Selasa, 02 Agustus 2011

Cara Beternak Ayam Potong

Ayam potong merupakan jenis ayam yang waktu pemeliharaannya relatif singkat. Hanya dalam waktu 5 – 7 minggu saja, ayam potong sudah siap dipanen. Bahkan cara pemeliharaannya pun tergolong simpel serta harga pakannya juga relatif murah. Hal inilah yang mendorong banyak pihak tertarik untuk beternak ayam potong. Bagi Anda yang berminat untuk mencoba beternak ayam potong, berikut ini panduan praktis yang bisa Anda  praktikkan:

(1) Pembibitan. Bibit yang sehat memiliki ciri-ciri: aktif bergerak, tubuhnya gemuk (badan berbentuk bulat), warna bulu mengkilat, hidung bersih, sorot mata tajam, lubang anus bersih;

(2) Penyiapan kandang. Kandang yang baik harus memenuhi sejumlah kriteria. Antara lain letaknya jauh dari pemukiman, memiliki sirkulasi udara yang baik, suhu udaranya berkisar antara 32,2 - 35C, kelembapannya antara 60-70%, mendapat sinar matahari yang cukup. Tipe kandang yang bisa dipakai ada dua jenis, yakni tipe panggung dan litter (tanpa panggung). Untuk tipe panggung membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun mudah dalam menjaga kebersihan kandang karena kotoran langsung jatuh ke tanah sehingga tidak membutuhkan lagi alas kandang dan lebih efisien. Sedangkan tipe litter pembuatannya lebih mudah dan biayanya jauh lebih murah. Tipe ini banyak dipakai oleh para peternak;

(3) Pemberian pakan. Pakan harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ayam, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Jika Anda menggunakan pakan instan, komposisinya disesuaikan dengan perkembangan umur ayam. Tahap pembesaran (umur 1 – 20 hari), pakan harus mengandung minimal 23% protein. Tahap penggemukan (umur lebih dari 20 hari), pakan mengandung kadar protein sebesar 20%. Untuk melengkapi kandungan nutrisi pakan, bisa juga ditambahkan POC NASA ke dalam air minumnya (1-2 cc/liter) atau juga Viterna Plus (1 cc/liter). Ketersediaan pakan harus selalu mencukupi kebutuhan. Artinya, pakan harus selalu siap tersedia; (4) Pemberian vaksinasi. Beberapa jenis vaksin yang diberikan antara lain vaksin ND/tetelo melalui tetes mata (pada umur 4 hari), vaksin ND strain B1 dan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum (pada umur 21 hari).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar