Hampir semua orang di Indonesia suka makan daging ayam. Karena bahan makanan ini bisa diolah menjadi aneka makanan lezat dan bergizi. Salah satu jenis daging ayam yang banyak diminati di pasar adalah daging ayam potong. Selain harganya yang relatif lebih murah bila dibandingkan dengan daging ayam kampung, masa pemeliharaan ayam potong juga lebih singkat. Yakni hanya dalam waktu 5 – 6 minggu, ayam sudah siap dipanen dan diolah menjadi makanan favorit keluarga.
Bila Anda termasuk salah satu penggemar daging ayam potong, tips berikut penting diperhatikan agar Anda bisa mengkonsumsi daging ayam potong dengan aman:
(1) Daging ayam potong bukan tergolong bahan makanan organik karena telah melalui proses rekayasa genetika. Oleh karena itu kandungan kolesterolnya sangat tinggi. Jika Anda mempunyai masalah kolesterol, sebaiknya membatasi jumlah konsumsinya. Begitu pula dengan kandungan lemaknya, sangat tinggi pada bagian kulitnya. Ada baiknya Anda mengkonsumsi daging filletnya saja tanpa menyertakan bagian kulit;
(2) Penyuntikan antibiotik biasanya dilakukan di bagian leher. Agar Anda terhindar dari penumpukan hormon dan residu antibiotik, sebaiknya hindari mengkonsumsi bagian leher dan kepala;
(3) Jangan lupa memperbanyak konsumsi buah dan sayuran untuk menghindari efek karsinogenik (penyebab kanker) dari zat-zat berbahaya yang bisa jadi terdapat di dalam daging ayam potong;
(4) Daging ayam potong yang masih sehat memiliki ciri sebagai berikut: warna dagingnya putih keabuan dan cerah, warna kulitnya putih kekuning-kuningan dan bersih, daging terasa lembab dan tidak lengket, aroma daging tidak amis (tidak berbau busuk), serat dagingnya halus sehingga mudah digiling.
Untuk menghindari ulah dari para pedagang nakal yang telah menjual daging ayam potong dalam keadaan sudah tidak segar (ayam tiren/mati kemarin), Anda bisa mencermatinya dari segi warna dagingnya. Biasanya ayam tiren memiliki warna daging yang tidak cerah, putih pucat, dan merah kehitam-hitaman. Aromanya juga menyengat. Namun Anda jangan sampai tertipu dengan akal licik para pedagang nakal tersebut. Untuk mengelabuhi pembeli, mereka biasanya merebus terlebih dulu daging ayam dengan kunyit sehingga memberi kesan warna kekuning-kuningan dan menghilangkan baunya. Hanya saja ketidakalamian warna tetap saja bisa dikenali. Yang penting Anda dituntut cermat ketika memilihnya.
Tampilkan postingan dengan label bisnis telur ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis telur ayam. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 September 2011
Selasa, 20 September 2011
Tips Menggunakan Alat Penetasan Telur Ayam
Agar alat penetasan telur ayam bisa bekerja secara optimal, pengetahuan Anda mengenai seluk beluk alat tersebut akan sangat menentukan. Beberapa tips berikut ini bisa Anda pertimbangkan:
(1) Tempatkan alat penetasan telur ayam pada lokasi yang tidak terpapar sinar matahari langsung dan tidak terkena angin yang bisa menyebabkan perubahan suhu. Pastikan area yang ditempati cukup luas;
(2) Jagalah kebersihan alat penetasan telur ayam. Untuk membersihkannya, Anda bisa menggunakan larutan pembersih semisal Lysol, Desoderm, dll.
(3) Pentingnya melakukan kalibrasi untuk alat termostat dan higrometer sebelum alat tersebut dipakai sehingga bisa dipastikan terjamin keakuratannya ketika digunakan.
Pada waktu pengoperasian alat penetasan telur beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
(1) Pastikan tangan Anda bersih dari kotoran;
(2) Alat penetasan telah stabil. Bisa dengan mengoperasikannya terlebih dulu sebelum digunakan selama beberapa jam atau semalaman;
(3) Pastikan suhu telur sama dengan suhu ruangan. Bila telur sebelumnya ditempatkan di ruang dingin bisa diangin-anginkan terlebih dulu;
(4) Berilah tanda yang berbeda untuk masing-masing sisi telur dengan menggunakan pensil. Anda tidak perlu khawatir jika antar telur saling bersentuhan di dalam rak ketika proses pemutaran berlangsung ataupun saat pemindahan telur dilakukan karena hal tersebut bisa membantu meratakan suhu seluruh permukaan telur;
(5) Pengetesan fertilitas telur. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menyortir telur yang tidak fertil sehingga tidak lagi menyita tempat, waktu, maupun tenaga. Cara menentukan fertilitas suatu telur tergolong cukup mudah. Anda tinggal menempatkan lampu bohlam ke dalam kotak ataupun silinder paralon berdiameter 3 inchi dengan panjang 20 cm. Lalu tutup kedua ujung paralon tersebut dengan kayu dan dimur. Letakkan fitting lampu dan lampu bohlam di dalamnya (40 Watt) lalu di bagian tengah paralon, tepatnya di sisi atas paralon, dibuatkan lubang berdiameter sekitar 2 cm. Lubang inilah yang digunakan untuk menempatkan telur. Letakkan bagian telur yang tajam pada lubang tersebut. Untuk pengetesan fertilitas telur sebaiknya Anda lakukan di ruangan yang gelap dan dilakukan setelah 5 – 7 hari pasca ditempatkan di dalam alat penetasan telur. Tanda-tanda telur yang fertil dan bisa terus ditetaskan adalah yang mempunyai bintik hitam dan jalur-jalur darah yang halus.
(1) Tempatkan alat penetasan telur ayam pada lokasi yang tidak terpapar sinar matahari langsung dan tidak terkena angin yang bisa menyebabkan perubahan suhu. Pastikan area yang ditempati cukup luas;
(2) Jagalah kebersihan alat penetasan telur ayam. Untuk membersihkannya, Anda bisa menggunakan larutan pembersih semisal Lysol, Desoderm, dll.
(3) Pentingnya melakukan kalibrasi untuk alat termostat dan higrometer sebelum alat tersebut dipakai sehingga bisa dipastikan terjamin keakuratannya ketika digunakan.
Pada waktu pengoperasian alat penetasan telur beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
(1) Pastikan tangan Anda bersih dari kotoran;
(2) Alat penetasan telah stabil. Bisa dengan mengoperasikannya terlebih dulu sebelum digunakan selama beberapa jam atau semalaman;
(3) Pastikan suhu telur sama dengan suhu ruangan. Bila telur sebelumnya ditempatkan di ruang dingin bisa diangin-anginkan terlebih dulu;
(4) Berilah tanda yang berbeda untuk masing-masing sisi telur dengan menggunakan pensil. Anda tidak perlu khawatir jika antar telur saling bersentuhan di dalam rak ketika proses pemutaran berlangsung ataupun saat pemindahan telur dilakukan karena hal tersebut bisa membantu meratakan suhu seluruh permukaan telur;
(5) Pengetesan fertilitas telur. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menyortir telur yang tidak fertil sehingga tidak lagi menyita tempat, waktu, maupun tenaga. Cara menentukan fertilitas suatu telur tergolong cukup mudah. Anda tinggal menempatkan lampu bohlam ke dalam kotak ataupun silinder paralon berdiameter 3 inchi dengan panjang 20 cm. Lalu tutup kedua ujung paralon tersebut dengan kayu dan dimur. Letakkan fitting lampu dan lampu bohlam di dalamnya (40 Watt) lalu di bagian tengah paralon, tepatnya di sisi atas paralon, dibuatkan lubang berdiameter sekitar 2 cm. Lubang inilah yang digunakan untuk menempatkan telur. Letakkan bagian telur yang tajam pada lubang tersebut. Untuk pengetesan fertilitas telur sebaiknya Anda lakukan di ruangan yang gelap dan dilakukan setelah 5 – 7 hari pasca ditempatkan di dalam alat penetasan telur. Tanda-tanda telur yang fertil dan bisa terus ditetaskan adalah yang mempunyai bintik hitam dan jalur-jalur darah yang halus.
Memilih Mesin Penetas Telur Ayam Berkualitas
Mesin penetas telur ayam biasanya digunakan oleh para peternak untuk mendongkrak tingkat produktifitas telur induk ayam agar semakin meningkat. Dengan adanya mesin tersebut, tugas induk ayam untuk mengerami telur telah tergantikan sehingga induk ayam pun memiliki kesempatan bertelur dalam jumlah yang lebih banyak lagi. Keberadaan mesin penetas telur ayam juga membantu peternak untuk mendapatkan bibit ayam berkualitas unggul.
