Mengapa ayam kampung diternakkan? Tingginya permintaan daging dan telur ayam di pasaran menunjukkan betapa akrabnya masyarakat terhadap rasa ayam kampung. Apabila Anda tinjau dari segi produktifitas sebenarnya ayam kampung tidak layak untuk dibudidayakan, disamping karena produksi telur yang sedikit, dagingnya pun baru bisa dianggap layak jual bila sudah berumur lebih dari 12 bulan.
Walaupun demikian permintaan yang tinggi membuat ayam kampung diternakkan dengan berbagai cara. Cara beternak ekstensif sebaiknya jangan dilakukan, adapun cara beternak semi intensif dan intensif sangat dianjurkan. Dari sinilah biasanya para peternak mendapatkan laba dan keuntungan cukup menggiurkan.
Karena itu sebelum Anda memulai usaha peternakan ayam kampung, ada baiknya Anda mengenal sifat- sifat ayam kampung yang unik dan khas.
- Ayam kampung memang ada yang bertelur di usia enam bulan. Namun, perlu disadari bahwa keragaman pada ayam kampung cukup besar. Karena memang tidak memiliki genetis yang seragam, maka sekitar umur 8 bulan, barulah telur- telur bisa dijual. Itu pun jika Anda memelihara ayam kampung secara baik.
- Akibat pertumbuhan sedikit lambat dan kemampuan bertelur lambat pula, maka biasanya terjadi pemborosan modal kerja. Hal ini dapat diatasi jika Anda memakai cara beternak dengan menerapkan sistem sekuensial (berkesinambungan atau berkelompok) pada peternakan ayam Anda.
- Anda harus menyadari bahwa peternakan ayam kampung itu bergelut dengan alat produksi hidup seperti peternakan lain pada umumnya, sehingga tidak bisa disamakan dengan alat produksi mati. Anda akan bergelut dengan waktu, harga, dan pemasaran yang tepat. Jika barang lain dapat digudangkan apabila tidak laku, maka ayam kampung tidak demkian.
- Peternakan ayam kampung memerlukan waktu pengembalian modal yang cukup lama, dan relatif lambat. Anda harus mempunyai modal kerja yang mencukupi. Pertimbangkan pengembalian modal investasi tadi dengan menyediakan modal kerja yang cukup, minimal untuk 2-4 tahun mendatang. Bila modal Anda terbatas, lakukan secara bertahap saja.
Untung rugi peternakan ayam kampung tergantung dari manajemen peternakan yang Anda miliki, bukan dari keuntungan spesifik ayam tertentu.