Tampilkan postingan dengan label kandang ayam potong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kandang ayam potong. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

Pemeliharaan Ayam Potong (Broiler) Pada Masa Finisher

Ketika ayam sudah mencapai umur 5 minggu, maka ayam potong sudah menginjak masa (akhir) finisher. Ransum makanan yang diberikan pun harus berubah pula, baik dari segi bentuk maupun kandungan vitamin yang ada di dalamnya. Sebab pada fase starter makanan yang diberikan kepada ayam porong adalah berbentuk butiran dan butiran pecah (crumble) tetapi fase kedua (finiseher) maka ransum yang dikonsumsi berbentuk biasa dengan kandungan gizi protein 26 % dan energy 300- 3200 kcal. Perubahan makanan dilakukan secara bertahap pada minggu ke lima, makanan ransum yang dikonsumsi sudah mencapai ransum yang diinginkan.

       Pelaksanaan dalam Pergantian Makanan Pada Ayam Potong

Ketika ayam memasuki umur 4 minggu, maka setiap hari pada minggu ke empat ransum makanan hari pertama diganti dengan ransum finisher sebanyak 15%. Jadi pada minggu ke empat pemberian ransum terdiri dari 15 % ransum finisher dan 85 % ransum starter. Hari kedua minggu keempat maka ransum makanan terdiri dari campuran ransum makanan fase finisher sebesar 30 % dan 70 % ransum starter. Hari ketiga minggu ke empat, ransum terdiri dari campuran 45 % makanan finisher dan 55 % makanan starter dan seterusnya. Pada saat itu besarnya makanan perlu disesuaikan secara bertahap. Jika pemberian ransum merata maka dapat dihindarkan ketidaseragaman dalam pertumbuhan. Usahakan agar memberikan makanan pada ayam potong pagi- pagi sekali karena hal ini meniarik bagi ayam kampong.

       Pengisian Tempat Makanan dan Frekuensi Pemberian Makan

Berikan makanan secara cukup dan teratur. Tuang makanan tidak melebihi separuh dari wadah makanan karena dapat menyebabkan berceceran dan tumpah. Dengan demikian jatah satu hari pemberian makanan tak boleh sekaligus, melainkan harus diatur hingga sampai empat kali sehari. Keuntungan memberikan makanan dengan cara tersebut adalah.

  • § Menghemat ransum, karena makanan tumpah atau tercecer dapat kita hindari    sedemikian rupa.

  • § Menghindari penumpukan kotoran di kandang ayam potong.

  • § Menambah nafsu makan ayam potong, namun jika diberikan sekaligus maka ayam potong cepat bosan.


Praktek pemberian makanan seperti tersebut diatas seskaligus mengontrol air minum dan keadaan ayam potong.

Kamis, 29 September 2011

Penyediaan Kandang Ayam Potong

Kandang sangat penting bagi  kehidupan ternak yang kita pelihara manfaatnya. Apalagi jika Anda sudah memutuskan untuk berternak ayam potong  secara profesional maka keberadaan kandang ayam adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu sebelum membuat kandang Anda harus memperhatikan beberapa faktor.

Lokasi

Untuk memilih lokasi usaha peternakan ayam potong yang ideal, maka Anda dianjurkan untuk membuat kandang pada tempat yang memenuhi kualifikasi sebagai berikut.

n  Letak

Anda harus mengupayakan agar Lokasi kandang ayam jauh dari perumahan penduduk. agar Anda tidak terlibat konflik dengan penduduk, jika mereka keberatan dengan polusi, bau, dan debu ayam potong Anda. disamping itu Anda dapat mencegah kontaminasi berbagai penyakit yang dibawa oleh manusia, maupun binatang ternak lain seperti kambing, kerbau, sapi,anjing, angsa, dan bebek.

n  Sumber air

pilihlah lokasi yang memiliki sumber air cukup untuk memenuhi kebutuhan peternakan, apalagi di musim kemarau. Air adalah kebutuhan wajib bagi ayam potong. konsumsi jumlah air bergantung pada jenis ayam, jenis kelamin, bobot badan, cuaca dan umur.

n  Sirkulasi udara

Kandang ayam dituntut memiliki sirkulasi udara yang cukup dan bersih. Tidak lembab, dan gelap.Hal ini dapat diupayakan jika kandang ayam letaknya lebih tinggi dari lahan

sekelilingnya. Jauh dari pohon- pohon besar yang rimbun dan menghalangi matahari.

n  Mempunyai akses Jalan, jaringan listrik, telepon dan intenet

Mudahnya transportasi memudahkan segala bentuk aktivitas yang berhubungan dengan pengiriman DOC (bibit ayam), pakan, panen ayam, dan pemasaran hasil peternakan. jaringan listrik mempunyai fungsi untuk menjalankan pemanas, pompa air, peralatan kantor, dan kandang ayam. Telepon dan internet memudahkan komunikasi untuk memperluas jaringan.

n  Lingkungan Masyarakat

Izin dari masyarakat sekitar terhadap berdirinya peternakan di lingkungan sekitar mereka adalah sebuah keniscayaan. Lakukan pendekatan kepada lingkungan sekitar. Izin dan dukungan masyarakat terhadap peternakan adalah awal dari usaha peternakan ayam potong yang Anda miliki.

n  Keamanan

Pastikan bahwa lokasi tempat Anda memulai usaha peternakan memang benar- benar aman. Surveilah terlebih dahulu, gunakan jasa keamanan seperti satpam demi menjaga kelangsungan peternakan.

(bersambung)

Senin, 15 Agustus 2011

Pakan Untuk Ternak Ayam Potong (Broiler)

Pakan merupakan salah satu factor utama dalam peternakan ayam potong, apalagi pengaruh terhadap pertumbuhan badan dan peningkatan tubuhnya dengan cepat. Sebenarnya ada 3 hal utama yang menunjang kesuksesan peternakan ayam, yaitu, sifat genetis, pemeliharaan, dan makanan; disamping yang tak bisa pula dikesmpingkan adalah pencegahan dan pemberantasan penyakit serta pemasaran.

Karena itu pemilihan bibit unggul harus pula diimbangi dengan pemberian pakan yang baik. Sifat genetis yang ada pada broiler seprti penambahan berat badan, dan laju pertumbuhan ayam potong yang memakan waktu singkat perlu didukung dengan adanya pakan ternak yang mencukupi dan bermutu.

Hal ini tidak berarti bahwa jumlah makanan dan mutu makanan dapat membentuk seekor ayam pedaging, dan seketika mengubah laju pertumbuhan rendah dengan menjadi penghasil daging yang cepat dalam waktu yang relative singkat. Melainkan kesalahan dan kekurangan makanan yang dapat mengubah sifat genetis kita,

Ayam potong dan unggas lain di Indonesia tidak dapat membuat zat- zat makanan sendiri. Lain halnya dengan tanaman yang sudah sejak lama memang mengeluarkan zat yang diperlukan dengan bantuan sinar matahari dan udara. Karena itu ternak ayam potong memerlukan makanan lain untuk memenuhi kebutuhan vitamin, kalori, zat mineral lain.

  1. Berbagai zat makanan yang diperlukan ayam potong yaitu protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin- vitamin.

  2. Berbagai bahan yang digunakan untuk menyusun ransum makanan ayam potong adalah dedak, jagung, bekatul, dan tepung ikan (jika tepung ikan dirasa sulit didapati maka dapat diganti dengan tepung darah, tepung daging, tepung susu skim), bungkil kacang kedelai, tepung tulang,tepung daun lamtoro dan grit.

  3. Pemilihan Bahan Penyusunan Ransum Ayam Potong, yaitu harus memenuhi beberapa persyaratan beriku ini:



  • Kualitas bagus, kandungan nilai gizi tinggi.

  • Bahan baku pakan segar dan tidak tengik.

  • Semua bahan harus digiling halus, sehingga ayam potong tak memilih bahan dengan butiran yang besar misalnya, sehingga konsentrat dan kadar protein tinggi ditinggal.

  • Bahan tidak kadaluarsa dan tidak terlampau  banyak mengandung serat kasar dan garam dapur. Karena bahan –bahan yang memiliki serat tinggi justru akan menghambat proses pencernaan, dan menghambat prosese absorpsi penguraian makanan.

  • Bahan yang dipilih tidak palsu.

Pemeliharaan Ayam Potong (Broiler) Pada Masa Starter

Program pemeliharaan ayam potong (broiler) adalah bagian terpenting dalam tata cara beternak ayam potong. Program pemeliharaan ayam potong itu dilakukan semenjak DOC (anak ayam) tiba di peternakan sampai dipasarkan. Untuk mempermudah pemeliharaan ayam potong, maka program pemeliharaan perlu dilakukan sesuai dengan fase hidup mereka, yaitu:

1.      Fase starter, umur 0-4 minggu.

2.      Fase finisher , umur 5 minggu sampai dipasarkan.

 

Pemeliharaan Fase Awal Pertumbuhan Ayam potong (Fase Starter)

Beberapa kegagalan pada fase starter adalah akibat dari kedinginan, kesalahan dalam pemberian makanan, kapasitas berkelebihan, perencanaan yang kurang matang. Kesemuanya ini akan menimbulkan efek negative,  yaitu kepekaan terhadap gangguan penyakit yang sulit diatasi, kelambatan pertumbuhan, dan lain- lain.

