Prospek bisnis ayam potong yang cukup menjanjikan, membuat usaha ternak ayam potong makin diminati. Apalagi konsumsi daging ayam potong di negeri ini cenderung tinggi. Jika Anda berminat menekuni usaha ini, beberapa tips yang bisa Anda jalankan antara lain sebagai berikut:
(1) Pemilihan lokasi. Lokasi kandang sebaiknya berada pada area lahan kering, bukan di daerah persawahan. Jika kandang berada pada lahan basah maka tiang-tiang kandang yang terbuat dari bambu atau kayu akan cepat rusak. Namun jika Anda menggunakan tiang-tiang kandang yang terbuat dari batang pohon kelapa, lokasi kandang bisa ditempatkan di lahan basah karena penyangganya terbuat dari beton. Hanya saja biayanya lebih mahal. Tidak ada salahnya Anda membeli kandang bekas agar bisa meminimalisasi modal. Anda bisa memulai dengan menyiapkan kandang yang berkapasitas 4000 ekor.
(2) Pembibitan. Anda bisa menjalin kerja sama dengan peternak pembibitan dengan sistim bagi hasil. Hal ini akan mempermudah Anda karena peternak pembibitan biasanya sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan selama pemeliharaan ternak, termasuk juga pemasarannya.
(3) Menyiapkan pekerja. Jika kapasitas kandang ayam adalah 4000 ekor, maka isilah kandang dengan 3700 ekor ayam potong. Untuk jumlah tersebut biasanya pekerja yang dibutuhkan sejumlah dua orang. Masing-masing pekerja bisa digaji Rp. 600 ribu. Jangan lupa untuk selalu mengontrolnya setiap hari, khususnya di waktu sore saat ayam sedang diberi pakan.
(4) Proses pelaksanaan. Persiapkan kandang terlebih dahulu dengan menggelar terpal pada seluruh permukaan kandang. Lalu taburi gabah di atasnya. Lapisi juga dinding kandang dengan terpal. Hal ini untuk menjaga agar kandang tetap hangat. Bisa juga dengan menempatkan kompor khusus penghangat ayam. Pemberian pakan dan air minum dilakukan setiap pagi dan sore dicampur dengan obat anti stress. Vaksinasi dilakukan pada hari ke-4 atau ke-5 (vaksin Ende, diteteskan pada mata), hari ke-12 (vaksin Rumboru dicampurkan pada susu skin untuk pertumbuhan bulu ayam), hari ke-18 (vaksin Ende dicampurkan pada susu skin).
(5) Pemanenan, biasanya bisa dilakukan sebanyak enam kali dalam satu tahun.
(6) Pemasaran. Anda bisa memanfaatkan kerja sama dengan peternak pembibitan tersebut.
Tampilkan postingan dengan label peternak ayam potong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peternak ayam potong. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 September 2011
Jumat, 23 September 2011
Bisnis Ayam Potong Makin Menggiurkan
Bisnis ayam potong dan ternak unggas memang sempat terpuruk ketika wabah flu burung marak di sejumlah tempat di tanah air. Masyarakat pada waktu itu menjadi enggan dan sangat membatasi konsumsi daging ayam dan unggas. Akibatnya, tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging ayam dan unggas mengalami penurunan yang sangat drastis. Namun seiring dengan meredanya wabah tersebut, kini secara bertahap tingkat konsumsi masyarakat masyarakat terhadap daging ayam dan unggas kembali normal. Bisnis ayam potong pun semakin bergairah.
Tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia memang tergolong tinggi. Segmentasi pasarnya pun sangatlah luas dan hampir menjangkau setiap lapisan masyarakat. Ditambah lagi berbagai kuliner favorit di Indonesia sering kali menjadikan daging ayam potong sebagai bahan dasarnya. Walhasil, bisnis ayam potong prospeknya semakin cerah dari waktu ke waktu.
Sebagaimana pengalaman yang pernah dialami oleh Nurrohman, warga Bangunrejo, Lampung Tengah. Usahanya menggeluti bisnis ayam potong selama sembilan tahun terakhir ini ternyata memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Saat ini ia memiliki kandang yang kapasitasnya mampu menampung ayam sejumlah 500 ekor. Dalam satu tahun, ia bisa melakukan pemanenan hingga delapan kali periode. Meskipun ia akui, dari delapan kali pemanenan tersebut rata-rata tingkat kegagalannya sebanyak dua kali.
