Ingin mencoba bisnis ayam kampung sebagai usaha yang cukup menjanjikan? Sebelum mulai menerjunkan diri dalam bisnis ayam kampung, sebaiknya Anda mulai mempelajari prospek bisnis ayam kampung dengan jeli dan cermat.
Daging ayam kampung dan telur adalah salah satu komoditas unggulan yang sangat diperlukan pasar Indonesia. Sejalan dengan peningkatan kebutuhan masyarakat akan daging ayam kampung dan telur. Gaya hidup sehat sebagai tren yang berkembang saat ini membuat kebanyakan masyarkat menjatuhkan pilihannya kepada daging ayam kampung dan telur ayam kampung, disamping lebih enak, mengkonsumsi ayam kampung jauh lebih sehat dari pada ayam potong (broiler). Hal ini di sebabkan ayam potong banyak mengkonsumsi zat- zat kimia dan aditif dalam proses pembesaran.
Selain itu program peningkatan gizi dari pemerintah untuk anak- anak terus meningkat. Sehingga slogan sehari dengan tiga telur ayam kampung dan sayur, menggejala dimana- mana, mulai dari posyandu, PAUD, Puskesmas, dan sekolah- sekolah. Hal ini semakin meningkatkan permintaan pasar terhadap ayam kampung.
Masyarakat pedesaan malah sudah jauh- jauh hari membudidayakan ayam kampung sebagai bisnis walaupun masih dalam cara tradisional dan apa adanya. Mereka menjadikan ayam kampung sebagai bisnis yang cukup menjanjikan. Minimal, sebagai tabungan ketika nanti mereka membutuhkan uang. Kisaran harga ayam kampung saat ini adalah antara 75 /kg. Pada bulan Ramadhan dan lebaran harga ayam kampung malah melonjak sampai 95/ kg.
Wajar saja bila Anda pun tergiur untuk memulai bisnis ayam kampung. Disamping menjanjikan bisnis ini juga dapat dijalankan dengan mudah, namun Anda harus mempelajari cara beternak dan berbisnis ayam kampung dengan baik.
Berbeda dengan ayam potong, permintaan akan daging ayam kampung yang cukup tinggi terkadang tidak dapat dipenuhi oleh peternakan ayam kampung. Contohnya, jika bisnis peternakan ayam kampung Anda menghasilkan ayam sebanyak 750 ekor, per kali panen, dan pedagang meminta 1650 ekor, dapatkah Anda memenuhi permintaan sebanyak itu? Sedangkan ayam kampung harus dipelihara dahulu. Ketika Anda sedang beternak memenuhi permintaan, peluang tersebut dapat diambil oleh peternakan lain.
Inilah salah satu masalah dalam bisnis peternakan ayam kampung, namun Anda tidak boleh pesimis, karena hal ini dapat diatasi jika Anda mengerti bagaimana cara berbisnis ternak ayam kampung dengan baik.
Selasa, 27 September 2011
Senin, 26 September 2011
Tips Praktis Cara Ternak Ayam Kampung untuk Pemula
Margin keuntungan yang cukup menggiurkan dari bisnis beternak ayam kampung, membuat banyak pihak tergoda untuk mencoba menjalankan bisnis ini. Bagi Anda yang belum pernah sama sekali beternak ayam, tips praktik cara ternak ayam kampung berikut ini bisa membantu Anda untuk mulai menjalankan usaha tersebut:
(1) Pengadaan bibit. Bibit ayam kampung/Day Old Chicken (DOC/anakan ayam) bisa Anda dapatkan dengan menetaskan sendiri maupun membelinya dari peternak. Bisa pula Anda mencoba menetaskan sendiri karena ini lebih menguntungkan. Namun untuk mampu menetaskan DOC sendiri jelas dibutuhkan keahlian dan perlu ketersediaan mesin penetas telur. Untuk praktisnya, sementara Anda bisa membeli langsung DOC ke peternak sambil belajar cara menetaskan DOC sendiri.
(2) Pakan. Untuk menjamin ketersediaan pakan, pastikan pakan yang Anda siapkan terjamin kualitasnya. Begitu pula jika Anda membeli pakan instan. Jangan mudah tergoda dengan harga murahnya saja. Anda bisa mencari berbagai referensi agar memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai jenis pakan yang berkualitas untuk DOC.
