Minggu, 25 September 2011

Usaha Ternak Ayam Potong

Prospek bisnis ayam potong yang cukup menjanjikan, membuat usaha ternak ayam potong makin diminati. Apalagi konsumsi daging ayam potong di negeri ini cenderung tinggi. Jika Anda berminat menekuni usaha ini, beberapa tips yang bisa Anda jalankan antara lain sebagai berikut:

(1) Pemilihan lokasi. Lokasi kandang sebaiknya berada pada area lahan kering, bukan di daerah persawahan. Jika kandang berada pada lahan basah maka tiang-tiang kandang yang terbuat dari bambu atau kayu akan cepat rusak. Namun jika Anda menggunakan tiang-tiang kandang yang terbuat dari batang pohon kelapa, lokasi kandang bisa ditempatkan di lahan basah karena penyangganya terbuat dari beton. Hanya saja biayanya lebih mahal. Tidak ada salahnya Anda membeli kandang bekas agar bisa meminimalisasi modal. Anda bisa memulai dengan menyiapkan kandang yang berkapasitas 4000 ekor.

(2) Pembibitan. Anda bisa menjalin kerja sama dengan peternak pembibitan dengan sistim bagi hasil. Hal ini akan mempermudah Anda karena peternak pembibitan biasanya sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan selama pemeliharaan ternak, termasuk juga pemasarannya.

(3) Menyiapkan pekerja. Jika kapasitas kandang ayam adalah 4000 ekor, maka isilah kandang dengan 3700 ekor ayam potong. Untuk jumlah tersebut biasanya pekerja yang dibutuhkan sejumlah dua orang. Masing-masing pekerja bisa digaji Rp. 600 ribu. Jangan lupa untuk selalu mengontrolnya setiap hari, khususnya di waktu sore saat ayam sedang diberi pakan.

(4) Proses pelaksanaan. Persiapkan kandang terlebih dahulu dengan menggelar terpal pada seluruh permukaan kandang. Lalu taburi gabah di atasnya. Lapisi juga dinding kandang dengan terpal. Hal ini untuk menjaga agar kandang tetap hangat. Bisa juga dengan menempatkan kompor khusus penghangat ayam. Pemberian pakan dan air minum dilakukan setiap pagi dan sore dicampur dengan obat anti stress. Vaksinasi dilakukan pada hari ke-4 atau ke-5 (vaksin Ende, diteteskan pada mata),  hari ke-12 (vaksin Rumboru dicampurkan pada susu skin untuk pertumbuhan bulu ayam), hari ke-18 (vaksin Ende dicampurkan pada susu skin).

(5) Pemanenan, biasanya bisa dilakukan sebanyak enam kali dalam satu tahun.

(6) Pemasaran. Anda bisa memanfaatkan kerja sama dengan peternak pembibitan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar