Tampilkan postingan dengan label keunggulan ayam kampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keunggulan ayam kampung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

Keunggulan Beternak Ayam Kampung

Banyak orang tertarik untuk membudidayakan ayam kampung dan berlomba- lomba  menjadi peternak ayam kampung yang sukses. Manajemen pemeliharan ayam kampung relatif lebih mudah dan investasinya lebih rendah dibandingkan dengan jenis ayam ras.

Jika manajemen pemeliharaan ayam ras, menuntut lingkungan berbeda dan perlakuan khusus dan sudah mengarah pada pengandangan tertutup yang membutuhkan harga yang sangat mahal, maka ayam kampung tidaklah demikian. Adapun ayam kampung memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut.

  1. Ayam kampung bukan merupakan ayam yang efisien dalam memanfaatkan makanan, tetapi punya keunggulan untuk dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungan. Sehingga memudahkan dalam pemeliharaan, baik dipelihara secara ekstensif (diumbar), semi intensif, maupuninsentif.

  2.  Ayam kampung betina tetap dapat bertelur, walaupun tidak ada pejantan (salah satu ciri bangsa unggas). Hal ini harus Anda perhatikan, jika Anda berkeinginan beternak ayam kampung dan hanya diambil telurnya saja, dan kelak betina tuanya dijual sebagai ayam potong yang dimanfaatkan dagingnya. Bangsa unggas memang memiliki kekhususan dapat bertelur dengan mengeluarkan telur dari tubuhnya. Hanya saja telur yang dikeluarkan tersebut tidak dapat ditetaskan sehingga hanya untuk dikonsumsi saja. Bila Anda berminat menjual telur seperti itu, maka Anda tidak memerlukan pejantan. Hal ini dapat menghemat biaya pakan dan efisiensi tempat.

  3. Usaha ayam ras banyak yang terlibas jika terjadi inflasi karena pakan, bahan baku, peralatan, obat- obatan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sedangkan ayam kampung yang asli Indonesia tidak banyak menuntut perlakuan khusus dan tahan saja saat terjadi inflasi ataupun krisis perekonomian.

  4. Melalui pola pemuliaan dan perlakuan yang profesional, perbaikan mutu genetik ayam kampung dapat ditingkatkan secara signifikan.

  5. Ayam kampung memiliki daging yang berkualitas tinggi dan kadar lemak yang rendah. Serta mengandung banyak otot, dan dagingnya tidak gembur sebagaimana ayam potong, bahkan daging tersebut lebih alot dan liat dibanding ayam ras.

  6. Peternak ayam kampung dapat memanfaatkan bahan pakan dari berbagai jenis hijauan, sisa dapur rumah tangga, dan hasil samping produk pertanian.

  7. Peternak juga dapat memanfaatkan kotoran ayam dan dapat digunakan untuk pupuk.


Demikian beberapa keunggulan ayam kampung sebagai komoditas ternak yang prospektif.