Jumat, 30 September 2011

Cara ternak Ayam Kampung

Banyak hal yang perlu diperhatikan jika menginginkan cara beternak ayam kampung intensif yang terbukti lebih modern dan menghasilkan produk yang baik. Tulisan ini adalah bagian dua dari tulisan dengan tema yang sama. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam beternak ayam kampung.

(1)   Perkandangan

Bangunan kandang yang dianjurkan dan memenuhi manajemen mutu adalah yang dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut.

  • Melindungi ternak ayam kampung dari berbagai hal yang merugikan, seperti terik matahari, hujan, angin, dan gangguan binatang buas.

  • Efisien, sehingga dapat mempermudah Anda dalam proses beternak sekaligus dalam masa pembesaran ayam.

  • Menghemat tempat, sehingga ayam tidak dipelihara secara umbaran (ekstensif)

  • Melindungi ayam dari kontak langsung dengan unggas lain.


Agar dapat membangun kandang dengan baik, diperlukan pengalaman dan  pengetahuan yang mencukupi. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam membangun kandang adalah.

  • Penempatan bangunan kandang jauh dari rumah penduduk setidaknya 20 meter.

  • Tidak lembab, becek, jauh dari gudang makanan agar tidak didatangi tikus.

  • Terisolasi dari lalu lintas umum, orang, dan hewan lain.

  • Tidak terbuka luas, karena kandang yang dibangun di tempat terbuka merugikan peternak.


Adapun kandang jika dilihat dari manajemen dan pemeliharaan, maka terbagi menjadi dua, yaitu kandang fase indukan dan kandang fase setelah indukan.

(2)   Manajemen Pemeliharaan Ternak Ayam kampung

Dalam unsur pemeliharaan ayam kampung, pertama Anda akan dihadapkan pada pilihan apakah Anda nanti dapat berproduksi secara optimal? Bila Anda menginginkan dapat berproduksi secara optimal, maka sebaiknya Anda memilih sistem pemeliharaan semi- instensif atau intensif. Tidak menggunakan cara ekstensif (tradisional), dengan mengumbar ayam kampung (dibiarkan secara liar).

Adapun dalam sistem semi instensif, Anda memelihara ayam kampung dalam kandang yang memiliki pagar, ada kontrol terhadap pakan yang dikonsumsi ayam dan kesehatan ayam.

Sedangkan pemeliharaan instensif, ayam kampung di pelihara dalam kandang sebagaimana ayam ras, ada kontrol kesehatan dan konsumsi pakan yang dijamin dengan mutu terbaik.

(3)   Kesehatan Ayam Kampung

Upayakan memberikan vaksinasi pada ayam kampung sehingga terhindar dari beberapa penyakit yang sering diidap oleh ayam kampung yaitu Flu Burung (Avian Influenza), Tetelo (Newcastle Disease/ ND),Infectious Bursal Disease (IBD), Infectious Bronchitis (IB), Infectous Coryza (IC), Mareks,Berak Kapur (Pullorum), Berak Darah (Coscidiosis), dan Chronic Respiratory Disease (CRD).

(4)   Pengelolaan Produksi

Manajemen yang baik dan terencana dapat menunjang keberhasilan produksi.

Aspek Produksi Bisnis Peternakan Ayam Kampung

Sebelum Anda memulai bisnis ayam kampung, sebaiknya Anda terlebih dahulu memulai mengenal aspek peternakan ayam kampung dengan baik. Agar Anda mempunyai pedoman standar produksi usaha peternakan untuk mengetahui perkembangan ayam kampung yang Anda pelihara. Apakah ayam- ayam yang Anda pelihara tersebut sesuai dengan standar produksi yang diberikan ataukah belum?

            Agar lebih jelas, mari kita mengenal apa define standar produksi. Standar produksi adalah ketentuan- ketentuan yang menunjukkan syarat agar dapat mempertahankan mutu produksi dengan baik.

Biasanya standar produksi peternakan ayam, mengacu kepada bobot badan, pertambahan bobot ayam, konsumsi pakan, rasio, konversi pakan (feed convertion ratio/FCR), dan deplesi (mortalitas dan apkir) (Masanto, Agus: 2008). Sebagai peternak Anda harus mempunyai catatan tersendiri tentang keadaan aktual ayam- ayam yang dipelihara dan dapat dibandingkan dengan standar produksi yang diberikan para pembibit.

Standar produksi sangat diperlukan agar Anda dapat mengontrol kondisi ayam kampung yang Anda pelihara. Sehingga, ketika bobot ayam kampung peternakan Anda berada dibawah standar produksi, Anda dapat memisahkannya dari ayam lain dan memberikan perlakuan khusus untuk meningkatkan bobot ayam.

Ada beberapa aspek yang perlu Anda perhatikan dalam memproduksi ayam kampung, diantaranya sebagai berikut.

(1)   Berat Badan (Bobot) / Kecepatan Tumbuh

Bobot badan dapat diketahui dengan melakukan penimbangan. Sebaiknya ayam ditimbang setiap 2-4 minggu. Hindari stres pada ayam ketika terjadi penimbangan. Ambil sampel dari 15 % ayam kampung yang Anda pelihara. Keterwakilan ini akan  mewakili hasil keseluruhan ayam kampung yang Anda pelihara.

(2)   Konsumsi Pakan

Konsumsi pakan yang Anda pelihara adalah jumlah pakan yang dimakan ayam dalam waktu tertentu. Setelah mengetahui jumlah pakan harian, Anda dapat memperkirakan jumlah pakan per hari yang Anda perlukan.

Sebagai contoh, konsumsi pakan harian ayam kampung per ekor pada hari ke 15 adalah 50 g. Jika  Anda memelihara 1200 ekor ayam, maka pada hari itu Anda memberikan pakan sebanyak 1200 X 50 g = 60000 g atau 60 kg.

(3)   Feed Convertion Ratio (FCR)/ konversi Pakan

Feed Convertion Ratio (FCR) adalah rasio konversi pakan merupakan istilah yang banyak digunakan untuk mengetahui efisiensi penggunaan pakan.

(4)   Deplesi

Deplesi merupakan gabungan dari mortalitas (kematian) dan ayam yang diapkir (tidak dipakai/ digunakan). Faktor tersebut menentukan banyaknya ayam saat dipanen.

Kamis, 29 September 2011

Sistem Produksi Berkesinambungan Pada Peternakan Ayam Kampung

Anda ingin memulai usaha di bidang peternakan ayam kampung? Namun, masih ragu karena ketidakpastian pasar yang biasanya terjadi di Indonesia, padahal barang yang Anda jual sifatnya tidak tahan lama (cepat membusuk). Maklum produksi pertanian adalah produksi “benda hidup”. Kini Anda tidak perlu khawatir, karena ada system produksi berkesinambungan yang menjadikan permintaan pasar sebagai patokan produksi. Tertarik?

System produksi berkesinambungan dinamakan dengan system produksi sekuensial atau system produksi kelompok. Sistem ini adalah sistem yang mendesain produk agar dapat dihasilkan sesuai permintaan pasar. Sehingga sistem ini menggunakan situasi dan kondisi pasar untuk tetap berproduksi. Artinya, produksi diawali oleh besar kecilnya permintaan pasar.

Berkebalikan dengan sistem ini, adalah sistem dengan pendekatan produksi. Peternak menghasilkan sekian banyak produk setelah itu baru mencari pasar. Cara ini agak berbahaya jika produksi yang dihasilkan adalah hasil peternakan. Misalnya, Anda memproduksi 1000 kg telur ayam kampung, tapi pemasaran belum pasti. Anda harus mencari pasar terlebih dahulu. Jika tidak ada pasar yang bisa menampung produksi daging sebanyak itu, apakah telur ayam kampung tadi dapat disimpan dalam jangka waktu lama? Karena itu banyak ahli marketing mensarankan agar pengusaha ternak ayam kampung menguasai pasar dulu, baru produksi didesain.

Landasan system produksi berkesinambungan adalah situasi dan kondisi pasar yang bersangkutan (Rasyaf, 2005). Situasi yang berkembang disini berkaitan dengan situasi nyata dan rencana. Situasi nyata disebut pangsa pasar. Misalnya, ayam kampung produksi peternakan Anda sudah dipesan dengan pasti per minggu 200 ekor. Sedangkan pasar yang masih dalam rencana adalah pasar yang belum Anda dapatkan secara pasti, misalnya Anda ingin mengembangkan pemasaran ayam kampung Anda dapat menembus pasar hotel berbintang.

Dasar tetap pegangan sistem berkesinambungan tetap pada situasi pasar. Jadi Anda harus memegang pasti informasi pasar. Beberapa syarat teknis yang perlu Anda ketahui adalah.

  1. Sistem berkesinambungan atau kelompok ini maksudnya adalah dalam satu kelompok atau satu angkatan produksi berisi ayam kampung dengan umur yang sama. Sedangkan kelompok lain dengan umur yang berbeda dari kelompok pertama dan seterusnya.

  2. Banyaknya jumlah kelompok ayam kampung dalam peternakan Anda sesuai dengan pasar yang Anda kuasai. Misalnya, Anda selama setahun memasarkan ayam kampung sebanyak 6 kali, maka jumlah kelompok Anda adalah 6 kelompok. Semakin banyak kelompok yang Anda miliki maka semakin sering Anda panen.

  3. Semakin banyak kelompok yang Anda terapkan maka Anda dituntut untuk menguasai pasar secara mantap. Kalaupun Anda sanggup membuka 12 kelompok dalam peternakan ayam kampung Anda. Maka Anda dapat menjual produksi Anda tiap bulan dengan pasar yang telah pasti.


Semoga sukses!

Penyediaan Kandang Ayam Potong

Kandang sangat penting bagi  kehidupan ternak yang kita pelihara manfaatnya. Apalagi jika Anda sudah memutuskan untuk berternak ayam potong  secara profesional maka keberadaan kandang ayam adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu sebelum membuat kandang Anda harus memperhatikan beberapa faktor.

Lokasi

Untuk memilih lokasi usaha peternakan ayam potong yang ideal, maka Anda dianjurkan untuk membuat kandang pada tempat yang memenuhi kualifikasi sebagai berikut.

n  Letak

Anda harus mengupayakan agar Lokasi kandang ayam jauh dari perumahan penduduk. agar Anda tidak terlibat konflik dengan penduduk, jika mereka keberatan dengan polusi, bau, dan debu ayam potong Anda. disamping itu Anda dapat mencegah kontaminasi berbagai penyakit yang dibawa oleh manusia, maupun binatang ternak lain seperti kambing, kerbau, sapi,anjing, angsa, dan bebek.

n  Sumber air

pilihlah lokasi yang memiliki sumber air cukup untuk memenuhi kebutuhan peternakan, apalagi di musim kemarau. Air adalah kebutuhan wajib bagi ayam potong. konsumsi jumlah air bergantung pada jenis ayam, jenis kelamin, bobot badan, cuaca dan umur.

n  Sirkulasi udara

Kandang ayam dituntut memiliki sirkulasi udara yang cukup dan bersih. Tidak lembab, dan gelap.Hal ini dapat diupayakan jika kandang ayam letaknya lebih tinggi dari lahan

sekelilingnya. Jauh dari pohon- pohon besar yang rimbun dan menghalangi matahari.

n  Mempunyai akses Jalan, jaringan listrik, telepon dan intenet

Mudahnya transportasi memudahkan segala bentuk aktivitas yang berhubungan dengan pengiriman DOC (bibit ayam), pakan, panen ayam, dan pemasaran hasil peternakan. jaringan listrik mempunyai fungsi untuk menjalankan pemanas, pompa air, peralatan kantor, dan kandang ayam. Telepon dan internet memudahkan komunikasi untuk memperluas jaringan.

n  Lingkungan Masyarakat

Izin dari masyarakat sekitar terhadap berdirinya peternakan di lingkungan sekitar mereka adalah sebuah keniscayaan. Lakukan pendekatan kepada lingkungan sekitar. Izin dan dukungan masyarakat terhadap peternakan adalah awal dari usaha peternakan ayam potong yang Anda miliki.

n  Keamanan

Pastikan bahwa lokasi tempat Anda memulai usaha peternakan memang benar- benar aman. Surveilah terlebih dahulu, gunakan jasa keamanan seperti satpam demi menjaga kelangsungan peternakan.

(bersambung)

Rabu, 28 September 2011

Program Vaksinasi pada Ayam Potong

Vaksinasi adalah salah satu keharusan yang dilakukan peternak ayam potong untuk mencegah terjangkitnya penyakit pada ayam potong. Banyak peternak ayam potong yang enggan untuk memvaksinasi ternaknya, dengan alasan mahal. Padahal jika wabah dan penyakit menjangkiti ayam potong, bukankah uang yang dikeluarkan lebih banyak? Sekaligus rentan mengalami kerugian.

Jadi jika Anda berniat untuk penjadi peternak ayam potong berikan vaksin yang dianjurkan. Walaupun masa hidup ayam potong sangat pendek, berkisar 5-7 minggu saja kemudian tiba masa panen.

Dalam keadaan normal, dimana penularan penyakit sangat rendah maka vaksinasi dilakukan lebih sedikit. Anda cukup melakukan vaksinasi tunggal ND (Newcastle Disease) pada ternak ayam potong, yaitu pada umur 4 hari melalui tetes mata, air minum, atau metode injeksi subcutan dan injeksi intramuskuler pada dada. Tetapi, jika dirasa resiko penularan tinggi, maka vaksinasi terhadap ND dilakukan dua kali, yakni umur 1 hari dan umur 3-4 minggu. Sedangkan vaksinasi IB (Infeksi Bronchitis), Gumboro, Marek, Coryza,Fowl Pox (cacar),ILT , IDS, dan AI (Avian Influenza). Berikut adalah table jadwal pemberian vaksinasi untuk ayam potong (broiler).

 

TABEL PEMBERIAN VAKSINASI



















































































































































































































































































 
Hari/MingguVaksinKeteranganSupplier
Hari 1-DOC masuk-
Hari 3Vaksin NB + IBTetes mataSHS
Hari 4Vaksin ND LasotaAir minum (1½  dosis)SHS
Hari 5Vaksin CocciSpray (tiap ekor DOC 10 gr) semprot di makanan ayam.Sterwin
Hari 16Vaksin Gumoro 228 EAir minum ( 1½ dosis)SHS
Hari 23Vaksin Gumoro 228 EAir minum ( 1½ dosis)SHS
Hari 28Vaksin ND LasotaSuntik dada ( 3 dosis)SHS
Hari 29Vaksin ND LasotaAir minum (1½  dosis)SHS
Hari 35Vaksin IBAir minum (3 dosis)SHS
Minggu 6/7Vaksin cacarTusuk sayap (1 dosis)Vaksindo
Minggu 8 (hr 56)Vaksin ND LasotaSuntik dada ( 3 dosis)SHS
Minggu 8 (hr 57)Vaksin ND LasotaAir minum (1½  dosis)SHS
Minggu 9Vaksin CoryzaSuntik paha (0,2 cc)SHS
Minggu 10Vaksin ILTTetes mata (1 dosis)SHS
Minggu 12Vaksin ND LasotaAir minum (3 dosis)SHS
Minggu 12/13Vaksin AISuntik dada (1 dosis)Vaksindo
Minggu 13Vaksin IBAir minum (3 dosis)SHS
Minggu 16Vaksin ND LasotaAir minum (3 dosis)SHS
 Vaksin ND+EDS+IBSuntik dada (1 dosis 0,3 cc)SHS
Minggu 17Vaksin CoryzaSuntik paha (1 dosis 1 cc)SHS
Vaksin ulangVaksin ND+IBSuntik dada (2 dosis)SHS
30 minggu   
50 mingguVaksin ND+IBSuntik dada (1½ dosis)SHS
Catatan:Vaksin Marek sudah dilakukan oleh Breeder.


                      Sumber: Saujani, dr. Glory Farm

Beberapa petunjuk yang perlu Anda lakukan dalam melakukan vaksinasi adalah sebagai berikut.

  1. Vaksinasi hanya ditujukan kepada ayam potong yang sehat saja.

  2. Bila pelaksanaan vaksinasi ayam potong melaui air minum, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:



  • Tempat minum harus steril  tapi tidak boleh dicuci dengan detergent, desinfektan, sabun, dan sejenisnya.

  • Air  minum yang dicampur dengan vaksin hendaknya bersih dari chloor, dan zat- zat lain. Gunakan air sumur biasa, bukan air mineral atau air ledeng.

  • Dua sampai empat jam sebelum vaksin, ayam potong harus dipuasakan dahulu.



  1. Jika vaksinasi menggunakan injeksi (suntikan), bersikap lembutlah terhadap ayam, jangan kasar agar ayam tidak stress.

  2. Vaksin harus terlindung dari sinar ultraviolet (matahari)

  3. Sesudah obat vaksin habis maka botol atau sisanya harus dimusnahkan dan dibakar.

  4. Gunakakan obat anti stress ayam potong setelah divaksinasi.

  5. Pelaksanaan vaksinasi.



  • Tetes mata


Vaksin diteteskan pada salah satu mata dengan menggunakan pipet. Jarak antara ujung pipet dan mata 1 cm.

  •    Tetes hidung


Penetesan dilakukan pada lubang hidung, dan pada saat dilakukan penetasan lubang hidung sebelah harus ditutup dengan jari, sehingga vaksin bisa langsung meresap.

  • Melalui air minum

  • Injeksi


Pada umumnya injeksi dilakukan pada dada dan paha ayam potong secara intramusculair (masuk kedalam otot). Cara ini lebih mudah dan efektif karena biasanya lebih tepat dengan dosis yang dianjurkan.

Melengkapi Prasarana Bisnis Ternak Ayam Potong

Bisnis ternak ayam potong akan berjalan dengan baik jika didukung dengan prasarana yang memadai. Anda perlu melengkapi prasaran bisnis ternak ayam potong sehingga dapat menjadi pondasi yang kuat bisnis ternak ayam potong Anda. Anda tidak perlu tergesa- gesa dalam melngkapi prasarana bisnis ternak ayam kampung. Persiapan yang matang dan terencana dapat membawa bisnis ternak ayam kampung Anda pada kesuksesan.

 

Tanah

Tanah, lahan, atau area tempat beternak ayam potong haruslah permanen. Anda tidak mungkin mencampurnya dengan rumah tempat tinggal, atau dekat dengan pemukiman pennduduk karena bau dan limbah dari peternakan ayam potong Anda akan mengganggu penduduk sekaligus menghambat bisnis ternak ayam potong Anda.

Ada beberapa syarat lahan yang layak untuk bisnis peternakan ayam potong Anda.

  • Dekat dengan sarana produksi dan pemasaran.


Area yang dekat dengan sarana dan keperluan produksi dapat menunjang pelaksaan bisnis ternak ayam potong. Anda tidak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk transportasi dan akomodasi.

  • Jauh dari keramaian atau area pemukiman penduduk


Ini adalah syarat utama berhasilnya bisnis ternak ayam potong Anda. Selain suasana yang tenang dapat menghindarkan ayam potong dari stres. Sebaliknya, kehadiran peternakan ayam potong di area pemukiman dapat mengganggu penduduk.

  • Area bisnis ternak ayam potong sesuai dengan peruntukannya


Anda harus cermat mendirikan peternakan ayam dan memilih lahan yang sesuai. Selidiki keperuntukan lahan tersebut. Perubahan cepat terjadi, misalnya area yang dulu berupa sawah dapat dengan cepat berdiri pemukiman penduduk. Sedangkan peternkan Anda baru berdiri dua tahun. Andapun belum memperoleh BEP. Oleh karena itu lihat keperuntukan lahan pada pemda setempat.

 

Modal bisnis

Siapkan modal awal yang memadai,atau jika Anda tak memiliki cukup uang maka adakan modal secara bertahap, dan perlahan- lahan namun terencana.

 

Pekerja

Anda harus memperhitungkan siapa yang akan mengurusi bisnis peternakan Anda kelak. Apakah Anda sendiri yang mengurusnya, atau Anda membutuhkan pekerja untuk membantu Anda dalam mengolah peternakan. Idealnya jika jumlah ternak ayam potong Anda 100 ekor atau lebih, maka Anda membutuhkan seorang pekerja. Bila jumlah ayam potong lebih dari itu pekerjakan dua pekerja dan begitu seterusnya. Para pkerja ini dapat pula mengolah ransum ternak.

 

Pemasaran

Anda sudah harus mulai melakukan survei pasar agar nanti produksi ayam potong Anda dapat tersalurkan dengan baik.

Selasa, 27 September 2011

Standar Produksi dan Penunjang Suksesnya Peternakan Ayam Potong

Dalam beternak ayam potong Anda akan dihadapkan dengan aspek- aspek teknis penunjang kesuksesan peternakan ayam potong yang Anda kelola, berikut ini adalah beberapa aspek teknis penunjang kesuksesan peternakan ayam potong, yaitu alat ukur kesuksesan peternakan ayam potong dan aspek teknis penunjang peternakan ayam potong.

  1. Kecepatan Tumbuh/ Bobot Ayam Kampung


Kecepatan tumbuh bisa diukur dengan berdasarkan berat badan yang dicapai dalam jangka tertentu. Sebagai contoh, peternak ayam kampung A, dalam waktu 8 minggu bisa menghasilkan ayam potong dengan berat 2,3 kg. Sedangkan peternak B, dalam waktu 8 minggu baru berhasil membesarkan ayam potong sebesar 1,6 kg. Dari sini dapat Anda lihat bahwa peternak A lebih berhasil, dan peternak B kemungkinan memiliki tata laksana yang kurang baik terhadap ternak ayam potongnya.

  1. Konversi Pakan


Jika angka konversi pakan pada peternakan Anda rendah ini merupakan indikasi keberhasilan dalam usaha ayam potong.

  1. Angka kematian (mortalitas)


Peternakan ayam potong yang memiliki angka mortalitas 1,5%- 2,5% dianggap masih dalam batas yang rendah, apalagi jika angka mortalitasnya mencapai angka 0%. Angka mortalitas yang rendah menunjukkan keberhasilan peternakan ayam potong. Namun jika angka mortalitas meninggi misalnya sampai 40% maka peternak perlu waspada dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu.

Adapun aspek- aspek teknis penunjang keberhasilan peternakan ayam potong adalah sebagai berikut.

  1. Siklus Produksi yang Berkesinambungan


Pendeknya siklus produksi menandakan keberhasilan dan keefisienan peternakan ayam potong. Misalnya, ayam potong mencapai produksi maksimal tidak lagi 8 minggu namun 6-7 minggu saja. Manajemen produksi berkesinambungan dapat diterapkan untuk menghindari kosongnya produksi ayam potong.

  1. Biaya Pakan


Biaya makan yang relatif rendah serta harga jual yang tinggi membuat peternakan ayam potong mendapat untung besar. Apalagi, jika terjadi peningkatan permintaan ayam potong di pasaran.

  1. Cara- cara pemberian pakan


Cara pemberian makan yang benar pada ayam potong dapat menghindari terjadinya pemborosan, dan mengefisiensi jumlah pakan ternak. Berikut pemberian pakan yang dianjurkan.

  • Pemberian pakan pada tempat dengan kontruksi benar dan tepat.

  • Pengisian makanan pada wadah makan sebaiknya tidak meluap dan secukupnya saja.



  1. Biaya pencegahan penyakit


Peternakan ayam potong yang profesional dan bermanajemen baik, pasti mengupayakan pencegahan penyakit pada ternak ayam potong. Seperti melakukan vaksinasi, sanitasi, dan penggunaan obat- obatan yang dicampur feed-suplemen dan lain sebagainya. Hal ini dapat menghindari terjadinya wabah penyakit yang malah menimbulkan pemborosan biaya lebih besar.