Hanya saja untuk mendapatkan mesin penetas telur ayam berkualitas, Anda dituntut untuk cermat dalam memilihnya. Karena sekarang ini keberadaan mesin penetas telur ayam yang beredar di pasaran jenisnya sangat beragam dan semuanya menjanjikan kualitas terbaik. Beberapa aspek berikut ini hendaknya Anda pertimbangkan dengan seksama sebelum Anda memutuskan membeli mesin penetas telur ayam:
(1) Bahan. Pilihlah mesin penetas telur ayam yang bahannya mampu menahan panas cukup lama dan tidak mudah berubah (misalnya melengkung) karena pengaruh suhu dan cuaca di luar ruangan. Jenis bahan tersebut umumnya terbuat dari multipleks dan kayu;
(2) Kapasitas. Sesuaikan kapasitas mesin penetas telur ayam dengan kebutuhan. Semakin besar kapasitasnya maka dayanya pun juga semakin besar. Jika sumber panas mesin penetas telur ayam menggunakan lampu bohlam, jangan lupa perhatikan letaknya. Sebaiknya Anda pilih lampu bohlam berdaya kecil dengan jangkauan penyinarannya yang merata daripada lampu bohlan berdaya besar tetapi penyinarannya hanya terkumpul pada satu area. Akibatnya kadar panas di dalam ruangan pun juga tidak merata dan hal ini jelas sangat berpengaruh terhadap kualitas penetasan. Pada mesin penetas telur berkapasitas besar dan berkualitas bagus biasanya dilengkapi dengan alat semacam blower untuk membantu meratakan panas ke seluruh ruangan;
(3) Suhu. Suhu dalam ruangan harus diupayakan stabil (37- 38C) sehingga Anda harus memastikan untuk selalu mengukur suhu ruangan dengan termometer dan mengontrolnya dengan menggunakan termostat;
(4) Rak telur. Perhatikan jarak kerapatan rak telur agar tidak terlalu rapat sehingga bisa memberikan sirkulasi udara dengan baik serta menjamin telur tidak mudah bergerak dan menggelinding. Pastikan pula rak telur bisa ditarik sehingga mudah ketika membalik telur maupun saat membersihkan dan mengangin-anginkan telur;
(5) Kelembapan udara. Jika tingkat kelembapan udara perlu dinaikkan maka bisa dengan menggunakan bak air. Pada penetasan telur itik biasanya membutuhkan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.;
(6) Teknik pemutaran telur bisa secara manual, semi otomatis, dan otomatis.
Hanya saja untuk mendapatkan mesin penetas telur ayam berkualitas, Anda dituntut untuk cermat dalam memilihnya. Karena sekarang ini keberadaan mesin penetas telur ayam yang beredar di pasaran jenisnya sangat beragam dan semuanya menjanjikan kualitas terbaik. Beberapa aspek berikut ini hendaknya Anda pertimbangkan dengan seksama sebelum Anda memutuskan membeli mesin penetas telur ayam:
(1) Bahan. Pilihlah mesin penetas telur ayam yang bahannya mampu menahan panas cukup lama dan tidak mudah berubah (misalnya melengkung) karena pengaruh suhu dan cuaca di luar ruangan. Jenis bahan tersebut umumnya terbuat dari multipleks dan kayu;
(2) Kapasitas. Sesuaikan kapasitas mesin penetas telur ayam dengan kebutuhan. Semakin besar kapasitasnya maka dayanya pun juga semakin besar. Jika sumber panas mesin penetas telur ayam menggunakan lampu bohlam, jangan lupa perhatikan letaknya. Sebaiknya Anda pilih lampu bohlam berdaya kecil dengan jangkauan penyinarannya yang merata daripada lampu bohlan berdaya besar tetapi penyinarannya hanya terkumpul pada satu area. Akibatnya kadar panas di dalam ruangan pun juga tidak merata dan hal ini jelas sangat berpengaruh terhadap kualitas penetasan. Pada mesin penetas telur berkapasitas besar dan berkualitas bagus biasanya dilengkapi dengan alat semacam blower untuk membantu meratakan panas ke seluruh ruangan;
(3) Suhu. Suhu dalam ruangan harus diupayakan stabil (37- 38C) sehingga Anda harus memastikan untuk selalu mengukur suhu ruangan dengan termometer dan mengontrolnya dengan menggunakan termostat;
(4) Rak telur. Perhatikan jarak kerapatan rak telur agar tidak terlalu rapat sehingga bisa memberikan sirkulasi udara dengan baik serta menjamin telur tidak mudah bergerak dan menggelinding. Pastikan pula rak telur bisa ditarik sehingga mudah ketika membalik telur maupun saat membersihkan dan mengangin-anginkan telur;
(5) Kelembapan udara. Jika tingkat kelembapan udara perlu dinaikkan maka bisa dengan menggunakan bak air. Pada penetasan telur itik biasanya membutuhkan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.;
(6) Teknik pemutaran telur bisa secara manual, semi otomatis, dan otomatis.
