Mesin penetas telur ayam biasanya digunakan oleh para peternak untuk mendongkrak tingkat produktifitas telur induk ayam agar semakin meningkat. Dengan adanya mesin tersebut, tugas induk ayam untuk mengerami telur telah tergantikan sehingga induk ayam pun memiliki kesempatan bertelur dalam jumlah yang lebih banyak lagi. Keberadaan mesin penetas telur ayam juga membantu peternak untuk mendapatkan bibit ayam berkualitas unggul.
Hanya saja untuk mendapatkan mesin penetas telur ayam berkualitas, Anda dituntut untuk cermat dalam memilihnya. Karena sekarang ini keberadaan mesin penetas telur ayam yang beredar di pasaran jenisnya sangat beragam dan semuanya menjanjikan kualitas terbaik. Beberapa aspek berikut ini hendaknya Anda pertimbangkan dengan seksama sebelum Anda memutuskan membeli mesin penetas telur ayam:
(1) Bahan. Pilihlah mesin penetas telur ayam yang bahannya mampu menahan panas cukup lama dan tidak mudah berubah (misalnya melengkung) karena pengaruh suhu dan cuaca di luar ruangan. Jenis bahan tersebut umumnya terbuat dari multipleks dan kayu;
(2) Kapasitas. Sesuaikan kapasitas mesin penetas telur ayam dengan kebutuhan. Semakin besar kapasitasnya maka dayanya pun juga semakin besar. Jika sumber panas mesin penetas telur ayam menggunakan lampu bohlam, jangan lupa perhatikan letaknya. Sebaiknya Anda pilih lampu bohlam berdaya kecil dengan jangkauan penyinarannya yang merata daripada lampu bohlan berdaya besar tetapi penyinarannya hanya terkumpul pada satu area. Akibatnya kadar panas di dalam ruangan pun juga tidak merata dan hal ini jelas sangat berpengaruh terhadap kualitas penetasan. Pada mesin penetas telur berkapasitas besar dan berkualitas bagus biasanya dilengkapi dengan alat semacam blower untuk membantu meratakan panas ke seluruh ruangan;
(3) Suhu. Suhu dalam ruangan harus diupayakan stabil (37- 38C) sehingga Anda harus memastikan untuk selalu mengukur suhu ruangan dengan termometer dan mengontrolnya dengan menggunakan termostat;
(4) Rak telur. Perhatikan jarak kerapatan rak telur agar tidak terlalu rapat sehingga bisa memberikan sirkulasi udara dengan baik serta menjamin telur tidak mudah bergerak dan menggelinding. Pastikan pula rak telur bisa ditarik sehingga mudah ketika membalik telur maupun saat membersihkan dan mengangin-anginkan telur;
(5) Kelembapan udara. Jika tingkat kelembapan udara perlu dinaikkan maka bisa dengan menggunakan bak air. Pada penetasan telur itik biasanya membutuhkan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.;
(6) Teknik pemutaran telur bisa secara manual, semi otomatis, dan otomatis.
Tampilkan postingan dengan label mesin penetas telur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesin penetas telur. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 September 2011
Senin, 19 September 2011
Mengenal Alat Penetas Telur Ayam
Alat penetas telur ayam berfungsi menggantikan tugas induk ayam untuk mengerami telur. Dengan adanya alat tersebut, induk ayam bisa tetap produktif dan terus bertelur. Waktunya pun tidak lagi tersita untuk mengerami telur selama 21 hari maupun membesarkan anak dalam jangka waktu 30 – 45 hari berikutnya hingga tiba siklus bertelur kembali.
Jenis alat penetas telur ayam yang beredar di pasaran saat ini macamnya memang sangat banyak. Di antaranya ada yang berupa alat tetas dengan sumber panas matahari dan menggunakan teknologi sekam; mesin tetas listrik dengan menggunakan sumber panas lampu bohlam; mesin tetas dengan menggunakan sumber panas lampu minyak dan kawat nekelin; serta mesin tetas otomatis. Secara umum komponen mesin penetas telur terdiri dari kotak inkubator, heater (pemanas), thermocontrol/thermostat (alat untuk mengontrol temperatur), termometer (alat penunjuk suhu), alat penunjuk kelembapan, dan rak penyimpanan telur.
Agar alat penetas telur ayam bisa berfungsi secara optimal, hal-hal berikut ini hendaknya dipertimbangkan dengan cermat:
(1) Telur yang mau ditetaskan adalah telur fertil, yakni hasil pembuahan dengan induk jantan;
(2) Pastikan telur dalam kondisi bersih;
(3) Simpan telur selama 1 minggu dalam tempat yang tidak terlalu panas maupun terlalu dingin sebelum telur dimasukkan ke dalam inkubator. Sebaiknya telur juga dibolak-balik minimal dua kali sehari agar kuning telur tidak menempel pada cangkang serta tali telur tidak putus;
(4) Posisi telur saat penyimpanan yakni bagian ujungnya yang tumpul menghadap ke atas sedangkan bagian ujung yang kecil menghadap ke bawah;
(5) Jangan pernah memberikan guncangan ataupu mengocok telur yang akan ditetaskan karena bisa menimbulkan kerusakan sehingga telur gagal menetas;
(6) Jauhkan inkubator dari pemanas gas, tempat yang terlalu berangin dan suhunya terlalu dingin maupun terkena sinar matahari langsung;
(7) Jagalah kelembapan dan suhu sebagaimana yang disyaratkan;
(8) Pemberian tanda pada telur hanya boleh menggunakan pensil;
(9) Khusus untuk mesin yang pemutarannya secara manual, pemutaran dilakukan sebanyak 2 – 5 kali dalam sehari.
Jenis alat penetas telur ayam yang beredar di pasaran saat ini macamnya memang sangat banyak. Di antaranya ada yang berupa alat tetas dengan sumber panas matahari dan menggunakan teknologi sekam; mesin tetas listrik dengan menggunakan sumber panas lampu bohlam; mesin tetas dengan menggunakan sumber panas lampu minyak dan kawat nekelin; serta mesin tetas otomatis. Secara umum komponen mesin penetas telur terdiri dari kotak inkubator, heater (pemanas), thermocontrol/thermostat (alat untuk mengontrol temperatur), termometer (alat penunjuk suhu), alat penunjuk kelembapan, dan rak penyimpanan telur.
Agar alat penetas telur ayam bisa berfungsi secara optimal, hal-hal berikut ini hendaknya dipertimbangkan dengan cermat:
(1) Telur yang mau ditetaskan adalah telur fertil, yakni hasil pembuahan dengan induk jantan;
(2) Pastikan telur dalam kondisi bersih;
(3) Simpan telur selama 1 minggu dalam tempat yang tidak terlalu panas maupun terlalu dingin sebelum telur dimasukkan ke dalam inkubator. Sebaiknya telur juga dibolak-balik minimal dua kali sehari agar kuning telur tidak menempel pada cangkang serta tali telur tidak putus;
(4) Posisi telur saat penyimpanan yakni bagian ujungnya yang tumpul menghadap ke atas sedangkan bagian ujung yang kecil menghadap ke bawah;
(5) Jangan pernah memberikan guncangan ataupu mengocok telur yang akan ditetaskan karena bisa menimbulkan kerusakan sehingga telur gagal menetas;
(6) Jauhkan inkubator dari pemanas gas, tempat yang terlalu berangin dan suhunya terlalu dingin maupun terkena sinar matahari langsung;
(7) Jagalah kelembapan dan suhu sebagaimana yang disyaratkan;
(8) Pemberian tanda pada telur hanya boleh menggunakan pensil;
(9) Khusus untuk mesin yang pemutarannya secara manual, pemutaran dilakukan sebanyak 2 – 5 kali dalam sehari.
Minggu, 18 September 2011
Cara Membuat Mesin Penetas Telur Sederhana
Bisnis ternak ayam yang prospeknya cukup menggiurkan sering kali terkendala oleh ketersediaan mesin penetas telurnya. Jika harus membeli, harganya memang relatif mahal. Yakni berkisar antara Rp. 700 ribu – Rp. 5 juta. Berhubung dengan keterbatasan modal yang ada, hal tersebut bisa diatasi dengan menyewa mesin penetas telur. Namun demikian, menyewa mesin penetas telur terkadang juga tidak mudah. Sebagai alternatif solusi, ada baiknya Anda mencoba membuat sendiri mesin penetas telur sederhana. Berikut ini cara membuat mesin penetas telur sederhana yang bisa Anda praktikkan di rumah:
Pertama, membuat inkubator yang berbahan dasar tripleks berukuran 40x30x35 cm, lampu bohlam 40 Watt (mampu memanaskan hingga mencapai suhu 37C, minifan electric, trafo 9-12 V, 0,5 A, 2 buah dioda in 4001, spon busa, termometer ruangan, sterofoam dengan tebal 10 mm (dilubangi, minimal bisa menampung 15 telur dalam posisi berdiri tegak), tempat air, solder, lem aibon (untuk melekatkan busa/spon).
Kedua, hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat inkubator antara lain:
(1) Kelembapan harus terkontrol dan stabil. Anda bisa meletakkan panci air di bawah inkubator untuk meningkatkan kelembapan. Sedangkan bila menginginkan tingkat kelembapan turun maka bisa dibuatkan ventilasi di inkubator;
(2) Mekanisme turning otomatis. Pastikan inkubator bisa dibuka dengan mudah sehingga telur mudah diambil tanpa menimbulkan perubahan panas atau kelembapan;
(3) Dasar inkubator. Pastikan dasar inkubator terbuat dari bahan yang aman, mudah dilepas sekaligus mudah dibersihkan.
Ketiga, hal-hal yang harus dipastikan saat pengoperasian inkubator antara lain:
(1) Telur yang akan dimasukkan ke dalam inkubator dalam keadaan bersih;
(2) Suhu inkubator diusahakan stabil (37C). Jika suhu melebihi 37C, ventilasi bisa dibuka sehingga suhu kembali stabil;
(3) Telur dibalikkan 180 setiap 6, 8, atau 12 jam sekali. Hal tersebut dilakukan hingga telur hampir menetas (selama 19-21 hari);
(4) Tempat air pastikan selalu terisi air;
(5) Teropong kondisi telur. Jika sampai usia 7 hari tidak ditemukan titik hitam yang bergerak berarti telur gagal menetas. Jadi Anda bisa menyortirnya;
(6) Bila telur sudah menetas segera pindahkan ke tempat terpisah;
(7) Bila aliran listrik padam bisa digantikan dengan lampu minyak.
Pertama, membuat inkubator yang berbahan dasar tripleks berukuran 40x30x35 cm, lampu bohlam 40 Watt (mampu memanaskan hingga mencapai suhu 37C, minifan electric, trafo 9-12 V, 0,5 A, 2 buah dioda in 4001, spon busa, termometer ruangan, sterofoam dengan tebal 10 mm (dilubangi, minimal bisa menampung 15 telur dalam posisi berdiri tegak), tempat air, solder, lem aibon (untuk melekatkan busa/spon).
Kedua, hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat inkubator antara lain:
(1) Kelembapan harus terkontrol dan stabil. Anda bisa meletakkan panci air di bawah inkubator untuk meningkatkan kelembapan. Sedangkan bila menginginkan tingkat kelembapan turun maka bisa dibuatkan ventilasi di inkubator;
(2) Mekanisme turning otomatis. Pastikan inkubator bisa dibuka dengan mudah sehingga telur mudah diambil tanpa menimbulkan perubahan panas atau kelembapan;
(3) Dasar inkubator. Pastikan dasar inkubator terbuat dari bahan yang aman, mudah dilepas sekaligus mudah dibersihkan.
Ketiga, hal-hal yang harus dipastikan saat pengoperasian inkubator antara lain:
(1) Telur yang akan dimasukkan ke dalam inkubator dalam keadaan bersih;
(2) Suhu inkubator diusahakan stabil (37C). Jika suhu melebihi 37C, ventilasi bisa dibuka sehingga suhu kembali stabil;
(3) Telur dibalikkan 180 setiap 6, 8, atau 12 jam sekali. Hal tersebut dilakukan hingga telur hampir menetas (selama 19-21 hari);
(4) Tempat air pastikan selalu terisi air;
(5) Teropong kondisi telur. Jika sampai usia 7 hari tidak ditemukan titik hitam yang bergerak berarti telur gagal menetas. Jadi Anda bisa menyortirnya;
(6) Bila telur sudah menetas segera pindahkan ke tempat terpisah;
(7) Bila aliran listrik padam bisa digantikan dengan lampu minyak.
