Selasa, 02 Agustus 2011

Desain Kandang Ayam Kampung Berdasarkan Pertambahan Umur

Selama ini peternak ayam tradisional lebih memilih pemeliharaan ayam secara ekstensif, yakni dibiarkan bebas berkeliaran di alam terbuka. Dari sisi efektifitas, model pemeliharaan seperti ini kurang menunjang produktifitas ayam. Sebab peternak sulit melakukan kontrol terhadap ayam. Khususnya dari segi asupan makanan maupun dalam menjaga kesehatan ayam. Seiring dengan perkembangan, sekarang ini peternak akhirnya mulai beralih ke model pemeliharaan secara intensif. Yakni model pemeliharaan ayam dengan menggunakan kandang. Model pemeliharaan secara intensif ternyata lebih menguntungkan karena dinilai lebih produktif sekaligus lebih efektif dalam pemeliharaan.

 

Berdasarkan usia pertumbuhan ayam, kandang ayam kampung dibagi menjadi beberapa kategori. Di antaranya: kandang untuk usia 1–20 hari, 21–40 hari, 41–60 hari, 61–90 hari, serta kandang untuk karantina.

 

(1)  Kandang untuk usia 1–20 hari. Model kandang ini lebih dikenal dengan istilah boks karena modelnya memang berbentuk kotak dan tertutup dilengkapi kaki setinggi 20-25 cm dari permukaan tanah. Kandang terbuat dari bilah bambu dengan jarak 2 cm. Bagian bawah kandang dialasi dengan kardus atau bungkus semen. Ukuran ideal kandang untuk 1m2 dihuni oleh 40-45 ekor DOC dan bisa dikurangi 5 ekor tiap minggunya. Lengkapi pula dengan lampu penghangat agar DOC tidak merasa kedinginan.

 

(2)  Kandang untuk usia 21-60 hari. Ada dua model kandang yang bisa digunakan pada usia tersebut. Yakni model boks dengan kaki seperti pada usia 1-20 hari serta model litter (tanpa kaki). Jika Anda memilih model litter, maka alas yang berupa tanah sebaiknya dicampuri dengan sekam, kapur, atau pasir. Masing-masing model tersebut memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun yang penting Anda perhatikan adalah ukuran kepadatan kandang. Kapasitas kandang idealnya untuk 1m2 adalah 30-35 ekor dan sebaiknya dikurangi 5 ekor tiap minggunya.

 

(3)  Kandang untuk usia 61-90 hari. Model kandang yang biasa dipakai pada usia ini adalah berbentuk panggung dan litter. Untuk kapasitas ideal kandang ukuran 1m2 adalah 7-10 ekor dan berkurang 1 ekor setiap minggunya. Sehingga pada hari ke-90 untuk ukuran 1m2 hanya terdapat 5-7 ekor ayam.

 

Kandang karantina. Kandang ini khusus untuk ayam yang terjangkit penyakit maupun yang luka.

Alat Penetas Telur Sederhana

Alat penetas telur yang selama ini dijual di toko harganya memang relatif mahal. Berkisar antara Rp. 700 ribu hingga Rp. 5 juta. Kali ini tidak ada salahnya jika Anda mencoba mendesain alat penetas telur sendiri. Meskipun sangat sederhana, namun setidaknya bisa membantu memperlancar usaha Anda beternak ayam. Berikut ini bagian-bagian yang harus disiapkan:
(1) Thermocontrol, berfungsi untuk mengontrol temperatur. Suhu yang dibutuhkan dalam inkubator berkisar antara 37,2°C - 37,8°C Sebaiknya Anda membeli yang kemampuan dialnya 50 °C karena lebih mudah dalam tuning suhunya.
(2) Elemen Pemanas, berfungsi untuk menaikkan suhu dalam ruangan sesuai batas yang dikehendaki. Alat yang paling sederhana yakni dengan menggunakan lampu bohlam. Hanya saja kekurangannya terletak pada daya rambat panasnya yang relatif lambat serta panas yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan panas yang diperlukan. Alternatif yang bisa dicoba yakni dengan menggunakan elemen pemanas pada kompor listrik yang berbentuk spiral kecil. Komponen ini sangat praktis dan mudah dirangkaikan. Daya rambat panasnya pun sangat cepat.
(3) Komponen pelengkap berupa kabel, dudukan lampu, lampu bohlam, dan saklar.
(4) Kotak inkubator. Bisa dibuat dari bahan MDF dengan dimensi: 30 x 24 x 50 cm. Jangan lupa menambahkan pintu lengkap dengan engselnya.
(5) Termometer, berfungsi untuk mengukur suhu. Harga di toko sangat bervariasi. Termometer yang terbuat dari air raksa dengan papan multi harganya sekitar Rp. 10 ribu sedangkan yang berbentuk batang seharga Rp. 12,5 ribu.
(6) Higrometer, berfungsi untuk mengukur kelembapan udara. Hanya saja harganya relatif mahal, yakni sekitar Rp. 200 ribu. Faktor kelembapan memang memegang peranan penting, khususnya dalam mempengaruhi pertumbuhan embrio. Yakni pada waktu proses penetasan yang berkaitan dengan kondisi kering atau tidaknya kulit telur. Kelembapan yang disyarakatkan adalah 60% atau 86°F - 87°F.
(7) Rak telur. Untuk dudukan telur bisa menggunakan bahan sterofoam yang dilubangi. Diameternya menyesuaikan, yang penting telur bisa berdiri tegak.
Selanjutnya semua bahan tersebut siap dirangkaikan menjadi alat penetas telur sederhana. Selamat berkreasi!

Mengintip Rumah Potong Ayam Sierad

Rumah Potong Ayam (RPA) PT. Sierad Produce Tbk yang terletak di Parung, Bogor ini merupakan RPA ketiga yang terbesar di Indonesia. RPA Sierad terkenal sangat menjaga mutu dan kebersihannya. Bahkan telah mendapatkan sertifikat HACCP dan ISO 9001. Demikian pula dalam masalah kehalalannya, RPA Sierad sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Bahkan masalah kehalalan, RPA Sierad menjadikannya sebagai prioritas dan menjamin semua proses telah dijalankan sesuai persyaratan halal. Sehingga meskipun sudah menerapkan teknologi modern, RPA Sierad tetap tidak mengabaikan masalah kehalalan. Dengan demikian, umat muslim tidak perlu ragu lagi ketika mengkonsumsi daging ayam yang disembelih di RPA Sierad.

RPA Sierad yang telah berdiri sejak tahun 1985 lalu memiliki kapasitas pemotongan yang terbilang sangat besar, yakni 8000 ekor ayam per jam. Bahkan tahun ini kapasitas tersebut dinaikkan menjadi 12.000 ekor ayam per jamnya.  Proses pemotongan ayam yang diberlakukan di RPA Sierad meliputi pembersihan dengan menggunakan air panas, pembersihan bulu, pengeluaran jerohan dan organ dalam lainnya, pemotongan, pemotongan tulang, dan pembekuan.

Konsumsi daging ayam di Indonesia ternyata masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan Singapura maupun Malaysia. Konsumsi daging per kapita di Indonesia baru 5 kg per tahun. Padahal idealnya seharusnya bisa mencapai 15 kg per tahun. Sedangkan konsumsi daging ayam di Singapura sudah sebesar 30 kg per tahun. Bahkan Malaysia mencapai 38 kg per tahun.

Dari 1,1 miliar ekor ayam yang dikonsumsi masyarakat Indonesia per tahunnya, ternyata hanya 10% saja yang dihasilkan oleh RPA. Adapun sisanya dihasilkan dari pasar tradisional. Oleh karena itu Keberadaan RPA diharapkan mampu menstimulasi konsumsi daging ayam di tanah air. Hanya saja investor yang tertarik untuk menanamkan sahamnya di RPA masih minim karena dukungan insentif dari pemerintah pun ternyata masih minim. Di antaranya masalah perijinan yang masih sulit serta  tingginya biaya pajak serta suku bunga. Akibatnya, upaya untuk menaikkan tingkat konsumsi ayam per kapita nasional juga masih sulit dilakukan.

Mengenal Mesin Potong Ayam Buatan Agrowindo

Bagi Anda yang bergerak dalam bisnis pengolahan ayam, ketersediaan mesin potong ayam jelas sangat membantu. Dengan adanya mesin ini maka pekerjaan menjadi lebih mudah dan sangat efisien. Salah satunya adalah mesin potong ayam yang diperkenalkan oleh Agrowindo. Kelebihan mesin ada pada bahannya yang full stainless steel serta desainnya yang menarik.

Mesin potong ayam buatan Agrowindo terdiri dari beberapa bagian:

(1) Bleding cone (tipe cyrcle cone), berfungsi sebagai tempat penampungan darah ayam setelah proses penyembelihan. Spesifikasinya: cone dari plat aluminium, kaki dari pipa stainless,   bleding trough dari plat aluminium, dudukan cone dari besi galvanis, tinggi keseluruhan 1.500 mm;

(2) Scalder, berfungsi sebagai tempat perebusan ayam sehingga ayam mudah dicabut bulunya. Spesifikasinya: bak air dari plat stainless steel, pengaduk dari plat stainless steel, hooper dari plat stainless steel, support dari hollow stainless, transmisi menggunakan gear dan rantai, pemanas menggunakan kompor gas tipe 58, dimensi:  820 x 1020 x 1200 mm;

(3) Plucker, berfungsi sebagai pencabut bulu ayam. Cara kerjanya sangat efisien. Spesifikasinya: speed roller 185 rpm, kapasitas produksi 12 kg per menit, listrik 750 watt, 220 V, 50 Hz, 1P, berat mesin 58 kg

(4) Mesin lokal dengan spesifikasi: tube dari plat stainless steel, casing dari plat stainless steel, frame dari siku MS galvanis, plucking finger dari karet, penggerak berupa elektro motor 1 phase, transmisi dilengkapi dengan pulley dan belt, plucking disc dari plat stainless steel, dimensi: 1000 x 850 x 1500 mm;

(5) Bak pencucian, berfungsi mencuci ayam setelah bulu ayam dicabut. Spesifikasinya: kaki dari pipa stainless steel, dimensi; 920 x 880 x 750 mm;

(6) Drumm chiller, berfungsi sebagai tempat perendaman ayam ketika ayam menunggu proses berikutnya. Spesifikasinya: bak dari plat stainless steel, kaki dari plat stainless steel, diameter: 2320 x 920 x 750 mm;

(7) Meja eviscerasi, berfungsi sebagai meja kerja saat proses pemotongan ayam. Spesifikasinya: platform dari plat stainless steel, kaki dari pipa stainless steel, dimensi: 920 x 880 x 750 mm.

Tips Sukses Menjadi Peternak Ayam Potong

Prospek bisnis ayam potong yang makin cerah membuat peternak ayam potong kian menuai untung besar. Salah satunya adalah Hendri Silvia, peternak ayam potong asal pesisir Pekanbaru.

Dalam satu bulan ia mampu meraup keuntungan antara Rp. 10 juta hingga Rp. 20 juta. Tentu sebuah angka yang cukup fantastis bukan? Usaha yang telah ditekuninya sejak empat tahun lalu itu kini telah berkembang dengan pesat. Namun usaha tersebut bukannya tanpa kendala sama sekali.

Ketika wabah flu burung merebak, usaha Hendri sempat terguncang karena harga ayam anjlok luar biasa. Beruntung kondisi ini tidak berlangsung lama. Hendri berusaha bangkit. Dan hasilnya, untung berlimpah berhasil diraihnya setiap bulan. Sekarang ia telah memiliki kandang dengan daya tampung yang cukup besar. Ada yang kapasitasnya mencapai 2500 ekor hingga 5000 ekor.

Bagi Anda yang ingin mengikuti sukses Hendri, tips berikut ini bisa Anda jadikan pertimbangan:

Pertama, persiapan pra panen. Awali dengan membuat jadwal panen untuk tiap kandangnya. Penjadwalan disesuaikan dengan berat ayam dan letak kandang. Ayam yang akan dipanen tidak boleh diberikan pakan secara penuh. Hal ini untuk mencegah agar pakan tidak tersisa berlebihan.  Jangan pula memberikan antibiotik, minimal 5 – 14 hari sebelum masa panen. Pemberian antibiotik bisa memacu kerja organ tubuh semakin berat sehingga ayam tidak mampu bertahan terhadap stress fisik yang berat. Untuk pemberian vitamin masih diperbolehkan.

Kedua, proses pemanenan. Ciri-ciri ayam yang siap panen antara lain lincah, muka cerah, sehat, warna bulu mengkilat, berdiri tegak dan kepala terangkat, berat badan sesuai standar, tidak terdengar suara ngorok, serta lubang anus bersih. Saat pemanenan upayakan agar tempat pakan dan minum digantung sehingga tidak tumpah saat ayam dipanen. Lakukan proses penyekatan ayam secara bertahap sehingga ayam yang telah ditangkap tidak lemas. Perhatikan pula saat menangkap ayam. Jangan berlaku kasar agar ayam tidak sampai memar, tulang sayap ataupun kaki patah, maupun ayam mati lemas karena stress. Untuk timbangan sebaiknya ditera dulu sehingga tingkat akurasinya tinggi. Hindari melakukan penimbangan pada jam 12 – 14 siang karena bisa menyebabkan ayam stress dan mati lemas. Catat semua hasil penimbangan dengan cermat. Bila perlu dilakukan cek ulang.

Ketiga, pasca panen. Hitunglah tingkat produktifitas ayam, meliputi total ayam, total berat ayam yang dijual, dan sisa pakan.