Faktor utama penyebab kegagalan biasanya disebabkan oleh cuaca yang tidak mendukung, khususnya di saat musim pancaroba. Akibatnya, tingkat kematian ayam sangat tinggi. Faktor lain yakni tingkat konsumsi yang suatu saat rendah sehingga pendapatan yang diterima tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan.
Menurut Nurrohman, modal yang ia keluarkan untuk pemeliharaan 500 ekor ayam tersebut per bulan rata-rata Rp. 9 juta – Rp. 10 juta. Modal itu ia gunakan untuk pengadaan bibit, pembiayaan pakan dan obat-obatan. Jika satu ekor ayam potong dijual senilai Rp. 18 ribu, maka penghasilan bersih per bulan yang berhasil ia kantongi sekitar Rp. 4 juta.
Agar bisnis ini tetap eksis, faktor yang sangat penting adalah menjaga ayam dalam kondisi sehat. Oleh karena itu Nurrohman selalu memberikan vaksinasi, obat-obatan, dan desinfektan secara teratur sehingga ayam tidak mudah terserang penyakit dan tetap produktif.
Tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia memang tergolong tinggi. Segmentasi pasarnya pun sangatlah luas dan hampir menjangkau setiap lapisan masyarakat. Ditambah lagi berbagai kuliner favorit di Indonesia sering kali menjadikan daging ayam potong sebagai bahan dasarnya. Walhasil, bisnis ayam potong prospeknya semakin cerah dari waktu ke waktu.
Sebagaimana pengalaman yang pernah dialami oleh Nurrohman, warga Bangunrejo, Lampung Tengah. Usahanya menggeluti bisnis ayam potong selama sembilan tahun terakhir ini ternyata memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Saat ini ia memiliki kandang yang kapasitasnya mampu menampung ayam sejumlah 500 ekor. Dalam satu tahun, ia bisa melakukan pemanenan hingga delapan kali periode. Meskipun ia akui, dari delapan kali pemanenan tersebut rata-rata tingkat kegagalannya sebanyak dua kali.
Faktor utama penyebab kegagalan biasanya disebabkan oleh cuaca yang tidak mendukung, khususnya di saat musim pancaroba. Akibatnya, tingkat kematian ayam sangat tinggi. Faktor lain yakni tingkat konsumsi yang suatu saat rendah sehingga pendapatan yang diterima tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan.
Menurut Nurrohman, modal yang ia keluarkan untuk pemeliharaan 500 ekor ayam tersebut per bulan rata-rata Rp. 9 juta – Rp. 10 juta. Modal itu ia gunakan untuk pengadaan bibit, pembiayaan pakan dan obat-obatan. Jika satu ekor ayam potong dijual senilai Rp. 18 ribu, maka penghasilan bersih per bulan yang berhasil ia kantongi sekitar Rp. 4 juta.
Agar bisnis ini tetap eksis, faktor yang sangat penting adalah menjaga ayam dalam kondisi sehat. Oleh karena itu Nurrohman selalu memberikan vaksinasi, obat-obatan, dan desinfektan secara teratur sehingga ayam tidak mudah terserang penyakit dan tetap produktif.
Senin, 15 Agustus 2011
Mengenal Pengertian dan Sifat- Sifat Ayam Potong (Broiler)
Dewasa ini permintaan daging ayam potong terus meninggi karena sadarnya masyarakat akan pentingnya gizi yang terdapat dalam daging dan telur ayam. Apalagi menjamurnya makanan siap saji yang bahan utamanya adalah ayam potong.
Ditinjau dari segi mutu, daging ayam memiliki nilai gizi yang tinggi dibanding ternak lain. Dagingnya lembut, warnanya merah terang, kesat, bersih, dan menarik. Memiliki asam amino tinggi dan dapat diolah dalam berbagai masakan.
Ditinjau dari segi ekonomis, ayam potong (broiler) ini memiliki produktifitas cukup tinggi sehingga bisa diusahakan secara efisien. Ayam potong termasuk dari ternak potong yang paling cepat bisa dipotong dibandingkan ternak lain.
Jika Anda berminat untuk memulai usaha ternak ayam potong ini, sebaiknya Anda mulai berkenalan dengan ayam potong (broiler).