Mesin Penetas Telur Ayam Sistim Rak Putar
Mesin penetas telur ayam sistim rak putar merupakan generasi baru dari mesin penetas telur. Ada beberapa jenis mesin penetas telur ayam yang biasa digunakan oleh peternak ayam. Di antaranya adalah tipe C-30, C-50, C-75, C-100, C-200, C-500. Masing-masing memiliki spesifikasi dan keunggulan yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada kapasitas dalam menampung telur serta ukurannya saja.
(1) Tipe C-30. Tipe ini merupakan generasi baru dengan menggunakan sistim rak putar. Kapasitasnya yang kecil bisa lebih mengefisienkan penetasan dan lebih praktis serta mudah pengoperasiannya. Spesifikasinya: ukurannya 30 x 30 x 32 cm; daya tampung maksimal 42 butir telur (dengan posisi berdiri), daya listrik 10 Watt (220 V), terbuat dari multipleks dan Medium Density Fireboard (MDF). Keunggulannya: dengan sistim rak putar tidak perlu membalik telur dengan tangan satu per satu, pemutaran bisa dilakukan dengan satu kali pengoperasian; rak telur terbuat dari aluminium sangat baik untuk meratakan panas pada telur, tahan karat, dan lebih higienis; tingkat efisiensi penetasan relatif tinggi (mencapai 80-90%); pada pemanasan darurat bisa menggunakan lilin atau lampu minyak; kontrol panas secara otomatis dan dapat distel dari luar mesin (menggunakan thermostat), sangat akurat, dan praktis; bisa digunakan untuk aneka ragam ukuran telur (puyuh, bebek, dara, perkutut, walet, dll.); desain lebih indah dan menarik.
(2) Tipe C-50, ukurannya 40 x 30 x 32 cm, mampu menampung 66 butir telur (dengan posisi berdiri).
(3) Tipe C-75, ukurannya 50 x 30 x 32 cm, mampu menampung 84 butir telur (dengan posisi berdiri).
(4) Tipe C-100, ukurannya 60 x 30 x 32 cm, mampu menampung 102 butir telur (dengan posisi berdiri).
(5) Tipe C-200, ukurannya 90 x 40 x 32 cm, mampu menampung 224 butir telur (dengan posisi berdiri).
(6) Tipe C-500, ukurannya 60 x 60 x 120 cm, mampu menampung 560 butir telur (dengan posisi berdiri).
Dengan ukurannya yang bervariasi, mesin penetas telur ayam sistim rak putar sangat cocok digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari praktikum, penelitian, hingga usaha beternak ayam.
(1) Tipe C-30. Tipe ini merupakan generasi baru dengan menggunakan sistim rak putar. Kapasitasnya yang kecil bisa lebih mengefisienkan penetasan dan lebih praktis serta mudah pengoperasiannya. Spesifikasinya: ukurannya 30 x 30 x 32 cm; daya tampung maksimal 42 butir telur (dengan posisi berdiri), daya listrik 10 Watt (220 V), terbuat dari multipleks dan Medium Density Fireboard (MDF). Keunggulannya: dengan sistim rak putar tidak perlu membalik telur dengan tangan satu per satu, pemutaran bisa dilakukan dengan satu kali pengoperasian; rak telur terbuat dari aluminium sangat baik untuk meratakan panas pada telur, tahan karat, dan lebih higienis; tingkat efisiensi penetasan relatif tinggi (mencapai 80-90%); pada pemanasan darurat bisa menggunakan lilin atau lampu minyak; kontrol panas secara otomatis dan dapat distel dari luar mesin (menggunakan thermostat), sangat akurat, dan praktis; bisa digunakan untuk aneka ragam ukuran telur (puyuh, bebek, dara, perkutut, walet, dll.); desain lebih indah dan menarik.