(3) Kandang. Anda bisa membuat kandang sementara maupun kandang permanen. Yang terpenting perhatikan sirkulasi udaranya agar bisa berjalan baik, sinar matahari pagi bisa masuk dengan cukup, kelembapan udara terjaga, dan suhu udara sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk selalu memastikan kebersihan kandang. Lokasi kandang juga harus dijauhkan dari pemukiman. Hal ini untuk mencegah tercemarnya lingkungan sekitar akibat limbah yang dihasilkan. Misalnya limbah bau amoniak, kotoran ayam, dll.
(4) Pencegahan penyakit. Ada beberapa alternatif untuk menjaga DOC tetap dalam kondisi sehat. Di antaranya dengan melakukan biosecurity, program sanitasi, maupun vaksinasi.
(5) Pemasaran. Segmentasi pasar untuk ayam kampung sebenarnya sangat terbuka luas. Mulai dari warung, pengepul, pembeli ayam kampung keliling, pasar tradisional, bisa juga melalui koperasi peternak ayam.
Agar usaha Anda bisa berjalan sukses, Anda perlu membangun keyakinan bahwa Anda mampu menjalankan usaha ini sebaik mungkin. Termasuk kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko yang ada. Selanjutnya persiapkan mental dan kemampuan Anda untuk menyingkirkan segala rintangan yang mungkin terjadi. Dan yang tidak kalah penting, lengkapi wawasan Anda dengan banyak membaca berbagai referensi. Termasuk juga sharing dengan mereka yang telah sukses menerjuni usaha tersebut.
(1) Pengadaan bibit. Bibit ayam kampung/Day Old Chicken (DOC/anakan ayam) bisa Anda dapatkan dengan menetaskan sendiri maupun membelinya dari peternak. Bisa pula Anda mencoba menetaskan sendiri karena ini lebih menguntungkan. Namun untuk mampu menetaskan DOC sendiri jelas dibutuhkan keahlian dan perlu ketersediaan mesin penetas telur. Untuk praktisnya, sementara Anda bisa membeli langsung DOC ke peternak sambil belajar cara menetaskan DOC sendiri.
(2) Pakan. Untuk menjamin ketersediaan pakan, pastikan pakan yang Anda siapkan terjamin kualitasnya. Begitu pula jika Anda membeli pakan instan. Jangan mudah tergoda dengan harga murahnya saja. Anda bisa mencari berbagai referensi agar memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai jenis pakan yang berkualitas untuk DOC.
(3) Kandang. Anda bisa membuat kandang sementara maupun kandang permanen. Yang terpenting perhatikan sirkulasi udaranya agar bisa berjalan baik, sinar matahari pagi bisa masuk dengan cukup, kelembapan udara terjaga, dan suhu udara sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk selalu memastikan kebersihan kandang. Lokasi kandang juga harus dijauhkan dari pemukiman. Hal ini untuk mencegah tercemarnya lingkungan sekitar akibat limbah yang dihasilkan. Misalnya limbah bau amoniak, kotoran ayam, dll.
(4) Pencegahan penyakit. Ada beberapa alternatif untuk menjaga DOC tetap dalam kondisi sehat. Di antaranya dengan melakukan biosecurity, program sanitasi, maupun vaksinasi.
(5) Pemasaran. Segmentasi pasar untuk ayam kampung sebenarnya sangat terbuka luas. Mulai dari warung, pengepul, pembeli ayam kampung keliling, pasar tradisional, bisa juga melalui koperasi peternak ayam.
Agar usaha Anda bisa berjalan sukses, Anda perlu membangun keyakinan bahwa Anda mampu menjalankan usaha ini sebaik mungkin. Termasuk kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko yang ada. Selanjutnya persiapkan mental dan kemampuan Anda untuk menyingkirkan segala rintangan yang mungkin terjadi. Dan yang tidak kalah penting, lengkapi wawasan Anda dengan banyak membaca berbagai referensi. Termasuk juga sharing dengan mereka yang telah sukses menerjuni usaha tersebut.
