Agar alat penetasan telur ayam bisa bekerja secara optimal, pengetahuan Anda mengenai seluk beluk alat tersebut akan sangat menentukan. Beberapa tips berikut ini bisa Anda pertimbangkan:
(1) Tempatkan alat penetasan telur ayam pada lokasi yang tidak terpapar sinar matahari langsung dan tidak terkena angin yang bisa menyebabkan perubahan suhu. Pastikan area yang ditempati cukup luas;
(2) Jagalah kebersihan alat penetasan telur ayam. Untuk membersihkannya, Anda bisa menggunakan larutan pembersih semisal Lysol, Desoderm, dll.
(3) Pentingnya melakukan kalibrasi untuk alat termostat dan higrometer sebelum alat tersebut dipakai sehingga bisa dipastikan terjamin keakuratannya ketika digunakan.
Pada waktu pengoperasian alat penetasan telur beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
(1) Pastikan tangan Anda bersih dari kotoran;
(2) Alat penetasan telah stabil. Bisa dengan mengoperasikannya terlebih dulu sebelum digunakan selama beberapa jam atau semalaman;
(3) Pastikan suhu telur sama dengan suhu ruangan. Bila telur sebelumnya ditempatkan di ruang dingin bisa diangin-anginkan terlebih dulu;
(4) Berilah tanda yang berbeda untuk masing-masing sisi telur dengan menggunakan pensil. Anda tidak perlu khawatir jika antar telur saling bersentuhan di dalam rak ketika proses pemutaran berlangsung ataupun saat pemindahan telur dilakukan karena hal tersebut bisa membantu meratakan suhu seluruh permukaan telur;
(5) Pengetesan fertilitas telur. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menyortir telur yang tidak fertil sehingga tidak lagi menyita tempat, waktu, maupun tenaga. Cara menentukan fertilitas suatu telur tergolong cukup mudah. Anda tinggal menempatkan lampu bohlam ke dalam kotak ataupun silinder paralon berdiameter 3 inchi dengan panjang 20 cm. Lalu tutup kedua ujung paralon tersebut dengan kayu dan dimur. Letakkan fitting lampu dan lampu bohlam di dalamnya (40 Watt) lalu di bagian tengah paralon, tepatnya di sisi atas paralon, dibuatkan lubang berdiameter sekitar 2 cm. Lubang inilah yang digunakan untuk menempatkan telur. Letakkan bagian telur yang tajam pada lubang tersebut. Untuk pengetesan fertilitas telur sebaiknya Anda lakukan di ruangan yang gelap dan dilakukan setelah 5 – 7 hari pasca ditempatkan di dalam alat penetasan telur. Tanda-tanda telur yang fertil dan bisa terus ditetaskan adalah yang mempunyai bintik hitam dan jalur-jalur darah yang halus.
Tampilkan postingan dengan label alat penetasan telur ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat penetasan telur ayam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 September 2011
Selasa, 02 Agustus 2011
Alat Penetas Telur Sederhana
Alat penetas telur yang selama ini dijual di toko harganya memang relatif mahal. Berkisar antara Rp. 700 ribu hingga Rp. 5 juta. Kali ini tidak ada salahnya jika Anda mencoba mendesain alat penetas telur sendiri. Meskipun sangat sederhana, namun setidaknya bisa membantu memperlancar usaha Anda beternak ayam. Berikut ini bagian-bagian yang harus disiapkan:
(1) Thermocontrol, berfungsi untuk mengontrol temperatur. Suhu yang dibutuhkan dalam inkubator berkisar antara 37,2°C - 37,8°C Sebaiknya Anda membeli yang kemampuan dialnya 50 °C karena lebih mudah dalam tuning suhunya.
(2) Elemen Pemanas, berfungsi untuk menaikkan suhu dalam ruangan sesuai batas yang dikehendaki. Alat yang paling sederhana yakni dengan menggunakan lampu bohlam. Hanya saja kekurangannya terletak pada daya rambat panasnya yang relatif lambat serta panas yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan panas yang diperlukan. Alternatif yang bisa dicoba yakni dengan menggunakan elemen pemanas pada kompor listrik yang berbentuk spiral kecil. Komponen ini sangat praktis dan mudah dirangkaikan. Daya rambat panasnya pun sangat cepat.
(3) Komponen pelengkap berupa kabel, dudukan lampu, lampu bohlam, dan saklar.
(4) Kotak inkubator. Bisa dibuat dari bahan MDF dengan dimensi: 30 x 24 x 50 cm. Jangan lupa menambahkan pintu lengkap dengan engselnya.
(5) Termometer, berfungsi untuk mengukur suhu. Harga di toko sangat bervariasi. Termometer yang terbuat dari air raksa dengan papan multi harganya sekitar Rp. 10 ribu sedangkan yang berbentuk batang seharga Rp. 12,5 ribu.
(6) Higrometer, berfungsi untuk mengukur kelembapan udara. Hanya saja harganya relatif mahal, yakni sekitar Rp. 200 ribu. Faktor kelembapan memang memegang peranan penting, khususnya dalam mempengaruhi pertumbuhan embrio. Yakni pada waktu proses penetasan yang berkaitan dengan kondisi kering atau tidaknya kulit telur. Kelembapan yang disyarakatkan adalah 60% atau 86°F - 87°F.
(7) Rak telur. Untuk dudukan telur bisa menggunakan bahan sterofoam yang dilubangi. Diameternya menyesuaikan, yang penting telur bisa berdiri tegak.
Selanjutnya semua bahan tersebut siap dirangkaikan menjadi alat penetas telur sederhana. Selamat berkreasi!
(1) Thermocontrol, berfungsi untuk mengontrol temperatur. Suhu yang dibutuhkan dalam inkubator berkisar antara 37,2°C - 37,8°C Sebaiknya Anda membeli yang kemampuan dialnya 50 °C karena lebih mudah dalam tuning suhunya.
(2) Elemen Pemanas, berfungsi untuk menaikkan suhu dalam ruangan sesuai batas yang dikehendaki. Alat yang paling sederhana yakni dengan menggunakan lampu bohlam. Hanya saja kekurangannya terletak pada daya rambat panasnya yang relatif lambat serta panas yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan panas yang diperlukan. Alternatif yang bisa dicoba yakni dengan menggunakan elemen pemanas pada kompor listrik yang berbentuk spiral kecil. Komponen ini sangat praktis dan mudah dirangkaikan. Daya rambat panasnya pun sangat cepat.
(3) Komponen pelengkap berupa kabel, dudukan lampu, lampu bohlam, dan saklar.
(4) Kotak inkubator. Bisa dibuat dari bahan MDF dengan dimensi: 30 x 24 x 50 cm. Jangan lupa menambahkan pintu lengkap dengan engselnya.
(5) Termometer, berfungsi untuk mengukur suhu. Harga di toko sangat bervariasi. Termometer yang terbuat dari air raksa dengan papan multi harganya sekitar Rp. 10 ribu sedangkan yang berbentuk batang seharga Rp. 12,5 ribu.
(6) Higrometer, berfungsi untuk mengukur kelembapan udara. Hanya saja harganya relatif mahal, yakni sekitar Rp. 200 ribu. Faktor kelembapan memang memegang peranan penting, khususnya dalam mempengaruhi pertumbuhan embrio. Yakni pada waktu proses penetasan yang berkaitan dengan kondisi kering atau tidaknya kulit telur. Kelembapan yang disyarakatkan adalah 60% atau 86°F - 87°F.
(7) Rak telur. Untuk dudukan telur bisa menggunakan bahan sterofoam yang dilubangi. Diameternya menyesuaikan, yang penting telur bisa berdiri tegak.
Selanjutnya semua bahan tersebut siap dirangkaikan menjadi alat penetas telur sederhana. Selamat berkreasi!
Langganan:
Postingan (Atom)