Tingginya permintaan daging ayam maupun telur dari waktu ke waktu mendorong para peternak memacu tingkat produktifitasnya. Dengan adanya mesin penetas telur ayam, kini para peternak bisa bernafas lega karena keberadaan mesin tersebut mampu mendongkrak produktifitas telur induk ayam.
Mesin penetas telur ayam berfungsi menggantikan tugas induk ayam untuk mengerami telur sehingga induk ayam akhirnya memiliki waktu yang lebih banyak untuk bertelur. Akibatnya, dalam periode yang bersamaan jumlah anak ayam yang diproduksi bisa ditingkatkan lagi. Mesin penetas telur ayam juga akan membantu peternak untuk mendapatkan bibit ayam yang lebih berkualitas.
Mesin penetas telur ayam ini memiliki cara kerja sebagaimana saat induk ayam mengerami telurnya, yakni dengan mensetting situasi dan kondisinya yang sedemikian rupa. Dalam hal ini tingkat kelembaban dan suhu menjadi prioritas utama yang harus dijaga.
Ada beragam jenis mesin penetas telur ayam yang saat ini bisa Anda dapatkan di pasaran. Jika dilihat dari sumber panas yang digunakan, mesin penetas telur ayam terbagi menjadi tiga jenis:
(1) Mesin penetas elektrik, menggunakan sumber panas dari listrik yang dihubungkan dengan lampu bohlam;
(2) Mesin penetas dengan sumber panas lampu minyak yang dihubungkan dengan silinder seng;
(3) Mesin penetas kombinasi, yakni menggunakan sumber panas dari listrik dan lampu minyak. Jenis penetas ini masih bisa dioperasikan jika terjadi pemadaman listrik.
Jika Anda berniat membeli mesin penetas telur ayam, sebaiknya Anda mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
(1) Bahan. Mesin penetas telur ayam yang baik terbuat dari bahan yang mampu menahan panas cukup lama sehingga tidak mudah melengkung. Misalnya yang terbuat dari multipleks dan kayu;
(2) Kapasitas. Ada beragam kapasitas mesin penetas telur ayam yang dijual di pasaran. Sebaiknya Anda memilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda;
(3) Jika sumber panasnya menggunakan lampu bohlam, pilihlah yang dayanya kecil namun mampu memberikan penerangan secara merata
(4) Pilihlah disain rak telur yang jaraknya tidak terlalu rapat dan pastikan bisa ditarik. Disain seperti ini untuk menjaga agar telur tidak mudah menggelinding dan mampu memberikan sirkulasi udara yang cukup serta mempermudah saat membalikkan telur.
Selasa, 04 Oktober 2011
Senin, 03 Oktober 2011
Keunggulan Bisnis Ayam Kampung
Ayam kampung atau biasa disebut dengan istilah ayam buras (bukan ras) merupakan jenis unggas yang sudah populer bagi masyarakat di Indonesia. Daging ayam kampung sangat digemari oleh semua orang karena teksturnya yang kenyal dan tidak banyak mengandung lemak sebagaimana ayam ras. Oleh karena itu daging ayam kampung lebih sering dijadikan bahan kuliner masakan nusantara dibandingkan daging ayam ras.
Bisnis ayam kampung ternyata memberikan prospek yang semakin cerah mengingat sejumlah keunggulan yang dimiliki ayam kampung bila dibandingkan dengan jenis ayam lainnya. Di antaranya:
(1) Kualitas dagingnya lebih bagus karena teksturnya lebih kenyal sehingga tidak mudah hancur ketika diolah;
(2) Memiliki cita rasa yang lebih enak sehingga sangat cocok diolah menjadi aneka masakan istimewa;
(3) Memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi, yakni kaya dengan protein (mengandung 19 jenis protein) dan asam amino essensial serta rendah lemak. Daging ayam kampung juga dinilai lebih sehat karena tidak disuntikkan hormon dalam proses budidayanya;
(4) Bersifat multiguna. Bisa diternakkan sebagai ayam pedaging sekaligus petelur. Kotorannya juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk serta pakan ikan;
(5) Mudah pembibitannya. Telur ayam kampung bisa didapatkan dengan mudah, baik di pasar tradisional ataupun di penjual jamu;
(6) Harga jualnya relatif tinggi dan cenderung stabil, baik ayamnya sendiri, bibit ayam, daging maupun telurnya;
(7) Proses budidayanya relatif mudah karena mudah dalam mencari bibitnya, mesin penetas tidak harus membeli (bisa menyewa), dan pakannya pun bisa dibuat sendiri;
(8) Pemasarannya juga lebih gampang.
Salah satu yang telah membuktikan kesuksesan bisnis ayam kampung ini adalah Eko Wakradiharjo, seorang peternak ayam kampung dari Jakarta Selatan. Dari 1000 ekor ayam kampung yang ia ternakkan, dalam satu bulan Eko berhasil mengantungi keuntungan minimal Rp. 1,4 juta. Keuntungan ini belum termasuk keuntungan lain yang didapatkan dari penjualan telur maupun kotorannya.
Sungguh menarik bukan? Jika kini banyak yang telah menuai sukses dari bisnis ayam kampung ini, apakah Anda tidak berniat mencobanya pula?
Bisnis ayam kampung ternyata memberikan prospek yang semakin cerah mengingat sejumlah keunggulan yang dimiliki ayam kampung bila dibandingkan dengan jenis ayam lainnya. Di antaranya:
(1) Kualitas dagingnya lebih bagus karena teksturnya lebih kenyal sehingga tidak mudah hancur ketika diolah;
(2) Memiliki cita rasa yang lebih enak sehingga sangat cocok diolah menjadi aneka masakan istimewa;
(3) Memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi, yakni kaya dengan protein (mengandung 19 jenis protein) dan asam amino essensial serta rendah lemak. Daging ayam kampung juga dinilai lebih sehat karena tidak disuntikkan hormon dalam proses budidayanya;
(4) Bersifat multiguna. Bisa diternakkan sebagai ayam pedaging sekaligus petelur. Kotorannya juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk serta pakan ikan;
(5) Mudah pembibitannya. Telur ayam kampung bisa didapatkan dengan mudah, baik di pasar tradisional ataupun di penjual jamu;
(6) Harga jualnya relatif tinggi dan cenderung stabil, baik ayamnya sendiri, bibit ayam, daging maupun telurnya;
(7) Proses budidayanya relatif mudah karena mudah dalam mencari bibitnya, mesin penetas tidak harus membeli (bisa menyewa), dan pakannya pun bisa dibuat sendiri;
(8) Pemasarannya juga lebih gampang.
Salah satu yang telah membuktikan kesuksesan bisnis ayam kampung ini adalah Eko Wakradiharjo, seorang peternak ayam kampung dari Jakarta Selatan. Dari 1000 ekor ayam kampung yang ia ternakkan, dalam satu bulan Eko berhasil mengantungi keuntungan minimal Rp. 1,4 juta. Keuntungan ini belum termasuk keuntungan lain yang didapatkan dari penjualan telur maupun kotorannya.
Sungguh menarik bukan? Jika kini banyak yang telah menuai sukses dari bisnis ayam kampung ini, apakah Anda tidak berniat mencobanya pula?
Pemeliharaan Ayam Potong (Broiler) Pada Masa Finisher
Ketika ayam sudah mencapai umur 5 minggu, maka ayam potong sudah menginjak masa (akhir) finisher. Ransum makanan yang diberikan pun harus berubah pula, baik dari segi bentuk maupun kandungan vitamin yang ada di dalamnya. Sebab pada fase starter makanan yang diberikan kepada ayam porong adalah berbentuk butiran dan butiran pecah (crumble) tetapi fase kedua (finiseher) maka ransum yang dikonsumsi berbentuk biasa dengan kandungan gizi protein 26 % dan energy 300- 3200 kcal. Perubahan makanan dilakukan secara bertahap pada minggu ke lima, makanan ransum yang dikonsumsi sudah mencapai ransum yang diinginkan.
Pelaksanaan dalam Pergantian Makanan Pada Ayam Potong
Ketika ayam memasuki umur 4 minggu, maka setiap hari pada minggu ke empat ransum makanan hari pertama diganti dengan ransum finisher sebanyak 15%. Jadi pada minggu ke empat pemberian ransum terdiri dari 15 % ransum finisher dan 85 % ransum starter. Hari kedua minggu keempat maka ransum makanan terdiri dari campuran ransum makanan fase finisher sebesar 30 % dan 70 % ransum starter. Hari ketiga minggu ke empat, ransum terdiri dari campuran 45 % makanan finisher dan 55 % makanan starter dan seterusnya. Pada saat itu besarnya makanan perlu disesuaikan secara bertahap. Jika pemberian ransum merata maka dapat dihindarkan ketidaseragaman dalam pertumbuhan. Usahakan agar memberikan makanan pada ayam potong pagi- pagi sekali karena hal ini meniarik bagi ayam kampong.