Senin, 19 September 2011
Mengintip Peluang Bisnis Telur Ayam Pindang
Mungkin Anda merasa asing mendengar istilah telur ayam pindang karena selama ini pemindangan umumnya dilakukan pada ikan. Proses pemindangan sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan bahan baku telur, yakni proses pengolahan dengan mengkombinasikan antara perebusan dan penggaraman. Pemindangan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan telur secara utuh dengan kulitnya. Jadi pemindangan bisa menjadi alternatif pengawetan telur selain telur asin.
Pada pemindangan telur terjadi proses penyamakan yang menggunakan bahan-bahan seperti kulit bawang merah, daun jambu biji, dan air teh. Dengan proses pemindangan ini, telur akan menjadi lebih awet bila dibandingkan dengan merebusnya di air biasa. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, berikut ini cara praktis membuat telur ayam pindang:
Pertama, bahan yang dibutuhkan untuk membuat telur pindang antara lain: 30 butir telur ayam negeri (bisa juga menggunakan telur bebek), 100 gram daun jambu biji/serabut kelapa, 200 gram garam, 1 liter air, daun salam. Kedua, alat yang diperlukan berupa panci dan kompor. Ketiga, proses pembuatan:
(1) Cuci telur hingga bersih;
(2) Buat larutan garam dengan komposisi 60-100 gram garam dilarutkan dalam 1 liter air;
(3) Rebus telur dalam larutan garam lalu masukkan daun jambu biji/serabut kelapa dan daun salam;
(4) Retakkan kulit telur dengan cara dipukul-pukul jika telur sudah setengah matang (sekitar 10 menit perebusan);
(5) Lanjutkan proses perebusan sampai kulit telur berwarna coklat kehitaman;
(6) Dinginkan.
Bila Anda ingin mendapatkan cita rasa yang enak pada telur pindang tersebut maka Anda bisa menambahkan bumbu rempah saat perebusan, yakni lengkuas serta daun salam. Lama perebusan yakni hingga telur tiga per empat matang. Lalu angkat telur dari air perebusan dan masukkan kembali ke dalam air perebusan. Setelah itu rebus telur hingga matang dan bumbu meresap. Kemudian angkat dan tiriskan.
Jika Anda merasa bosan dengan olahan telur berupa telur asin, tidak ada salahnya mencoba telur ayam pindang sebagai alternatif bisnis telur ayam yang bisa Anda kembangkan. Apalagi telur ayam sangat diminati banyak kalangan karena dikenal kaya akan kandungan proteinnya serta memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang sangat tinggi.
Pada pemindangan telur terjadi proses penyamakan yang menggunakan bahan-bahan seperti kulit bawang merah, daun jambu biji, dan air teh. Dengan proses pemindangan ini, telur akan menjadi lebih awet bila dibandingkan dengan merebusnya di air biasa. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, berikut ini cara praktis membuat telur ayam pindang:
Pertama, bahan yang dibutuhkan untuk membuat telur pindang antara lain: 30 butir telur ayam negeri (bisa juga menggunakan telur bebek), 100 gram daun jambu biji/serabut kelapa, 200 gram garam, 1 liter air, daun salam. Kedua, alat yang diperlukan berupa panci dan kompor. Ketiga, proses pembuatan:
(1) Cuci telur hingga bersih;
(2) Buat larutan garam dengan komposisi 60-100 gram garam dilarutkan dalam 1 liter air;
(3) Rebus telur dalam larutan garam lalu masukkan daun jambu biji/serabut kelapa dan daun salam;
(4) Retakkan kulit telur dengan cara dipukul-pukul jika telur sudah setengah matang (sekitar 10 menit perebusan);
(5) Lanjutkan proses perebusan sampai kulit telur berwarna coklat kehitaman;
(6) Dinginkan.
Bila Anda ingin mendapatkan cita rasa yang enak pada telur pindang tersebut maka Anda bisa menambahkan bumbu rempah saat perebusan, yakni lengkuas serta daun salam. Lama perebusan yakni hingga telur tiga per empat matang. Lalu angkat telur dari air perebusan dan masukkan kembali ke dalam air perebusan. Setelah itu rebus telur hingga matang dan bumbu meresap. Kemudian angkat dan tiriskan.
Jika Anda merasa bosan dengan olahan telur berupa telur asin, tidak ada salahnya mencoba telur ayam pindang sebagai alternatif bisnis telur ayam yang bisa Anda kembangkan. Apalagi telur ayam sangat diminati banyak kalangan karena dikenal kaya akan kandungan proteinnya serta memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang sangat tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)