Tips Memelihara Anak Ayam Kampung
Bukan rahasia lagi jika bisnis ayam kampung menjanjikan keuntungan yang cukup menggiurkan. Apabila Anda juga tertarik untuk mencoba peruntungan bisnis beternak ayam kampung, berikut ini akan dipaparkan tips memelihara anak ayam kampung:
(1) Persiapan. Persiapkan induk betina dan pejantan yang sehat. Cirinya antara lain: usianya masih muda, badannya montok, warna bulunya mengkilap, kondisi badannya bersih. Setelah terjadi proses perkawinan dan anak ayam menetas, ada dua pola pemeliharaan yang bisa Anda pilih. Pertama, anak ayam diasuk sendiri oleh induknya di alam terbuka. Kedua, anak ayam dipisahkan dari induknya dan dirawat khusus. Dengan cara ini Anda bisa lekas memanen hasilnya karena induk ayam tidak perlu mengasuh anaknya hingga berbulan-bulan sehingga ia bisa kembali bereproduksi. Oleh karena itu cara yang kedua ini sangat dianjurkan.
(2) Kandang. Setelah usia 4 – 6 hari, anak ayam bisa Anda pisahkan dari induknya. Pindahkan anak ayam tersebut ke dalam kandang secara hati-hati. Anda bisa membuatkan kandang dari kotak kayu dengan ukuran + 1 m2 untuk 10 ekor anak ayam. Perhatikan sirkulasi udara bisa berjalan dengan baik dan pastikan kandang selalu dalam kondisi bersih serta kering. Lubang sirkulasi udara tidak perlu terlalu besar karena bisa menyebabkan hewan pemangsa masuk ke dalam kandang dan memakan anak ayam. Untuk alas kandang bisa Anda kasih kulit padi maupun serutan kayu halus. Jangan lupa lengkapi dengan lampu penghangat (40 – 60 watt) sehingga anak ayam tidak mati kedinginan pada malam hari.
Pakan. Ketersediaan pakan harus senantiasa terjamin hingga anak ayam berusia 1 – 2 bulan. Untuk mempermudah, Anda bisa membeli pakan ayam di toko pakan unggas. Pilihlah jenis voor, yakni pakan khusus untuk anak ayam. Agar anak ayam bisa makan dengan nyaman dan tanpa berebut, sebaiknya Anda sediakan pakan dalam beberapa wadah. Siapkan pula air minumnya. Anak ayam tidak akan menciak keras jika mereka telah merasa nyaman. Oleh karena itu selalu pastikan kondisi sirkulasi udara selalu berjalan baik, demikian pula kebersihan kandang, tingkat kelembapan, maupun suhunya.
(1) Persiapan. Persiapkan induk betina dan pejantan yang sehat. Cirinya antara lain: usianya masih muda, badannya montok, warna bulunya mengkilap, kondisi badannya bersih. Setelah terjadi proses perkawinan dan anak ayam menetas, ada dua pola pemeliharaan yang bisa Anda pilih. Pertama, anak ayam diasuk sendiri oleh induknya di alam terbuka. Kedua, anak ayam dipisahkan dari induknya dan dirawat khusus. Dengan cara ini Anda bisa lekas memanen hasilnya karena induk ayam tidak perlu mengasuh anaknya hingga berbulan-bulan sehingga ia bisa kembali bereproduksi. Oleh karena itu cara yang kedua ini sangat dianjurkan.
(2) Kandang. Setelah usia 4 – 6 hari, anak ayam bisa Anda pisahkan dari induknya. Pindahkan anak ayam tersebut ke dalam kandang secara hati-hati. Anda bisa membuatkan kandang dari kotak kayu dengan ukuran + 1 m2 untuk 10 ekor anak ayam. Perhatikan sirkulasi udara bisa berjalan dengan baik dan pastikan kandang selalu dalam kondisi bersih serta kering. Lubang sirkulasi udara tidak perlu terlalu besar karena bisa menyebabkan hewan pemangsa masuk ke dalam kandang dan memakan anak ayam. Untuk alas kandang bisa Anda kasih kulit padi maupun serutan kayu halus. Jangan lupa lengkapi dengan lampu penghangat (40 – 60 watt) sehingga anak ayam tidak mati kedinginan pada malam hari.
Pakan. Ketersediaan pakan harus senantiasa terjamin hingga anak ayam berusia 1 – 2 bulan. Untuk mempermudah, Anda bisa membeli pakan ayam di toko pakan unggas. Pilihlah jenis voor, yakni pakan khusus untuk anak ayam. Agar anak ayam bisa makan dengan nyaman dan tanpa berebut, sebaiknya Anda sediakan pakan dalam beberapa wadah. Siapkan pula air minumnya. Anak ayam tidak akan menciak keras jika mereka telah merasa nyaman. Oleh karena itu selalu pastikan kondisi sirkulasi udara selalu berjalan baik, demikian pula kebersihan kandang, tingkat kelembapan, maupun suhunya.
Minggu, 25 September 2011
Mengenal Ayam Jago
Ayam jago merupakan salah satu jenis ayam aduan yang sangat populer. Tidak susah memang menemukan ayam ini karena bisa ditemui hampir di setiap masyarakat mana saja. Ada tiga karakter menonjol yang dimiliki ayam jago. Pertama, berkokok. Kokok ayam jago adalah dalam rangka memamerkan kejantanannya. Kebiasaan berkokok ini selalu dilakukan ayam jago di pagi hari setiap ia turun dari tempatnya bertengger. Setiap ada sahutan dari jago lain atau jenis ayam lainnya, selalu dianggapnya sebagai sebuah tantangan. Maka ayam jago akan menyambutnya dengan mengajaknya berlaga untuk menentukan siapakah yang terkuat di antara mereka. Kedua, memburu setiap betina di area kekuasaannya. Seekor ayam jago sanggup mengawini 8 – 12 ekor betina. Ketiga, rajin mencari makan tiada henti setiap harinya.
Karakter utama ayam jago yang memang ingin selalu menjadi ‘jagoan’ membuat ayam tersebut berpotensi dijadikan sebagai ayam aduan. Dan bagi penggemar ayam aduan, perawatan ayam pasca berlaga merupakan hal penting yang tidak bisa diabaikan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat ayam aduan pasca berlaga:
(1) Perawatan langsung pasca berlaga. Jika terdapat luka pada badan ayam, segera tetesi dengan antibiotik. Hindari pemberian obat luka semisal yodium karena akan meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu lama untuk mengeringkannya. Bisa juga antibiotik tersebut disuntikkan ke badan ayam. Bila terjadi perdarahan bisa segera dihentikan dengan bubuk kopi atau bila perlu dijahit. Pada luka jahitan bisa pula diteteskan antibiotik. Berikan pula gula merah sebagai tambahan karbohidrat sehingga bisa segera memulihkan staminanya. Jangan lupa untuk memisahkan ayam tersebut dari ayam lainnya. Setelah ayam pulih selera makannya, maka ia bisa kembali dikumpulkan dengan ayam lainnya.
(2) Sehari pasca berlaga. Secara umum ayam kehilangan selera makan pasca berlaga. Oleh karena itu Anda bisa memberinya larutan gula, sedikit susu cair, vitamin, dan mineral langsung ke temboloknya. Anda bisa menggunakan bantuan spet yang ujungnya telah disambungkan dengan selang kecil. Bila ayam tidak mau, maka jangan dipaksa. Biasanya kondisi ini berlangsung hingga hari ketiga. Baru pada hari keempat Anda bisa memberinya sedikit voer yang telah dicampur dengan susu cair. Hindari pemberian pakan yang teksturnya keras. Anda bisa memberikan gula merah, susu, vitamin serta mineral. Berikan pula air minum secara teratur.
Latihan setelah kondisi pulih kembali. Anda bisa melatih ayam tersebut minimal dua minggu pasca berlaga. Mulailah dengan latihan ringan. Yakni sparring ringan sekitar 10 menit. Berikan waktu istirahat yang cukup. Baru setelah kondisi pulih total, Anda bisa mengikutkannya di arena laga.
Karakter utama ayam jago yang memang ingin selalu menjadi ‘jagoan’ membuat ayam tersebut berpotensi dijadikan sebagai ayam aduan. Dan bagi penggemar ayam aduan, perawatan ayam pasca berlaga merupakan hal penting yang tidak bisa diabaikan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat ayam aduan pasca berlaga:
(1) Perawatan langsung pasca berlaga. Jika terdapat luka pada badan ayam, segera tetesi dengan antibiotik. Hindari pemberian obat luka semisal yodium karena akan meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu lama untuk mengeringkannya. Bisa juga antibiotik tersebut disuntikkan ke badan ayam. Bila terjadi perdarahan bisa segera dihentikan dengan bubuk kopi atau bila perlu dijahit. Pada luka jahitan bisa pula diteteskan antibiotik. Berikan pula gula merah sebagai tambahan karbohidrat sehingga bisa segera memulihkan staminanya. Jangan lupa untuk memisahkan ayam tersebut dari ayam lainnya. Setelah ayam pulih selera makannya, maka ia bisa kembali dikumpulkan dengan ayam lainnya.
(2) Sehari pasca berlaga. Secara umum ayam kehilangan selera makan pasca berlaga. Oleh karena itu Anda bisa memberinya larutan gula, sedikit susu cair, vitamin, dan mineral langsung ke temboloknya. Anda bisa menggunakan bantuan spet yang ujungnya telah disambungkan dengan selang kecil. Bila ayam tidak mau, maka jangan dipaksa. Biasanya kondisi ini berlangsung hingga hari ketiga. Baru pada hari keempat Anda bisa memberinya sedikit voer yang telah dicampur dengan susu cair. Hindari pemberian pakan yang teksturnya keras. Anda bisa memberikan gula merah, susu, vitamin serta mineral. Berikan pula air minum secara teratur.
Latihan setelah kondisi pulih kembali. Anda bisa melatih ayam tersebut minimal dua minggu pasca berlaga. Mulailah dengan latihan ringan. Yakni sparring ringan sekitar 10 menit. Berikan waktu istirahat yang cukup. Baru setelah kondisi pulih total, Anda bisa mengikutkannya di arena laga.
Usaha Ternak Ayam Potong
Prospek bisnis ayam potong yang cukup menjanjikan, membuat usaha ternak ayam potong makin diminati. Apalagi konsumsi daging ayam potong di negeri ini cenderung tinggi. Jika Anda berminat menekuni usaha ini, beberapa tips yang bisa Anda jalankan antara lain sebagai berikut:
(1) Pemilihan lokasi. Lokasi kandang sebaiknya berada pada area lahan kering, bukan di daerah persawahan. Jika kandang berada pada lahan basah maka tiang-tiang kandang yang terbuat dari bambu atau kayu akan cepat rusak. Namun jika Anda menggunakan tiang-tiang kandang yang terbuat dari batang pohon kelapa, lokasi kandang bisa ditempatkan di lahan basah karena penyangganya terbuat dari beton. Hanya saja biayanya lebih mahal. Tidak ada salahnya Anda membeli kandang bekas agar bisa meminimalisasi modal. Anda bisa memulai dengan menyiapkan kandang yang berkapasitas 4000 ekor.
(2) Pembibitan. Anda bisa menjalin kerja sama dengan peternak pembibitan dengan sistim bagi hasil. Hal ini akan mempermudah Anda karena peternak pembibitan biasanya sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan selama pemeliharaan ternak, termasuk juga pemasarannya.
(3) Menyiapkan pekerja. Jika kapasitas kandang ayam adalah 4000 ekor, maka isilah kandang dengan 3700 ekor ayam potong. Untuk jumlah tersebut biasanya pekerja yang dibutuhkan sejumlah dua orang. Masing-masing pekerja bisa digaji Rp. 600 ribu. Jangan lupa untuk selalu mengontrolnya setiap hari, khususnya di waktu sore saat ayam sedang diberi pakan.
(4) Proses pelaksanaan. Persiapkan kandang terlebih dahulu dengan menggelar terpal pada seluruh permukaan kandang. Lalu taburi gabah di atasnya. Lapisi juga dinding kandang dengan terpal. Hal ini untuk menjaga agar kandang tetap hangat. Bisa juga dengan menempatkan kompor khusus penghangat ayam. Pemberian pakan dan air minum dilakukan setiap pagi dan sore dicampur dengan obat anti stress. Vaksinasi dilakukan pada hari ke-4 atau ke-5 (vaksin Ende, diteteskan pada mata), hari ke-12 (vaksin Rumboru dicampurkan pada susu skin untuk pertumbuhan bulu ayam), hari ke-18 (vaksin Ende dicampurkan pada susu skin).
(5) Pemanenan, biasanya bisa dilakukan sebanyak enam kali dalam satu tahun.
(6) Pemasaran. Anda bisa memanfaatkan kerja sama dengan peternak pembibitan tersebut.
(1) Pemilihan lokasi. Lokasi kandang sebaiknya berada pada area lahan kering, bukan di daerah persawahan. Jika kandang berada pada lahan basah maka tiang-tiang kandang yang terbuat dari bambu atau kayu akan cepat rusak. Namun jika Anda menggunakan tiang-tiang kandang yang terbuat dari batang pohon kelapa, lokasi kandang bisa ditempatkan di lahan basah karena penyangganya terbuat dari beton. Hanya saja biayanya lebih mahal. Tidak ada salahnya Anda membeli kandang bekas agar bisa meminimalisasi modal. Anda bisa memulai dengan menyiapkan kandang yang berkapasitas 4000 ekor.
(2) Pembibitan. Anda bisa menjalin kerja sama dengan peternak pembibitan dengan sistim bagi hasil. Hal ini akan mempermudah Anda karena peternak pembibitan biasanya sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan selama pemeliharaan ternak, termasuk juga pemasarannya.
(3) Menyiapkan pekerja. Jika kapasitas kandang ayam adalah 4000 ekor, maka isilah kandang dengan 3700 ekor ayam potong. Untuk jumlah tersebut biasanya pekerja yang dibutuhkan sejumlah dua orang. Masing-masing pekerja bisa digaji Rp. 600 ribu. Jangan lupa untuk selalu mengontrolnya setiap hari, khususnya di waktu sore saat ayam sedang diberi pakan.
(4) Proses pelaksanaan. Persiapkan kandang terlebih dahulu dengan menggelar terpal pada seluruh permukaan kandang. Lalu taburi gabah di atasnya. Lapisi juga dinding kandang dengan terpal. Hal ini untuk menjaga agar kandang tetap hangat. Bisa juga dengan menempatkan kompor khusus penghangat ayam. Pemberian pakan dan air minum dilakukan setiap pagi dan sore dicampur dengan obat anti stress. Vaksinasi dilakukan pada hari ke-4 atau ke-5 (vaksin Ende, diteteskan pada mata), hari ke-12 (vaksin Rumboru dicampurkan pada susu skin untuk pertumbuhan bulu ayam), hari ke-18 (vaksin Ende dicampurkan pada susu skin).
(5) Pemanenan, biasanya bisa dilakukan sebanyak enam kali dalam satu tahun.
(6) Pemasaran. Anda bisa memanfaatkan kerja sama dengan peternak pembibitan tersebut.
Sabtu, 24 September 2011
Kunci Sukses Pemasaran Ayam Potong
Tahap akhir dari pemeliharaan ayam potong adalah pemasaran. Tahap ini memegang peranan yang tidak kalah pentingnya dari dua tahapan sebelumnya, yakni aktifitas pra panen dan saat panen. Kegagalan dalam pemasaran ayam potong juga akan berimbas pada kegagalan total usaha ini. Oleh karena itu pemasaran harus direncanakan seefisien mungkin.
Yakni terjadwal dan tepat waktu, meminimalisasi waktu dalam proses pengangkatan ayam dari kandang, menekan biaya serendah mungkin serta memastikan produk sampai ke tangan konsumen tetap dengan kualitas yang terjamin. Pemasaran yang efisien dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah struktur pasar, lembaga tata niaga yang terlibat, dan transmisi harga. Keterlambatan sekecil apapun dalam pemasaran jelas akan menambah biaya produksi, khususnya biaya untuk pakan.
Usaha ternak ayam potong (broiler/ras) memang memiliki prospek keuntungan yang cukup menjanjikan. Dalam pengelolaan ternak ayam potong biasanya dijalankan dalam bentuk usaha mandiri atau bisa secara plasma inti. Pada pengelolaan secara mandiri (peternak mandiri), seluruh aktifitas pemeliharaan ayam hingga pada tahap pemasaran, seluruh modalnya ditanggung oleh peternak itu sendiri. Adapun secara plasma inti (peternak plasma inti), posisi pihak peternak sebagai plasma sedangkan perusahaan pakan dan perusahaan yang bergerak dalam pemasaran Day Old Chicken (DOC/anakan ayam) menjadi intinya.
Keduanya kemudian melakukan kontrak kerja sama, yakni menyangkut kontrak harga jual ayam potong saat dijual. Jika harga di pasar ternyata di bawah harga jual kontrak, maka peternak akan tetap mendapatkan harga jual sebagaimana saat ditandatanganinya kontrak. Namun jika sebaliknya, harga di pasar ternyata jauh lebih tinggi daripada harga jual kontrak, maka peternak tetap mendapatkan harga jual kontrak ditambah insentif dari pihak perusahaan.
Pada praktik pengelolaan secara plasma inti, peternak hanya bertanggung jawab dalam penyediaan kandang dan tenaga. Adapun biaya operasional semisal pemeliharaan DOC, pakan, maupun obat-obatan, semuanya ditanggung oleh perusahaan. Model pengelolaan ini sangat cocok dijalankan oleh para peternak dengan kemampuan modal yang terbatas karena bisa meminimalisasi risiko kegagalan. Selain itu, pengelolaan secara plasma inti juga bisa meningkatkan efisiensi dalam aspek pemasaran.
Yakni terjadwal dan tepat waktu, meminimalisasi waktu dalam proses pengangkatan ayam dari kandang, menekan biaya serendah mungkin serta memastikan produk sampai ke tangan konsumen tetap dengan kualitas yang terjamin. Pemasaran yang efisien dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah struktur pasar, lembaga tata niaga yang terlibat, dan transmisi harga. Keterlambatan sekecil apapun dalam pemasaran jelas akan menambah biaya produksi, khususnya biaya untuk pakan.
Usaha ternak ayam potong (broiler/ras) memang memiliki prospek keuntungan yang cukup menjanjikan. Dalam pengelolaan ternak ayam potong biasanya dijalankan dalam bentuk usaha mandiri atau bisa secara plasma inti. Pada pengelolaan secara mandiri (peternak mandiri), seluruh aktifitas pemeliharaan ayam hingga pada tahap pemasaran, seluruh modalnya ditanggung oleh peternak itu sendiri. Adapun secara plasma inti (peternak plasma inti), posisi pihak peternak sebagai plasma sedangkan perusahaan pakan dan perusahaan yang bergerak dalam pemasaran Day Old Chicken (DOC/anakan ayam) menjadi intinya.
Keduanya kemudian melakukan kontrak kerja sama, yakni menyangkut kontrak harga jual ayam potong saat dijual. Jika harga di pasar ternyata di bawah harga jual kontrak, maka peternak akan tetap mendapatkan harga jual sebagaimana saat ditandatanganinya kontrak. Namun jika sebaliknya, harga di pasar ternyata jauh lebih tinggi daripada harga jual kontrak, maka peternak tetap mendapatkan harga jual kontrak ditambah insentif dari pihak perusahaan.
Pada praktik pengelolaan secara plasma inti, peternak hanya bertanggung jawab dalam penyediaan kandang dan tenaga. Adapun biaya operasional semisal pemeliharaan DOC, pakan, maupun obat-obatan, semuanya ditanggung oleh perusahaan. Model pengelolaan ini sangat cocok dijalankan oleh para peternak dengan kemampuan modal yang terbatas karena bisa meminimalisasi risiko kegagalan. Selain itu, pengelolaan secara plasma inti juga bisa meningkatkan efisiensi dalam aspek pemasaran.
Jumat, 23 September 2011
Standarisasi Rumah Potong Ayam
Saat ini berbagai langkah positif untuk mendukung suksesnya swasembada daging telah dilakukan oleh banyak pihak. Antara lain melalui pengadaan bibit ternak unggul, stok pakan yang bermutu, perbaikan menejemen, termasuk standardisasi Rumah Potong Ayam (RPA). Standardisasi RPA sangat penting mengingat tingkat konsumsi daging ayam nasional sekarang ini didominasi oleh daging ayam. Melalui standardisasi RPA diharapkan daging ayam yang beredar di pasaran benar-benar aman dikonsumsi, halal, dan sekaligus bermutu.
Sebagian besar RPA yang ada di Indonesia saat ini belum memenuhi standar. Padahal keberadaan RPA merupakan salah satu titik kritis tempat penyebaran virus flu burung. Parahnya lagi dari 1,5 miliar ayam yang dipotong dalam tiap tahunnya hanya 300 juta ayam yang dipotong di RPA. Sisanya, yakni sekitar 1,2 miliar ayam dipotong di sembarang tempat. Selain tidak terjamin standar pemotongannya, pemotongan ayam di sembarang tempat juga bisa mencemari lingkungan. Fakta inilah yang berhasil diungkap oleh Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia.
Maraknya pemotongan ayam di sembarang tempat merupakan dampak minimnya ketersedian RPA. Saat ini jumlah RPA yang ada di Indonesia baru 50 unit saja. Padahal idealnya, RPA seharusnya tersedia di setiap pasar. Yakni mengambil lokasi yang berjauhan dengan pemukiman tetapi dekat dengan area pasar. RPA yang terstandar memiliki tempat penampungan ayam, tempat penyembelihan, area pembuangan limbah, serta pemisahan jerohan. RPA memang harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya tidak berada di dalam kota yang padat penduduk, letaknya lebih rendah daripada pemukiman penduduk, tidak dekat dengan industri logam dan kimia, tidak berada di kawasan rawan banjir maupun area yang tercemar, dan memiliki luas lahan yang cukup.
Dengan demikian pemotongan ayam di RPA akan memenuhi standar kesehatan dan kualitas ayam pun dipastikan terjamin. Sehingga ayam layak dikonsumsi dan terbebas dari penyakit. Berbeda halnya jika pemotongan dilakukan di luar RPA. Dari segi kesehatan sangat diragukan. Bisa jadi ayam sudah tercemar bakteri sehingga daging mudah rusak dan tidak tahan lama.
Sebagian besar RPA yang ada di Indonesia saat ini belum memenuhi standar. Padahal keberadaan RPA merupakan salah satu titik kritis tempat penyebaran virus flu burung. Parahnya lagi dari 1,5 miliar ayam yang dipotong dalam tiap tahunnya hanya 300 juta ayam yang dipotong di RPA. Sisanya, yakni sekitar 1,2 miliar ayam dipotong di sembarang tempat. Selain tidak terjamin standar pemotongannya, pemotongan ayam di sembarang tempat juga bisa mencemari lingkungan. Fakta inilah yang berhasil diungkap oleh Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia.
Maraknya pemotongan ayam di sembarang tempat merupakan dampak minimnya ketersedian RPA. Saat ini jumlah RPA yang ada di Indonesia baru 50 unit saja. Padahal idealnya, RPA seharusnya tersedia di setiap pasar. Yakni mengambil lokasi yang berjauhan dengan pemukiman tetapi dekat dengan area pasar. RPA yang terstandar memiliki tempat penampungan ayam, tempat penyembelihan, area pembuangan limbah, serta pemisahan jerohan. RPA memang harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya tidak berada di dalam kota yang padat penduduk, letaknya lebih rendah daripada pemukiman penduduk, tidak dekat dengan industri logam dan kimia, tidak berada di kawasan rawan banjir maupun area yang tercemar, dan memiliki luas lahan yang cukup.
Dengan demikian pemotongan ayam di RPA akan memenuhi standar kesehatan dan kualitas ayam pun dipastikan terjamin. Sehingga ayam layak dikonsumsi dan terbebas dari penyakit. Berbeda halnya jika pemotongan dilakukan di luar RPA. Dari segi kesehatan sangat diragukan. Bisa jadi ayam sudah tercemar bakteri sehingga daging mudah rusak dan tidak tahan lama.
Langganan:
Postingan (Atom)