(2) Tipe C-50, ukurannya 40 x 30 x 32 cm, mampu menampung 66 butir telur (dengan posisi berdiri).
(3) Tipe C-75, ukurannya 50 x 30 x 32 cm, mampu menampung 84 butir telur (dengan posisi berdiri).
(4) Tipe C-100, ukurannya 60 x 30 x 32 cm, mampu menampung 102 butir telur (dengan posisi berdiri).
(5) Tipe C-200, ukurannya 90 x 40 x 32 cm, mampu menampung 224 butir telur (dengan posisi berdiri).
(6) Tipe C-500, ukurannya 60 x 60 x 120 cm, mampu menampung 560 butir telur (dengan posisi berdiri).
Dengan ukurannya yang bervariasi, mesin penetas telur ayam sistim rak putar sangat cocok digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari praktikum, penelitian, hingga usaha beternak ayam.
Senin, 15 Agustus 2011
Cara Membuat Mesin Penetas Telur Ayam
Di pasaran banyak bermunculan mesin penetas telur dengan berbagai macam model dan varian menarik, juga menawarkan berbagai fasilitas untuk menarik hati konsumen. Mesin yang menawarkan diri sebagai pengganti indukan alami, juga banyak memberi janji- janji kepada konsumen. Nah, kenapa Anda tidak memulai usaha di bidang mesin penetasan ayam ini? Banyak contoh sukses dari beberapa orang yang menekuni usaha pembuatan mesin telur kemudian menjualnya, baik yang menggunakan media pemasaran WOM, maupun dari internet, dengan sistem jaringan maupun penjualan mandiri.
Salah satu contoh sukses adalah Andra (38 tahun), lelaki asal Lawang ini memulai usaha dengan hanya membuat mesin penetas telur sederhana. Kemudian ia mempelajari lagi dan berinovasi, sampai bisa menghasilkan mesin yang lebih canggih. Kini ia mengaku tak kesulitan memasarkan mesinnya, pasar kian terbuka lebar ketika ia mengenal dunia maya. Lewat sebuah toko online pribadi, ia memasarkan mesin- mesinnya lewat internet.
Nah, anda tertarik untuk mengikuti jejaknya? Bagaimana jika Anda memulai dengan membuat mesin penetas sederhana sebelum mencoba membuat mesin yang lebih canggih?
Besarnya mesin tetas telur yang digunakan disesuaikan dengan kapasitas telur yang akan ditetaskan seperti ; 200 butir, 400 butir dan 600 butir. Berikut ini adalah model mesin tetas telur ini dapat diperoleh di toko poultry shop atau membuat sendiri dengan bahan yang mudah dan tersedia di tempat.
.Bahan – Bahan yang akan Anda gunakan dalam pembuatan mesin tetas sederhana hendaknya Anda sesuaikan dengan kondisi sumber panas yang tersedia di tempat Anda. Pada tempat yang belum ada listrik , Anda bisa membuat mesin tetas dengan menggunakan lampu minyak/ cemplok sedangkan jika tersedia listrik maka bisa dibuat mesin tetas telur elektrik atau mesin tetas kombinasi. Berikut adalah bahan- bahan yang perlu disiapkan.
Bahan-bahan yang digunakan antara lain :
1.Kayu kaso 5 x 6 cm sebagai rangka mesin
3.Kawat ram (tempat peletakan telur)
2.Tripleks melamin, kaca dan engsel
5.Nampan air dan thermometer
4.Paku dan seng plat
6.Alat pengatur suhu (thermoregulator)
7.Lampu pijar dan lampu minyak
Susunlah bahan- bahan diatas menjadi sebuah mesin sederhana dengan hanya satu ruang.
- Sebelum memulai proses pengeraman telur oleh mesin sebaiknya mesin dibersihkan dari organisme merugikan lainnya.
- Hidupkan mesin penetas 24 jam sebelumnya.
- Telur dibersihkan dan dilap dengan kain basah yang hangat lalu dikeringkan dengan handuk kering.
