Tampilkan postingan dengan label pemasaran ayam potong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemasaran ayam potong. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 September 2011

Kunci Sukses Pemasaran Ayam Potong

Tahap akhir dari pemeliharaan ayam potong adalah pemasaran. Tahap ini memegang peranan yang tidak kalah pentingnya dari dua tahapan sebelumnya, yakni aktifitas pra panen dan saat panen. Kegagalan dalam pemasaran ayam potong juga akan berimbas pada kegagalan total usaha ini. Oleh karena itu pemasaran harus direncanakan seefisien mungkin.

 

Yakni terjadwal dan tepat waktu,  meminimalisasi waktu dalam proses pengangkatan ayam dari kandang, menekan biaya serendah mungkin serta memastikan produk sampai ke tangan konsumen tetap dengan kualitas yang terjamin. Pemasaran yang efisien dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah struktur pasar, lembaga tata niaga yang terlibat, dan transmisi harga. Keterlambatan sekecil apapun dalam pemasaran jelas akan menambah biaya produksi, khususnya biaya untuk pakan.

 

Usaha ternak ayam potong (broiler/ras) memang memiliki prospek keuntungan yang cukup menjanjikan. Dalam pengelolaan ternak ayam potong biasanya dijalankan dalam bentuk usaha mandiri atau bisa secara plasma inti. Pada pengelolaan secara mandiri (peternak mandiri), seluruh aktifitas pemeliharaan ayam hingga pada tahap pemasaran, seluruh modalnya ditanggung oleh peternak itu sendiri. Adapun secara plasma inti (peternak plasma inti), posisi pihak peternak sebagai plasma sedangkan perusahaan pakan dan perusahaan yang bergerak dalam pemasaran Day Old Chicken (DOC/anakan ayam) menjadi intinya.

 

Keduanya kemudian melakukan kontrak kerja sama, yakni menyangkut kontrak harga jual ayam potong saat dijual. Jika harga di pasar ternyata di bawah harga jual kontrak, maka peternak akan tetap mendapatkan harga jual sebagaimana saat ditandatanganinya kontrak. Namun jika sebaliknya, harga di pasar ternyata jauh lebih tinggi daripada harga jual kontrak, maka peternak tetap mendapatkan harga jual kontrak ditambah insentif dari pihak perusahaan.

 

Pada praktik pengelolaan secara plasma inti, peternak hanya bertanggung jawab dalam penyediaan kandang dan tenaga. Adapun biaya operasional semisal pemeliharaan DOC, pakan, maupun obat-obatan, semuanya ditanggung oleh perusahaan. Model pengelolaan ini sangat cocok dijalankan oleh para peternak dengan kemampuan modal yang terbatas karena bisa meminimalisasi risiko kegagalan. Selain itu, pengelolaan secara plasma inti juga bisa meningkatkan efisiensi dalam aspek pemasaran.

Senin, 15 Agustus 2011

Ayam Impor: Petarung Kuat dari Negeri Seberang

Bagi Anda yang memiliki hobi mengkoleksi ayam petarung, tentu tidak asing lagi dengan ayam impor dari negeri Thailand ini. Ayam bangkok yang langsung diimpor dari negeri Gajah Putih tersebut dikenal memiliki kualitas prima sebagai ayam petarung. Ayam impor ini memiliki beberapa karakteristik yang cukup menarik.

Beberapa ciri fisik dari ayam impor petarung ini adalah batok dan tulang alis yang tebal, kepala berbentuk pinang, leher kuat, bulu mengilap dan kaku, kaki bersisik kasar, otot kokoh, dada membusung, sikap tubuh tegak, dan pandangan mata tajam. Memiliki pukulan yang mematikan, dengan dukungan bulu sayap yang sempurna agar mampu bergerak cepat dalam menghindari pukulan dan serangan lawan.

Secara genetis ayam impor petarung merupakan keturunan jawara dari para pendahulunya yang telah menorehkan sejarah dalam perkembangan ayam petarung di dunia. Ayam bangkok impor dikenal pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. saat itu di Cina sangat populer dengan festival sabung ayam. Akhirnya ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Karena kedigdayaannya dalam area. Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas sehingga pencarian bibit-bibit petarung makin gencar. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Laos, guna mencari bibit unggul. Para pencari bibit mencoba mendesain ayam petarung yang dapat mematikan serangan lawan dalam satu hentakan.

Di negeri asalnya, Thailand, ayam petarung (bangkok) ini bahkan dapat memberi masukan devisa yang cukup besar. Karena di ekspor ke seluruh dunia, dari AS, Asia Tenggara, Meksiko, sampai di Inggris.

Kini di pasaran banyak bermunculan ayam impor aspal. Jadi selayaknya Anda mengetahui ciri- ciri yang dapat membedakan yang asli dan palsu. menurut beberapa ahli, keunggulan ayam impor bisa mencapai 80% dari ayam lokal. ini erat kaitannya dengan faktor genetik, perawatan sejak dini, latihan teratur, dan asupan mulitvitamin yang cukup.

Jika Anda tertarik dengan ayam impor petarung (bangkok), pastikan Anda tidak membeli yang abal- abal. Melakukan transaksi yang dapat dipertanggungjawabkan, agar Anda terhindar dari transaksi yang merugikan. Perhatikan kelengkapan surat- suratnya, dengan memperhatikan beberapa hal dibawah ini.

-Ada sertifikat dari peternak di Tailand .

-Ada segel nomor pengiriman nya,biasa di kaki atau sayap..

-Surat import/pengiriman hewan dari luar negri.
-Ada surat karantina.

Kini Anda dapat lebih cermat dalam mengkoleksi ayam impor.