Ayam potong (broiler) adalah jenis ayam betina dan jantan muda berumur sekitar 6-8 minggu, yang dipiara secara intensif, guna memperoleh daging maksimal (AAK: 2008).
Secara genetis, ayam potong diciptakan sedemikian rupa dan mendapatkan perlakuan khusus, sehingga dalam waktu relatif singkat dapat segera dimanfaatkan hasilnya secara optimal.
Pada umumnya para peternak ayam potong menjual hasil produksi ternak mereka saat berumur 6-7 minggu, guna memenuhi permintaan pasar. Karena ayam potong yang berumur 6-7 minggu belum banyak mengalami penimbunan lemak di tubuhnya.
Ayam potong memang memiliki kelebihan berproduksi lebih cepat dibandingkan hewan ternak lain. Karena memang sengaja diciptakan demikian guna mengejar produksi, memenuhi kebutuhan pasar, dan kebutuhan konsumen serta produsen.
Walaupun ayam potong memiliki banyak kelebihan, berikut beberapa kelebihan ayam potong yang perlu Anda cermati.
Walaupun ayam potong memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kelemahan ayam potong yang perlu Anda ketahui. Sehingga Anda dapat lebih mengenal karakteristik Ayam potong dengan baik.
Kini Anda telah mengenal dengan baik ayam potong (broiler).
Ditinjau dari segi mutu, daging ayam memiliki nilai gizi yang tinggi dibanding ternak lain. Dagingnya lembut, warnanya merah terang, kesat, bersih, dan menarik. Memiliki asam amino tinggi dan dapat diolah dalam berbagai masakan.
Ditinjau dari segi ekonomis, ayam potong (broiler) ini memiliki produktifitas cukup tinggi sehingga bisa diusahakan secara efisien. Ayam potong termasuk dari ternak potong yang paling cepat bisa dipotong dibandingkan ternak lain.
Jika Anda berminat untuk memulai usaha ternak ayam potong ini, sebaiknya Anda mulai berkenalan dengan ayam potong (broiler).
- Pengertian Ayam Potong (Broiler)
Ayam potong (broiler) adalah jenis ayam betina dan jantan muda berumur sekitar 6-8 minggu, yang dipiara secara intensif, guna memperoleh daging maksimal (AAK: 2008).
Secara genetis, ayam potong diciptakan sedemikian rupa dan mendapatkan perlakuan khusus, sehingga dalam waktu relatif singkat dapat segera dimanfaatkan hasilnya secara optimal.
Pada umumnya para peternak ayam potong menjual hasil produksi ternak mereka saat berumur 6-7 minggu, guna memenuhi permintaan pasar. Karena ayam potong yang berumur 6-7 minggu belum banyak mengalami penimbunan lemak di tubuhnya.
- Sifat – Sifat Ayam Potong (Broiler)
Ayam potong memang memiliki kelebihan berproduksi lebih cepat dibandingkan hewan ternak lain. Karena memang sengaja diciptakan demikian guna mengejar produksi, memenuhi kebutuhan pasar, dan kebutuhan konsumen serta produsen.
Walaupun ayam potong memiliki banyak kelebihan, berikut beberapa kelebihan ayam potong yang perlu Anda cermati.
- Ukuran badan besar dan bidang, dengan bentuk dada lebar, penuh daging, dan padat.
- Dagingnya empuk, licin, serta lunak. Tulang- tulang rawannya tidak terlalu keras.
- Pertumbuhan badan sangat cepat sehingga umur 7 minggu sudah dapat mencapai 2 kg. Dibandingkan ayam petelur, atau pun ayam kampung pertambahan berat ayam potong memang juara.
Walaupun ayam potong memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kelemahan ayam potong yang perlu Anda ketahui. Sehingga Anda dapat lebih mengenal karakteristik Ayam potong dengan baik.
- Cara pemeliharaan yang menuntut perlakuan khusus, memerlukan kecermatan tinggi.
- Banyak persyaratan yang harus dipenuhi peternaka ayam potong jika ingin mendapatkan produksi baik.
- Peka terhadap serangan penyakit
- Menuntut makanan yang bermutu tinggi dan ukuran pakan yang bagus.
- Sulit beradaptasi terhadap lingkungan.
Kini Anda telah mengenal dengan baik ayam potong (broiler).
Selasa, 09 Agustus 2011
Tindakan Higienis dan Usaha Sanitasi pada Peternakan Ayam
Usaha pencegahan penyakit pada ternak ayam potong, harus dilakukan dengan tepat. Ini menghindari terjangkitnya wabah pada ayam potong, dan meningkatkan produksi peternakan. Pemberian vaksinasi untuk pencegahan penyakit saja tidak cukup, Anda harus melakukan tindakan hieginis dan usaha sanitasi yang baik pada kandang ayam potong.
Sanitasi yang dilakukan disini tidak hanya terkait dengan pembersihan kandang dan pakan saja tapi juga berhubungan dengan bio security atau pengamanan terhadap organism hidup seperti bakteri, virus, jamur, dan protozoa.
Untuk melaksanakan program hiegienis dan sanitasi ini yang perlu diperhatikan adalah.
Mengatur petugas dan pakaian kerja
Setiap petugas memakai pakaian khusus yang sudah disterilkan dan memiliki tempat pengelolaan ternak ayam potong berlaianan dengan petugas yang lain. Tidak melakukan tukar menukar kandang tempat petugas bekerja.
Memberikan perhatian seksama pada ayam
Perhatikan jika ada ayam potong yang tidak berselera makan. Keluarkan segera dari kelompoknya untuk diisolasi dan diperiksa kesehatannya jika telat maka tidak mustahil akan menular dan menjadi wabah penyakit.
Membersihkan tempat makan dan minum secara teratur
Sterilisasi juga harus dilakukan pada tempat makan dan minum ayam potong. Bersihkan tempat makan dan minum minimal dua kali sehari.
Mengubur atau membakar bangkai
Jika Anda mendapati ayam ternak Anda mati, segeralah bakar bangkai ayam tersebut agar tak meninggalkan bibit penyakit dimana- mana.
Litter yang basah atau lembab segera diganti
Jika kandang ayam ternak Anda berjenis litter (kandang berlantai) maka Anda harus rutin mengganti sekam yang sudah lembab dan basah. Karena litter yang lembab atau basah bisa menyebabkan berkembang biaknya cacing.
Cara- cara yang dilakukan untuk mendesinfeksikan kandang ayam adalah sebagai berikut.
Desinfektan yang biasa dipergunakan adalah yang terbuat dari beberapa bahan dibawah ini.
Ditaburkan diatas kandang ayam yang sudah dibersihkan secara merata. Juga untuk ditaburkan diatas bangkai ayam kemudian dikubur agar tidak ada kontak udara.
Untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri yang terdapat pada daerah yang sulit di jangkau.
Berguna untuk mematikan agen parasit,virus, dan wabah berbahaya lainnya. Jangan sampai terkena mata, ayam, dan lain- lain.
Dapat digunakan sebagai pengganti soda api.
Bahan ini dipergunakan untuk mensterilkan anggota badan pekerja seperti kaki, dan tangan sebelum memasuki kandang.
Dipakai untuk mencuci luka pada ayam potong, bahan ini beracun dan sangat maha.
Berguna untuk deinfektan kulit tapi kurang ampuh sebagai antiseptic.
Selain bahan kimia diatas kita juga dapat menggunakan air mendidih, sinar matahari langsung, alkohol 70%, amonia, Jodophar.
Sanitasi yang dilakukan disini tidak hanya terkait dengan pembersihan kandang dan pakan saja tapi juga berhubungan dengan bio security atau pengamanan terhadap organism hidup seperti bakteri, virus, jamur, dan protozoa.
Untuk melaksanakan program hiegienis dan sanitasi ini yang perlu diperhatikan adalah.
Mengatur petugas dan pakaian kerja
Setiap petugas memakai pakaian khusus yang sudah disterilkan dan memiliki tempat pengelolaan ternak ayam potong berlaianan dengan petugas yang lain. Tidak melakukan tukar menukar kandang tempat petugas bekerja.
Memberikan perhatian seksama pada ayam
Perhatikan jika ada ayam potong yang tidak berselera makan. Keluarkan segera dari kelompoknya untuk diisolasi dan diperiksa kesehatannya jika telat maka tidak mustahil akan menular dan menjadi wabah penyakit.
Membersihkan tempat makan dan minum secara teratur
Sterilisasi juga harus dilakukan pada tempat makan dan minum ayam potong. Bersihkan tempat makan dan minum minimal dua kali sehari.