- Suhu mesin pada mesin Anda harus konstan dan stabil, yitu 38 oC
- Nampan berisi air adalah untuk menjaga kelembapan
- Beri tanda pada setiap telur, seperti 1, 2, 3 dst .
Rajinlah membolak- balik telur setiap pagi dan sore sampai hari ke 18, setelah itu telur hanya diperiksa saja sampai menetas pada hari ke 21.
Selamat mencoba!
Salah satu contoh sukses adalah Andra (38 tahun), lelaki asal Lawang ini memulai usaha dengan hanya membuat mesin penetas telur sederhana. Kemudian ia mempelajari lagi dan berinovasi, sampai bisa menghasilkan mesin yang lebih canggih. Kini ia mengaku tak kesulitan memasarkan mesinnya, pasar kian terbuka lebar ketika ia mengenal dunia maya. Lewat sebuah toko online pribadi, ia memasarkan mesin- mesinnya lewat internet.
Nah, anda tertarik untuk mengikuti jejaknya? Bagaimana jika Anda memulai dengan membuat mesin penetas sederhana sebelum mencoba membuat mesin yang lebih canggih?
Besarnya mesin tetas telur yang digunakan disesuaikan dengan kapasitas telur yang akan ditetaskan seperti ; 200 butir, 400 butir dan 600 butir. Berikut ini adalah model mesin tetas telur ini dapat diperoleh di toko poultry shop atau membuat sendiri dengan bahan yang mudah dan tersedia di tempat.
.Bahan – Bahan yang akan Anda gunakan dalam pembuatan mesin tetas sederhana hendaknya Anda sesuaikan dengan kondisi sumber panas yang tersedia di tempat Anda. Pada tempat yang belum ada listrik , Anda bisa membuat mesin tetas dengan menggunakan lampu minyak/ cemplok sedangkan jika tersedia listrik maka bisa dibuat mesin tetas telur elektrik atau mesin tetas kombinasi. Berikut adalah bahan- bahan yang perlu disiapkan.
Bahan-bahan yang digunakan antara lain :
1.Kayu kaso 5 x 6 cm sebagai rangka mesin
3.Kawat ram (tempat peletakan telur)
2.Tripleks melamin, kaca dan engsel
5.Nampan air dan thermometer
4.Paku dan seng plat
6.Alat pengatur suhu (thermoregulator)
7.Lampu pijar dan lampu minyak
Susunlah bahan- bahan diatas menjadi sebuah mesin sederhana dengan hanya satu ruang.
- Sebelum memulai proses pengeraman telur oleh mesin sebaiknya mesin dibersihkan dari organisme merugikan lainnya.
- Hidupkan mesin penetas 24 jam sebelumnya.
- Telur dibersihkan dan dilap dengan kain basah yang hangat lalu dikeringkan dengan handuk kering.
- Suhu mesin pada mesin Anda harus konstan dan stabil, yitu 38 oC
- Nampan berisi air adalah untuk menjaga kelembapan
- Beri tanda pada setiap telur, seperti 1, 2, 3 dst .
Rajinlah membolak- balik telur setiap pagi dan sore sampai hari ke 18, setelah itu telur hanya diperiksa saja sampai menetas pada hari ke 21.
Selamat mencoba!
Sukses dengan Usaha Mesin Penetas Telur Ayam Kampung
Permintaan terhadap daging ayam kampung semakin meningkat mendekati lebaran atau hari besar lainnya. Menyebabkan banyak dibutuhkan daging ayam kampung yang dapat menutupi kebutuhan pasar. Belum lagi usaha- usaha warung makan yang mengandalkan ayam kampung sebagai bahan baku utama, seperti lesehan ayam bakar, soto, sate ayam, dan lain- lain. Sedangkan produksi panen daging ayam kampung lebih lama dari pada ayam potong, ayam kampung baru dapat dipanen saat berusia 12 bulan, kalaupun ayam muda adalah 8 bulanan.
Untuk mempercepat usaha produksi ayam kampung, selayaknya sebagai peternak ayam kampung profesional Anda melakukan inovasi seperti menetaskan telur ayam dengan mesin penetas, agar ayam betina yang telah bertelur tadi dapat kawin lagi kemudian kembali menetaskan telur. Begitu seterusnya.