Cara Beternak Ayam Potong

Ayam potong merupakan jenis ayam yang waktu pemeliharaannya relatif singkat. Hanya dalam waktu 5 – 7 minggu saja, ayam potong sudah siap dipanen. Bahkan cara pemeliharaannya pun tergolong simpel serta harga pakannya juga relatif murah. Hal inilah yang mendorong banyak pihak tertarik untuk beternak ayam potong. Bagi Anda yang berminat untuk mencoba beternak ayam potong, berikut ini panduan praktis yang bisa Anda  praktikkan:

(1) Pembibitan. Bibit yang sehat memiliki ciri-ciri: aktif bergerak, tubuhnya gemuk (badan berbentuk bulat), warna bulu mengkilat, hidung bersih, sorot mata tajam, lubang anus bersih;

(2) Penyiapan kandang. Kandang yang baik harus memenuhi sejumlah kriteria. Antara lain letaknya jauh dari pemukiman, memiliki sirkulasi udara yang baik, suhu udaranya berkisar antara 32,2 - 35C, kelembapannya antara 60-70%, mendapat sinar matahari yang cukup. Tipe kandang yang bisa dipakai ada dua jenis, yakni tipe panggung dan litter (tanpa panggung). Untuk tipe panggung membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun mudah dalam menjaga kebersihan kandang karena kotoran langsung jatuh ke tanah sehingga tidak membutuhkan lagi alas kandang dan lebih efisien. Sedangkan tipe litter pembuatannya lebih mudah dan biayanya jauh lebih murah. Tipe ini banyak dipakai oleh para peternak;

(3) Pemberian pakan. Pakan harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ayam, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Jika Anda menggunakan pakan instan, komposisinya disesuaikan dengan perkembangan umur ayam. Tahap pembesaran (umur 1 – 20 hari), pakan harus mengandung minimal 23% protein. Tahap penggemukan (umur lebih dari 20 hari), pakan mengandung kadar protein sebesar 20%. Untuk melengkapi kandungan nutrisi pakan, bisa juga ditambahkan POC NASA ke dalam air minumnya (1-2 cc/liter) atau juga Viterna Plus (1 cc/liter). Ketersediaan pakan harus selalu mencukupi kebutuhan. Artinya, pakan harus selalu siap tersedia; (4) Pemberian vaksinasi. Beberapa jenis vaksin yang diberikan antara lain vaksin ND/tetelo melalui tetes mata (pada umur 4 hari), vaksin ND strain B1 dan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum (pada umur 21 hari).

Senin, 01 Agustus 2011

Mengintip Peluang Sukses Bisnis Ayam Kampung

Meningkatnya permintaan daging dan telur ayam kampung membuat bisnis ayam kampung makin menggiurkan. Apalagi harganya yang relatif stabil sebagaimana harga Day Old Chicken-nya (DOC/anakan ayam). Bisnis ini terbukti tetap survive meskipun harga pakan ayam melambung sebab pakannya bisa digantikan dengan pakan racikan yang harganya jauh lebih murah. Pemberian pakan racikan tidak akan mempengaruhi tingkat produktifitas induk ayam selama komposisinya tepat. Yakni oplosan broiler stater (50%), layer stater (30%), dan dedak (20%).

 

Dari segi perputaran modal, bisnis ayam potong memang lebih cepat daripada ayam kampung. Namun dalam jangka panjang, bisnis DOC ayam kampung jelas lebih menjanjikan karena harganya yang stabil dan lebih tinggi daripada DOC ayam potong. Apalagi segmentasi pasar untuk bisnis ayam kampung sangat terbuka luas. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan gaya hidup sehat dan membiasakan mengkonsumsi makanan organik sebagaimana daging ayam kampung.

 

Jika Anda tertarik membuka usaha ayam kampung, Anda bisa memulai dari DOC-nya dulu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

(1) Bersihkan dulu telur yang akan ditetaskan. Pastikan telur tersebut benar-benar bersih tanpa kotoran setitik pun. Anda bisa menggunakan lap basah untuk membersihkannya. Keberadaan kotoran meskipun hanya setitik bisa menyebabkan telur gagal menetas;

(2) Setelah telur dipastikan benar-benar bersih lalu dikeringkan. Bisa dengan cara diangin-anginkan. Lalu simpan dalam ruangan yang teduh. Setelah jumlahnya sesuai dengan kapasitas mesin penetas, selanjutnya telur-telur itu dimasukkan dalam mesin penetas. Selama dalam mesin penetas, suhu harus dijaga agar tetap konstan, yakni sebesar 37,8C. Perubahan suhu sekecil apapun bisa menyebabkan telur gagal menetas. Mesin penetas harganya memang relatif mahal, berkisar antara Rp. 700 ribu – Rp. 5 juta. Namun Anda tidak harus membelinya karena bisa didapatkan dengan cara menyewa;

(3) Memasuki usia 10 hari, telur Anda teropong untuk mengetahui ada tidaknya telur yang rusak;

(4) Memasuki usia ke-21 hari telur akan menetas. Segera lakukan vaksinasi;

(5) Pemasaran. Sebelum dipasarkan DOC bisa dimasukan ke dalam boks kardus. Anda tidak perlu khawatir DOC akan mati karena DOC mampu bertahan tanpa makan selama 48 jam.

Bagaimana, praktis bukan? Anda bisa mencobanya sekarang juga!