Oleh karena itu diperlukan persiapan yang matang dalam fase awal ini, dengan suatu persiapan, pengaturan dalam pemberian makanan secara tepat dan melakukan pencegahan penyakit

  • Persiapan Menjelang DOC Datang


Menjelang DOC tiba dipertenakan, maka semua peralatan yang sekiranya digunakan dalam proses pemeliharaan sudah disiapkan dan dalam keadaan steril sekaligus bersih. Persiapan meliputi penyediaan kandang, litter, dan sumber panas.

DOC harus diperlakukan secara halus agar tidak stress. Sebaiknya pemanas dicoba dinyalakan terlebih dahulu selama enam jam sebelumDOC datang dan suhu harus diatur stabil dengar mengukur suhu di sekitar brooder dengan thermometer. Selanjutnya DOC baru dimasukkan kandnag. Jika Anda ingin mengetahui apakah suhunya pas, maka Anda dapat melihat dari berkumpulnya DOC.

  • Cara Pemberian Minum yang Pertama


Pemberian minum diberikan kepada DOC yang baru saja tiba. Setelah DOC beristirahat, kurang lebih setelah 2-3 jam pertama. Berikan air gula dan obat anti stress karena DOC rentan terkena stress begitu tiba di peternakan. Campuran air gula tersebut sekitar 5-8%. Setelah air gula habis baru kemudian diberi multivitamin, antibiotika di dalam air minum. Hal ini dilakukan jika dipandang perlu.

  • Cara Pemberian Makan yang Pertama


Beri makan anak ayam setelah beristrahat dan dengan tahapan yang benar. Pada 3 hari pertama sebaiknya makanan ditebarkan diatas Koran, di dekat sumber pemanas. Setelah tiga hari kemudian letakkan makanan diatas nampan kecil (feed try). Ketika anak ayam berumur 10-12 hari tempat makanan yang hanya berupa nampan. Harus diganti dengan wadah yang bentuknya panjang bulat. Ransum makanan yang diberikan pada DOC yaitu dengan kadar pprotein 23% dan metabolism energy= 2800- 3000 kcal.

Cara pemberian makanan selanjutnya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara full feeding, yakni ternak ayam diberi makan tanpa suatu batasan tertentu hingga mereka dapat makanan yang sebanyak- banyanya. Yang kedua adalah secara terbatas, yaitu pemberian makanan sesuai dengan dosis dan aturan dari masing- masing farm yang membibit anak ayam potong.

pembuatan kandang ayam potong

Pada tulisan sebelumnya kita membahas tentang pemilihan lokasi untuk mendirikan kandang bagi ternak ayam potong. Pada tulisan kedua ini Anda akan kami ajak untuk mengenal bermacam- macam bentuk dan fungsi kandang sesuai dengan umur ayam potong. Berikut akan diuraikan satu persatu.

Bangunan Kandang Ayam untuk pemeliharaan ayam potong ada beberapa jenis sesuai dengan usia masing- masing ternak ayam, untuk umur 0-3 minggu, 3 minggu sampai 8 minggu, dan 8 minggu sampai  12  minggu. Berikut kebutuhan masing-masing ternak ayam potong sesuai dengan umurnya.

-          kandang untuk umur 0-3 minggu

Kandang ayam starter (0-3 minggu) biasanya menggunakan box, sehingga kandang untuk starter ini terbuat dari box sederhana atau bangunan yang agak besar (brooder -house).

  • Kandang dengan bentuk box biasanya terdiri kotak berkaki, terbuat dari papan atau pun bambu, dengan ukuran 50-100 cm, lebar 80-90 cm, panjang 150 -200 cm, dan tinggi 40 cm.

  • Kotak beralas lantai, bisa dibuat dari triplek beralaskan lantai plesteran. Kotak ini juga bisa dibuat dari bambu dengan tingkat kerenggangan 2 cm. kotak ini dibuat dengan ukuran tinggi 60 cm, lebar 80-90 cm, dan panjang 240 cm.

  • Semua kotak harus dilengkapi pemanas yang disebut sebagai brooder (indukan) karena kotak berisi pemanas tersebut berfungsi sebagai pengganti induk. Atur suhu ideal antara 30-32 cm. Jika Anda mendapati anak ayam menyebar di dalam box maka suhu yang Anda atur sudah ideal.Bila anak ayam tadi mengumpul berarti mereka kedinginan, sedangkan jika mereka menjauhi sumber panas berarti mereka kepanasan.

  • Jika starter yang dipelihara cukup besar, maka sebaiknya mempergunakan kandang berbentuk bangunan (brooder- house)


- Kandang untuk umur 3 minggu- 8 minggu

  • Kandang pada fase ini biasanya menggunakan model litter dan model panggung. Banyak petani di beberapa daerah seperti di Malang, Blitar, Kediri, Mojokerto, Tulungagung, Jombang, dan Surabaya, menjadikan fase ini sebagai fase terakhir pembesaran ayam potong.

  • Adapun kandang litter adalah kandang yang berlantai. Lantainya dari tanah. Posisinya menghadap ke pekarangan. Dinding bisa ditutup seluruhnya, dengan kombinasi bagian bawah kira- kira setengah meter rapat, sedangkan bagian atas berkisi- kisi. Kandang litter mebutuhkan perawatan serius dengan perhatian khusus pada sekam yang harus diganti tiga hari sekali.

  • Kandang panggung adalah kandang yang lantainya terpisah kurang lebih satu meter dari tanah. Lantai dibuat dari bilah- bilah bambu dan kayu kaso. Pemasangannya di beri celah sehingga kotoran ayam potong dapat jatuh kebawah. Kandang model ini memang praktis karena kebersihan dan perawatannya mudah. Hanya saja biaya pembuatannya mahal.


                          -Kandang untuk umur 8- 12 minggu

Pada fase ini biasanya peternak ayam potong menggunakan kandang model panggung ataupun kandang litter.

Selasa, 09 Agustus 2011

Mengenal Jenis Lantai Kandang Ayam Potong

Sebelum memulai untuk membuat kandang ayam potong, ada baiknya Anda menyimak sedikit informasi tentag jenis- jenis lantai kandang ayam potong yang sesuai dengan Anda.

Pada pokoknya ada dua macam lantai yang biasa dipakai oleh para peternak di Indonesia, yaitu lantai rapat (litter) dan lantai berlubang. Lantai rapat harus kuat, tidak cepat rusak dan tidak mudah menjadi lembab. Sedangkan lantai kayu berlubang biasanya terdapat pada kandang sistem baterai, dengan bahan kayu atau bambu dan lain sebagainya.

 

Lantai rapat

Lantai rapat bisa terdiri dari lantai tanah, adukan semen, dan pasir, atau dengan bahan kayu (papan).

a)      Lantai tanah

Cara pembuatan lantai ini adalah pertama- tama menempatkan batu koral, yaitu batu-batu kecil sebagai alas lantai bawah (fondasi). Setelah lantai tersebut didasari dengan batu, barulah ditutup dengan tanah yang dipadatkan dulu sampai rata. Maka setelah lantai tadi kering, kemudian beri lapisanyang terdiri dari campuran pasir dan kapur. Dengan cara inilah lantai kandang akan memiliki fungsi penghisap yang baik.

Kelebihan lantai tanah adalah cukup ekonomis, karena tenaga dan beaya lebih rumah.

Kelemahannya bila lantai terkena tumpahan minuman akan sulit dibersihkan. Lagipula lantai akan hanya bisa dilaksanakan di daerah yang berkondisi kering. Misalnya di daerah dataran rendah, yang tak dekat dengan sumber air.

b)      Lantai semen

Lantai kandang yang terbuat dari bahan adukan semen dan pasir. Cara pembuatan lantai tersebut, pertama- tama  seperti halnya pada lantai tanah, dimana pada bagian lantai dasar harus diberikan alas/ fondasi batu dan batu bata yang disusun rapi. Kemudian dasar batu tadi dplester atau ditutup dengan adukan semen dan pasir (spesi). Sesudah itu baru diberi lapisan penutup sekam sebagai litter.

Keuntungan lantai semen adalah tahan lama dan lantai yang basah atau kotor akibat tumpahan air mudah dibersihkan.

Adapun kekurangannya adalah kurang ekonomis karena biaya pembuatan tinggi.

c)      Lantai kayu (papan)

Lantai papan biasanya terbuat dari lantai litter pada kandang bertingkat, atau sistem kandang kolong. Papan sebagai bahan utama dari lantai kandang Anda haruslah dipilih dari kayu yang kuat dan disusun rapat- rapat. Apabila bahan kayu tidak kuat maka harus sering diganti. Jelaslah hal ini tidak ekonomis dan praktis.

 

Lantai renggang dan kandang baterei

a)      Lantai renggang pada umumnya dipakai pada kandnag baterei, lantai tersebut terbuat dari bahan kayu yang ukuran reng, bilah- bilah atau kawat.

b)      Baterai (cage)

Pada umumnya ayam potong, dipiara dalam kandang sistem postal. Akan tetapi mengingat usaha ayam potong semakin pesat akhir- akhir ini, maka perlu pemikiran baru ke arah yang lebih intensif.

Apalagi ayam potong banyak diusahakan di kota- kota dan sekitarnya. Pemilihan kandang cage (baterai) dapat digunakan sebagai solusi dari sempitnya lahan untuk peternakan.