Pengisian Tempat Makanan dan Frekuensi Pemberian Makan
Berikan makanan secara cukup dan teratur. Tuang makanan tidak melebihi separuh dari wadah makanan karena dapat menyebabkan berceceran dan tumpah. Dengan demikian jatah satu hari pemberian makanan tak boleh sekaligus, melainkan harus diatur hingga sampai empat kali sehari. Keuntungan memberikan makanan dengan cara tersebut adalah.
Praktek pemberian makanan seperti tersebut diatas seskaligus mengontrol air minum dan keadaan ayam potong.
Pelaksanaan dalam Pergantian Makanan Pada Ayam Potong
Ketika ayam memasuki umur 4 minggu, maka setiap hari pada minggu ke empat ransum makanan hari pertama diganti dengan ransum finisher sebanyak 15%. Jadi pada minggu ke empat pemberian ransum terdiri dari 15 % ransum finisher dan 85 % ransum starter. Hari kedua minggu keempat maka ransum makanan terdiri dari campuran ransum makanan fase finisher sebesar 30 % dan 70 % ransum starter. Hari ketiga minggu ke empat, ransum terdiri dari campuran 45 % makanan finisher dan 55 % makanan starter dan seterusnya. Pada saat itu besarnya makanan perlu disesuaikan secara bertahap. Jika pemberian ransum merata maka dapat dihindarkan ketidaseragaman dalam pertumbuhan. Usahakan agar memberikan makanan pada ayam potong pagi- pagi sekali karena hal ini meniarik bagi ayam kampong.
Pengisian Tempat Makanan dan Frekuensi Pemberian Makan
Berikan makanan secara cukup dan teratur. Tuang makanan tidak melebihi separuh dari wadah makanan karena dapat menyebabkan berceceran dan tumpah. Dengan demikian jatah satu hari pemberian makanan tak boleh sekaligus, melainkan harus diatur hingga sampai empat kali sehari. Keuntungan memberikan makanan dengan cara tersebut adalah.
- § Menghemat ransum, karena makanan tumpah atau tercecer dapat kita hindari sedemikian rupa.
- § Menghindari penumpukan kotoran di kandang ayam potong.
- § Menambah nafsu makan ayam potong, namun jika diberikan sekaligus maka ayam potong cepat bosan.
Praktek pemberian makanan seperti tersebut diatas seskaligus mengontrol air minum dan keadaan ayam potong.
Minggu, 02 Oktober 2011
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Ayam Potong
Agar dapat diperoleh hasil ayam potong yang menguntungkan, maka salah satu langkah yang harus diambil adalah dengan cara menjaga kesehatan ayam potong tersebut baik-baik. Jika terjadi wabah penyakit, maka usaha peternakan Anda akan rugi besar.
Oleh karena itu sebaiknya Anda menyiapkan beberapa hal yang digunakan untuk mencegah dan memberantas penyakit, salah satunya adalah dengan memilih bibit DOC (Day Old Chick) yang baik untuk peternakan ayam potong Anda, ransum makanan yang memadai, dan pengelolaan yang baik. Karena itu dianjurkan agar peternak melakukan hal- hal berikut ini.
Pencegahan melalui stok bibit.
a. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
c. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
e. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
f. Tidak ada letakan tinja diduburnya. (Rasyaf, 1995)
Pencegahan melalui ransum yang sehat dan tercukupi
Pencegahan melalui tata laksana pengelolaan yang baik
Jika Anda simpulkan uraian diatas, maka Anda akan mendapati bahwa infeksi suatu penyakit dapat terjadi karena dua segi.
Karena itu Anda diharapkan dapat mengelola peternkan ayam dengan baik. Pengelolaan yang baik meliputi hal- hal berikut.
Menghindarkan ayam potong dari stres.
Oleh karena itu sebaiknya Anda menyiapkan beberapa hal yang digunakan untuk mencegah dan memberantas penyakit, salah satunya adalah dengan memilih bibit DOC (Day Old Chick) yang baik untuk peternakan ayam potong Anda, ransum makanan yang memadai, dan pengelolaan yang baik. Karena itu dianjurkan agar peternak melakukan hal- hal berikut ini.
Pencegahan melalui stok bibit.
- Hanya membeli stok DOC di perusahaan ternak terkemuka atau dari agen yang terpercaya, serta adanya jaminan bahwa DOC yang diperjualbelikan adalah benar- benar sehat.
- Anda harus menempatkan bibit baru tadi terpisah dari ayam- ayam dewasa lainnya, sebab anak ayam sangat peka terhadap berbagai infeksi dan penyakit. Jika area yang Anda miliki sempit, maka letakkan anak ayam tadi sejauh 5-6 meter dari ayam potong dewasa.
- Jangan mencampur ayam potong yang berbeda umur ataupun berlainan strain.
- Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken)/ayam umur sehari:
a. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
c. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
e. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
f. Tidak ada letakan tinja diduburnya. (Rasyaf, 1995)
Pencegahan melalui ransum yang sehat dan tercukupi
- Ransum makanan dalam mutu dan jumlah memadai sebaiknya diberikan sejak awal, sehingga ternak ayam potong mendapatkan daya tahan tubuh yang baik, pertumbuhan tubuhnya terjamin, dan tak akan menderita defisiensi.
Pencegahan melalui tata laksana pengelolaan yang baik
Jika Anda simpulkan uraian diatas, maka Anda akan mendapati bahwa infeksi suatu penyakit dapat terjadi karena dua segi.
- Infeksi yang dibawa oleh DOC dari stok atau agen.
- Infeksi karena pengelolaan yang tidak baik.
Karena itu Anda diharapkan dapat mengelola peternkan ayam dengan baik. Pengelolaan yang baik meliputi hal- hal berikut.
- Tindakan higienis dan sanitasi yang baik
- Vaksinasi
- Pemberian coccidiostat
- Lingkungan yang bersih
Menghindarkan ayam potong dari stres.
Kelezatan dan Kualitas Daging Ayam Potong
Usaha ternak ayam potong (broiler) di Indonesia sudah menjamur di berbagai daerah. Bahkan sampai di pelosok- pelosok daerah. Ayam potong memang dipandang dapat cepat memberikan keuntungan besar pada peternak ayam potong. Karena siklus produksi yang cepat dan efisien, sehingga cepat mengatasi kekurangan daging di pasaran. Disini dapat kita ketahui bahwa siklus hidup mereka sangat pendek dan efisien dalam penggunaan makanan..
Sebagai seorang peternak yang baik sudah selayaknya Anda mengetahui bagaimana kelezatan dan kualitas daging ayam potong, sehingga Anda dapat mempertahankan pedoman standar produksi ternak ayam potong dengan cara yang benar dan tepat.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi kualitas dan kelezatan daging ayam potong, diantaranya adalah.
Kadar lemak dan daging yang dihasilkan ayam potong berbeda antara satu dan lainnya. Ayam potong mudah menghasilkan butir- butir lemak yang terdapat diantara serat- serat daging. Daging yang berlemak rasanya lebih lezat dibandingkan daging yang tidak berlemak. Tetapi, daging yang penuh lemak tidak baik untuk kesehatan. Biasanya ayam potong yang memiliki lemak berlebih terjadi akibat kesalahan manajemen pakan.
Daging ayam potong terkenal empuk dan memiliki tulang rawan tidak keras. Empuknya daging ayam potong terlihat dari hasil masakan ayam potong yang rata- rata tidak keras dan liat.
Warna daging ayam potong yang baik adalah yang berwarna merah terang, atau merah muda. Tidak gelap atau biru tua.
Setelah Anda mengetahui bagaimana kualitas dan kelezatan daging ayam potong, ada baiknya juga Anda mengetahui bagaimana memperperoleh daging yang empuk pada ayam potong.
Ayam yang aktif bergerak akan membuat otot- ototnya mengencang dan daging alot. Oleh karena itu batasi gerak ayam potong Anda agar mendapat daging yang empuk serta mempermudah proses pembesaran.
Cara ini dapat Anda lakukan dengan membungkus daging ayam potong dengan daun pepaya. Atau memasukkan daging pepaya muda ke dalam rebusan daging.
Sebagai seorang peternak yang baik sudah selayaknya Anda mengetahui bagaimana kelezatan dan kualitas daging ayam potong, sehingga Anda dapat mempertahankan pedoman standar produksi ternak ayam potong dengan cara yang benar dan tepat.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi kualitas dan kelezatan daging ayam potong, diantaranya adalah.
- Sifat genetis ayam potong
Kadar lemak dan daging yang dihasilkan ayam potong berbeda antara satu dan lainnya. Ayam potong mudah menghasilkan butir- butir lemak yang terdapat diantara serat- serat daging. Daging yang berlemak rasanya lebih lezat dibandingkan daging yang tidak berlemak. Tetapi, daging yang penuh lemak tidak baik untuk kesehatan. Biasanya ayam potong yang memiliki lemak berlebih terjadi akibat kesalahan manajemen pakan.
- Empuknya daging ayam potong
Daging ayam potong terkenal empuk dan memiliki tulang rawan tidak keras. Empuknya daging ayam potong terlihat dari hasil masakan ayam potong yang rata- rata tidak keras dan liat.
- Warna daging
Warna daging ayam potong yang baik adalah yang berwarna merah terang, atau merah muda. Tidak gelap atau biru tua.
Setelah Anda mengetahui bagaimana kualitas dan kelezatan daging ayam potong, ada baiknya juga Anda mengetahui bagaimana memperperoleh daging yang empuk pada ayam potong.
- Pemotongan ayam potong tidak boleh melewati batas ketentuan, seperti dipotong lebih dari usia 8 minggu. Jika dipotong lebih lambat dari ketentuan biasanya daging akan berkurang keempukannya.
- Membatasi gerak ternak ayam potong
Ayam yang aktif bergerak akan membuat otot- ototnya mengencang dan daging alot. Oleh karena itu batasi gerak ayam potong Anda agar mendapat daging yang empuk serta mempermudah proses pembesaran.
- Memberikan papain
Cara ini dapat Anda lakukan dengan membungkus daging ayam potong dengan daun pepaya. Atau memasukkan daging pepaya muda ke dalam rebusan daging.
Sabtu, 01 Oktober 2011
Cara Beternak Ayam Kampung: Memahami Sifat Ayam Kampung
Secara teknis, ayam kampung memang mudah sekali dibudidayakan karena daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang sudah berlangsung sejak dulu. Hanya saja Anda harus tahu bahwa produktifitasnya rendah, atau hasil dari telur dan daging tidaklah begitu banyak.
Mengapa ayam kampung diternakkan? Tingginya permintaan daging dan telur ayam di pasaran menunjukkan betapa akrabnya masyarakat terhadap rasa ayam kampung. Apabila Anda tinjau dari segi produktifitas sebenarnya ayam kampung tidak layak untuk dibudidayakan, disamping karena produksi telur yang sedikit, dagingnya pun baru bisa dianggap layak jual bila sudah berumur lebih dari 12 bulan.
Walaupun demikian permintaan yang tinggi membuat ayam kampung diternakkan dengan berbagai cara. Cara beternak ekstensif sebaiknya jangan dilakukan, adapun cara beternak semi intensif dan intensif sangat dianjurkan. Dari sinilah biasanya para peternak mendapatkan laba dan keuntungan cukup menggiurkan.
Karena itu sebelum Anda memulai usaha peternakan ayam kampung, ada baiknya Anda mengenal sifat- sifat ayam kampung yang unik dan khas.
Untung rugi peternakan ayam kampung tergantung dari manajemen peternakan yang Anda miliki, bukan dari keuntungan spesifik ayam tertentu.
Mengapa ayam kampung diternakkan? Tingginya permintaan daging dan telur ayam di pasaran menunjukkan betapa akrabnya masyarakat terhadap rasa ayam kampung. Apabila Anda tinjau dari segi produktifitas sebenarnya ayam kampung tidak layak untuk dibudidayakan, disamping karena produksi telur yang sedikit, dagingnya pun baru bisa dianggap layak jual bila sudah berumur lebih dari 12 bulan.
Walaupun demikian permintaan yang tinggi membuat ayam kampung diternakkan dengan berbagai cara. Cara beternak ekstensif sebaiknya jangan dilakukan, adapun cara beternak semi intensif dan intensif sangat dianjurkan. Dari sinilah biasanya para peternak mendapatkan laba dan keuntungan cukup menggiurkan.
Karena itu sebelum Anda memulai usaha peternakan ayam kampung, ada baiknya Anda mengenal sifat- sifat ayam kampung yang unik dan khas.
- Ayam kampung memang ada yang bertelur di usia enam bulan. Namun, perlu disadari bahwa keragaman pada ayam kampung cukup besar. Karena memang tidak memiliki genetis yang seragam, maka sekitar umur 8 bulan, barulah telur- telur bisa dijual. Itu pun jika Anda memelihara ayam kampung secara baik.