Mengubur atau membakar bangkai
Jika Anda mendapati ayam ternak Anda mati, segeralah bakar bangkai ayam tersebut agar tak meninggalkan bibit penyakit dimana- mana.
Litter yang basah atau lembab segera diganti
Jika kandang ayam ternak Anda berjenis litter (kandang berlantai) maka Anda harus rutin mengganti sekam yang sudah lembab dan basah. Karena litter yang lembab atau basah bisa menyebabkan berkembang biaknya cacing.
- Tamu atau pengunjung kandang tidak diperkenankan masuk kedalam kandang kecuali mengenakan baju khusus, atau harus mencuci anggota kaki dengan diberi pencuci hama. Air pencuci hama selalu disediakan di pintu masuk.
- Mendesinfeksikan kandang ayam
Cara- cara yang dilakukan untuk mendesinfeksikan kandang ayam adalah sebagai berikut.
- Memberihkan kandang ayam potong dengan seksama, kemudian mengumpulkan kotoran untuk dibuang jauh- jauh dari kandang ayam.
- Semua sisa kotoran yang masih melekat dibersihkan dengan skrap, sapu, guna mengorek kotoran yang sulit dijangkau. Lalu bersihkan dengan air, dan sikat dinding-dindingnya dengan kapur.
- Jika kandang ayam sudah kering, segera bersihkan tempat (brooder, kandang, alat-alat) dengan desinfektan. Jika memungkinkan 21 hari setelah kandang dibersihkan baru boleh ditempati kembali.
Desinfektan yang biasa dipergunakan adalah yang terbuat dari beberapa bahan dibawah ini.
- kapur kering (tepung kapur)
Ditaburkan diatas kandang ayam yang sudah dibersihkan secara merata. Juga untuk ditaburkan diatas bangkai ayam kemudian dikubur agar tidak ada kontak udara.
- cairan kapur (8,5 tepung kapur+ 3,5 garam kapur+air secukupnya).
Untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri yang terdapat pada daerah yang sulit di jangkau.
- Soda api (NaOH, larutan 2%)
Berguna untuk mematikan agen parasit,virus, dan wabah berbahaya lainnya. Jangan sampai terkena mata, ayam, dan lain- lain.
- Soda abu larutan 5%.
Dapat digunakan sebagai pengganti soda api.
- Lysol, larutan 2-4 %
Bahan ini dipergunakan untuk mensterilkan anggota badan pekerja seperti kaki, dan tangan sebelum memasuki kandang.
- Phenol larutan 5%
Dipakai untuk mencuci luka pada ayam potong, bahan ini beracun dan sangat maha.
- Sabun (detergent)
Berguna untuk deinfektan kulit tapi kurang ampuh sebagai antiseptic.
Selain bahan kimia diatas kita juga dapat menggunakan air mendidih, sinar matahari langsung, alkohol 70%, amonia, Jodophar.
Selasa, 02 Agustus 2011
Tips Sukses Menjadi Peternak Ayam Potong
Prospek bisnis ayam potong yang makin cerah membuat peternak ayam potong kian menuai untung besar. Salah satunya adalah Hendri Silvia, peternak ayam potong asal pesisir Pekanbaru.
Dalam satu bulan ia mampu meraup keuntungan antara Rp. 10 juta hingga Rp. 20 juta. Tentu sebuah angka yang cukup fantastis bukan? Usaha yang telah ditekuninya sejak empat tahun lalu itu kini telah berkembang dengan pesat. Namun usaha tersebut bukannya tanpa kendala sama sekali.
Ketika wabah flu burung merebak, usaha Hendri sempat terguncang karena harga ayam anjlok luar biasa. Beruntung kondisi ini tidak berlangsung lama. Hendri berusaha bangkit. Dan hasilnya, untung berlimpah berhasil diraihnya setiap bulan. Sekarang ia telah memiliki kandang dengan daya tampung yang cukup besar. Ada yang kapasitasnya mencapai 2500 ekor hingga 5000 ekor.
