Tampilkan postingan dengan label Beternak Ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beternak Ayam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2011

Nasib Peternak Ayam Mandiri

Produktifitas ayam potong terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Jika pada tahun 2007 populasinya baru mencapai 934 juta ekor, maka pada tahun 2010 sudah mencapai 1.224 juta ekor. Sayangnya peningkatan tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan peternak ayam mandiri. Dominasi peternak ayam mandiri makin hari kian tergusur. Bila pada tahun 2007 lalu mereka mampu menguasai 40% produksi nasional, maka sekarang tinggal 20% saja yang bisa mereka kuasai. Adapun sisanya kini sudah dikuasai oleh perusahaan besar. Perusahaan besar ini membuat pabrik pakan sendiri, vaksin, obat-obatan, penyediaan bibit (Day Old Chicken/anakan ayam), hingga budidayanya. Perusahaan tersebut telah menguasai usaha dari tingkat hulu hingga ke hilir. Tingkat produksi mereka juga melimpah. Walhasil, mereka akhirnya mampu menekan biaya produksi serendah mungkin sehingga bisa meraup keuntungan yang berlimpah. Akibatnya, terjadi persaingan yang tidak sehat antara perusahaan besar terintegrasi dengan peternak ayam mandiri yang memiliki modal sangat terbatas. Salah satu dampaknya, ketersediaan bibit di pasar semakin berkurang drastis karena banyak yang digunakan sendiri oleh perusahaan tersebut. Para peternak ayam mandiri pun harus gigit jari karena bibit yang tersedia harganya semakin mahal.

Nasib peternak ayam mandiri makin memprihatinkan ketika harga pakan turut melonjak naik. Padahal keterpurukan mereka akibat wabah flu burung belum pulih benar. Akibatnya, biaya produksi tak mampu lagi tertutupi dan peternak ayam mandiri mengalami kerugian berkepanjangan. Kondisi ini diperparah lagi dengan ulah nakal para broker dan pengepul ayam yang menjatuhkan harga ayam.

Dominasi perusahaan besar asing dalam menguasai produksi ayam nasional memang tidak lepas dari diterapkannya Undang – Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 18 Tahun 2009. Undang – undang ini telah memberikan angin segar kepada perusahaan asing bermodal besar untuk melakukan ekspansi usaha secara besar-besaran. Selama keberadaan undang – undang tersebut masih diberlakukan, nasib peternak ayam mandiri jelas kian tak menentu. Satu – satunya jalan yang bisa ditempuh para peternak ayam mandiri agar bisa survive adalah dengan merancang strategi produksi dan pemasaran yang handal. Jika tidak, peluang untuk bertahan akan semakin kecil.

Jumat, 30 September 2011

Cara ternak Ayam Kampung

Banyak hal yang perlu diperhatikan jika menginginkan cara beternak ayam kampung intensif yang terbukti lebih modern dan menghasilkan produk yang baik. Tulisan ini adalah bagian dua dari tulisan dengan tema yang sama. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam beternak ayam kampung.

(1)   Perkandangan

Bangunan kandang yang dianjurkan dan memenuhi manajemen mutu adalah yang dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut.

  • Melindungi ternak ayam kampung dari berbagai hal yang merugikan, seperti terik matahari, hujan, angin, dan gangguan binatang buas.

  • Efisien, sehingga dapat mempermudah Anda dalam proses beternak sekaligus dalam masa pembesaran ayam.

  • Menghemat tempat, sehingga ayam tidak dipelihara secara umbaran (ekstensif)

  • Melindungi ayam dari kontak langsung dengan unggas lain.


Agar dapat membangun kandang dengan baik, diperlukan pengalaman dan  pengetahuan yang mencukupi. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam membangun kandang adalah.

  • Penempatan bangunan kandang jauh dari rumah penduduk setidaknya 20 meter.

  • Tidak lembab, becek, jauh dari gudang makanan agar tidak didatangi tikus.

  • Terisolasi dari lalu lintas umum, orang, dan hewan lain.

  • Tidak terbuka luas, karena kandang yang dibangun di tempat terbuka merugikan peternak.


Adapun kandang jika dilihat dari manajemen dan pemeliharaan, maka terbagi menjadi dua, yaitu kandang fase indukan dan kandang fase setelah indukan.

(2)   Manajemen Pemeliharaan Ternak Ayam kampung

Dalam unsur pemeliharaan ayam kampung, pertama Anda akan dihadapkan pada pilihan apakah Anda nanti dapat berproduksi secara optimal? Bila Anda menginginkan dapat berproduksi secara optimal, maka sebaiknya Anda memilih sistem pemeliharaan semi- instensif atau intensif. Tidak menggunakan cara ekstensif (tradisional), dengan mengumbar ayam kampung (dibiarkan secara liar).

Adapun dalam sistem semi instensif, Anda memelihara ayam kampung dalam kandang yang memiliki pagar, ada kontrol terhadap pakan yang dikonsumsi ayam dan kesehatan ayam.

Sedangkan pemeliharaan instensif, ayam kampung di pelihara dalam kandang sebagaimana ayam ras, ada kontrol kesehatan dan konsumsi pakan yang dijamin dengan mutu terbaik.

(3)   Kesehatan Ayam Kampung

Upayakan memberikan vaksinasi pada ayam kampung sehingga terhindar dari beberapa penyakit yang sering diidap oleh ayam kampung yaitu Flu Burung (Avian Influenza), Tetelo (Newcastle Disease/ ND),Infectious Bursal Disease (IBD), Infectious Bronchitis (IB), Infectous Coryza (IC), Mareks,Berak Kapur (Pullorum), Berak Darah (Coscidiosis), dan Chronic Respiratory Disease (CRD).

(4)   Pengelolaan Produksi

Manajemen yang baik dan terencana dapat menunjang keberhasilan produksi.

Sabtu, 17 September 2011

Menengok Usaha Ayam Kampung

Usaha ayam kampung kini tidak bisa dipandang sebelah mata sebab usaha ini ternyata memberikan prospek yang sangat menjanjikan. Di lihat dari segmentasi pasar, permintaan daging ayam kampung semakin mendapat respon positif dari masyarakat bahkan menunjukkan tren kenaikan dari waktu ke waktu. Karakteristik konsumen daging ayam kampung memang berbeda dengan daging ayam potong. Konsumen daging ayam kampung umumnya berasal dari masyarakat dengan tingkat ekonomi yang baik. Hal ini seiring dengan gaya hidup masyarakat yang kini cenderung beralih ke bahan makanan organik sebagaimana daging ayam kampung yang tidak mengalami proses rekayasa genetika. Walhasil, harga daging ayam kampung memang cenderung lebih mahal bila dibandingkan dengan daging ayam potong.

 

Para peternah ayam kampung kini juga bisa bernafas lega. Pemerintah melalui Kementrian Pertanian sekarang ini sedang menyusun cetak biru pengembangan usaha ayam kampung. Dengan adanya cetak biru tersebut, pengusaha ayam kampung skala kecil, mikro, dan koperasi akan dilindungi pemerintah. Sebaliknya, peran investor besar akan dibatasi. Dengan adanya sistim proteksi tersebut diharapkan masyarakat pedesaan bisa semakin mengembangkan usaha ayam kampung lebih optimal lagi.

 

Dalam sepuluh tahun ke depan, pangsa pasar daging ayam kampung diharapkan mampu mencapai 25% dari total konsumsi daging ayam nasional yang sekarang ini baru terpenuhi sebesar 5,5% saja.  Artinya, akan terdapat pasokan ayam kampung sebesar 400 juta ekor per tahunnya. Sehingga bila estimasi harga ayam kampung per ekornya senilai Rp. 60 ribu, maka total perdagangan ayam kampung per tahun bisa mencapai Rp. 2,4 triliun. Angka ini tentunya sangat besar dan bisa dipastikan akan mampu menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat pedesaan.

 

Saat ini teknik beternak ayam model intensif memang masih minim. Yakni baru dikembangkan oleh 3.400 peternak saja. Masyarakat pedesaan cenderung mempertahankan teknik beternak ayam model tradisional (dibiarkan bebas di alam terbuka) sehingga keuntungan yang diraihnya pun juga belum optimal. Ke depan diharapkan akan ada 100.000 rumah tangga yang mulai beralih mengembangkan teknik beternak ayam model intensif. Dengan demikian, target untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat pedesaan dari usaha ayam kampung bisa segera tercapai.

Jumat, 16 September 2011

Tips Memulai Beternak Ayam Kampung

Beternak ayam kampung bisa dilakukan dalam skala kecil maupun besar. Teknik yang biasa digunakan untuk beternak ayam kampung antara lain dengan model ekstensif/tradisional (dibiarkan bebas di alam terbuka), semi intensif (terkadang di keluarkan dari kandang tapi masih di area yang dibatasi pagar), intensif (dibuatkan kandang khusus). Jika Anda memiliki modal yang cukup besar, maka sebaiknya Anda membeli kandang yang ukurannya luas. Tetapi jika modal Anda pas-pasan, tidak ada salahnya Anda membuat sendiri kandang yang sederhana. Untuk meminimalisasi modal, Anda disarankan tidak harus membeli kandang. Baru bila sudah mendapatkan keuntungan yang cukup besar, Anda bisa mengembangkan kandang tersebut lebih luas lagi.

 

Area kandang juga harus terpisah dari pemukiman. Agar kandang mudah dibersihkan dan selalu kering, sebaiknya dibuatkan alas setinggi kurang lebih 40 cm dari permukaan tanah. Kandang juga dipastikan mendapatkan sirkulasi udara yang baik serta mendapatkan penyinaran yang cukup. Oleh karena itu disarankan letak kandang menghadap ke arah timur dengan dinding bagian depannya terbuat dari bambu belah sehingga memungkinkan sinar matahari bisa masuk dari celah-celahnya.

 

Untuk tempat bertelur bisa dibuatkan dari kotak beralaskan jerami. Jangan lupa menyediakan pula tempat bertengger ayam. Anda bisa membuatkan dari kayu ataupun bambu. Jika Anda menggunakan bibit yang berasal dari telur, maka Anda bisa memilih telur yang bentuknya bulat. Hindari memilih telur yang berbentuk lonjong. Sedangkan untuk bibit yang berupa ayam, pilihlah ayam yang sehat, warna bulunya mengkilat, berbadan gemuk namun gerakannya lincah.

 

Adapun pakan, pastikan Anda memberinya dengan cukup dan teratur. Untuk usia 0-2 bulan sebaiknya Anda beri pakan berupa bekatul dan tepung ikan. Lengkapi pula dengan vitamin A, D, dan B kompleks sebesar 1% dari jumlah pakan. Sedangkan ayam yang usianya di atas tiga bulan, Anda bisa memberinya pakan dari jagung maupun padi yang telah dicampur dengan antibiotik (vegofac, vitafac, atau bisa ditambah sayur hijau semisal daun pepaya, kangkung, bayam).

 

Jangan lupa untuk membersihkan kandang dengan teratur agar kesehatan ayam bisa terjaga. Selain itu segera pisahkan jika ada ayam yang sakit. Dan sebagai pencegahan, Anda bisa mencampurkan air panas ke dalam pakan maupun minumnya sehingga perut ayam tetap hangat dan tidak mudah terserang penyakit.

Kamis, 15 September 2011

Bea Masuk Impor Jagung, Ancaman bagi Peternak Ayam Kampung

Jagung merupakan salah satu jenis pakan yang sering dikonsumsi oleh ayam kampung. Sayangnya, harga kedelai dan jagung impor akhir-akhir ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga harga pakan ayam pun ikut naik pula. Sedangkan pasokan jagung di dalam negeri ternyata hingga kini belum mampu mencukupi kebutuhan pakan ternak. Apalagi harga jagung lokal ternyata justru lebih mahal dibandingkan dengan harga jagung impor. Harga jagung lokal kini per kilogramnya sebesar Rp. 3700 sedangkan harga jagung impor Rp. 3200 per kilogram. Harga dedak dan jagung memang telah mengalami kenaikan yang cukup drastis selama lima tahun terakhir ini.