- Akibat pertumbuhan sedikit lambat dan kemampuan bertelur lambat pula, maka biasanya terjadi pemborosan modal kerja. Hal ini dapat diatasi jika Anda memakai cara beternak dengan menerapkan sistem sekuensial (berkesinambungan atau berkelompok) pada peternakan ayam Anda.
- Anda harus menyadari bahwa peternakan ayam kampung itu bergelut dengan alat produksi hidup seperti peternakan lain pada umumnya, sehingga tidak bisa disamakan dengan alat produksi mati. Anda akan bergelut dengan waktu, harga, dan pemasaran yang tepat. Jika barang lain dapat digudangkan apabila tidak laku, maka ayam kampung tidak demkian.
- Peternakan ayam kampung memerlukan waktu pengembalian modal yang cukup lama, dan relatif lambat. Anda harus mempunyai modal kerja yang mencukupi. Pertimbangkan pengembalian modal investasi tadi dengan menyediakan modal kerja yang cukup, minimal untuk 2-4 tahun mendatang. Bila modal Anda terbatas, lakukan secara bertahap saja.
Untung rugi peternakan ayam kampung tergantung dari manajemen peternakan yang Anda miliki, bukan dari keuntungan spesifik ayam tertentu.
Keunggulan Beternak Ayam Kampung
Banyak orang tertarik untuk membudidayakan ayam kampung dan berlomba- lomba menjadi peternak ayam kampung yang sukses. Manajemen pemeliharan ayam kampung relatif lebih mudah dan investasinya lebih rendah dibandingkan dengan jenis ayam ras.
Jika manajemen pemeliharaan ayam ras, menuntut lingkungan berbeda dan perlakuan khusus dan sudah mengarah pada pengandangan tertutup yang membutuhkan harga yang sangat mahal, maka ayam kampung tidaklah demikian. Adapun ayam kampung memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut.
Demikian beberapa keunggulan ayam kampung sebagai komoditas ternak yang prospektif.
Jika manajemen pemeliharaan ayam ras, menuntut lingkungan berbeda dan perlakuan khusus dan sudah mengarah pada pengandangan tertutup yang membutuhkan harga yang sangat mahal, maka ayam kampung tidaklah demikian. Adapun ayam kampung memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut.
- Ayam kampung bukan merupakan ayam yang efisien dalam memanfaatkan makanan, tetapi punya keunggulan untuk dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungan. Sehingga memudahkan dalam pemeliharaan, baik dipelihara secara ekstensif (diumbar), semi intensif, maupuninsentif.
- Ayam kampung betina tetap dapat bertelur, walaupun tidak ada pejantan (salah satu ciri bangsa unggas). Hal ini harus Anda perhatikan, jika Anda berkeinginan beternak ayam kampung dan hanya diambil telurnya saja, dan kelak betina tuanya dijual sebagai ayam potong yang dimanfaatkan dagingnya. Bangsa unggas memang memiliki kekhususan dapat bertelur dengan mengeluarkan telur dari tubuhnya. Hanya saja telur yang dikeluarkan tersebut tidak dapat ditetaskan sehingga hanya untuk dikonsumsi saja. Bila Anda berminat menjual telur seperti itu, maka Anda tidak memerlukan pejantan. Hal ini dapat menghemat biaya pakan dan efisiensi tempat.
- Usaha ayam ras banyak yang terlibas jika terjadi inflasi karena pakan, bahan baku, peralatan, obat- obatan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sedangkan ayam kampung yang asli Indonesia tidak banyak menuntut perlakuan khusus dan tahan saja saat terjadi inflasi ataupun krisis perekonomian.
- Melalui pola pemuliaan dan perlakuan yang profesional, perbaikan mutu genetik ayam kampung dapat ditingkatkan secara signifikan.
- Ayam kampung memiliki daging yang berkualitas tinggi dan kadar lemak yang rendah. Serta mengandung banyak otot, dan dagingnya tidak gembur sebagaimana ayam potong, bahkan daging tersebut lebih alot dan liat dibanding ayam ras.
- Peternak ayam kampung dapat memanfaatkan bahan pakan dari berbagai jenis hijauan, sisa dapur rumah tangga, dan hasil samping produk pertanian.
- Peternak juga dapat memanfaatkan kotoran ayam dan dapat digunakan untuk pupuk.
Demikian beberapa keunggulan ayam kampung sebagai komoditas ternak yang prospektif.
Langganan:
Postingan (Atom)