Tampilkan postingan dengan label penyakit ayam potong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit ayam potong. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

Program Vaksinasi pada Ayam Potong

Vaksinasi adalah salah satu keharusan yang dilakukan peternak ayam potong untuk mencegah terjangkitnya penyakit pada ayam potong. Banyak peternak ayam potong yang enggan untuk memvaksinasi ternaknya, dengan alasan mahal. Padahal jika wabah dan penyakit menjangkiti ayam potong, bukankah uang yang dikeluarkan lebih banyak? Sekaligus rentan mengalami kerugian.

Jadi jika Anda berniat untuk penjadi peternak ayam potong berikan vaksin yang dianjurkan. Walaupun masa hidup ayam potong sangat pendek, berkisar 5-7 minggu saja kemudian tiba masa panen.

Dalam keadaan normal, dimana penularan penyakit sangat rendah maka vaksinasi dilakukan lebih sedikit. Anda cukup melakukan vaksinasi tunggal ND (Newcastle Disease) pada ternak ayam potong, yaitu pada umur 4 hari melalui tetes mata, air minum, atau metode injeksi subcutan dan injeksi intramuskuler pada dada. Tetapi, jika dirasa resiko penularan tinggi, maka vaksinasi terhadap ND dilakukan dua kali, yakni umur 1 hari dan umur 3-4 minggu. Sedangkan vaksinasi IB (Infeksi Bronchitis), Gumboro, Marek, Coryza,Fowl Pox (cacar),ILT , IDS, dan AI (Avian Influenza). Berikut adalah table jadwal pemberian vaksinasi untuk ayam potong (broiler).

 

TABEL PEMBERIAN VAKSINASI



















































































































































































































































































 
Hari/MingguVaksinKeteranganSupplier
Hari 1-DOC masuk-
Hari 3Vaksin NB + IBTetes mataSHS
Hari 4Vaksin ND LasotaAir minum (1½  dosis)SHS
Hari 5Vaksin CocciSpray (tiap ekor DOC 10 gr) semprot di makanan ayam.Sterwin
Hari 16Vaksin Gumoro 228 EAir minum ( 1½ dosis)SHS
Hari 23Vaksin Gumoro 228 EAir minum ( 1½ dosis)SHS
Hari 28Vaksin ND LasotaSuntik dada ( 3 dosis)SHS
Hari 29Vaksin ND LasotaAir minum (1½  dosis)SHS
Hari 35Vaksin IBAir minum (3 dosis)SHS
Minggu 6/7Vaksin cacarTusuk sayap (1 dosis)Vaksindo
Minggu 8 (hr 56)Vaksin ND LasotaSuntik dada ( 3 dosis)SHS
Minggu 8 (hr 57)Vaksin ND LasotaAir minum (1½  dosis)SHS
Minggu 9Vaksin CoryzaSuntik paha (0,2 cc)SHS
Minggu 10Vaksin ILTTetes mata (1 dosis)SHS
Minggu 12Vaksin ND LasotaAir minum (3 dosis)SHS
Minggu 12/13Vaksin AISuntik dada (1 dosis)Vaksindo
Minggu 13Vaksin IBAir minum (3 dosis)SHS
Minggu 16Vaksin ND LasotaAir minum (3 dosis)SHS
 Vaksin ND+EDS+IBSuntik dada (1 dosis 0,3 cc)SHS
Minggu 17Vaksin CoryzaSuntik paha (1 dosis 1 cc)SHS
Vaksin ulangVaksin ND+IBSuntik dada (2 dosis)SHS
30 minggu   
50 mingguVaksin ND+IBSuntik dada (1½ dosis)SHS
Catatan:Vaksin Marek sudah dilakukan oleh Breeder.


                      Sumber: Saujani, dr. Glory Farm

Beberapa petunjuk yang perlu Anda lakukan dalam melakukan vaksinasi adalah sebagai berikut.

  1. Vaksinasi hanya ditujukan kepada ayam potong yang sehat saja.

  2. Bila pelaksanaan vaksinasi ayam potong melaui air minum, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:



  • Tempat minum harus steril  tapi tidak boleh dicuci dengan detergent, desinfektan, sabun, dan sejenisnya.

  • Air  minum yang dicampur dengan vaksin hendaknya bersih dari chloor, dan zat- zat lain. Gunakan air sumur biasa, bukan air mineral atau air ledeng.

  • Dua sampai empat jam sebelum vaksin, ayam potong harus dipuasakan dahulu.



  1. Jika vaksinasi menggunakan injeksi (suntikan), bersikap lembutlah terhadap ayam, jangan kasar agar ayam tidak stress.

  2. Vaksin harus terlindung dari sinar ultraviolet (matahari)

  3. Sesudah obat vaksin habis maka botol atau sisanya harus dimusnahkan dan dibakar.

  4. Gunakakan obat anti stress ayam potong setelah divaksinasi.

  5. Pelaksanaan vaksinasi.



  • Tetes mata


Vaksin diteteskan pada salah satu mata dengan menggunakan pipet. Jarak antara ujung pipet dan mata 1 cm.

  •    Tetes hidung


Penetesan dilakukan pada lubang hidung, dan pada saat dilakukan penetasan lubang hidung sebelah harus ditutup dengan jari, sehingga vaksin bisa langsung meresap.

  • Melalui air minum

  • Injeksi


Pada umumnya injeksi dilakukan pada dada dan paha ayam potong secara intramusculair (masuk kedalam otot). Cara ini lebih mudah dan efektif karena biasanya lebih tepat dengan dosis yang dianjurkan.

Selasa, 09 Agustus 2011

Mencegah Penyakit Flu Burung (Avian Influenza) pada Ayam Kampung

Siapa pun tahu bahwa ayam kampung adalah sejenis unggas yang kuat dan tahan terhadap serangan penyakit. Namun, flu burung (Avian Influenza) yang pernah menewaskan ribuan unggas termasuk ayam kampung sangat perlu diwaspadai. Disamping berbahaya untuk binatang ternak, flu burung (AI) juga menyerang manusia dan dapat menyebabkan kematian.

Flu burung atau Avian Influenza adalah penyakit berbahaya yang dapat membunuh seluruh ayam peternakan dan dapat menyebar dengan cepat ke seluruh wilaah yang ada di Indonesia. Manusia pun dapat tertular oleh virus AI dan sehingga menyebabkan sakit kemudian meninggal.

Banyak ahli yang menduga bahwa proses penularan virus AI ke manusia tidak sama. Ada dugaan penularan itu berhubungan dengan gen (pembawa sifat warisan) tertentu pada seseorang. Contohnya adalah kasus Iwan Siswara beserta kedua putrinya di Tangerang pada tahun 2005 yang bahkan tidak memiliki riwayat kontak dengan unggas. Di karo, pada tahun 2006 yang tertular adalah bapak dengan anak atau ibu dengan anak, bukan antara suami istri. Dari ini dapat kita simpulkan bahwa virus AI hanya menyerang orang- orang tertentu yang peka terhadap virus AI.

Hal tersebut seakan menjelaskan fakta bahwa dari 2005 hingga saat ini belum ada peternak, dokter hewan, pedagang ayam ataupun burung, yang terserang AI. Coba Anda bandingkan dengan penyakit demam berdarah yang ditularkan melalui nyamuk yang telah menjangkiti ribuan orang pada rentang waktu yang sama.

AI adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh unggas, baik burung, bebek, ayam, ataupun puyuh. Penyebab virus AI adalah kelompok Orthomyxhoviridae. Masa inkubasi pada unggas kurang lebih 1 minggu atau di beberapa jurnal lain disebut 2-3 hari masa inkubasi. Adapun gejala klinis dari unggas yang diserang adalah jengger berwarna biru, diare banyak dan seringkali muncul, dan unggas merasa haus luar biasa, tubuh unggas sangat panas, dan terjadi kematian mendadak.

Penularan penyakit AI biasanya terjadi melaui kontak langsung dan tidak langsung, yang dapat terjadi melalui.

  • Kontak langsung dengan ayam atau kotoran dan air liur ayam sakit.

  • Kontak tidak langsung melalui udara, atau pernafasan, peralatan kandang,m pakan, air minum, karyawan kandang, alat- alat transportasi, dan burung liar


AI dapat dicegah dengan manajemen hiegienisisasi, sanitasi, dan vaksinasi.

Adapun vaksinasi yang diberikan kepada ayam kampung adalah vaksinasi AI pada umur 21 hari tanpa revac.