 

Selama ini, pengenaan bea masuk impor jagung turut andil dalam menambah beban biaya produksi pakan ternak. Padahal jagung merupakan komponen utama (51,4%) dalam pembuatan pakan ternak. Tidak mengherankan jika kemudian kalangan industri pakan ternak meminta pemerintah segera menghapuskan bea masuk impor jagung, setidaknya sebesar 5%. Dengan penghapusan bea masuk impor jagung, beban peternak akan sedikit terkurangi karena harga pakan bisa diturunkan.

 

Kenaikan harga tersebut bila dibiarkan terus menerus bisa mengancam eksistensi peternak ayam kampung, khususnya para peternak kecil dan mandiri. Mereka bisa gulung tikar karena kekurangan modal usaha. Akibatnya, peternak terintegrasi bisa menggantikan kedudukan peternak kecil dan mandiri. Peternak terintegrasi umumnya berada di bawah pengaruh para pemodal besar. Dominasi mereka pada akhirnya akan ikut menentukan harga telur dan daging ayam di pasaran.

 

Kenaikan harga pakan ternak selain mendorong kenaikan harga daging juga berimbas pada harga telur ayam. Harga telur kini terus mengalami peningkatan. Jika sebelumnya satu kilo gram telur dijual seharga  Rp. 15 ribu – Rp. 16 ribu, sekarang sudah mencapai Rp. 20 ribu per kilogramnya.

 

Sebelumnya ancaman virus flu burung juga sempat mengguncangkan kestabilan ternak ayam kampung. Pada waktu itu banyak peternak yang bangkrut karena permintaan daging ayam mengalami penurunan yang sangat signifikan. Selain itu, ayam-ayam pun akhirnya banyak yang dimusnahkan untuk menghindari semakin meluasnya area yang terpapar virus flu burung sehingga ayam kampung generasi berikutnya diharapkan tidak terserang penyakit serupa.

Cara Beternak Ayam Kampung secara Intensif

Beternak ayam kampung sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Asalkan Anda tahu trik dan tipsnya, cara berternak ayam kampung ternyata sangatlah sederhana. Panduan berikut ini bisa Anda jadikan sebagai langkah praktis untuk memulai usaha beternak ayam kampung:

(1) Persiapan. Pertama yang harus disiapkan adalah bibitnya. Bibit bisa didapatkan dengan cara menetaskan sendiri atau bisa juga dengan membelinya langsung dari pembibit. Bibit yang sehat harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain tidak cacat, bisa berdiri tegap, matanya bersinar, bulu bersih, periode menetas ideal (tidak lebih cepat dan tidak kurang dari);

 

(2) Kandang. Lokasi kandang dari pemukiman idealnya minimal berjarak 5 meter. Pilihlah lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik, sinar matahari cukup, tidak lembap, dan rindang. Lubang sirkulasi udara usahakan jangan terlalu lebar karena bisa menjadi jalan bagi hewan predator (kucing, luwak, tikus, dll.) masuk ke dalam kandang dan memangsa anak ayam. Adapun ukuran kandang untuk ­+ 10 ekor anak ayam membutuhkan area seluas ­+ 1m2. Jangan lupa sediakan penghangat tubuh bagi anak ayam pada malam hari, yakni berupa lampu berukuran 40-60 watt. Hal ini untuk mencegah anak ayam mati kedinginan;

 

(3) Pakan. Ada beberapa alternatif pakan ayam yang bisa Anda berikan, antara lain: konsentrat, dedak, jagung, dll. Jika Anda kesulitan maka bisa membelikan langsung pakan instan di toko pakan ayam sesuai dengan usia anak ayam. Yang penting Anda harus memperhatikan komposisi makanannya. Yakni mengandung protein kasar (PK) 12%, energi metabolis (EM) 2500 Kkal/kg dengan jumlah pakannya sebagai berikut: 7 gr/hari (usia 0 -  1 minggu), 19 gr/hari (usia 1 – 2 minggu), 34 gr/hari (usia 2 – 3 minggu), 47 gr/hari (usia 3 – 4 minggu), 58 gr/hari (usia 4 – 5 minggu), 66 gr/hari (usia 5 – 6 minggu), 72 gr/hari (usia 6 – 7 minggu), 74 gr/hari (usia 7 – 8 minggu). Ketersediaan pakan harus dipastikan tercukupi dengan baik hingga anak ayam berusia 1 – 2 bulan. Sediakan pakan di beberapa tempat agar anak ayam tidak berebutan dan terpenuhi kebutuhan makannya. Jangan lupa sediakan pula air putih di dalam tempat minum sekitar dua wadah;

 

(4) Perawatan. Jagalah selalu kebersihan kandang. Anda bisa menyemprotkan desinfektan yang aman dan lakukan pembersihan kandang serta vaksinasi secara teratur. Pastikan sirkulasi udara terjaga dengan baik serta pakan dan minum tercukupi sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Usahakan pakan yang diberikan selalu dalam kondisi yang masih fresh. Kenyamanan anak ayam bisa Anda ketahui dari suaranya yang menciak dengan teratur dan selalu tenang ketika berada di dalam kandang.

Ayam Kampung

Keunggulan cara beternak ayam kampung secara intensif (dikandangkan) ini adalah kemudahan Anda dari sisi mengontrol pemeliharaannya. Selain itu kondisi kesehatan ayam juga bisa terpantau dan terjaga dengan ketat bila dibandingkan secara ekstensif (tradisional/dibiarkan berkeliaran di tempat terbuka).

Sabtu, 13 Agustus 2011

Syarat- Syarat Menjadi Peternak Ayam Kampung

Sebagai peternak yang baik, Anda dituntut untuk memenuhi pesyaratan tertentu sehingga dalam memulai usaha peternakan ayam kampung Anda dapat mengelola dan meningkatkan produksi secara teratur.

Sebenarnya sangat mudah menjadi peternak ayam kampung, persyaratan yang mutlak adalah Anda menguasai ilmu dan berjiwa peternak.

Penguasaan ilmu adalah para peternak ayam kampung memahami istilah- istilah dalam dunia peternakan, seperti breeding, feeding, dan manajemen (termasuk di dalamnya tata laksana, pencegahan/ pemberantasan penyakit, dan pemasaran.

  • Breeding adalah segala hal yang berkenaan dengan penggunaan bibit unggul. Bibit unggul ayam kampung yang baik akan menghasilkan ayam kampung unggul, misalnya kini telah tersedia jenis DOC (Day Old Chick= ayam umur sehari) berkarakteristik unggul disalah satu perusahaan di Indonesia. Ayam kampung jenis unggul merupakan hasil silangan antara ayam prancis betina dan ayam lokal jantan. Tujuannya untuk mempercepat produksi ayam kampung. Pemilihan bibit unggul akan memudahkan kita dalam mengkonversikannya dengan kebutuhan pakan ternak ayam kampung.

  • Feeding adalah menyangkut penggunaan makanan baik mutu dan jumlah. Untuk memberikan jaminan pada bibit unggul yang baik tadi – sebagai peternak ayam- Anda disyaratkan untuk menyediakan makanan yang bermutu tinggi dan dalam jumlah yang cukup.

  • Melakukan tata laksana dengan baik


Jika para peternak telah bisa mengusahakan bibit unggul, dan mampu memberikan makanan bermutu, maka selanjutnya adalah melakukan tata laksana pemeliharaan dan pembesaran dengan baik.

  • Pemeliharaan kesehatan ayam kampung


Sebagai peternak ayam kampung, Anda harus dapat mencegah datangnya penyakit dan secara rutin melakukan vaksinasi.

  • Pemasaran hasil produksi


Pemasaran adalah ujung tombak usaha peternakan ayam, pelajarilah manajemen pemasaran produk ayam kampung baik untuk pemasaran daging maupun telur.

  • Berjiwa peternak


Seseorang berjiwa peternak apabila memiliki:

n  Keuletan, ketekunan, dan mencintai dunia peternakan, serta bersungguh- sungguh menyukai ayam kampung

n  Pekerja keras, dan bertanggung jawab atas kelangsungan usaha peternakan ayam kampung.

n  Inovativ dan tidak mudah putus asa, karena peternak ayam kampung berhadapan dengan benda hidup sebagai mesin produksi.

Jika Anda dapat melaksanakan kedua persyaratan penting diatas, maka Anda dapat mulai berbisnis dala usaha peternakan ayam kampung dan menjadi peternak yang sukses.