BIAYA                                                               = Rp. 7.036.580

b) Total Pendapatan ternak ayam kampung:

Untuk ayam berukuran 0,9 kg dengan asumsi 10% yang mati (@Rp. 14.000)

= Rp. 11.340.000

c). Pendapatan Bersih ternak ayam kampung:

Rp. 11.340.000 – Rp. 7.036.580   = Rp. 4.303.420

 

Agar biaya operasional bisa diminimalisasi, sebaiknya Anda tidak perlu membeli pakan instan impor. Anda bisa mengandalkan pakan lokal. Oleh karena itu Anda juga dituntut mampu menguasai teknik pembuatan pakan yang baik untuk ayam kampung. begitulah sedikit gambaran tentang analisa usaha ayam kampung semoga dapat menjadi pertimbangan dalam memulai bisnis ternak ayam kampung yang menguntungkan.

3 komentar:

  1. INFO:
    Suplemen Organik Tanaman (SOT) produk PT HCS Sidoarjo, untuk
    meningkatkan hasil produksi pangan tanpa pupuk kimia, lebih hemat,
    hasil meningkat dan hama terkendali.
    Suplemen Organik Cair (SOC) untuk segala ternak akan lebih meningkat
    penghasilannya, menurun biayanya, dan lebih aman dikonsumsi dagingnya
    karena organik. Lagi pula kotorannya tidak berbau.
    Selengkapnya buka http://hcssukses.blogspot.com/p/produk.html.

    BalasHapus
  2. apa masaalah ternak ayam kampong

    BalasHapus
  3. Perhitungan dari beli anak ayam sd gede o,9 kg?bukannya modalnya sekitar 12 juta dengan kandangnya? apa saya salah menafsirkan?karena awam dengan soal ternak ayam kampung?

    BalasHapus