Tampilkan postingan dengan label beternak ayam kampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beternak ayam kampung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

Cara Beternak Ayam Kampung: Memahami Sifat Ayam Kampung

Secara teknis, ayam kampung memang mudah sekali dibudidayakan karena daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang sudah berlangsung sejak dulu. Hanya saja Anda harus tahu bahwa produktifitasnya rendah, atau hasil dari telur dan daging tidaklah begitu banyak.

Mengapa ayam kampung diternakkan? Tingginya permintaan daging dan telur ayam di pasaran menunjukkan betapa akrabnya masyarakat terhadap rasa ayam kampung. Apabila Anda tinjau dari segi produktifitas sebenarnya ayam kampung tidak layak untuk dibudidayakan, disamping karena produksi telur yang sedikit, dagingnya pun baru bisa dianggap layak jual bila sudah berumur lebih dari 12 bulan.

Walaupun demikian permintaan yang tinggi membuat ayam kampung diternakkan dengan berbagai cara. Cara beternak ekstensif sebaiknya jangan dilakukan, adapun cara beternak semi intensif dan intensif sangat dianjurkan. Dari sinilah biasanya para peternak mendapatkan laba dan keuntungan cukup menggiurkan.

Karena itu sebelum Anda memulai usaha peternakan ayam kampung, ada baiknya Anda mengenal sifat- sifat ayam kampung yang unik dan khas.

  1. Ayam kampung memang ada yang bertelur di usia enam bulan. Namun, perlu disadari bahwa keragaman pada ayam kampung cukup besar. Karena memang tidak memiliki genetis yang seragam, maka sekitar umur 8 bulan, barulah telur- telur bisa dijual. Itu pun jika Anda memelihara ayam kampung secara baik.

  2. Akibat pertumbuhan sedikit lambat dan kemampuan bertelur lambat pula, maka biasanya terjadi pemborosan modal kerja. Hal ini dapat diatasi jika Anda memakai cara beternak dengan menerapkan sistem sekuensial (berkesinambungan atau berkelompok) pada peternakan ayam Anda.

  3. Anda harus menyadari bahwa peternakan ayam kampung itu bergelut dengan alat produksi hidup seperti peternakan lain pada umumnya, sehingga tidak bisa disamakan dengan alat produksi mati. Anda akan bergelut dengan waktu, harga, dan pemasaran yang tepat. Jika barang lain dapat digudangkan apabila tidak laku, maka ayam kampung tidak demkian.

  4. Peternakan ayam kampung memerlukan waktu pengembalian modal yang cukup lama, dan relatif lambat. Anda harus mempunyai modal kerja yang mencukupi. Pertimbangkan pengembalian modal investasi tadi dengan menyediakan modal kerja yang cukup, minimal untuk 2-4 tahun mendatang. Bila modal Anda terbatas, lakukan secara bertahap saja.


Untung rugi peternakan ayam kampung tergantung dari manajemen peternakan yang Anda miliki, bukan dari keuntungan spesifik ayam tertentu.

Keunggulan Beternak Ayam Kampung

Banyak orang tertarik untuk membudidayakan ayam kampung dan berlomba- lomba  menjadi peternak ayam kampung yang sukses. Manajemen pemeliharan ayam kampung relatif lebih mudah dan investasinya lebih rendah dibandingkan dengan jenis ayam ras.

Jika manajemen pemeliharaan ayam ras, menuntut lingkungan berbeda dan perlakuan khusus dan sudah mengarah pada pengandangan tertutup yang membutuhkan harga yang sangat mahal, maka ayam kampung tidaklah demikian. Adapun ayam kampung memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut.

  1. Ayam kampung bukan merupakan ayam yang efisien dalam memanfaatkan makanan, tetapi punya keunggulan untuk dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungan. Sehingga memudahkan dalam pemeliharaan, baik dipelihara secara ekstensif (diumbar), semi intensif, maupuninsentif.

  2.  Ayam kampung betina tetap dapat bertelur, walaupun tidak ada pejantan (salah satu ciri bangsa unggas). Hal ini harus Anda perhatikan, jika Anda berkeinginan beternak ayam kampung dan hanya diambil telurnya saja, dan kelak betina tuanya dijual sebagai ayam potong yang dimanfaatkan dagingnya. Bangsa unggas memang memiliki kekhususan dapat bertelur dengan mengeluarkan telur dari tubuhnya. Hanya saja telur yang dikeluarkan tersebut tidak dapat ditetaskan sehingga hanya untuk dikonsumsi saja. Bila Anda berminat menjual telur seperti itu, maka Anda tidak memerlukan pejantan. Hal ini dapat menghemat biaya pakan dan efisiensi tempat.

  3. Usaha ayam ras banyak yang terlibas jika terjadi inflasi karena pakan, bahan baku, peralatan, obat- obatan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sedangkan ayam kampung yang asli Indonesia tidak banyak menuntut perlakuan khusus dan tahan saja saat terjadi inflasi ataupun krisis perekonomian.

  4. Melalui pola pemuliaan dan perlakuan yang profesional, perbaikan mutu genetik ayam kampung dapat ditingkatkan secara signifikan.

  5. Ayam kampung memiliki daging yang berkualitas tinggi dan kadar lemak yang rendah. Serta mengandung banyak otot, dan dagingnya tidak gembur sebagaimana ayam potong, bahkan daging tersebut lebih alot dan liat dibanding ayam ras.

  6. Peternak ayam kampung dapat memanfaatkan bahan pakan dari berbagai jenis hijauan, sisa dapur rumah tangga, dan hasil samping produk pertanian.

  7. Peternak juga dapat memanfaatkan kotoran ayam dan dapat digunakan untuk pupuk.


Demikian beberapa keunggulan ayam kampung sebagai komoditas ternak yang prospektif.

Jumat, 30 September 2011

Cara ternak Ayam Kampung

Banyak hal yang perlu diperhatikan jika menginginkan cara beternak ayam kampung intensif yang terbukti lebih modern dan menghasilkan produk yang baik. Tulisan ini adalah bagian dua dari tulisan dengan tema yang sama. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam beternak ayam kampung.

(1)   Perkandangan

Bangunan kandang yang dianjurkan dan memenuhi manajemen mutu adalah yang dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut.

  • Melindungi ternak ayam kampung dari berbagai hal yang merugikan, seperti terik matahari, hujan, angin, dan gangguan binatang buas.

  • Efisien, sehingga dapat mempermudah Anda dalam proses beternak sekaligus dalam masa pembesaran ayam.

  • Menghemat tempat, sehingga ayam tidak dipelihara secara umbaran (ekstensif)

  • Melindungi ayam dari kontak langsung dengan unggas lain.


Agar dapat membangun kandang dengan baik, diperlukan pengalaman dan  pengetahuan yang mencukupi. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam membangun kandang adalah.

  • Penempatan bangunan kandang jauh dari rumah penduduk setidaknya 20 meter.

  • Tidak lembab, becek, jauh dari gudang makanan agar tidak didatangi tikus.

  • Terisolasi dari lalu lintas umum, orang, dan hewan lain.

  • Tidak terbuka luas, karena kandang yang dibangun di tempat terbuka merugikan peternak.


Adapun kandang jika dilihat dari manajemen dan pemeliharaan, maka terbagi menjadi dua, yaitu kandang fase indukan dan kandang fase setelah indukan.

(2)   Manajemen Pemeliharaan Ternak Ayam kampung

Dalam unsur pemeliharaan ayam kampung, pertama Anda akan dihadapkan pada pilihan apakah Anda nanti dapat berproduksi secara optimal? Bila Anda menginginkan dapat berproduksi secara optimal, maka sebaiknya Anda memilih sistem pemeliharaan semi- instensif atau intensif. Tidak menggunakan cara ekstensif (tradisional), dengan mengumbar ayam kampung (dibiarkan secara liar).

Adapun dalam sistem semi instensif, Anda memelihara ayam kampung dalam kandang yang memiliki pagar, ada kontrol terhadap pakan yang dikonsumsi ayam dan kesehatan ayam.

Sedangkan pemeliharaan instensif, ayam kampung di pelihara dalam kandang sebagaimana ayam ras, ada kontrol kesehatan dan konsumsi pakan yang dijamin dengan mutu terbaik.

(3)   Kesehatan Ayam Kampung

Upayakan memberikan vaksinasi pada ayam kampung sehingga terhindar dari beberapa penyakit yang sering diidap oleh ayam kampung yaitu Flu Burung (Avian Influenza), Tetelo (Newcastle Disease/ ND),Infectious Bursal Disease (IBD), Infectious Bronchitis (IB), Infectous Coryza (IC), Mareks,Berak Kapur (Pullorum), Berak Darah (Coscidiosis), dan Chronic Respiratory Disease (CRD).

(4)   Pengelolaan Produksi

Manajemen yang baik dan terencana dapat menunjang keberhasilan produksi.

Selasa, 27 September 2011

Standar Produksi dan Penunjang Suksesnya Peternakan Ayam Potong

Dalam beternak ayam potong Anda akan dihadapkan dengan aspek- aspek teknis penunjang kesuksesan peternakan ayam potong yang Anda kelola, berikut ini adalah beberapa aspek teknis penunjang kesuksesan peternakan ayam potong, yaitu alat ukur kesuksesan peternakan ayam potong dan aspek teknis penunjang peternakan ayam potong.

  1. Kecepatan Tumbuh/ Bobot Ayam Kampung


Kecepatan tumbuh bisa diukur dengan berdasarkan berat badan yang dicapai dalam jangka tertentu. Sebagai contoh, peternak ayam kampung A, dalam waktu 8 minggu bisa menghasilkan ayam potong dengan berat 2,3 kg. Sedangkan peternak B, dalam waktu 8 minggu baru berhasil membesarkan ayam potong sebesar 1,6 kg. Dari sini dapat Anda lihat bahwa peternak A lebih berhasil, dan peternak B kemungkinan memiliki tata laksana yang kurang baik terhadap ternak ayam potongnya.

  1. Konversi Pakan


Jika angka konversi pakan pada peternakan Anda rendah ini merupakan indikasi keberhasilan dalam usaha ayam potong.

  1. Angka kematian (mortalitas)


Peternakan ayam potong yang memiliki angka mortalitas 1,5%- 2,5% dianggap masih dalam batas yang rendah, apalagi jika angka mortalitasnya mencapai angka 0%. Angka mortalitas yang rendah menunjukkan keberhasilan peternakan ayam potong. Namun jika angka mortalitas meninggi misalnya sampai 40% maka peternak perlu waspada dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu.

Adapun aspek- aspek teknis penunjang keberhasilan peternakan ayam potong adalah sebagai berikut.

  1. Siklus Produksi yang Berkesinambungan


Pendeknya siklus produksi menandakan keberhasilan dan keefisienan peternakan ayam potong. Misalnya, ayam potong mencapai produksi maksimal tidak lagi 8 minggu namun 6-7 minggu saja. Manajemen produksi berkesinambungan dapat diterapkan untuk menghindari kosongnya produksi ayam potong.

  1. Biaya Pakan


Biaya makan yang relatif rendah serta harga jual yang tinggi membuat peternakan ayam potong mendapat untung besar. Apalagi, jika terjadi peningkatan permintaan ayam potong di pasaran.

  1. Cara- cara pemberian pakan


Cara pemberian makan yang benar pada ayam potong dapat menghindari terjadinya pemborosan, dan mengefisiensi jumlah pakan ternak. Berikut pemberian pakan yang dianjurkan.

  • Pemberian pakan pada tempat dengan kontruksi benar dan tepat.

  • Pengisian makanan pada wadah makan sebaiknya tidak meluap dan secukupnya saja.



  1. Biaya pencegahan penyakit


Peternakan ayam potong yang profesional dan bermanajemen baik, pasti mengupayakan pencegahan penyakit pada ternak ayam potong. Seperti melakukan vaksinasi, sanitasi, dan penggunaan obat- obatan yang dicampur feed-suplemen dan lain sebagainya. Hal ini dapat menghindari terjadinya wabah penyakit yang malah menimbulkan pemborosan biaya lebih besar.

keuntungan Bisnis Ayam Kampung

Ingin mencoba bisnis ayam kampung sebagai usaha yang cukup menjanjikan? Sebelum mulai menerjunkan diri dalam bisnis ayam kampung, sebaiknya Anda mulai mempelajari prospek bisnis ayam kampung dengan jeli dan cermat.

Daging ayam kampung dan telur adalah salah satu komoditas unggulan yang sangat diperlukan pasar Indonesia. Sejalan dengan peningkatan kebutuhan masyarakat akan daging ayam kampung dan telur. Gaya hidup sehat sebagai tren yang berkembang saat ini membuat kebanyakan masyarkat menjatuhkan pilihannya kepada daging ayam kampung dan telur ayam kampung, disamping lebih enak, mengkonsumsi ayam kampung jauh lebih sehat dari pada ayam potong (broiler). Hal ini di sebabkan ayam potong banyak mengkonsumsi zat- zat kimia dan aditif dalam proses pembesaran.

Selain itu program peningkatan gizi dari pemerintah untuk anak- anak terus meningkat. Sehingga slogan sehari dengan tiga telur ayam kampung dan sayur, menggejala dimana- mana, mulai dari posyandu, PAUD, Puskesmas, dan sekolah- sekolah. Hal ini semakin meningkatkan permintaan pasar terhadap ayam kampung.

Masyarakat pedesaan malah sudah jauh- jauh hari membudidayakan ayam kampung sebagai bisnis walaupun masih dalam cara tradisional dan apa adanya. Mereka menjadikan ayam kampung sebagai bisnis yang cukup menjanjikan. Minimal, sebagai tabungan ketika nanti mereka membutuhkan uang. Kisaran harga ayam kampung saat ini adalah antara 75  /kg. Pada bulan Ramadhan dan lebaran harga ayam kampung malah melonjak sampai 95/ kg.

Wajar saja bila Anda pun tergiur untuk memulai bisnis ayam kampung. Disamping menjanjikan bisnis ini juga dapat dijalankan dengan mudah, namun Anda harus mempelajari cara beternak dan berbisnis ayam kampung dengan baik.

Berbeda dengan ayam potong, permintaan akan daging ayam kampung yang cukup tinggi terkadang tidak dapat dipenuhi oleh peternakan ayam kampung. Contohnya, jika bisnis peternakan ayam kampung Anda menghasilkan ayam sebanyak 750 ekor, per kali panen, dan pedagang meminta 1650 ekor, dapatkah Anda memenuhi permintaan sebanyak itu? Sedangkan ayam kampung harus dipelihara dahulu. Ketika Anda sedang beternak memenuhi permintaan, peluang tersebut dapat diambil oleh peternakan lain.

Inilah salah satu masalah dalam bisnis peternakan ayam kampung, namun Anda tidak boleh pesimis, karena hal ini dapat diatasi jika Anda mengerti bagaimana cara berbisnis ternak ayam kampung dengan baik.

Senin, 26 September 2011

Tips Praktis Cara Ternak Ayam Kampung untuk Pemula

Margin keuntungan yang cukup menggiurkan dari bisnis beternak ayam kampung, membuat banyak pihak tergoda untuk mencoba menjalankan bisnis ini. Bagi Anda yang belum pernah sama sekali beternak ayam, tips praktik cara ternak ayam kampung berikut ini bisa membantu Anda untuk mulai menjalankan usaha tersebut:

(1) Pengadaan bibit. Bibit ayam kampung/Day Old Chicken (DOC/anakan ayam) bisa Anda dapatkan dengan menetaskan sendiri maupun membelinya dari peternak. Bisa pula Anda mencoba menetaskan sendiri karena ini lebih menguntungkan. Namun untuk mampu menetaskan DOC sendiri jelas dibutuhkan keahlian dan perlu ketersediaan mesin penetas telur. Untuk praktisnya, sementara Anda bisa membeli langsung DOC ke peternak sambil belajar cara menetaskan DOC sendiri.
(2) Pakan. Untuk menjamin ketersediaan pakan, pastikan pakan yang Anda siapkan terjamin kualitasnya. Begitu pula jika Anda membeli pakan instan. Jangan mudah tergoda dengan harga murahnya saja. Anda bisa mencari berbagai referensi agar memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai jenis pakan yang berkualitas untuk DOC.
(3) Kandang. Anda bisa membuat kandang sementara maupun kandang permanen. Yang terpenting perhatikan sirkulasi udaranya agar bisa berjalan baik, sinar matahari pagi bisa masuk dengan cukup, kelembapan udara terjaga, dan suhu udara sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk selalu memastikan kebersihan kandang. Lokasi kandang juga harus dijauhkan dari pemukiman. Hal ini untuk mencegah tercemarnya lingkungan sekitar akibat limbah yang dihasilkan. Misalnya limbah bau amoniak, kotoran ayam, dll.
(4) Pencegahan penyakit. Ada beberapa alternatif untuk menjaga DOC tetap dalam kondisi sehat. Di antaranya dengan melakukan biosecurity, program sanitasi, maupun vaksinasi.
(5) Pemasaran. Segmentasi pasar untuk ayam kampung sebenarnya sangat terbuka luas. Mulai dari warung, pengepul, pembeli ayam kampung keliling, pasar tradisional, bisa juga melalui koperasi peternak ayam.
Agar usaha Anda bisa berjalan sukses, Anda perlu membangun keyakinan bahwa Anda mampu menjalankan usaha ini sebaik mungkin. Termasuk kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko yang ada. Selanjutnya persiapkan mental dan kemampuan Anda untuk menyingkirkan segala rintangan yang mungkin terjadi. Dan yang tidak kalah penting, lengkapi wawasan Anda dengan banyak membaca berbagai referensi. Termasuk juga sharing dengan mereka yang telah sukses menerjuni usaha tersebut.

Sabtu, 17 September 2011

Ayam Bangkok, Ayam Petarung yang Banyak Diminati

Bagi penggemar aduan ayam, nama ayam Bangkok pastilah sudah tidak asing lagi terdengar. Ayam Bangkok lebih populer dibandingkan jenis ayam petarung lainnya karena dinilai sangat cerdas di arena laga.

 

Sesuai namanya, ayam Bangkok memang berasal dari Thailand. Dan sebagai ayam petarung, ayam Bangkok memiliki beberapa ciri-ciri khusus. Di antaranya memiliki daya tahan yang kuat terhadap pukulan, memiliki kemampuan pukulan yang keras, daya dorongnya kuat, lincah dan gesit saat bertarung, kepalanya tegak ke atas dan siap mematuk lawan saat di arena laga. Ayam Bangkok juga memiliki sisik kaki yang kering dan keras sehingga membuatnya kuat bertarung dan tidak mudah merasa sakit. Selain itu, jari kakinya yang kecil dan panjang membuat pukulannya sangat menyakitkan lawan.

 

Saat bertarung ayam Bangkok memiliki keahlian dalam merapatkan kepak sayapnya ke badan sehingga membuat kepala lawan sulit untuk masuk ke sela-sela sayapnya. Akibatnya, pukulan lawan sulit bersarang di kepak sayapnya.

 

Sejumlah ciri-ciri fisik lain yang dimiliki ayam Bangkok yang berkualitas yakni kepalanya berbentuk buah pinang, paruhnya panjang dan tebal, lehernya lurus dan tebal, badannya panjang, dadanya bidang, bahunya berbentuk kuncup, sayapnya rapat dan panjang, memiliki pangkal ekor yang tebal (besar) dan kaku, pahanya berbentuk bulat pipih, ekornya lebat dan sampai menyentuh tanah, lututnya mampu menekuk, jarinya panjang dan halus.

 

Jika kriteria tersebut dimiliki oleh ayam Bangkok bisa dipastikan pukulannya akan keras dan lincah di arena laga. Selain itu, ayam tersebut juga tahan terhadap pukulan lawan

Bila Anda berminat beternak ayam Bangkok, beberapa hal berikut ini hendaknya Anda pertimbangkan dengan cermat:

(1) Bibit. Carilah bibit yang berasal dari induk berkualitas sehingga bisa menghasilkan keturunan ayam petarung yang berkualitas pula;

(2)  Pakan. Pemberian pakan harus diperhatikan dengan cermat. Pilihlah pakan yang baik sehingga bisa menjaga stamina ayam, khususnya ketika ayam sedang bertarung di arena laga;

(3) Pemeliharaan. Optimalkan dalam hal pemeliharaannya sehingga bisa dipastikan ayam Bangkok terawat dengan baik dan kondisinya selalu dalam keadaan sehat.

Jumat, 16 September 2011

Tips Memulai Beternak Ayam Kampung

Beternak ayam kampung bisa dilakukan dalam skala kecil maupun besar. Teknik yang biasa digunakan untuk beternak ayam kampung antara lain dengan model ekstensif/tradisional (dibiarkan bebas di alam terbuka), semi intensif (terkadang di keluarkan dari kandang tapi masih di area yang dibatasi pagar), intensif (dibuatkan kandang khusus). Jika Anda memiliki modal yang cukup besar, maka sebaiknya Anda membeli kandang yang ukurannya luas. Tetapi jika modal Anda pas-pasan, tidak ada salahnya Anda membuat sendiri kandang yang sederhana. Untuk meminimalisasi modal, Anda disarankan tidak harus membeli kandang. Baru bila sudah mendapatkan keuntungan yang cukup besar, Anda bisa mengembangkan kandang tersebut lebih luas lagi.

 

Area kandang juga harus terpisah dari pemukiman. Agar kandang mudah dibersihkan dan selalu kering, sebaiknya dibuatkan alas setinggi kurang lebih 40 cm dari permukaan tanah. Kandang juga dipastikan mendapatkan sirkulasi udara yang baik serta mendapatkan penyinaran yang cukup. Oleh karena itu disarankan letak kandang menghadap ke arah timur dengan dinding bagian depannya terbuat dari bambu belah sehingga memungkinkan sinar matahari bisa masuk dari celah-celahnya.

 

Untuk tempat bertelur bisa dibuatkan dari kotak beralaskan jerami. Jangan lupa menyediakan pula tempat bertengger ayam. Anda bisa membuatkan dari kayu ataupun bambu. Jika Anda menggunakan bibit yang berasal dari telur, maka Anda bisa memilih telur yang bentuknya bulat. Hindari memilih telur yang berbentuk lonjong. Sedangkan untuk bibit yang berupa ayam, pilihlah ayam yang sehat, warna bulunya mengkilat, berbadan gemuk namun gerakannya lincah.

 

Adapun pakan, pastikan Anda memberinya dengan cukup dan teratur. Untuk usia 0-2 bulan sebaiknya Anda beri pakan berupa bekatul dan tepung ikan. Lengkapi pula dengan vitamin A, D, dan B kompleks sebesar 1% dari jumlah pakan. Sedangkan ayam yang usianya di atas tiga bulan, Anda bisa memberinya pakan dari jagung maupun padi yang telah dicampur dengan antibiotik (vegofac, vitafac, atau bisa ditambah sayur hijau semisal daun pepaya, kangkung, bayam).

 

Jangan lupa untuk membersihkan kandang dengan teratur agar kesehatan ayam bisa terjaga. Selain itu segera pisahkan jika ada ayam yang sakit. Dan sebagai pencegahan, Anda bisa mencampurkan air panas ke dalam pakan maupun minumnya sehingga perut ayam tetap hangat dan tidak mudah terserang penyakit.

Kamis, 15 September 2011

Bea Masuk Impor Jagung, Ancaman bagi Peternak Ayam Kampung

Jagung merupakan salah satu jenis pakan yang sering dikonsumsi oleh ayam kampung. Sayangnya, harga kedelai dan jagung impor akhir-akhir ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga harga pakan ayam pun ikut naik pula. Sedangkan pasokan jagung di dalam negeri ternyata hingga kini belum mampu mencukupi kebutuhan pakan ternak. Apalagi harga jagung lokal ternyata justru lebih mahal dibandingkan dengan harga jagung impor. Harga jagung lokal kini per kilogramnya sebesar Rp. 3700 sedangkan harga jagung impor Rp. 3200 per kilogram. Harga dedak dan jagung memang telah mengalami kenaikan yang cukup drastis selama lima tahun terakhir ini.

 

Selama ini, pengenaan bea masuk impor jagung turut andil dalam menambah beban biaya produksi pakan ternak. Padahal jagung merupakan komponen utama (51,4%) dalam pembuatan pakan ternak. Tidak mengherankan jika kemudian kalangan industri pakan ternak meminta pemerintah segera menghapuskan bea masuk impor jagung, setidaknya sebesar 5%. Dengan penghapusan bea masuk impor jagung, beban peternak akan sedikit terkurangi karena harga pakan bisa diturunkan.

 

Kenaikan harga tersebut bila dibiarkan terus menerus bisa mengancam eksistensi peternak ayam kampung, khususnya para peternak kecil dan mandiri. Mereka bisa gulung tikar karena kekurangan modal usaha. Akibatnya, peternak terintegrasi bisa menggantikan kedudukan peternak kecil dan mandiri. Peternak terintegrasi umumnya berada di bawah pengaruh para pemodal besar. Dominasi mereka pada akhirnya akan ikut menentukan harga telur dan daging ayam di pasaran.

 

Kenaikan harga pakan ternak selain mendorong kenaikan harga daging juga berimbas pada harga telur ayam. Harga telur kini terus mengalami peningkatan. Jika sebelumnya satu kilo gram telur dijual seharga  Rp. 15 ribu – Rp. 16 ribu, sekarang sudah mencapai Rp. 20 ribu per kilogramnya.

 

Sebelumnya ancaman virus flu burung juga sempat mengguncangkan kestabilan ternak ayam kampung. Pada waktu itu banyak peternak yang bangkrut karena permintaan daging ayam mengalami penurunan yang sangat signifikan. Selain itu, ayam-ayam pun akhirnya banyak yang dimusnahkan untuk menghindari semakin meluasnya area yang terpapar virus flu burung sehingga ayam kampung generasi berikutnya diharapkan tidak terserang penyakit serupa.

Cara Beternak Ayam Kampung secara Intensif

Beternak ayam kampung sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Asalkan Anda tahu trik dan tipsnya, cara berternak ayam kampung ternyata sangatlah sederhana. Panduan berikut ini bisa Anda jadikan sebagai langkah praktis untuk memulai usaha beternak ayam kampung:

(1) Persiapan. Pertama yang harus disiapkan adalah bibitnya. Bibit bisa didapatkan dengan cara menetaskan sendiri atau bisa juga dengan membelinya langsung dari pembibit. Bibit yang sehat harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain tidak cacat, bisa berdiri tegap, matanya bersinar, bulu bersih, periode menetas ideal (tidak lebih cepat dan tidak kurang dari);

 

(2) Kandang. Lokasi kandang dari pemukiman idealnya minimal berjarak 5 meter. Pilihlah lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik, sinar matahari cukup, tidak lembap, dan rindang. Lubang sirkulasi udara usahakan jangan terlalu lebar karena bisa menjadi jalan bagi hewan predator (kucing, luwak, tikus, dll.) masuk ke dalam kandang dan memangsa anak ayam. Adapun ukuran kandang untuk ­+ 10 ekor anak ayam membutuhkan area seluas ­+ 1m2. Jangan lupa sediakan penghangat tubuh bagi anak ayam pada malam hari, yakni berupa lampu berukuran 40-60 watt. Hal ini untuk mencegah anak ayam mati kedinginan;

 

(3) Pakan. Ada beberapa alternatif pakan ayam yang bisa Anda berikan, antara lain: konsentrat, dedak, jagung, dll. Jika Anda kesulitan maka bisa membelikan langsung pakan instan di toko pakan ayam sesuai dengan usia anak ayam. Yang penting Anda harus memperhatikan komposisi makanannya. Yakni mengandung protein kasar (PK) 12%, energi metabolis (EM) 2500 Kkal/kg dengan jumlah pakannya sebagai berikut: 7 gr/hari (usia 0 -  1 minggu), 19 gr/hari (usia 1 – 2 minggu), 34 gr/hari (usia 2 – 3 minggu), 47 gr/hari (usia 3 – 4 minggu), 58 gr/hari (usia 4 – 5 minggu), 66 gr/hari (usia 5 – 6 minggu), 72 gr/hari (usia 6 – 7 minggu), 74 gr/hari (usia 7 – 8 minggu). Ketersediaan pakan harus dipastikan tercukupi dengan baik hingga anak ayam berusia 1 – 2 bulan. Sediakan pakan di beberapa tempat agar anak ayam tidak berebutan dan terpenuhi kebutuhan makannya. Jangan lupa sediakan pula air putih di dalam tempat minum sekitar dua wadah;

 

(4) Perawatan. Jagalah selalu kebersihan kandang. Anda bisa menyemprotkan desinfektan yang aman dan lakukan pembersihan kandang serta vaksinasi secara teratur. Pastikan sirkulasi udara terjaga dengan baik serta pakan dan minum tercukupi sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Usahakan pakan yang diberikan selalu dalam kondisi yang masih fresh. Kenyamanan anak ayam bisa Anda ketahui dari suaranya yang menciak dengan teratur dan selalu tenang ketika berada di dalam kandang.

Ayam Kampung

Keunggulan cara beternak ayam kampung secara intensif (dikandangkan) ini adalah kemudahan Anda dari sisi mengontrol pemeliharaannya. Selain itu kondisi kesehatan ayam juga bisa terpantau dan terjaga dengan ketat bila dibandingkan secara ekstensif (tradisional/dibiarkan berkeliaran di tempat terbuka).

Rabu, 14 September 2011

Prospek Bisnis Ayam Kampung

Kesadaran masyarakat untuk membiasakan gaya hidup sehat dan selalu mengkonsumsi makanan organik membuat permintaan daging ayam kampung pun ikut mengalami peningkatan. Daging ayam kampung memang tergolong daging organik karena tidak mengalami rekayasa genetika sebagaimana ayam potong. Oleh karena itu daging ayam kampung dinilai lebih sehat dibandingkan ayam potong karena memiliki kandungan kolesterol yang lebih rendah. Dari sisi cita rasa, daging ayam kampung juga mempunyai tekstur yang kering dan rasanya lebih gurih. Tidak mengherankan jika saat ini daging ayam kampung mulai dilirik sebagai primadona baru kuliner di Indonesia.

Ayam Kampung

Sayangnya, meningkatnya permintaan daging ayam kampung tidak diiringi dengan ketersediaan pasokan daging ayam kampung yang memadai. Saat ini saja pasokan daging ayam kampung baru bisa mencukupi 5,5% dari total kebutuhan daging ayam nasional. Minimnya pasokan daging ayam kampung salah satunya disebabkan oleh sistim usahanya yang masih dikembangkan secara tradisional dan belum secara intensif. Artinya, kondisi ini sebenarnya memberikan peluang yang cukup besar bagi siapa saja yang ingin mengembangkan bisnis ayam kampung secara profesional.

 

Prospek bisnis ayam kampung sebenarnya menjanjikan sejumlah keuntungan yang sangat menggiurkan, mengingat: (1) Konsumsi daging ayam kampung tidak bersifat musiman. Bahkan tren konsumsinya makin mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sehingga segmentasi pasarnya makin terbuka luas; (2) Cara beternak ayam kampung relatif lebih mudah karena pakan bisa dibuat sendiri, telurnya pun bisa didapatkan dengan mudah, pemasaran bisa dilakukan melalui koperasi peternak ayam buras atau langsung bekerja sama dengan peternak ayam buras, mesin penetas tidak harus membeli tapi bisa juga dengan menyewa; (3) Harga jualnya sangat stabil: (4) Ayam kampung lebih resisten terhadap penyakit dibandingkan dengan ayam ras/broiler sehingga bisa meminimalisasi biaya pengobatan; (5) Peminat telur ayam kampung makin mengalami peningkatan; (6) Risiko usaha relatif lebih kecil; (7) Luas lahan yang dibutuhkan fleksibel bahkan ternak ayam kampung juga bisa dilakukan di lahan yang sempit; (8) Memberikan keuntungan yang jelas. Sebutir telur ayam kampung seharga Rp 8 ratus sedangkan anak ayam yang baru menetas harganya Rp. 2 ribu bahkan lebih. Artinya, telur ayam kampung jika ditetaskan akan memberikan keuntungan bisa lebih dari 100%.

Senin, 15 Agustus 2011

Potensi dan Pangsa Pasar Usaha Ternak Ayam Kampung

Sebagai peternak dan pengusaha ternak ayam kampung ada baiknya Anda juga mempelajari potensi dan pangsa pasar ayam kampung agar lebih jeli dalam menjalani usaha ternak ayam kampung.

Hasil produksi usaha peternakan ayam kampung adalah sebagai berikut.

  1. Hasil utama dari usaha peternakan ayam kampung adalah daging ayam. Ini adalah produk utama yang merupakan sumber penghasilan usaha peternakan ayam kampung. Dalam situasi pasar stabil, hasil penjualan daging ayam dapat memberikan hasil sampai 70% dari keseluruhan penghasilan usaha ternak ayam kampung Anda.

  2. Hasil utama yang kedua adalah telur ayam kampung. Walaupun tidak terlalu banyak tapi harga telur ayam dan pasarnya relatif stabil. Biasanya dalam keadaan normal telur dapat menyumbang 10-20 % dari total penghasilan usaha ternak Anda.

  3. Limbah peternakan ayam kampung adalah kotoran ayam yang dapat diolah menjadi pupuk organik. Sumbangan dari limbah ayam kampung ini biasanya 5-8%.

  4. Anda juga dapat menyewakan kandang dan peralatan peternakan jika dirasa keadaan sulit dan hal tersebut diperlukan.


Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan dalam pemasaran Ayam kampung, beriku dapat Anda cermati dengan baik.

  1. bila hasil penjualan (harga dikalikan jumlah barang yang akan dijual) melebihi produksi (biaya menghasilkan sejumlah barang itu. Prinsip tersebut berlaku untuk penjualan daging.

  2. Ayam kampung (daging) sebaiknya dijual per ekor, jangan Anda jual per kilo. Cara ini sebenarnya lebih menguntungkan untuk Anda. Walaupun demikian sebaiknya ayam kampung dijual bila telah mencapai umur lebih dari 8 bulan, atau yang lebih baik yaitu pada umur 12 bulan.

  3. Bila permintaan daging dan telur ayam kampung meninggi, maka pilihlah hasil yang keuntungannya terbesar dengan memakai prinsip pertama diatas. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi kekosongan produk, misalnya menjual ayam akhirnya telur tidak dapat diproduksi. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat menggunakan sistem kelompok berkesinambungan, sehingga tidak sampai terjadi kekurangan produksi daging dan telur.


Kini Anda telah memahami potensi dan pangsa pasar usaha peternakan ayam kampung. Selamat beternak!

Cara Beternak Ayam: Persiapan Pembesaran Ayam Kampung

Ada tiga hal yang sangat berhubungan dengan keberhasilan pemeliharaan ayam kampung, yaitu pemilihan bibit, pakan yang sesuai, sistem manajemen dan pengelolaan ayam kampung yang tepat. Tanpa diberi pakan yang baik maka ayam yang dipelihara walaupun mutu tinggi tidak akan menghasilkan ayam yang bagus. Begitu pula sebaliknya.

Bibit berkualitas didapatkan dengan cara pemuliaan yang baik dan terarah. Sebaiknya peternak mencari tahu dulu, perusahaan apa yang menyediaakan bibit unggul. Perusahaan tersebut setidaknya telah berpengalaman dalam melakukan pembibitan.

Kandang juga menjadi hal yang juga perlu di perhatikan. Dalam tata laksana pemeliharaan ayam kampung, kandang berfungsi sebagai rumah ayam, tempat ayam beraktifitas, dan berlindung. Kandang yang baik tidak akan membuat ayam cepat stres. Ayam kampung yang stres dapat menyebabkan penyakit.

Beberapa poin dibawah ini adalah hal- hal yang perlu dipersiapkan dalam beternak ayam kampung cara intensif serta telah memasuki masa persiapan pembesaran.

  1. Persiapan bibit.


Selain dengan membeli bibit ayam kampung melalui perusahaan, membibit ayam kampung sendiri juga dapat dilakukan walaupun waktunya agak lama.

  1. Kandang


Terdiri dari kandang pada fase indukan dan kandang setelah indukan.

a)      Kandang fase indukan

Kandang pada sfase indukan menggunakan induk buatan (brooder). Brooder terdirir atas sumber pemanas berupa gasolec atau lampu, tudung kanopi dan lembar seng dengan ketinggian 70-80 cm. Brooder berfungsi sebagai penghangat bagi ayam.

Pembatas sebaiknya berbentik lingkaran dengan maksud supaya anak ayam dapat menyebar merata. Bentuk lain seperti persegi panjang atau bujur sangkar memungkinkan anak ayam terpusat pada satu atau lebih pojok atausudut.

b)      Kandang setelah indukan

Ada beberapa macam kandang setelah indukan sampai panen bermacam- macam, ada kandang ren, postal, battery, dan panggung.

Secara umum, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang adalah sebagai berikut.

n  Mendapat cukup sinar matahari agar kesehatan ayam terjaga.

n  Lebar kandang 4-8 meter dan panjang maksimum 72 meter dengan jarak perkandnag 1,5 kali lebar kandang. Jika lebar lebih dari 8 meter, akan meyebabkan sirkulasi menjadi tidak baik.

n  Atap kandang dianjurkan untuk menggunakan monitor, yaitu atap yang terdiri dari dua sisi lubang pada bagian puncak ventilasi. Juga disarankan untuk memakai genteng karena kestabilan suhu ruang yang didapat dengan pemakaian atap genteng.

n  Bahan baku kandang dibuat dari bambu atau ddikombinasi dengan kawat, atau ergantung dari kebutuhan Anda.

c)      Persiapan Kandang

Tujuan dari persiapan kandang adalah mempersiapkan kandang dan segala peralatananya agar dapat digunakan untuk memelihara ayam dari DOC sampai masa panen. Persiapan kandang meliputi pencucian kandang dan penyusunan peralatan dari periode indukan sampai panen nanti.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Syarat- Syarat Menjadi Peternak Ayam Kampung

Sebagai peternak yang baik, Anda dituntut untuk memenuhi pesyaratan tertentu sehingga dalam memulai usaha peternakan ayam kampung Anda dapat mengelola dan meningkatkan produksi secara teratur.

Sebenarnya sangat mudah menjadi peternak ayam kampung, persyaratan yang mutlak adalah Anda menguasai ilmu dan berjiwa peternak.

Penguasaan ilmu adalah para peternak ayam kampung memahami istilah- istilah dalam dunia peternakan, seperti breeding, feeding, dan manajemen (termasuk di dalamnya tata laksana, pencegahan/ pemberantasan penyakit, dan pemasaran.

  • Breeding adalah segala hal yang berkenaan dengan penggunaan bibit unggul. Bibit unggul ayam kampung yang baik akan menghasilkan ayam kampung unggul, misalnya kini telah tersedia jenis DOC (Day Old Chick= ayam umur sehari) berkarakteristik unggul disalah satu perusahaan di Indonesia. Ayam kampung jenis unggul merupakan hasil silangan antara ayam prancis betina dan ayam lokal jantan. Tujuannya untuk mempercepat produksi ayam kampung. Pemilihan bibit unggul akan memudahkan kita dalam mengkonversikannya dengan kebutuhan pakan ternak ayam kampung.

  • Feeding adalah menyangkut penggunaan makanan baik mutu dan jumlah. Untuk memberikan jaminan pada bibit unggul yang baik tadi – sebagai peternak ayam- Anda disyaratkan untuk menyediakan makanan yang bermutu tinggi dan dalam jumlah yang cukup.

  • Melakukan tata laksana dengan baik


Jika para peternak telah bisa mengusahakan bibit unggul, dan mampu memberikan makanan bermutu, maka selanjutnya adalah melakukan tata laksana pemeliharaan dan pembesaran dengan baik.

  • Pemeliharaan kesehatan ayam kampung


Sebagai peternak ayam kampung, Anda harus dapat mencegah datangnya penyakit dan secara rutin melakukan vaksinasi.

  • Pemasaran hasil produksi


Pemasaran adalah ujung tombak usaha peternakan ayam, pelajarilah manajemen pemasaran produk ayam kampung baik untuk pemasaran daging maupun telur.

  • Berjiwa peternak


Seseorang berjiwa peternak apabila memiliki:

n  Keuletan, ketekunan, dan mencintai dunia peternakan, serta bersungguh- sungguh menyukai ayam kampung

n  Pekerja keras, dan bertanggung jawab atas kelangsungan usaha peternakan ayam kampung.

n  Inovativ dan tidak mudah putus asa, karena peternak ayam kampung berhadapan dengan benda hidup sebagai mesin produksi.

Jika Anda dapat melaksanakan kedua persyaratan penting diatas, maka Anda dapat mulai berbisnis dala usaha peternakan ayam kampung dan menjadi peternak yang sukses.

Kamis, 11 Agustus 2011

Cara Beternak Ayam Kampung

Hal yang paling banyak ditanyakan oleh para calon peternak ayam kampung adalah bagaimana cara beternak ayam kampung? Tulisan dibawah ini akan sedikit menjelaskan cara- cara beternak ayam kampung yang dianjurkan oleh para ahli peternakan. Terdiri dari dua bagian tulisan, Anda dapat mencermatinya dengan baik.

Mendengar istilah “beternak ayam kampung”, barangkali terlintas di pikiran Anda gambaran ayam kampung yang berkeliaran kesana- kemari di sebuah perkampungan atau pedesaan. Dan saat hari sudah senja, kita berlomba- lomba dengan ayam- ayam kampung tersebut untuk menggiringnya ke kandang semi permanen di belakang rumah.

Cara beternak ayam kampung dengan cara tradisional seharusnya sudah layak Anda tinggalkan. Seharusnya kita berpikir ke arah usaha insentif, yaitu membuka peluang bisnis  ternak ayam kampung dengan memeliharanya secara modern, pada lahan tertentu dan dapat menghasilkan produksi yang besar.

Untuk mempelajari cara beternak ayam kampung, Anda dapat membaca beberapa hal dibawah ini.

(1)   Perencanaan Usaha Ternak Ayam Kampung

Sebelum Anda memulai usaha ternak ayam kampung, Anda dapat membuat perencanaan terlebih dahulu. Perencanaan usaha menggambarkan keadaan sekarang dan masa depan usaha peternakan. Besarnya usaha yang akan didirikan tergantung dari besar kecilnya modal usaha.

(2)   Penentuan Lokasi

Lokasi peternakan ayam kampung adalah hal yang sangat penting mengingat hal ini berpengaruh terhadap jalannya usaha, baik secara teknis maupun non teknis. Ada beberapa pertimbangan yang dapat membantu Anda dalam meilih lokasi peternakan, yaitu lokasi tersebut diterima masyarakat sebagai lokasi peternakan ayam, bersih dari polusi dan tidak bising, dan memiliki sumber air yang baik.

(3)   Musim

Anda juga harus memperhatikan musim jika ingin memulai usaha peternakan Ayam. Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim sangat mempengaruhi kondisi biologis ayam kampung. Anda tidak disarankan untuk memulai usaha ternak ayam pada musim pancaroba. Karena pada musim tersebut banyak ayam yang mudah terserang penyakit.

(4)   Persiapan Bibit

Bibit atau DOC ayam kampung dapat diperoleh dengan membeli langsung ke pembibit atau membuatnya sendiri. Anda harus betul- betul memperhatikan kualitas bibit ayam, karena hal ini mempengaruhi usaha peternakan Anda sebesar 30%. Jika membeli bibit ayam kampung  Anda harus memastikan bahwa bibit itu diproduksi oleh perusahaan yang terpercaya.

Pembibit yang baik adalah pembibit yang sudah dikenal luas oleh para peternak. Peternak akan mudah mendapatkan bibit/ DOC kualitas prima dengan membeli dari pembibit.

(bersambung)

Selasa, 02 Agustus 2011

Cara Beternak Ayam Potong

Ayam potong merupakan jenis ayam yang waktu pemeliharaannya relatif singkat. Hanya dalam waktu 5 – 7 minggu saja, ayam potong sudah siap dipanen. Bahkan cara pemeliharaannya pun tergolong simpel serta harga pakannya juga relatif murah. Hal inilah yang mendorong banyak pihak tertarik untuk beternak ayam potong. Bagi Anda yang berminat untuk mencoba beternak ayam potong, berikut ini panduan praktis yang bisa Anda  praktikkan:

(1) Pembibitan. Bibit yang sehat memiliki ciri-ciri: aktif bergerak, tubuhnya gemuk (badan berbentuk bulat), warna bulu mengkilat, hidung bersih, sorot mata tajam, lubang anus bersih;

(2) Penyiapan kandang. Kandang yang baik harus memenuhi sejumlah kriteria. Antara lain letaknya jauh dari pemukiman, memiliki sirkulasi udara yang baik, suhu udaranya berkisar antara 32,2 - 35C, kelembapannya antara 60-70%, mendapat sinar matahari yang cukup. Tipe kandang yang bisa dipakai ada dua jenis, yakni tipe panggung dan litter (tanpa panggung). Untuk tipe panggung membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun mudah dalam menjaga kebersihan kandang karena kotoran langsung jatuh ke tanah sehingga tidak membutuhkan lagi alas kandang dan lebih efisien. Sedangkan tipe litter pembuatannya lebih mudah dan biayanya jauh lebih murah. Tipe ini banyak dipakai oleh para peternak;

(3) Pemberian pakan. Pakan harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ayam, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Jika Anda menggunakan pakan instan, komposisinya disesuaikan dengan perkembangan umur ayam. Tahap pembesaran (umur 1 – 20 hari), pakan harus mengandung minimal 23% protein. Tahap penggemukan (umur lebih dari 20 hari), pakan mengandung kadar protein sebesar 20%. Untuk melengkapi kandungan nutrisi pakan, bisa juga ditambahkan POC NASA ke dalam air minumnya (1-2 cc/liter) atau juga Viterna Plus (1 cc/liter). Ketersediaan pakan harus selalu mencukupi kebutuhan. Artinya, pakan harus selalu siap tersedia; (4) Pemberian vaksinasi. Beberapa jenis vaksin yang diberikan antara lain vaksin ND/tetelo melalui tetes mata (pada umur 4 hari), vaksin ND strain B1 dan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum (pada umur 21 hari).

Senin, 01 Agustus 2011

Mengintip Peluang Sukses Bisnis Ayam Kampung

Meningkatnya permintaan daging dan telur ayam kampung membuat bisnis ayam kampung makin menggiurkan. Apalagi harganya yang relatif stabil sebagaimana harga Day Old Chicken-nya (DOC/anakan ayam). Bisnis ini terbukti tetap survive meskipun harga pakan ayam melambung sebab pakannya bisa digantikan dengan pakan racikan yang harganya jauh lebih murah. Pemberian pakan racikan tidak akan mempengaruhi tingkat produktifitas induk ayam selama komposisinya tepat. Yakni oplosan broiler stater (50%), layer stater (30%), dan dedak (20%).

 

Dari segi perputaran modal, bisnis ayam potong memang lebih cepat daripada ayam kampung. Namun dalam jangka panjang, bisnis DOC ayam kampung jelas lebih menjanjikan karena harganya yang stabil dan lebih tinggi daripada DOC ayam potong. Apalagi segmentasi pasar untuk bisnis ayam kampung sangat terbuka luas. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan gaya hidup sehat dan membiasakan mengkonsumsi makanan organik sebagaimana daging ayam kampung.

 

Jika Anda tertarik membuka usaha ayam kampung, Anda bisa memulai dari DOC-nya dulu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

(1) Bersihkan dulu telur yang akan ditetaskan. Pastikan telur tersebut benar-benar bersih tanpa kotoran setitik pun. Anda bisa menggunakan lap basah untuk membersihkannya. Keberadaan kotoran meskipun hanya setitik bisa menyebabkan telur gagal menetas;

(2) Setelah telur dipastikan benar-benar bersih lalu dikeringkan. Bisa dengan cara diangin-anginkan. Lalu simpan dalam ruangan yang teduh. Setelah jumlahnya sesuai dengan kapasitas mesin penetas, selanjutnya telur-telur itu dimasukkan dalam mesin penetas. Selama dalam mesin penetas, suhu harus dijaga agar tetap konstan, yakni sebesar 37,8C. Perubahan suhu sekecil apapun bisa menyebabkan telur gagal menetas. Mesin penetas harganya memang relatif mahal, berkisar antara Rp. 700 ribu – Rp. 5 juta. Namun Anda tidak harus membelinya karena bisa didapatkan dengan cara menyewa;

(3) Memasuki usia 10 hari, telur Anda teropong untuk mengetahui ada tidaknya telur yang rusak;

(4) Memasuki usia ke-21 hari telur akan menetas. Segera lakukan vaksinasi;

(5) Pemasaran. Sebelum dipasarkan DOC bisa dimasukan ke dalam boks kardus. Anda tidak perlu khawatir DOC akan mati karena DOC mampu bertahan tanpa makan selama 48 jam.

Bagaimana, praktis bukan? Anda bisa mencobanya sekarang juga!

Jumat, 29 Juli 2011

beternak ayam kampung sistem orang kampung

Beternak ayam kampung sistem orang kampung mempunyai keunikan tersendiri, ayam ibarat keluarga sendiri yang dibesarkan dalam satu rumah tinggal sehingga terkadang untuk menjual ayam kampung tersebut ada rasa kasihan harus berpisah dengan salah satu anggota keluarga tercinta, ya anggota keluarga tersebut adalah seekor ayam.

Ayam Kampung

Peternak: "Kalau tidak membutuhkan uang untuk ... tidak aku jual kamu wahai ayam , sedih

Ayam : Petok, petok, petok...

Peternak : Selamat berpisah ayam tersayang

Ayam : Petok..

 

Sebelumnya ayam tersebut dibesarkan dengan penuh kasih sayang, ketika peternak sedang makan teringat pada seekor ayam maka disisihkanlah sebagaian nasi yang sudah hampir masuk ke lobang mulut meskipun rasanya tidak selezat yang ada direstoran namun itu lebih dari cukup untuk sekeluarga ditengah naiknya harga sembako sementara penghasilan cuma itu itu saja, untuk bekerja di kantoran ber AC merupakan sesuatu yang tidak mungkin karena sudah pasti diremehkan oleh mereka, sementara Surat sakti berupa ijazah yang selalu ditanyakan ketika hendak melamar tentu saja tidak punya.

 

Untuk membuka usaha katanya juga harus ada PT atau pajak apa gitu gak tahulah yang besarnya selangit, gak cukup deh kalau dibayar dengan menggunakan hasil menjual 10 ayam kampung tersayang, kepinginya sih memelihara ayam kampung berjumlah ratusan atau bahkan ribuan tapi cuma mampu beberapa ekor saja, banyak sedikit sudah dijual buat keperluan sehari-hari

 

Yah... selamat tinggal ayam kampung tersayang, kamu aku jual ya, mungkin nasibmu akan disembelih oleh orang yang membelimu kelak, entah itu dijadikan sop ayam, ayam panggang atau apa lah yang bisa dijadikan makanan buat mereka yang bekerja di kantoran itu, bagaimana dengan anak-anakmu wahai ayam kampung? biar aku yang membesarkanya sehingga ketika dewasa nanti bisa semontok kamu, petok, petok, petok

 

Tengkulak pun datang dengan menenteng puluhan ayam yang diikat kakinya tanpa rasa iba

peternak: ini dihargain berapa ya, sedih

Tengkulak : Rp. ,-

Peternak : kecil sekali apa tidak bisa lebih

Ayam : Petok, petok, petok

 

Tawar menawar antara peternak ayam kampung dan tengkulak pun berlangsung dengan alot, sampai akhirnya harga pun disepakati meskipun peternak masih gak terima didalam hati, tapi mau gimana lagi?..