Bagi Anda yang ingin mengikuti sukses Hendri, tips berikut ini bisa Anda jadikan pertimbangan:
Pertama, persiapan pra panen. Awali dengan membuat jadwal panen untuk tiap kandangnya. Penjadwalan disesuaikan dengan berat ayam dan letak kandang. Ayam yang akan dipanen tidak boleh diberikan pakan secara penuh. Hal ini untuk mencegah agar pakan tidak tersisa berlebihan. Jangan pula memberikan antibiotik, minimal 5 – 14 hari sebelum masa panen. Pemberian antibiotik bisa memacu kerja organ tubuh semakin berat sehingga ayam tidak mampu bertahan terhadap stress fisik yang berat. Untuk pemberian vitamin masih diperbolehkan.
Kedua, proses pemanenan. Ciri-ciri ayam yang siap panen antara lain lincah, muka cerah, sehat, warna bulu mengkilat, berdiri tegak dan kepala terangkat, berat badan sesuai standar, tidak terdengar suara ngorok, serta lubang anus bersih. Saat pemanenan upayakan agar tempat pakan dan minum digantung sehingga tidak tumpah saat ayam dipanen. Lakukan proses penyekatan ayam secara bertahap sehingga ayam yang telah ditangkap tidak lemas. Perhatikan pula saat menangkap ayam. Jangan berlaku kasar agar ayam tidak sampai memar, tulang sayap ataupun kaki patah, maupun ayam mati lemas karena stress. Untuk timbangan sebaiknya ditera dulu sehingga tingkat akurasinya tinggi. Hindari melakukan penimbangan pada jam 12 – 14 siang karena bisa menyebabkan ayam stress dan mati lemas. Catat semua hasil penimbangan dengan cermat. Bila perlu dilakukan cek ulang.
Ketiga, pasca panen. Hitunglah tingkat produktifitas ayam, meliputi total ayam, total berat ayam yang dijual, dan sisa pakan.
Dalam satu bulan ia mampu meraup keuntungan antara Rp. 10 juta hingga Rp. 20 juta. Tentu sebuah angka yang cukup fantastis bukan? Usaha yang telah ditekuninya sejak empat tahun lalu itu kini telah berkembang dengan pesat. Namun usaha tersebut bukannya tanpa kendala sama sekali.
Ketika wabah flu burung merebak, usaha Hendri sempat terguncang karena harga ayam anjlok luar biasa. Beruntung kondisi ini tidak berlangsung lama. Hendri berusaha bangkit. Dan hasilnya, untung berlimpah berhasil diraihnya setiap bulan. Sekarang ia telah memiliki kandang dengan daya tampung yang cukup besar. Ada yang kapasitasnya mencapai 2500 ekor hingga 5000 ekor.
Bagi Anda yang ingin mengikuti sukses Hendri, tips berikut ini bisa Anda jadikan pertimbangan:
Pertama, persiapan pra panen. Awali dengan membuat jadwal panen untuk tiap kandangnya. Penjadwalan disesuaikan dengan berat ayam dan letak kandang. Ayam yang akan dipanen tidak boleh diberikan pakan secara penuh. Hal ini untuk mencegah agar pakan tidak tersisa berlebihan. Jangan pula memberikan antibiotik, minimal 5 – 14 hari sebelum masa panen. Pemberian antibiotik bisa memacu kerja organ tubuh semakin berat sehingga ayam tidak mampu bertahan terhadap stress fisik yang berat. Untuk pemberian vitamin masih diperbolehkan.
Kedua, proses pemanenan. Ciri-ciri ayam yang siap panen antara lain lincah, muka cerah, sehat, warna bulu mengkilat, berdiri tegak dan kepala terangkat, berat badan sesuai standar, tidak terdengar suara ngorok, serta lubang anus bersih. Saat pemanenan upayakan agar tempat pakan dan minum digantung sehingga tidak tumpah saat ayam dipanen. Lakukan proses penyekatan ayam secara bertahap sehingga ayam yang telah ditangkap tidak lemas. Perhatikan pula saat menangkap ayam. Jangan berlaku kasar agar ayam tidak sampai memar, tulang sayap ataupun kaki patah, maupun ayam mati lemas karena stress. Untuk timbangan sebaiknya ditera dulu sehingga tingkat akurasinya tinggi. Hindari melakukan penimbangan pada jam 12 – 14 siang karena bisa menyebabkan ayam stress dan mati lemas. Catat semua hasil penimbangan dengan cermat. Bila perlu dilakukan cek ulang.
Ketiga, pasca panen. Hitunglah tingkat produktifitas ayam, meliputi total ayam, total berat ayam yang dijual, dan sisa pakan.
Langganan:
Postingan (Atom)