Minggu, 25 September 2011

Mengenal Ayam Jago

Ayam jago merupakan salah satu jenis ayam aduan yang sangat populer. Tidak susah memang menemukan ayam ini karena bisa ditemui hampir di setiap masyarakat mana saja. Ada tiga karakter menonjol yang dimiliki ayam jago. Pertama,  berkokok. Kokok ayam jago adalah dalam rangka memamerkan kejantanannya. Kebiasaan berkokok ini selalu dilakukan ayam jago di pagi hari setiap ia turun dari tempatnya bertengger. Setiap ada sahutan dari jago lain atau jenis ayam lainnya, selalu dianggapnya sebagai sebuah tantangan. Maka ayam jago akan menyambutnya dengan mengajaknya berlaga untuk menentukan siapakah yang terkuat di antara mereka. Kedua, memburu setiap betina di area kekuasaannya. Seekor ayam jago sanggup mengawini 8 – 12 ekor betina. Ketiga, rajin mencari makan tiada henti setiap harinya.

Karakter utama ayam jago yang memang ingin selalu menjadi ‘jagoan’ membuat ayam tersebut berpotensi dijadikan sebagai ayam aduan. Dan bagi penggemar ayam aduan, perawatan ayam pasca berlaga merupakan hal penting yang tidak bisa diabaikan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat ayam aduan pasca berlaga:

(1)  Perawatan langsung pasca berlaga. Jika terdapat luka pada badan ayam, segera tetesi dengan antibiotik. Hindari pemberian obat luka semisal yodium karena akan meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu lama untuk mengeringkannya. Bisa juga antibiotik tersebut disuntikkan ke badan ayam. Bila terjadi perdarahan bisa segera dihentikan dengan bubuk kopi atau bila perlu dijahit. Pada luka jahitan bisa pula diteteskan antibiotik. Berikan pula gula merah sebagai tambahan karbohidrat sehingga bisa segera memulihkan staminanya. Jangan lupa untuk memisahkan ayam tersebut dari ayam lainnya. Setelah ayam pulih selera makannya, maka ia bisa kembali dikumpulkan dengan ayam lainnya.

(2) Sehari pasca berlaga. Secara umum ayam kehilangan selera makan pasca berlaga. Oleh karena itu Anda bisa memberinya larutan gula, sedikit susu cair, vitamin, dan mineral langsung ke temboloknya. Anda bisa menggunakan bantuan spet yang ujungnya telah disambungkan dengan selang kecil. Bila ayam tidak mau, maka jangan dipaksa. Biasanya kondisi ini berlangsung hingga hari ketiga. Baru pada hari keempat Anda bisa memberinya sedikit voer yang telah dicampur dengan susu cair. Hindari pemberian pakan yang teksturnya keras. Anda bisa memberikan gula merah, susu, vitamin serta mineral. Berikan pula air minum secara teratur.

Latihan setelah kondisi pulih kembali. Anda bisa melatih ayam tersebut minimal dua minggu pasca berlaga. Mulailah dengan latihan ringan. Yakni sparring ringan sekitar 10 menit. Berikan waktu istirahat yang cukup. Baru setelah kondisi pulih total, Anda bisa mengikutkannya di arena laga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar