Tampilkan postingan dengan label bisnis ayam kampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis ayam kampung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2011

Aspek Produksi Bisnis Peternakan Ayam Kampung

Sebelum Anda memulai bisnis ayam kampung, sebaiknya Anda terlebih dahulu memulai mengenal aspek peternakan ayam kampung dengan baik. Agar Anda mempunyai pedoman standar produksi usaha peternakan untuk mengetahui perkembangan ayam kampung yang Anda pelihara. Apakah ayam- ayam yang Anda pelihara tersebut sesuai dengan standar produksi yang diberikan ataukah belum?

            Agar lebih jelas, mari kita mengenal apa define standar produksi. Standar produksi adalah ketentuan- ketentuan yang menunjukkan syarat agar dapat mempertahankan mutu produksi dengan baik.

Biasanya standar produksi peternakan ayam, mengacu kepada bobot badan, pertambahan bobot ayam, konsumsi pakan, rasio, konversi pakan (feed convertion ratio/FCR), dan deplesi (mortalitas dan apkir) (Masanto, Agus: 2008). Sebagai peternak Anda harus mempunyai catatan tersendiri tentang keadaan aktual ayam- ayam yang dipelihara dan dapat dibandingkan dengan standar produksi yang diberikan para pembibit.

Standar produksi sangat diperlukan agar Anda dapat mengontrol kondisi ayam kampung yang Anda pelihara. Sehingga, ketika bobot ayam kampung peternakan Anda berada dibawah standar produksi, Anda dapat memisahkannya dari ayam lain dan memberikan perlakuan khusus untuk meningkatkan bobot ayam.

Ada beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan dalam memproduksi ayam kampung, diantaranya sebagai berikut.

(1)   Berat Badan (Bobot) / Kecepatan Tumbuh

Bobot badan dapat diketahui dengan melakukan penimbangan. Sebaiknya ayam ditimbang setiap 2-4 minggu. Hindari stres pada ayam ketika terjadi penimbangan. Ambil sampel dari 15 % ayam kampung yang Anda pelihara. Keterwakilan ini akan  mewakili hasil keseluruhan ayam kampung yang Anda pelihara.

(2)   Konsumsi Pakan

Konsumsi pakan yang Anda pelihara adalah jumlah pakan yang dimakan ayam dalam waktu tertentu. Setelah mengetahui jumlah pakan harian, Anda dapat memperkirakan jumlah pakan per hari yang Anda perlukan.

Sebagai contoh, konsumsi pakan harian ayam kampung per ekor pada hari ke 15 adalah 50 g. Jika  Anda memelihara 1200 ekor ayam, maka pada hari itu Anda memberikan pakan sebanyak 1200 X 50 g = 60000 g atau 60 kg.

(3)   Feed Convertion Ratio (FCR)/ konversi Pakan

Feed Convertion Ratio (FCR) adalah rasio konversi pakan merupakan istilah yang banyak digunakan untuk mengetahui efisiensi penggunaan pakan.

(4)   Deplesi

Deplesi merupakan gabungan dari mortalitas (kematian) dan ayam yang diapkir (tidak dipakai/ digunakan). Faktor tersebut menentukan banyaknya ayam saat dipanen.

Selasa, 27 September 2011

keuntungan Bisnis Ayam Kampung

Ingin mencoba bisnis ayam kampung sebagai usaha yang cukup menjanjikan? Sebelum mulai menerjunkan diri dalam bisnis ayam kampung, sebaiknya Anda mulai mempelajari prospek bisnis ayam kampung dengan jeli dan cermat.

Daging ayam kampung dan telur adalah salah satu komoditas unggulan yang sangat diperlukan pasar Indonesia. Sejalan dengan peningkatan kebutuhan masyarakat akan daging ayam kampung dan telur. Gaya hidup sehat sebagai tren yang berkembang saat ini membuat kebanyakan masyarkat menjatuhkan pilihannya kepada daging ayam kampung dan telur ayam kampung, disamping lebih enak, mengkonsumsi ayam kampung jauh lebih sehat dari pada ayam potong (broiler). Hal ini di sebabkan ayam potong banyak mengkonsumsi zat- zat kimia dan aditif dalam proses pembesaran.

Selain itu program peningkatan gizi dari pemerintah untuk anak- anak terus meningkat. Sehingga slogan sehari dengan tiga telur ayam kampung dan sayur, menggejala dimana- mana, mulai dari posyandu, PAUD, Puskesmas, dan sekolah- sekolah. Hal ini semakin meningkatkan permintaan pasar terhadap ayam kampung.

Masyarakat pedesaan malah sudah jauh- jauh hari membudidayakan ayam kampung sebagai bisnis walaupun masih dalam cara tradisional dan apa adanya. Mereka menjadikan ayam kampung sebagai bisnis yang cukup menjanjikan. Minimal, sebagai tabungan ketika nanti mereka membutuhkan uang. Kisaran harga ayam kampung saat ini adalah antara 75  /kg. Pada bulan Ramadhan dan lebaran harga ayam kampung malah melonjak sampai 95/ kg.

Wajar saja bila Anda pun tergiur untuk memulai bisnis ayam kampung. Disamping menjanjikan bisnis ini juga dapat dijalankan dengan mudah, namun Anda harus mempelajari cara beternak dan berbisnis ayam kampung dengan baik.

Berbeda dengan ayam potong, permintaan akan daging ayam kampung yang cukup tinggi terkadang tidak dapat dipenuhi oleh peternakan ayam kampung. Contohnya, jika bisnis peternakan ayam kampung Anda menghasilkan ayam sebanyak 750 ekor, per kali panen, dan pedagang meminta 1650 ekor, dapatkah Anda memenuhi permintaan sebanyak itu? Sedangkan ayam kampung harus dipelihara dahulu. Ketika Anda sedang beternak memenuhi permintaan, peluang tersebut dapat diambil oleh peternakan lain.

Inilah salah satu masalah dalam bisnis peternakan ayam kampung, namun Anda tidak boleh pesimis, karena hal ini dapat diatasi jika Anda mengerti bagaimana cara berbisnis ternak ayam kampung dengan baik.

Senin, 26 September 2011

Tips Praktis Cara Ternak Ayam Kampung untuk Pemula

Margin keuntungan yang cukup menggiurkan dari bisnis beternak ayam kampung, membuat banyak pihak tergoda untuk mencoba menjalankan bisnis ini. Bagi Anda yang belum pernah sama sekali beternak ayam, tips praktik cara ternak ayam kampung berikut ini bisa membantu Anda untuk mulai menjalankan usaha tersebut:

(1) Pengadaan bibit. Bibit ayam kampung/Day Old Chicken (DOC/anakan ayam) bisa Anda dapatkan dengan menetaskan sendiri maupun membelinya dari peternak. Bisa pula Anda mencoba menetaskan sendiri karena ini lebih menguntungkan. Namun untuk mampu menetaskan DOC sendiri jelas dibutuhkan keahlian dan perlu ketersediaan mesin penetas telur. Untuk praktisnya, sementara Anda bisa membeli langsung DOC ke peternak sambil belajar cara menetaskan DOC sendiri.
(2) Pakan. Untuk menjamin ketersediaan pakan, pastikan pakan yang Anda siapkan terjamin kualitasnya. Begitu pula jika Anda membeli pakan instan. Jangan mudah tergoda dengan harga murahnya saja. Anda bisa mencari berbagai referensi agar memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai jenis pakan yang berkualitas untuk DOC.
(3) Kandang. Anda bisa membuat kandang sementara maupun kandang permanen. Yang terpenting perhatikan sirkulasi udaranya agar bisa berjalan baik, sinar matahari pagi bisa masuk dengan cukup, kelembapan udara terjaga, dan suhu udara sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk selalu memastikan kebersihan kandang. Lokasi kandang juga harus dijauhkan dari pemukiman. Hal ini untuk mencegah tercemarnya lingkungan sekitar akibat limbah yang dihasilkan. Misalnya limbah bau amoniak, kotoran ayam, dll.
(4) Pencegahan penyakit. Ada beberapa alternatif untuk menjaga DOC tetap dalam kondisi sehat. Di antaranya dengan melakukan biosecurity, program sanitasi, maupun vaksinasi.
(5) Pemasaran. Segmentasi pasar untuk ayam kampung sebenarnya sangat terbuka luas. Mulai dari warung, pengepul, pembeli ayam kampung keliling, pasar tradisional, bisa juga melalui koperasi peternak ayam.
Agar usaha Anda bisa berjalan sukses, Anda perlu membangun keyakinan bahwa Anda mampu menjalankan usaha ini sebaik mungkin. Termasuk kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko yang ada. Selanjutnya persiapkan mental dan kemampuan Anda untuk menyingkirkan segala rintangan yang mungkin terjadi. Dan yang tidak kalah penting, lengkapi wawasan Anda dengan banyak membaca berbagai referensi. Termasuk juga sharing dengan mereka yang telah sukses menerjuni usaha tersebut.

Minggu, 25 September 2011

Mengenal Ayam Jago

Ayam jago merupakan salah satu jenis ayam aduan yang sangat populer. Tidak susah memang menemukan ayam ini karena bisa ditemui hampir di setiap masyarakat mana saja. Ada tiga karakter menonjol yang dimiliki ayam jago. Pertama,  berkokok. Kokok ayam jago adalah dalam rangka memamerkan kejantanannya. Kebiasaan berkokok ini selalu dilakukan ayam jago di pagi hari setiap ia turun dari tempatnya bertengger. Setiap ada sahutan dari jago lain atau jenis ayam lainnya, selalu dianggapnya sebagai sebuah tantangan. Maka ayam jago akan menyambutnya dengan mengajaknya berlaga untuk menentukan siapakah yang terkuat di antara mereka. Kedua, memburu setiap betina di area kekuasaannya. Seekor ayam jago sanggup mengawini 8 – 12 ekor betina. Ketiga, rajin mencari makan tiada henti setiap harinya.

Karakter utama ayam jago yang memang ingin selalu menjadi ‘jagoan’ membuat ayam tersebut berpotensi dijadikan sebagai ayam aduan. Dan bagi penggemar ayam aduan, perawatan ayam pasca berlaga merupakan hal penting yang tidak bisa diabaikan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat ayam aduan pasca berlaga:

(1)  Perawatan langsung pasca berlaga. Jika terdapat luka pada badan ayam, segera tetesi dengan antibiotik. Hindari pemberian obat luka semisal yodium karena akan meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu lama untuk mengeringkannya. Bisa juga antibiotik tersebut disuntikkan ke badan ayam. Bila terjadi perdarahan bisa segera dihentikan dengan bubuk kopi atau bila perlu dijahit. Pada luka jahitan bisa pula diteteskan antibiotik. Berikan pula gula merah sebagai tambahan karbohidrat sehingga bisa segera memulihkan staminanya. Jangan lupa untuk memisahkan ayam tersebut dari ayam lainnya. Setelah ayam pulih selera makannya, maka ia bisa kembali dikumpulkan dengan ayam lainnya.

(2) Sehari pasca berlaga. Secara umum ayam kehilangan selera makan pasca berlaga. Oleh karena itu Anda bisa memberinya larutan gula, sedikit susu cair, vitamin, dan mineral langsung ke temboloknya. Anda bisa menggunakan bantuan spet yang ujungnya telah disambungkan dengan selang kecil. Bila ayam tidak mau, maka jangan dipaksa. Biasanya kondisi ini berlangsung hingga hari ketiga. Baru pada hari keempat Anda bisa memberinya sedikit voer yang telah dicampur dengan susu cair. Hindari pemberian pakan yang teksturnya keras. Anda bisa memberikan gula merah, susu, vitamin serta mineral. Berikan pula air minum secara teratur.

Latihan setelah kondisi pulih kembali. Anda bisa melatih ayam tersebut minimal dua minggu pasca berlaga. Mulailah dengan latihan ringan. Yakni sparring ringan sekitar 10 menit. Berikan waktu istirahat yang cukup. Baru setelah kondisi pulih total, Anda bisa mengikutkannya di arena laga.

Rabu, 21 September 2011

Daging Ayam Import Meresahkan Masyarakat

Merebaknya daging ayam import ilegal dari Malaysia dan Singapura cukup meresahkan masyarakat. Selain diragukan kehalalannya, daging ayam tersebut juga ditengarai tidak terjamin kesehatannya. Bahkan temuan di sejumlah daerah telah menunjukkan bahwa daging ayam itu telah kadaluwarsa. Walhasil, masyarakat akhirnya khawatir keberadaan daging-daging tersebut mengandung penyakit yang membahayakan kesehatan.

Jumlah daging ayam import ilegal yang beredar di pasaran memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan total produksi ayam lokal. Hanya saja jika dibiarkan lolos begitu saja, keberadaannya jelas akan mengganggu para peternak lokal. Apalagi lobi-lobi para importir ditengarai jauh lebih kuat dibandingkan para peternak lokal.

Bagi masyarakat yang ingin membeli ayam hendaknya semakin meningkatkan kewaspadaan. Setidaknya mereka harus mengenali ciri-ciri daging ayam yang sehat. Di antaranya warna dagingnya biasanya berwarna pink cerah. Namun ada juga yang berwarna putih. Hal ini disebabkan oleh proses perendaman dalam air es yang terlalu lama. Selama warna putih tersebut masih mengandung unsur pink, bisa dipastikan kondisi daging ayam masih sehat.

Jika Anda membeli daging ayam di pasar tradisional sebenarnya itu jauh lebih menguntungkan. Sebaiknya Anda membeli daging ayam yang banyak dihinggapi lalat. Ini sebagai indikasi bahwa daging ayam tersebut tidak mengandung zat pengawet berbahaya dan menunjukkan bahwa kondisi daging masih segar. Biasanya lalat tidak tertarik pada daging ayam yang berpengawet.

Perhatikan juga aroma daging. Bila Anda mencium aroma yang tidak wajar, maka berhati-hatilah. Begitu pula dengan teksturnya. Apabila daging dipencet dan kemudian kembali ke bentuk semula saat dilepaskan, berarti daging tersebut masih sehat. Pastikan pula tidak terdapat bercak darah atau bagian yang memar pada seluruh permukaan daging ayam.

Sebaliknya, ciri-ciri daging ayam yang tidak sehat antara lain pada ujung sayap terbentuk warna yang gelap; adanya bagian tubuh yang tergores, memar atau berwarna kebiru-biruan; lengket pada bagian atas ekor, pertautan antara kaki dengan tubuh, dan pada bagian bawah sayap; adanya bagian tulang yang patah. Jika Anda menemukan tanda-tanda ini, maka waspadalah. Kondisi daging ayam tersebut bisa dipastikan sudah tidak layak lagi dikonsumsi.

Ayam Ketawa, Ayam Kontes yang Menggiurkan

Bagi penggemar ayam kontes, nama ayam ketawa pasti sudah tidak asing lagi. Ayam jenis ini tergolong langka dan termasuk jenis unggas yang dilindungi. Tidak mengherankan jika harga jualnya pun sangat tinggi. Sesuai namanya, ayam ketawa memang memiliki kokok suara sebagaimana tertawanya manusia. Keunikan dari sisi suara inilah yang akhirnya dijadikan  poin penilaian saat kontes ayam digelar.

Ayam ketawa berasal dari daerah Sidrap, Sulawesi Selatan. Dari sisi perawakan, warna bulu, maupun karakternya, ayam ketawa memiliki ciri-ciri sebagaimana ayam Indonesia pada umumnya. Adapun ciri khasnya terletak pada kokok suaranya. Di daerah asalnya, kontes ayam ketawa sangat diminati oleh masyarakat. Bahkan bisa diikuti hingga 800 peserta. Proses penjuriannya sebagaimana pada kontes burung perkutut. Hanya saja pada kontes ayam ketawa tidak perlu menggunakan kurungan. Dan sebagai gantinya, digunakan sebatang kayu atau bambu sebagai tempat berdirinya ayam. Ayam ketawa yang telah memenangkan kontes, harga jualnya bisa menembus angka Rp. 50 juta.

Jika Anda berminat memelihara ayam ketawa, tips berikut ini bisa Anda pertimbangkan:

(1) Pastikan lingkungan dan kandang ayam selalu terjaga kebersihannya. Jangan lupa untuk menyemprotkan desinfektan secara rutin; (2) Pakan selingan yang bisa diberikan berupa irisan jahe dan kunyit yang sudah dikeringkan dan dicampurkan ke dalam pakannya. Bisa pula dengan menambahkan tomat, pisang, jangkrik muda, kecambah, dan cacing tanah;

(3) Jika ayam terkena penyakit seperti virus ngorok, pilek, berak kapur, hijau, dan lemas, Anda bisa memberikan tetrachlor ataupun suntikan sesuai dengan jenis penyakitnya. Ayam yang sakit harus segera dikarantina. Jangan lupa untuk memberikan suntikan anti virus secara rutin;

(4) Sekali waktu biarkan ayam ketawa menghirup udara bebas di luar kandang;

(5) Jenis pakan yang digunakan sebagaimana jenis pakan untuk ayam bekisar maupun ayam biasa;

(6) Jangan lupa menjalin kedekatan dengan ayam sehingga ayam pun akan semakin dekat dengan tuannya.

Selama ini ternak ayam ketawa memang masih jarang dilakukan. Padahal cara pengembangbiakannya sebenarnya sangatlah mudah. Demikian pula dalam hal perawatan dan pemberian pakannya, sebagaimana pada ayam biasa. Jika Anda berminat, beternak ayam ketawa bisa membuka peluang bisnis yang sangat menggiurkan mengingat harga jualnya yang sangat fantastis.

Senin, 19 September 2011

Mengintip Peluang Bisnis Telur Ayam Pindang

Mungkin Anda merasa asing mendengar istilah telur ayam pindang karena selama ini pemindangan umumnya dilakukan pada ikan. Proses pemindangan sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan bahan baku telur, yakni proses pengolahan dengan mengkombinasikan antara perebusan dan penggaraman. Pemindangan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan telur secara utuh dengan kulitnya. Jadi pemindangan bisa menjadi alternatif pengawetan telur selain telur asin.

 

Pada pemindangan telur terjadi proses penyamakan yang menggunakan bahan-bahan seperti kulit bawang merah, daun jambu biji, dan air teh. Dengan proses pemindangan ini, telur akan menjadi lebih awet bila dibandingkan dengan merebusnya di air biasa. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, berikut ini cara praktis membuat telur ayam pindang:

Pertama, bahan yang dibutuhkan untuk membuat telur pindang antara lain: 30 butir telur ayam negeri (bisa juga menggunakan telur bebek), 100 gram daun jambu biji/serabut kelapa, 200 gram garam, 1 liter air, daun salam. Kedua, alat  yang diperlukan berupa panci dan kompor. Ketiga, proses pembuatan:

(1) Cuci telur hingga bersih;

(2) Buat larutan garam dengan komposisi 60-100 gram garam dilarutkan dalam 1 liter air;

(3) Rebus telur dalam larutan garam lalu masukkan daun jambu biji/serabut kelapa dan daun salam;

(4) Retakkan kulit telur dengan cara dipukul-pukul jika telur sudah setengah matang (sekitar 10 menit perebusan);

(5) Lanjutkan proses perebusan sampai kulit telur berwarna coklat kehitaman;

(6) Dinginkan.

Bila Anda ingin mendapatkan cita rasa yang enak pada telur pindang tersebut maka Anda bisa menambahkan bumbu rempah saat perebusan, yakni lengkuas serta daun salam. Lama perebusan yakni hingga telur tiga per empat matang. Lalu angkat telur dari air perebusan dan masukkan kembali ke dalam air perebusan. Setelah itu rebus telur hingga matang dan bumbu meresap. Kemudian angkat dan tiriskan.

Jika Anda merasa bosan dengan olahan telur berupa telur asin, tidak ada salahnya mencoba telur ayam pindang sebagai alternatif bisnis telur ayam yang bisa Anda kembangkan. Apalagi telur ayam sangat diminati banyak kalangan karena dikenal kaya akan kandungan proteinnya serta memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang sangat tinggi.

Kamis, 15 September 2011

Cara Beternak Ayam Kampung secara Intensif

Beternak ayam kampung sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Asalkan Anda tahu trik dan tipsnya, cara berternak ayam kampung ternyata sangatlah sederhana. Panduan berikut ini bisa Anda jadikan sebagai langkah praktis untuk memulai usaha beternak ayam kampung:

(1) Persiapan. Pertama yang harus disiapkan adalah bibitnya. Bibit bisa didapatkan dengan cara menetaskan sendiri atau bisa juga dengan membelinya langsung dari pembibit. Bibit yang sehat harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain tidak cacat, bisa berdiri tegap, matanya bersinar, bulu bersih, periode menetas ideal (tidak lebih cepat dan tidak kurang dari);

 

(2) Kandang. Lokasi kandang dari pemukiman idealnya minimal berjarak 5 meter. Pilihlah lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik, sinar matahari cukup, tidak lembap, dan rindang. Lubang sirkulasi udara usahakan jangan terlalu lebar karena bisa menjadi jalan bagi hewan predator (kucing, luwak, tikus, dll.) masuk ke dalam kandang dan memangsa anak ayam. Adapun ukuran kandang untuk ­+ 10 ekor anak ayam membutuhkan area seluas ­+ 1m2. Jangan lupa sediakan penghangat tubuh bagi anak ayam pada malam hari, yakni berupa lampu berukuran 40-60 watt. Hal ini untuk mencegah anak ayam mati kedinginan;

 

(3) Pakan. Ada beberapa alternatif pakan ayam yang bisa Anda berikan, antara lain: konsentrat, dedak, jagung, dll. Jika Anda kesulitan maka bisa membelikan langsung pakan instan di toko pakan ayam sesuai dengan usia anak ayam. Yang penting Anda harus memperhatikan komposisi makanannya. Yakni mengandung protein kasar (PK) 12%, energi metabolis (EM) 2500 Kkal/kg dengan jumlah pakannya sebagai berikut: 7 gr/hari (usia 0 -  1 minggu), 19 gr/hari (usia 1 – 2 minggu), 34 gr/hari (usia 2 – 3 minggu), 47 gr/hari (usia 3 – 4 minggu), 58 gr/hari (usia 4 – 5 minggu), 66 gr/hari (usia 5 – 6 minggu), 72 gr/hari (usia 6 – 7 minggu), 74 gr/hari (usia 7 – 8 minggu). Ketersediaan pakan harus dipastikan tercukupi dengan baik hingga anak ayam berusia 1 – 2 bulan. Sediakan pakan di beberapa tempat agar anak ayam tidak berebutan dan terpenuhi kebutuhan makannya. Jangan lupa sediakan pula air putih di dalam tempat minum sekitar dua wadah;

 

(4) Perawatan. Jagalah selalu kebersihan kandang. Anda bisa menyemprotkan desinfektan yang aman dan lakukan pembersihan kandang serta vaksinasi secara teratur. Pastikan sirkulasi udara terjaga dengan baik serta pakan dan minum tercukupi sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Usahakan pakan yang diberikan selalu dalam kondisi yang masih fresh. Kenyamanan anak ayam bisa Anda ketahui dari suaranya yang menciak dengan teratur dan selalu tenang ketika berada di dalam kandang.

Ayam Kampung

Keunggulan cara beternak ayam kampung secara intensif (dikandangkan) ini adalah kemudahan Anda dari sisi mengontrol pemeliharaannya. Selain itu kondisi kesehatan ayam juga bisa terpantau dan terjaga dengan ketat bila dibandingkan secara ekstensif (tradisional/dibiarkan berkeliaran di tempat terbuka).

Rabu, 14 September 2011

Prospek Bisnis Ayam Kampung

Kesadaran masyarakat untuk membiasakan gaya hidup sehat dan selalu mengkonsumsi makanan organik membuat permintaan daging ayam kampung pun ikut mengalami peningkatan. Daging ayam kampung memang tergolong daging organik karena tidak mengalami rekayasa genetika sebagaimana ayam potong. Oleh karena itu daging ayam kampung dinilai lebih sehat dibandingkan ayam potong karena memiliki kandungan kolesterol yang lebih rendah. Dari sisi cita rasa, daging ayam kampung juga mempunyai tekstur yang kering dan rasanya lebih gurih. Tidak mengherankan jika saat ini daging ayam kampung mulai dilirik sebagai primadona baru kuliner di Indonesia.

Ayam Kampung

Sayangnya, meningkatnya permintaan daging ayam kampung tidak diiringi dengan ketersediaan pasokan daging ayam kampung yang memadai. Saat ini saja pasokan daging ayam kampung baru bisa mencukupi 5,5% dari total kebutuhan daging ayam nasional. Minimnya pasokan daging ayam kampung salah satunya disebabkan oleh sistim usahanya yang masih dikembangkan secara tradisional dan belum secara intensif. Artinya, kondisi ini sebenarnya memberikan peluang yang cukup besar bagi siapa saja yang ingin mengembangkan bisnis ayam kampung secara profesional.

 

Prospek bisnis ayam kampung sebenarnya menjanjikan sejumlah keuntungan yang sangat menggiurkan, mengingat: (1) Konsumsi daging ayam kampung tidak bersifat musiman. Bahkan tren konsumsinya makin mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sehingga segmentasi pasarnya makin terbuka luas; (2) Cara beternak ayam kampung relatif lebih mudah karena pakan bisa dibuat sendiri, telurnya pun bisa didapatkan dengan mudah, pemasaran bisa dilakukan melalui koperasi peternak ayam buras atau langsung bekerja sama dengan peternak ayam buras, mesin penetas tidak harus membeli tapi bisa juga dengan menyewa; (3) Harga jualnya sangat stabil: (4) Ayam kampung lebih resisten terhadap penyakit dibandingkan dengan ayam ras/broiler sehingga bisa meminimalisasi biaya pengobatan; (5) Peminat telur ayam kampung makin mengalami peningkatan; (6) Risiko usaha relatif lebih kecil; (7) Luas lahan yang dibutuhkan fleksibel bahkan ternak ayam kampung juga bisa dilakukan di lahan yang sempit; (8) Memberikan keuntungan yang jelas. Sebutir telur ayam kampung seharga Rp 8 ratus sedangkan anak ayam yang baru menetas harganya Rp. 2 ribu bahkan lebih. Artinya, telur ayam kampung jika ditetaskan akan memberikan keuntungan bisa lebih dari 100%.

Senin, 15 Agustus 2011

Cara Membuat Mesin Penetas Telur Ayam

Di pasaran banyak bermunculan mesin penetas telur dengan berbagai macam model dan varian menarik, juga menawarkan berbagai fasilitas untuk menarik hati konsumen. Mesin yang menawarkan diri sebagai pengganti indukan alami, juga banyak memberi janji- janji kepada konsumen. Nah, kenapa Anda tidak memulai usaha di bidang mesin penetasan ayam ini? Banyak contoh sukses dari beberapa orang yang menekuni usaha pembuatan mesin telur kemudian menjualnya, baik yang menggunakan media pemasaran WOM, maupun dari internet, dengan sistem  jaringan maupun penjualan mandiri.

Salah satu contoh sukses adalah Andra (38 tahun), lelaki asal Lawang ini memulai usaha dengan hanya membuat mesin penetas telur sederhana. Kemudian ia mempelajari lagi dan berinovasi, sampai bisa menghasilkan mesin yang lebih canggih. Kini ia mengaku tak kesulitan memasarkan mesinnya, pasar kian terbuka lebar ketika ia mengenal dunia maya. Lewat sebuah toko online pribadi, ia memasarkan mesin- mesinnya lewat internet.

Nah, anda tertarik untuk mengikuti jejaknya? Bagaimana jika Anda memulai dengan membuat mesin penetas sederhana sebelum mencoba membuat mesin yang lebih canggih?

Besarnya mesin tetas telur yang digunakan disesuaikan dengan kapasitas telur yang akan ditetaskan seperti ; 200 butir, 400 butir dan 600 butir. Berikut ini adalah model mesin tetas telur ini dapat diperoleh di toko poultry shop atau membuat sendiri dengan bahan yang mudah dan tersedia di tempat.

.Bahan – Bahan yang akan Anda gunakan dalam pembuatan  mesin tetas sederhana hendaknya Anda sesuaikan dengan kondisi sumber panas yang tersedia di tempat Anda. Pada tempat yang belum ada listrik , Anda bisa membuat mesin tetas dengan menggunakan lampu minyak/ cemplok sedangkan jika tersedia listrik maka bisa dibuat mesin tetas telur elektrik atau mesin tetas kombinasi. Berikut adalah bahan- bahan yang perlu disiapkan.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain :
1.Kayu kaso 5 x 6 cm sebagai rangka mesin

3.Kawat ram (tempat peletakan telur)
2.Tripleks melamin, kaca dan engsel

5.Nampan air dan thermometer
4.Paku dan seng plat
6.Alat pengatur suhu (thermoregulator)
7.Lampu pijar dan lampu minyak

Susunlah bahan- bahan diatas menjadi sebuah mesin sederhana dengan hanya satu ruang.

-          Sebelum memulai proses pengeraman telur oleh mesin sebaiknya mesin dibersihkan dari organisme merugikan lainnya.

-          Hidupkan mesin penetas 24 jam sebelumnya.

-          Telur dibersihkan dan dilap dengan kain basah yang hangat lalu dikeringkan dengan handuk kering.

-          Suhu mesin pada mesin Anda harus konstan dan stabil, yitu 38 oC

-          Nampan berisi air adalah untuk menjaga kelembapan

-          Beri tanda pada setiap telur, seperti 1, 2, 3 dst .

Rajinlah membolak- balik telur setiap pagi dan sore sampai hari ke 18, setelah itu telur hanya diperiksa saja sampai menetas pada hari ke 21.

Selamat mencoba!

Ayam Impor: Petarung Kuat dari Negeri Seberang

Bagi Anda yang memiliki hobi mengkoleksi ayam petarung, tentu tidak asing lagi dengan ayam impor dari negeri Thailand ini. Ayam bangkok yang langsung diimpor dari negeri Gajah Putih tersebut dikenal memiliki kualitas prima sebagai ayam petarung. Ayam impor ini memiliki beberapa karakteristik yang cukup menarik.

Beberapa ciri fisik dari ayam impor petarung ini adalah batok dan tulang alis yang tebal, kepala berbentuk pinang, leher kuat, bulu mengilap dan kaku, kaki bersisik kasar, otot kokoh, dada membusung, sikap tubuh tegak, dan pandangan mata tajam. Memiliki pukulan yang mematikan, dengan dukungan bulu sayap yang sempurna agar mampu bergerak cepat dalam menghindari pukulan dan serangan lawan.

Secara genetis ayam impor petarung merupakan keturunan jawara dari para pendahulunya yang telah menorehkan sejarah dalam perkembangan ayam petarung di dunia. Ayam bangkok impor dikenal pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. saat itu di Cina sangat populer dengan festival sabung ayam. Akhirnya ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Karena kedigdayaannya dalam area. Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas sehingga pencarian bibit-bibit petarung makin gencar. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Laos, guna mencari bibit unggul. Para pencari bibit mencoba mendesain ayam petarung yang dapat mematikan serangan lawan dalam satu hentakan.

Di negeri asalnya, Thailand, ayam petarung (bangkok) ini bahkan dapat memberi masukan devisa yang cukup besar. Karena di ekspor ke seluruh dunia, dari AS, Asia Tenggara, Meksiko, sampai di Inggris.

Kini di pasaran banyak bermunculan ayam impor aspal. Jadi selayaknya Anda mengetahui ciri- ciri yang dapat membedakan yang asli dan palsu. menurut beberapa ahli, keunggulan ayam impor bisa mencapai 80% dari ayam lokal. ini erat kaitannya dengan faktor genetik, perawatan sejak dini, latihan teratur, dan asupan mulitvitamin yang cukup.

Jika Anda tertarik dengan ayam impor petarung (bangkok), pastikan Anda tidak membeli yang abal- abal. Melakukan transaksi yang dapat dipertanggungjawabkan, agar Anda terhindar dari transaksi yang merugikan. Perhatikan kelengkapan surat- suratnya, dengan memperhatikan beberapa hal dibawah ini.

-Ada sertifikat dari peternak di Tailand .

-Ada segel nomor pengiriman nya,biasa di kaki atau sayap..

-Surat import/pengiriman hewan dari luar negri.
-Ada surat karantina.

Kini Anda dapat lebih cermat dalam mengkoleksi ayam impor.

Selasa, 02 Agustus 2011

Desain Gambar Kandang Ayam Sederhana

Untuk membuat kandang ayam, faktor kenyamanan ayam menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Keberadaan kandang memang memegang peranan penting dalam usaha ternak ayam karena kualitas kandang sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen ternak itu sendiri. Desain kandang sebenarnya sangat beraneka ragam. Mulai dari tipe kandang sederhana hingga tipe kandang modern.  Mengenai jenis kandang apa yang ingin Anda buat, semuanya tergantung pada kebutuhan dan kapasitas ayam yang akan Anda ternakkan.

Jika Anda ingin membuat kandang ayam sendiri, Anda bisa memulainya dari desain gambar kandang ayam sederhana untuk bibit ayam/Day Old Chicken (DOC/anakan ayam) berikut bisa dijadikan acuan:

[caption id="attachment_99" align="aligncenter" width="656" caption="kandang ayam"]kandang ayam[/caption]

Keterangan gambar:

(1)   Kandang dibagi menjadi dua bagian. Bagian 1a terbuat dari papan, digunakan untuk menempatkan DOC pada waktu malam sehingga ayam tidak merasa terlalu kedinginan karena berada dalam kandang yang tertutup. Bagian 1b terbuat dari ram kawat, digunakan untuk menempatkan DOC pada waktu siang hari sehingga ayam tidak merasa terlalu kepanasan karena banyak lubang ventilasi. Selain itu DOC bisa mendapatkan sinar matahari dengan mudah karena hal ini sangat berperan dalam membantu proses tumbuh kembangnya dengan optimal.

(2)   Sket pemisah. Sebaiknya dibuat dari tripleks. Yang penting bisa dibuka tutup dengan cara menariknya.

(3)   Lubang ventilasi untuk membantu mengatur sirkulasi udara

Masa penempatan DOC pada kandang tersebut tidaklah terlalu lama. Cukup hingga usianya mencapai dua minggu saja. Meskipun demikian, pemeliharaan secara intensif ini akan lebih efektif bila dibandingkan DOC diasuh indukannya secara bebas di alam terbuka. Dengan menempatkan DOC pada kandang, Anda akan mudah melakukan pengawasan. Baik terhadap pakan dan minum yang diasupnya maupun kesehatan DOC serta lingkungannya. Selama DOC ditempatkan dalam kandang tersebut, sebaiknya Anda sekali waktu juga perlu menjemurnya. Hal ini bisa dilakukan ketika DOC mulai berumur tiga hari.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan kandang. Anda bisa membersihkan kandang secara bergantian. Jika bagian kandang yang ada papan penutupnya yang dibersihkan, maka DOC bisa dipindahkan ke bagian kandang yang terbuat dari ram kawat. Anda tinggal menarik sket pemisahnya saja. Khusus pada malam hari, jika DOC masih merasa kedinginan, Anda bisa menambahkan lampu tempel di dalamnya. Yang penting buatkan dudukan sehingga posisi lampu tempel kuat dan tidak mudah goyah. Lampu tempel sebaiknya disimpan pada bagian kandang sebelah tengah. Dan pastikan cerobong lampu tempel terhubung dengan lubang  ventilasi (3) sehingga asap bisa dikeluarkan melalui ventilasi tersebut.

Desain Kandang Ayam Kampung Berdasarkan Pertambahan Umur

Selama ini peternak ayam tradisional lebih memilih pemeliharaan ayam secara ekstensif, yakni dibiarkan bebas berkeliaran di alam terbuka. Dari sisi efektifitas, model pemeliharaan seperti ini kurang menunjang produktifitas ayam. Sebab peternak sulit melakukan kontrol terhadap ayam. Khususnya dari segi asupan makanan maupun dalam menjaga kesehatan ayam. Seiring dengan perkembangan, sekarang ini peternak akhirnya mulai beralih ke model pemeliharaan secara intensif. Yakni model pemeliharaan ayam dengan menggunakan kandang. Model pemeliharaan secara intensif ternyata lebih menguntungkan karena dinilai lebih produktif sekaligus lebih efektif dalam pemeliharaan.

 

Berdasarkan usia pertumbuhan ayam, kandang ayam kampung dibagi menjadi beberapa kategori. Di antaranya: kandang untuk usia 1–20 hari, 21–40 hari, 41–60 hari, 61–90 hari, serta kandang untuk karantina.

 

(1)  Kandang untuk usia 1–20 hari. Model kandang ini lebih dikenal dengan istilah boks karena modelnya memang berbentuk kotak dan tertutup dilengkapi kaki setinggi 20-25 cm dari permukaan tanah. Kandang terbuat dari bilah bambu dengan jarak 2 cm. Bagian bawah kandang dialasi dengan kardus atau bungkus semen. Ukuran ideal kandang untuk 1m2 dihuni oleh 40-45 ekor DOC dan bisa dikurangi 5 ekor tiap minggunya. Lengkapi pula dengan lampu penghangat agar DOC tidak merasa kedinginan.

 

(2)  Kandang untuk usia 21-60 hari. Ada dua model kandang yang bisa digunakan pada usia tersebut. Yakni model boks dengan kaki seperti pada usia 1-20 hari serta model litter (tanpa kaki). Jika Anda memilih model litter, maka alas yang berupa tanah sebaiknya dicampuri dengan sekam, kapur, atau pasir. Masing-masing model tersebut memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun yang penting Anda perhatikan adalah ukuran kepadatan kandang. Kapasitas kandang idealnya untuk 1m2 adalah 30-35 ekor dan sebaiknya dikurangi 5 ekor tiap minggunya.

 

(3)  Kandang untuk usia 61-90 hari. Model kandang yang biasa dipakai pada usia ini adalah berbentuk panggung dan litter. Untuk kapasitas ideal kandang ukuran 1m2 adalah 7-10 ekor dan berkurang 1 ekor setiap minggunya. Sehingga pada hari ke-90 untuk ukuran 1m2 hanya terdapat 5-7 ekor ayam.

 

Kandang karantina. Kandang ini khusus untuk ayam yang terjangkit penyakit maupun yang luka.

Senin, 01 Agustus 2011

Mengintip Peluang Sukses Bisnis Ayam Kampung

Meningkatnya permintaan daging dan telur ayam kampung membuat bisnis ayam kampung makin menggiurkan. Apalagi harganya yang relatif stabil sebagaimana harga Day Old Chicken-nya (DOC/anakan ayam). Bisnis ini terbukti tetap survive meskipun harga pakan ayam melambung sebab pakannya bisa digantikan dengan pakan racikan yang harganya jauh lebih murah. Pemberian pakan racikan tidak akan mempengaruhi tingkat produktifitas induk ayam selama komposisinya tepat. Yakni oplosan broiler stater (50%), layer stater (30%), dan dedak (20%).

 

Dari segi perputaran modal, bisnis ayam potong memang lebih cepat daripada ayam kampung. Namun dalam jangka panjang, bisnis DOC ayam kampung jelas lebih menjanjikan karena harganya yang stabil dan lebih tinggi daripada DOC ayam potong. Apalagi segmentasi pasar untuk bisnis ayam kampung sangat terbuka luas. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan gaya hidup sehat dan membiasakan mengkonsumsi makanan organik sebagaimana daging ayam kampung.

 

Jika Anda tertarik membuka usaha ayam kampung, Anda bisa memulai dari DOC-nya dulu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

(1) Bersihkan dulu telur yang akan ditetaskan. Pastikan telur tersebut benar-benar bersih tanpa kotoran setitik pun. Anda bisa menggunakan lap basah untuk membersihkannya. Keberadaan kotoran meskipun hanya setitik bisa menyebabkan telur gagal menetas;

(2) Setelah telur dipastikan benar-benar bersih lalu dikeringkan. Bisa dengan cara diangin-anginkan. Lalu simpan dalam ruangan yang teduh. Setelah jumlahnya sesuai dengan kapasitas mesin penetas, selanjutnya telur-telur itu dimasukkan dalam mesin penetas. Selama dalam mesin penetas, suhu harus dijaga agar tetap konstan, yakni sebesar 37,8C. Perubahan suhu sekecil apapun bisa menyebabkan telur gagal menetas. Mesin penetas harganya memang relatif mahal, berkisar antara Rp. 700 ribu – Rp. 5 juta. Namun Anda tidak harus membelinya karena bisa didapatkan dengan cara menyewa;

(3) Memasuki usia 10 hari, telur Anda teropong untuk mengetahui ada tidaknya telur yang rusak;

(4) Memasuki usia ke-21 hari telur akan menetas. Segera lakukan vaksinasi;

(5) Pemasaran. Sebelum dipasarkan DOC bisa dimasukan ke dalam boks kardus. Anda tidak perlu khawatir DOC akan mati karena DOC mampu bertahan tanpa makan selama 48 jam.

Bagaimana, praktis bukan? Anda bisa mencobanya sekarang juga!