Selasa, 04 Oktober 2011

cara buat Mesin Penetas Telur Ayam

Keberadaan mesin penetas telur sangat membantu peternak dalam menaikkan tingkat produktifitas telur yang dihasilkan induk ayam. Hanya saja, mesin penetas telur ayam yang kini dijual di pasaran harganya relatif masih mahal. Rata-rata masih berkisar di atas Rp. 300 ribu. Makin besar kapasitasnya, harganya pun semakin mahal.

Untuk meminimalisasi modal, alternatif yang bisa Anda upayakan adalah menyewa mesin penetas telur ayam atau bisa membuatnya sendiri. Jika Anda tertarik mencoba, berikut ini panduan praktis cara membuat mesin penetas telur ayam secara sederhana:

Pertama, persiapan bahan. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain: Kayu kaso untuk rangka mesin (4x5cm), tripleks melamin, kawat ram untuk meletakkan telur, paku, seng (plat), nampan air, thermometer, thermoregulator, kaca, engsel, lampu bohlam (40 Watt, 12 volt), lampu minyak, busa/spon, elektrik mini fan, lem aibon

Kedua, membuat boks inkubator mesin penetas telur ayam.

(1) Membuat boks. Tripleks dipotong dengan ukuran 40x30x35cm atau disesuaikan dengan kebutuhan. Lalu bentuk menjadi sebuah boks. Bagian depan di pasang kaca. Sedangkan sisi-sisinya dipasang engsel sehingga boks bisa dibuka tutup.  Lapisi dinding boks dengan busa (spon) sehingga panas tidak mudah keluar dari boks. Anda bisa menggunakan lem aibon untuk melekatkan busa (spon) ke dinding boks;

(2) Merangkai sumber panas. Rangkai 20 lampu bohlam (40 watt, 12 volt) secara seri. Untuk meratakan panas lengkapi dengan elektrik mini fan (9 volt); (3) Membuat rak telur, susun kawat ram di dalam boks. Disain rak agar bisa ditarik. Untuk tempat telur gunakan sterofoam dengan tebal 10 mm. Lubangi dengan ukuran kurang lebhih  ¼ dari diameter telur (pastikan telur bisa berdiri tegak saat ditaruh dalam sterofoam tersebut). Minimal buat 15 lubang;

(4) Lengkapi dengan thermometer (alat pengukur suhu) dan thermoregulator (alat pengatur suhu). Pastikan suhu terjaga 36°-38°C;

(5) Untuk menjaga kelembaban, taruh wadah plastik di dalam boks. Bisa pula dengan menggunakan botol air mineral. Pastikan wadah atau botol tersebut selalu terisi dengan air (tidak harus terisi penuh).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar