Tampilkan postingan dengan label bisnis ayam potong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis ayam potong. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

Program Vaksinasi pada Ayam Potong

Vaksinasi adalah salah satu keharusan yang dilakukan peternak ayam potong untuk mencegah terjangkitnya penyakit pada ayam potong. Banyak peternak ayam potong yang enggan untuk memvaksinasi ternaknya, dengan alasan mahal. Padahal jika wabah dan penyakit menjangkiti ayam potong, bukankah uang yang dikeluarkan lebih banyak? Sekaligus rentan mengalami kerugian.

Jadi jika Anda berniat untuk penjadi peternak ayam potong berikan vaksin yang dianjurkan. Walaupun masa hidup ayam potong sangat pendek, berkisar 5-7 minggu saja kemudian tiba masa panen.

Dalam keadaan normal, dimana penularan penyakit sangat rendah maka vaksinasi dilakukan lebih sedikit. Anda cukup melakukan vaksinasi tunggal ND (Newcastle Disease) pada ternak ayam potong, yaitu pada umur 4 hari melalui tetes mata, air minum, atau metode injeksi subcutan dan injeksi intramuskuler pada dada. Tetapi, jika dirasa resiko penularan tinggi, maka vaksinasi terhadap ND dilakukan dua kali, yakni umur 1 hari dan umur 3-4 minggu. Sedangkan vaksinasi IB (Infeksi Bronchitis), Gumboro, Marek, Coryza,Fowl Pox (cacar),ILT , IDS, dan AI (Avian Influenza). Berikut adalah table jadwal pemberian vaksinasi untuk ayam potong (broiler).

 

TABEL PEMBERIAN VAKSINASI



















































































































































































































































































 
Hari/MingguVaksinKeteranganSupplier
Hari 1-DOC masuk-
Hari 3Vaksin NB + IBTetes mataSHS
Hari 4Vaksin ND LasotaAir minum (1½  dosis)SHS
Hari 5Vaksin CocciSpray (tiap ekor DOC 10 gr) semprot di makanan ayam.Sterwin
Hari 16Vaksin Gumoro 228 EAir minum ( 1½ dosis)SHS
Hari 23Vaksin Gumoro 228 EAir minum ( 1½ dosis)SHS
Hari 28Vaksin ND LasotaSuntik dada ( 3 dosis)SHS
Hari 29Vaksin ND LasotaAir minum (1½  dosis)SHS
Hari 35Vaksin IBAir minum (3 dosis)SHS
Minggu 6/7Vaksin cacarTusuk sayap (1 dosis)Vaksindo
Minggu 8 (hr 56)Vaksin ND LasotaSuntik dada ( 3 dosis)SHS
Minggu 8 (hr 57)Vaksin ND LasotaAir minum (1½  dosis)SHS
Minggu 9Vaksin CoryzaSuntik paha (0,2 cc)SHS
Minggu 10Vaksin ILTTetes mata (1 dosis)SHS
Minggu 12Vaksin ND LasotaAir minum (3 dosis)SHS
Minggu 12/13Vaksin AISuntik dada (1 dosis)Vaksindo
Minggu 13Vaksin IBAir minum (3 dosis)SHS
Minggu 16Vaksin ND LasotaAir minum (3 dosis)SHS
 Vaksin ND+EDS+IBSuntik dada (1 dosis 0,3 cc)SHS
Minggu 17Vaksin CoryzaSuntik paha (1 dosis 1 cc)SHS
Vaksin ulangVaksin ND+IBSuntik dada (2 dosis)SHS
30 minggu   
50 mingguVaksin ND+IBSuntik dada (1½ dosis)SHS
Catatan:Vaksin Marek sudah dilakukan oleh Breeder.


                      Sumber: Saujani, dr. Glory Farm

Beberapa petunjuk yang perlu Anda lakukan dalam melakukan vaksinasi adalah sebagai berikut.

  1. Vaksinasi hanya ditujukan kepada ayam potong yang sehat saja.

  2. Bila pelaksanaan vaksinasi ayam potong melaui air minum, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:



  • Tempat minum harus steril  tapi tidak boleh dicuci dengan detergent, desinfektan, sabun, dan sejenisnya.

  • Air  minum yang dicampur dengan vaksin hendaknya bersih dari chloor, dan zat- zat lain. Gunakan air sumur biasa, bukan air mineral atau air ledeng.

  • Dua sampai empat jam sebelum vaksin, ayam potong harus dipuasakan dahulu.



  1. Jika vaksinasi menggunakan injeksi (suntikan), bersikap lembutlah terhadap ayam, jangan kasar agar ayam tidak stress.

  2. Vaksin harus terlindung dari sinar ultraviolet (matahari)

  3. Sesudah obat vaksin habis maka botol atau sisanya harus dimusnahkan dan dibakar.

  4. Gunakakan obat anti stress ayam potong setelah divaksinasi.

  5. Pelaksanaan vaksinasi.



  • Tetes mata


Vaksin diteteskan pada salah satu mata dengan menggunakan pipet. Jarak antara ujung pipet dan mata 1 cm.

  •    Tetes hidung


Penetesan dilakukan pada lubang hidung, dan pada saat dilakukan penetasan lubang hidung sebelah harus ditutup dengan jari, sehingga vaksin bisa langsung meresap.

  • Melalui air minum

  • Injeksi


Pada umumnya injeksi dilakukan pada dada dan paha ayam potong secara intramusculair (masuk kedalam otot). Cara ini lebih mudah dan efektif karena biasanya lebih tepat dengan dosis yang dianjurkan.

Melengkapi Prasarana Bisnis Ternak Ayam Potong

Bisnis ternak ayam potong akan berjalan dengan baik jika didukung dengan prasarana yang memadai. Anda perlu melengkapi prasaran bisnis ternak ayam potong sehingga dapat menjadi pondasi yang kuat bisnis ternak ayam potong Anda. Anda tidak perlu tergesa- gesa dalam melngkapi prasarana bisnis ternak ayam kampung. Persiapan yang matang dan terencana dapat membawa bisnis ternak ayam kampung Anda pada kesuksesan.

 

Tanah

Tanah, lahan, atau area tempat beternak ayam potong haruslah permanen. Anda tidak mungkin mencampurnya dengan rumah tempat tinggal, atau dekat dengan pemukiman pennduduk karena bau dan limbah dari peternakan ayam potong Anda akan mengganggu penduduk sekaligus menghambat bisnis ternak ayam potong Anda.

Ada beberapa syarat lahan yang layak untuk bisnis peternakan ayam potong Anda.

  • Dekat dengan sarana produksi dan pemasaran.


Area yang dekat dengan sarana dan keperluan produksi dapat menunjang pelaksaan bisnis ternak ayam potong. Anda tidak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk transportasi dan akomodasi.

  • Jauh dari keramaian atau area pemukiman penduduk


Ini adalah syarat utama berhasilnya bisnis ternak ayam potong Anda. Selain suasana yang tenang dapat menghindarkan ayam potong dari stres. Sebaliknya, kehadiran peternakan ayam potong di area pemukiman dapat mengganggu penduduk.

  • Area bisnis ternak ayam potong sesuai dengan peruntukannya


Anda harus cermat mendirikan peternakan ayam dan memilih lahan yang sesuai. Selidiki keperuntukan lahan tersebut. Perubahan cepat terjadi, misalnya area yang dulu berupa sawah dapat dengan cepat berdiri pemukiman penduduk. Sedangkan peternkan Anda baru berdiri dua tahun. Andapun belum memperoleh BEP. Oleh karena itu lihat keperuntukan lahan pada pemda setempat.

 

Modal bisnis

Siapkan modal awal yang memadai,atau jika Anda tak memiliki cukup uang maka adakan modal secara bertahap, dan perlahan- lahan namun terencana.

 

Pekerja

Anda harus memperhitungkan siapa yang akan mengurusi bisnis peternakan Anda kelak. Apakah Anda sendiri yang mengurusnya, atau Anda membutuhkan pekerja untuk membantu Anda dalam mengolah peternakan. Idealnya jika jumlah ternak ayam potong Anda 100 ekor atau lebih, maka Anda membutuhkan seorang pekerja. Bila jumlah ayam potong lebih dari itu pekerjakan dua pekerja dan begitu seterusnya. Para pkerja ini dapat pula mengolah ransum ternak.

 

Pemasaran

Anda sudah harus mulai melakukan survei pasar agar nanti produksi ayam potong Anda dapat tersalurkan dengan baik.

Selasa, 27 September 2011

Standar Produksi dan Penunjang Suksesnya Peternakan Ayam Potong

Dalam beternak ayam potong Anda akan dihadapkan dengan aspek- aspek teknis penunjang kesuksesan peternakan ayam potong yang Anda kelola, berikut ini adalah beberapa aspek teknis penunjang kesuksesan peternakan ayam potong, yaitu alat ukur kesuksesan peternakan ayam potong dan aspek teknis penunjang peternakan ayam potong.

  1. Kecepatan Tumbuh/ Bobot Ayam Kampung


Kecepatan tumbuh bisa diukur dengan berdasarkan berat badan yang dicapai dalam jangka tertentu. Sebagai contoh, peternak ayam kampung A, dalam waktu 8 minggu bisa menghasilkan ayam potong dengan berat 2,3 kg. Sedangkan peternak B, dalam waktu 8 minggu baru berhasil membesarkan ayam potong sebesar 1,6 kg. Dari sini dapat Anda lihat bahwa peternak A lebih berhasil, dan peternak B kemungkinan memiliki tata laksana yang kurang baik terhadap ternak ayam potongnya.

  1. Konversi Pakan


Jika angka konversi pakan pada peternakan Anda rendah ini merupakan indikasi keberhasilan dalam usaha ayam potong.

  1. Angka kematian (mortalitas)


Peternakan ayam potong yang memiliki angka mortalitas 1,5%- 2,5% dianggap masih dalam batas yang rendah, apalagi jika angka mortalitasnya mencapai angka 0%. Angka mortalitas yang rendah menunjukkan keberhasilan peternakan ayam potong. Namun jika angka mortalitas meninggi misalnya sampai 40% maka peternak perlu waspada dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu.

Adapun aspek- aspek teknis penunjang keberhasilan peternakan ayam potong adalah sebagai berikut.

  1. Siklus Produksi yang Berkesinambungan


Pendeknya siklus produksi menandakan keberhasilan dan keefisienan peternakan ayam potong. Misalnya, ayam potong mencapai produksi maksimal tidak lagi 8 minggu namun 6-7 minggu saja. Manajemen produksi berkesinambungan dapat diterapkan untuk menghindari kosongnya produksi ayam potong.

  1. Biaya Pakan


Biaya makan yang relatif rendah serta harga jual yang tinggi membuat peternakan ayam potong mendapat untung besar. Apalagi, jika terjadi peningkatan permintaan ayam potong di pasaran.

  1. Cara- cara pemberian pakan


Cara pemberian makan yang benar pada ayam potong dapat menghindari terjadinya pemborosan, dan mengefisiensi jumlah pakan ternak. Berikut pemberian pakan yang dianjurkan.

  • Pemberian pakan pada tempat dengan kontruksi benar dan tepat.

  • Pengisian makanan pada wadah makan sebaiknya tidak meluap dan secukupnya saja.



  1. Biaya pencegahan penyakit


Peternakan ayam potong yang profesional dan bermanajemen baik, pasti mengupayakan pencegahan penyakit pada ternak ayam potong. Seperti melakukan vaksinasi, sanitasi, dan penggunaan obat- obatan yang dicampur feed-suplemen dan lain sebagainya. Hal ini dapat menghindari terjadinya wabah penyakit yang malah menimbulkan pemborosan biaya lebih besar.

Sabtu, 24 September 2011

Kunci Sukses Pemasaran Ayam Potong

Tahap akhir dari pemeliharaan ayam potong adalah pemasaran. Tahap ini memegang peranan yang tidak kalah pentingnya dari dua tahapan sebelumnya, yakni aktifitas pra panen dan saat panen. Kegagalan dalam pemasaran ayam potong juga akan berimbas pada kegagalan total usaha ini. Oleh karena itu pemasaran harus direncanakan seefisien mungkin.

 

Yakni terjadwal dan tepat waktu,  meminimalisasi waktu dalam proses pengangkatan ayam dari kandang, menekan biaya serendah mungkin serta memastikan produk sampai ke tangan konsumen tetap dengan kualitas yang terjamin. Pemasaran yang efisien dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah struktur pasar, lembaga tata niaga yang terlibat, dan transmisi harga. Keterlambatan sekecil apapun dalam pemasaran jelas akan menambah biaya produksi, khususnya biaya untuk pakan.

 

Usaha ternak ayam potong (broiler/ras) memang memiliki prospek keuntungan yang cukup menjanjikan. Dalam pengelolaan ternak ayam potong biasanya dijalankan dalam bentuk usaha mandiri atau bisa secara plasma inti. Pada pengelolaan secara mandiri (peternak mandiri), seluruh aktifitas pemeliharaan ayam hingga pada tahap pemasaran, seluruh modalnya ditanggung oleh peternak itu sendiri. Adapun secara plasma inti (peternak plasma inti), posisi pihak peternak sebagai plasma sedangkan perusahaan pakan dan perusahaan yang bergerak dalam pemasaran Day Old Chicken (DOC/anakan ayam) menjadi intinya.

 

Keduanya kemudian melakukan kontrak kerja sama, yakni menyangkut kontrak harga jual ayam potong saat dijual. Jika harga di pasar ternyata di bawah harga jual kontrak, maka peternak akan tetap mendapatkan harga jual sebagaimana saat ditandatanganinya kontrak. Namun jika sebaliknya, harga di pasar ternyata jauh lebih tinggi daripada harga jual kontrak, maka peternak tetap mendapatkan harga jual kontrak ditambah insentif dari pihak perusahaan.

 

Pada praktik pengelolaan secara plasma inti, peternak hanya bertanggung jawab dalam penyediaan kandang dan tenaga. Adapun biaya operasional semisal pemeliharaan DOC, pakan, maupun obat-obatan, semuanya ditanggung oleh perusahaan. Model pengelolaan ini sangat cocok dijalankan oleh para peternak dengan kemampuan modal yang terbatas karena bisa meminimalisasi risiko kegagalan. Selain itu, pengelolaan secara plasma inti juga bisa meningkatkan efisiensi dalam aspek pemasaran.

Jumat, 23 September 2011

Bisnis Ayam Potong Makin Menggiurkan

Bisnis ayam potong dan ternak unggas memang sempat terpuruk ketika wabah flu burung marak di sejumlah tempat di tanah air. Masyarakat pada waktu itu menjadi enggan dan sangat membatasi konsumsi daging ayam dan unggas. Akibatnya, tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging ayam dan unggas mengalami penurunan yang sangat drastis. Namun seiring dengan meredanya wabah tersebut, kini secara bertahap tingkat konsumsi masyarakat masyarakat terhadap daging ayam dan unggas kembali normal. Bisnis ayam potong pun semakin bergairah.

 

Tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia memang tergolong tinggi. Segmentasi pasarnya pun sangatlah luas dan hampir menjangkau setiap lapisan masyarakat. Ditambah lagi berbagai kuliner favorit di Indonesia sering kali menjadikan daging ayam potong sebagai bahan dasarnya. Walhasil, bisnis ayam potong prospeknya semakin cerah dari waktu ke waktu.

 

Sebagaimana pengalaman yang pernah dialami oleh Nurrohman, warga Bangunrejo, Lampung Tengah. Usahanya menggeluti bisnis ayam potong selama sembilan tahun terakhir ini ternyata memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Saat ini ia memiliki kandang yang kapasitasnya mampu menampung ayam sejumlah 500 ekor. Dalam satu tahun, ia bisa melakukan pemanenan hingga delapan kali periode. Meskipun ia akui, dari delapan kali pemanenan tersebut rata-rata tingkat kegagalannya sebanyak dua kali.

 

Faktor utama penyebab kegagalan biasanya disebabkan oleh cuaca yang tidak mendukung, khususnya di saat musim pancaroba. Akibatnya, tingkat kematian ayam sangat tinggi. Faktor lain yakni tingkat konsumsi yang suatu saat rendah sehingga pendapatan yang diterima tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan.

 

Menurut  Nurrohman, modal yang ia keluarkan untuk pemeliharaan 500 ekor ayam tersebut per bulan rata-rata Rp. 9 juta – Rp. 10 juta. Modal itu ia gunakan untuk pengadaan bibit, pembiayaan pakan dan obat-obatan. Jika satu ekor ayam potong dijual senilai Rp. 18 ribu, maka penghasilan bersih per bulan yang berhasil ia kantongi sekitar Rp. 4 juta.