Usaha penetasan ini dilakukan dengan menggunakan mesin penetas buatan bukan dengan cara alami dengan pengeraman induk ayam, disamping agar ayam betina dapat bertelur lagi, juga karena alasan ekonomis agar lebih memungkinkan dikembangkan sebagai sebuah usaha.
Penetasan telur ayam melalui mesin penetas telur sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan penetasan telur itik, pada penetasan telur itik diperlukan kelembaban udara yang lebih tinggi sedangkan pada penetasan telur ayam lebih rendah. Dari segi efisiensi , telur ayam akan menetas setelah dierami selama 21 hari saja, coba Anda bayangkan dengan telur itik yang memakan waktu sebanyak 28 hari. Anda telah membuktikan bahwa usaha penetasan telur ini dari segi biaya operasional akan lebih murah. Usaha penetasan telur ayam dapat dilakukan sebagai usaha sampingan rumah tangga, sebagai usaha profit oriented skala Usaha Kecil dan Menengah maupun usaha besar.
Agar DOC yang Anda hasilkan berkualitas unggulan, maka hendaknya indukan dari DOC tersebut adalah ayam kampung yang memiliki ciri- ciri berikut ini.
-Betina harus sehat dan kuat.
- Ayam jantan tegap dan berperawakan tinggi.
--betina juga harus subur dan telah diuji dapat bertelur banyak, serta menghasilkan telur yang berkualitasn dan sehat.
Adapun betina yang sudah bertelur dapat dikawinkan kembali dengan beberapa cara yang dianjurkan ahli peternakan, yaitu kawin masal, kawin dalam kandang, kawin ditemukan, dan inseminasi buatan. Dengan demikian produksi telur akan berkelanjutan dan berkesinambungan.
Dibutuhkan kesabaran dan keuletan untuk memulai usaha ini. Nah selamat berkarya!
Untuk mempercepat usaha produksi ayam kampung, selayaknya sebagai peternak ayam kampung profesional Anda melakukan inovasi seperti menetaskan telur ayam dengan mesin penetas, agar ayam betina yang telah bertelur tadi dapat kawin lagi kemudian kembali menetaskan telur. Begitu seterusnya.
Usaha penetasan ini dilakukan dengan menggunakan mesin penetas buatan bukan dengan cara alami dengan pengeraman induk ayam, disamping agar ayam betina dapat bertelur lagi, juga karena alasan ekonomis agar lebih memungkinkan dikembangkan sebagai sebuah usaha.
Penetasan telur ayam melalui mesin penetas telur sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan penetasan telur itik, pada penetasan telur itik diperlukan kelembaban udara yang lebih tinggi sedangkan pada penetasan telur ayam lebih rendah. Dari segi efisiensi , telur ayam akan menetas setelah dierami selama 21 hari saja, coba Anda bayangkan dengan telur itik yang memakan waktu sebanyak 28 hari. Anda telah membuktikan bahwa usaha penetasan telur ini dari segi biaya operasional akan lebih murah. Usaha penetasan telur ayam dapat dilakukan sebagai usaha sampingan rumah tangga, sebagai usaha profit oriented skala Usaha Kecil dan Menengah maupun usaha besar.
Agar DOC yang Anda hasilkan berkualitas unggulan, maka hendaknya indukan dari DOC tersebut adalah ayam kampung yang memiliki ciri- ciri berikut ini.
-Betina harus sehat dan kuat.
- Ayam jantan tegap dan berperawakan tinggi.
--betina juga harus subur dan telah diuji dapat bertelur banyak, serta menghasilkan telur yang berkualitasn dan sehat.
Adapun betina yang sudah bertelur dapat dikawinkan kembali dengan beberapa cara yang dianjurkan ahli peternakan, yaitu kawin masal, kawin dalam kandang, kawin ditemukan, dan inseminasi buatan. Dengan demikian produksi telur akan berkelanjutan dan berkesinambungan.
Dibutuhkan kesabaran dan keuletan untuk memulai usaha ini. Nah selamat berkarya!
Langganan:
Postingan (Atom)