 

Agar bisnis ini tetap eksis, faktor yang sangat penting adalah menjaga ayam dalam kondisi sehat. Oleh karena itu Nurrohman selalu memberikan vaksinasi, obat-obatan, dan desinfektan secara teratur sehingga ayam tidak mudah terserang penyakit dan tetap produktif.

Kamis, 22 September 2011

Tips Memilih Ayam Potong

Hampir semua orang di Indonesia suka makan daging ayam. Karena bahan makanan ini bisa diolah menjadi aneka makanan lezat dan bergizi. Salah satu jenis daging ayam yang banyak diminati di pasar adalah daging ayam potong. Selain harganya yang relatif lebih murah bila dibandingkan dengan daging ayam kampung, masa pemeliharaan ayam potong  juga lebih singkat. Yakni hanya dalam waktu 5 – 6 minggu, ayam sudah siap dipanen dan diolah menjadi makanan favorit keluarga.

Bila Anda termasuk salah satu penggemar daging ayam potong, tips berikut penting diperhatikan agar Anda bisa mengkonsumsi daging ayam potong dengan aman:

(1) Daging ayam potong bukan tergolong bahan makanan organik karena telah melalui proses rekayasa genetika. Oleh karena itu kandungan kolesterolnya sangat tinggi. Jika Anda mempunyai masalah kolesterol, sebaiknya membatasi jumlah konsumsinya. Begitu pula dengan kandungan lemaknya, sangat tinggi pada bagian kulitnya. Ada baiknya Anda mengkonsumsi daging filletnya saja tanpa menyertakan bagian kulit;

(2) Penyuntikan antibiotik biasanya dilakukan di bagian leher. Agar Anda terhindar dari penumpukan hormon dan residu antibiotik, sebaiknya hindari mengkonsumsi bagian leher dan kepala;

(3) Jangan lupa memperbanyak konsumsi buah dan sayuran untuk menghindari efek karsinogenik (penyebab kanker) dari zat-zat berbahaya yang bisa jadi terdapat di dalam daging ayam potong;

(4) Daging ayam potong yang masih sehat memiliki ciri sebagai berikut: warna dagingnya putih keabuan dan cerah, warna kulitnya putih kekuning-kuningan dan bersih, daging terasa lembab dan tidak lengket, aroma daging tidak amis (tidak berbau busuk), serat dagingnya halus sehingga mudah digiling.

Untuk menghindari ulah dari para pedagang nakal yang telah menjual daging ayam potong dalam keadaan sudah tidak segar (ayam tiren/mati kemarin), Anda bisa mencermatinya dari segi warna dagingnya. Biasanya ayam tiren memiliki warna daging yang tidak cerah, putih pucat, dan merah kehitam-hitaman. Aromanya juga menyengat. Namun Anda jangan sampai tertipu dengan akal licik para pedagang nakal tersebut. Untuk mengelabuhi pembeli, mereka biasanya merebus terlebih dulu daging ayam dengan kunyit sehingga memberi kesan warna kekuning-kuningan dan menghilangkan baunya. Hanya saja ketidakalamian warna tetap saja bisa dikenali. Yang penting Anda dituntut cermat ketika memilihnya.

Senin, 15 Agustus 2011

Mengenal Pengertian dan Sifat- Sifat Ayam Potong (Broiler)

Dewasa ini permintaan daging ayam potong terus meninggi karena sadarnya masyarakat akan pentingnya gizi yang terdapat dalam daging dan telur ayam. Apalagi menjamurnya makanan siap saji yang bahan utamanya adalah ayam potong.

Ditinjau dari segi mutu, daging ayam memiliki nilai gizi yang tinggi dibanding ternak lain. Dagingnya lembut, warnanya merah terang, kesat, bersih, dan menarik. Memiliki asam amino tinggi dan dapat diolah dalam berbagai masakan.

Ditinjau dari segi ekonomis, ayam potong (broiler) ini memiliki produktifitas cukup tinggi sehingga bisa diusahakan secara efisien. Ayam potong termasuk dari ternak potong yang paling cepat bisa dipotong dibandingkan ternak lain.

Jika Anda berminat untuk memulai usaha ternak ayam potong ini, sebaiknya Anda mulai berkenalan dengan ayam potong (broiler).

  1. Pengertian Ayam Potong (Broiler)


Ayam potong (broiler) adalah jenis ayam betina dan jantan muda berumur sekitar 6-8 minggu, yang dipiara secara intensif, guna memperoleh daging maksimal (AAK: 2008).

Secara genetis, ayam potong diciptakan sedemikian rupa dan mendapatkan perlakuan khusus, sehingga dalam waktu relatif singkat dapat segera dimanfaatkan hasilnya secara optimal.

Pada umumnya para peternak ayam potong menjual hasil produksi ternak mereka saat berumur 6-7 minggu, guna memenuhi permintaan pasar. Karena ayam potong yang berumur 6-7 minggu belum banyak mengalami penimbunan lemak di tubuhnya.

  1. Sifat – Sifat Ayam Potong (Broiler)


Ayam potong memang memiliki kelebihan berproduksi lebih cepat dibandingkan hewan ternak lain. Karena memang sengaja diciptakan demikian guna mengejar produksi, memenuhi kebutuhan pasar, dan kebutuhan konsumen serta produsen.

Walaupun ayam potong memiliki banyak kelebihan, berikut beberapa kelebihan ayam potong yang perlu Anda cermati.

  • Ukuran badan besar dan bidang, dengan bentuk dada lebar, penuh daging, dan padat.

  • Dagingnya empuk, licin, serta lunak. Tulang- tulang rawannya tidak terlalu keras.

  • Pertumbuhan badan sangat cepat sehingga umur 7 minggu sudah dapat mencapai 2 kg. Dibandingkan ayam petelur, atau pun ayam kampung pertambahan berat ayam potong memang juara.


Walaupun ayam potong memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kelemahan ayam potong yang perlu Anda ketahui. Sehingga Anda dapat lebih mengenal karakteristik Ayam potong dengan baik.

  • Cara pemeliharaan yang menuntut perlakuan khusus, memerlukan kecermatan tinggi.

  • Banyak persyaratan yang harus dipenuhi peternaka ayam potong jika ingin mendapatkan produksi baik.

  • Peka terhadap serangan penyakit

  • Menuntut makanan yang bermutu tinggi dan ukuran pakan yang bagus.

  • Sulit beradaptasi terhadap lingkungan.


Kini Anda telah mengenal dengan baik ayam potong (broiler).

Selasa, 02 Agustus 2011

Mengintip Rumah Potong Ayam Sierad

Rumah Potong Ayam (RPA) PT. Sierad Produce Tbk yang terletak di Parung, Bogor ini merupakan RPA ketiga yang terbesar di Indonesia. RPA Sierad terkenal sangat menjaga mutu dan kebersihannya. Bahkan telah mendapatkan sertifikat HACCP dan ISO 9001. Demikian pula dalam masalah kehalalannya, RPA Sierad sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Bahkan masalah kehalalan, RPA Sierad menjadikannya sebagai prioritas dan menjamin semua proses telah dijalankan sesuai persyaratan halal. Sehingga meskipun sudah menerapkan teknologi modern, RPA Sierad tetap tidak mengabaikan masalah kehalalan. Dengan demikian, umat muslim tidak perlu ragu lagi ketika mengkonsumsi daging ayam yang disembelih di RPA Sierad.

RPA Sierad yang telah berdiri sejak tahun 1985 lalu memiliki kapasitas pemotongan yang terbilang sangat besar, yakni 8000 ekor ayam per jam. Bahkan tahun ini kapasitas tersebut dinaikkan menjadi 12.000 ekor ayam per jamnya.  Proses pemotongan ayam yang diberlakukan di RPA Sierad meliputi pembersihan dengan menggunakan air panas, pembersihan bulu, pengeluaran jerohan dan organ dalam lainnya, pemotongan, pemotongan tulang, dan pembekuan.

Konsumsi daging ayam di Indonesia ternyata masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan Singapura maupun Malaysia. Konsumsi daging per kapita di Indonesia baru 5 kg per tahun. Padahal idealnya seharusnya bisa mencapai 15 kg per tahun. Sedangkan konsumsi daging ayam di Singapura sudah sebesar 30 kg per tahun. Bahkan Malaysia mencapai 38 kg per tahun.

Dari 1,1 miliar ekor ayam yang dikonsumsi masyarakat Indonesia per tahunnya, ternyata hanya 10% saja yang dihasilkan oleh RPA. Adapun sisanya dihasilkan dari pasar tradisional. Oleh karena itu Keberadaan RPA diharapkan mampu menstimulasi konsumsi daging ayam di tanah air. Hanya saja investor yang tertarik untuk menanamkan sahamnya di RPA masih minim karena dukungan insentif dari pemerintah pun ternyata masih minim. Di antaranya masalah perijinan yang masih sulit serta  tingginya biaya pajak serta suku bunga. Akibatnya, upaya untuk menaikkan tingkat konsumsi ayam per kapita nasional juga masih sulit dilakukan.

Mengenal Mesin Potong Ayam Buatan Agrowindo

Bagi Anda yang bergerak dalam bisnis pengolahan ayam, ketersediaan mesin potong ayam jelas sangat membantu. Dengan adanya mesin ini maka pekerjaan menjadi lebih mudah dan sangat efisien. Salah satunya adalah mesin potong ayam yang diperkenalkan oleh Agrowindo. Kelebihan mesin ada pada bahannya yang full stainless steel serta desainnya yang menarik.

Mesin potong ayam buatan Agrowindo terdiri dari beberapa bagian:

(1) Bleding cone (tipe cyrcle cone), berfungsi sebagai tempat penampungan darah ayam setelah proses penyembelihan. Spesifikasinya: cone dari plat aluminium, kaki dari pipa stainless,   bleding trough dari plat aluminium, dudukan cone dari besi galvanis, tinggi keseluruhan 1.500 mm;

(2) Scalder, berfungsi sebagai tempat perebusan ayam sehingga ayam mudah dicabut bulunya. Spesifikasinya: bak air dari plat stainless steel, pengaduk dari plat stainless steel, hooper dari plat stainless steel, support dari hollow stainless, transmisi menggunakan gear dan rantai, pemanas menggunakan kompor gas tipe 58, dimensi:  820 x 1020 x 1200 mm;

(3) Plucker, berfungsi sebagai pencabut bulu ayam. Cara kerjanya sangat efisien. Spesifikasinya: speed roller 185 rpm, kapasitas produksi 12 kg per menit, listrik 750 watt, 220 V, 50 Hz, 1P, berat mesin 58 kg

(4) Mesin lokal dengan spesifikasi: tube dari plat stainless steel, casing dari plat stainless steel, frame dari siku MS galvanis, plucking finger dari karet, penggerak berupa elektro motor 1 phase, transmisi dilengkapi dengan pulley dan belt, plucking disc dari plat stainless steel, dimensi: 1000 x 850 x 1500 mm;

(5) Bak pencucian, berfungsi mencuci ayam setelah bulu ayam dicabut. Spesifikasinya: kaki dari pipa stainless steel, dimensi; 920 x 880 x 750 mm;

(6) Drumm chiller, berfungsi sebagai tempat perendaman ayam ketika ayam menunggu proses berikutnya. Spesifikasinya: bak dari plat stainless steel, kaki dari plat stainless steel, diameter: 2320 x 920 x 750 mm;

(7) Meja eviscerasi, berfungsi sebagai meja kerja saat proses pemotongan ayam. Spesifikasinya: platform dari plat stainless steel, kaki dari pipa stainless steel, dimensi: 920 x 880 x 750 mm.

Tips Sukses Menjadi Peternak Ayam Potong

Prospek bisnis ayam potong yang makin cerah membuat peternak ayam potong kian menuai untung besar. Salah satunya adalah Hendri Silvia, peternak ayam potong asal pesisir Pekanbaru.

Dalam satu bulan ia mampu meraup keuntungan antara Rp. 10 juta hingga Rp. 20 juta. Tentu sebuah angka yang cukup fantastis bukan? Usaha yang telah ditekuninya sejak empat tahun lalu itu kini telah berkembang dengan pesat. Namun usaha tersebut bukannya tanpa kendala sama sekali.

Ketika wabah flu burung merebak, usaha Hendri sempat terguncang karena harga ayam anjlok luar biasa. Beruntung kondisi ini tidak berlangsung lama. Hendri berusaha bangkit. Dan hasilnya, untung berlimpah berhasil diraihnya setiap bulan. Sekarang ia telah memiliki kandang dengan daya tampung yang cukup besar. Ada yang kapasitasnya mencapai 2500 ekor hingga 5000 ekor.

Bagi Anda yang ingin mengikuti sukses Hendri, tips berikut ini bisa Anda jadikan pertimbangan:

Pertama, persiapan pra panen. Awali dengan membuat jadwal panen untuk tiap kandangnya. Penjadwalan disesuaikan dengan berat ayam dan letak kandang. Ayam yang akan dipanen tidak boleh diberikan pakan secara penuh. Hal ini untuk mencegah agar pakan tidak tersisa berlebihan.  Jangan pula memberikan antibiotik, minimal 5 – 14 hari sebelum masa panen. Pemberian antibiotik bisa memacu kerja organ tubuh semakin berat sehingga ayam tidak mampu bertahan terhadap stress fisik yang berat. Untuk pemberian vitamin masih diperbolehkan.

Kedua, proses pemanenan. Ciri-ciri ayam yang siap panen antara lain lincah, muka cerah, sehat, warna bulu mengkilat, berdiri tegak dan kepala terangkat, berat badan sesuai standar, tidak terdengar suara ngorok, serta lubang anus bersih. Saat pemanenan upayakan agar tempat pakan dan minum digantung sehingga tidak tumpah saat ayam dipanen. Lakukan proses penyekatan ayam secara bertahap sehingga ayam yang telah ditangkap tidak lemas. Perhatikan pula saat menangkap ayam. Jangan berlaku kasar agar ayam tidak sampai memar, tulang sayap ataupun kaki patah, maupun ayam mati lemas karena stress. Untuk timbangan sebaiknya ditera dulu sehingga tingkat akurasinya tinggi. Hindari melakukan penimbangan pada jam 12 – 14 siang karena bisa menyebabkan ayam stress dan mati lemas. Catat semua hasil penimbangan dengan cermat. Bila perlu dilakukan cek ulang.

Ketiga, pasca panen. Hitunglah tingkat produktifitas ayam, meliputi total ayam, total berat ayam yang dijual, dan sisa pakan.

Cara Beternak Ayam Potong

Ayam potong merupakan jenis ayam yang waktu pemeliharaannya relatif singkat. Hanya dalam waktu 5 – 7 minggu saja, ayam potong sudah siap dipanen. Bahkan cara pemeliharaannya pun tergolong simpel serta harga pakannya juga relatif murah. Hal inilah yang mendorong banyak pihak tertarik untuk beternak ayam potong. Bagi Anda yang berminat untuk mencoba beternak ayam potong, berikut ini panduan praktis yang bisa Anda  praktikkan:

(1) Pembibitan. Bibit yang sehat memiliki ciri-ciri: aktif bergerak, tubuhnya gemuk (badan berbentuk bulat), warna bulu mengkilat, hidung bersih, sorot mata tajam, lubang anus bersih;

(2) Penyiapan kandang. Kandang yang baik harus memenuhi sejumlah kriteria. Antara lain letaknya jauh dari pemukiman, memiliki sirkulasi udara yang baik, suhu udaranya berkisar antara 32,2 - 35C, kelembapannya antara 60-70%, mendapat sinar matahari yang cukup. Tipe kandang yang bisa dipakai ada dua jenis, yakni tipe panggung dan litter (tanpa panggung). Untuk tipe panggung membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun mudah dalam menjaga kebersihan kandang karena kotoran langsung jatuh ke tanah sehingga tidak membutuhkan lagi alas kandang dan lebih efisien. Sedangkan tipe litter pembuatannya lebih mudah dan biayanya jauh lebih murah. Tipe ini banyak dipakai oleh para peternak;

(3) Pemberian pakan. Pakan harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ayam, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Jika Anda menggunakan pakan instan, komposisinya disesuaikan dengan perkembangan umur ayam. Tahap pembesaran (umur 1 – 20 hari), pakan harus mengandung minimal 23% protein. Tahap penggemukan (umur lebih dari 20 hari), pakan mengandung kadar protein sebesar 20%. Untuk melengkapi kandungan nutrisi pakan, bisa juga ditambahkan POC NASA ke dalam air minumnya (1-2 cc/liter) atau juga Viterna Plus (1 cc/liter). Ketersediaan pakan harus selalu mencukupi kebutuhan. Artinya, pakan harus selalu siap tersedia; (4) Pemberian vaksinasi. Beberapa jenis vaksin yang diberikan antara lain vaksin ND/tetelo melalui tetes mata (pada umur 4 hari), vaksin ND strain B1 dan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum (pada umur 21 hari).