Sabtu, 17 September 2011

Ayam Bangkok, Ayam Petarung yang Banyak Diminati

Bagi penggemar aduan ayam, nama ayam Bangkok pastilah sudah tidak asing lagi terdengar. Ayam Bangkok lebih populer dibandingkan jenis ayam petarung lainnya karena dinilai sangat cerdas di arena laga.

 

Sesuai namanya, ayam Bangkok memang berasal dari Thailand. Dan sebagai ayam petarung, ayam Bangkok memiliki beberapa ciri-ciri khusus. Di antaranya memiliki daya tahan yang kuat terhadap pukulan, memiliki kemampuan pukulan yang keras, daya dorongnya kuat, lincah dan gesit saat bertarung, kepalanya tegak ke atas dan siap mematuk lawan saat di arena laga. Ayam Bangkok juga memiliki sisik kaki yang kering dan keras sehingga membuatnya kuat bertarung dan tidak mudah merasa sakit. Selain itu, jari kakinya yang kecil dan panjang membuat pukulannya sangat menyakitkan lawan.

 

Saat bertarung ayam Bangkok memiliki keahlian dalam merapatkan kepak sayapnya ke badan sehingga membuat kepala lawan sulit untuk masuk ke sela-sela sayapnya. Akibatnya, pukulan lawan sulit bersarang di kepak sayapnya.

 

Sejumlah ciri-ciri fisik lain yang dimiliki ayam Bangkok yang berkualitas yakni kepalanya berbentuk buah pinang, paruhnya panjang dan tebal, lehernya lurus dan tebal, badannya panjang, dadanya bidang, bahunya berbentuk kuncup, sayapnya rapat dan panjang, memiliki pangkal ekor yang tebal (besar) dan kaku, pahanya berbentuk bulat pipih, ekornya lebat dan sampai menyentuh tanah, lututnya mampu menekuk, jarinya panjang dan halus.

 

Jika kriteria tersebut dimiliki oleh ayam Bangkok bisa dipastikan pukulannya akan keras dan lincah di arena laga. Selain itu, ayam tersebut juga tahan terhadap pukulan lawan

Bila Anda berminat beternak ayam Bangkok, beberapa hal berikut ini hendaknya Anda pertimbangkan dengan cermat:

(1) Bibit. Carilah bibit yang berasal dari induk berkualitas sehingga bisa menghasilkan keturunan ayam petarung yang berkualitas pula;

(2)  Pakan. Pemberian pakan harus diperhatikan dengan cermat. Pilihlah pakan yang baik sehingga bisa menjaga stamina ayam, khususnya ketika ayam sedang bertarung di arena laga;

(3) Pemeliharaan. Optimalkan dalam hal pemeliharaannya sehingga bisa dipastikan ayam Bangkok terawat dengan baik dan kondisinya selalu dalam keadaan sehat.

Menengok Usaha Ayam Kampung

Usaha ayam kampung kini tidak bisa dipandang sebelah mata sebab usaha ini ternyata memberikan prospek yang sangat menjanjikan. Di lihat dari segmentasi pasar, permintaan daging ayam kampung semakin mendapat respon positif dari masyarakat bahkan menunjukkan tren kenaikan dari waktu ke waktu. Karakteristik konsumen daging ayam kampung memang berbeda dengan daging ayam potong. Konsumen daging ayam kampung umumnya berasal dari masyarakat dengan tingkat ekonomi yang baik. Hal ini seiring dengan gaya hidup masyarakat yang kini cenderung beralih ke bahan makanan organik sebagaimana daging ayam kampung yang tidak mengalami proses rekayasa genetika. Walhasil, harga daging ayam kampung memang cenderung lebih mahal bila dibandingkan dengan daging ayam potong.

 

Para peternah ayam kampung kini juga bisa bernafas lega. Pemerintah melalui Kementrian Pertanian sekarang ini sedang menyusun cetak biru pengembangan usaha ayam kampung. Dengan adanya cetak biru tersebut, pengusaha ayam kampung skala kecil, mikro, dan koperasi akan dilindungi pemerintah. Sebaliknya, peran investor besar akan dibatasi. Dengan adanya sistim proteksi tersebut diharapkan masyarakat pedesaan bisa semakin mengembangkan usaha ayam kampung lebih optimal lagi.

 

Dalam sepuluh tahun ke depan, pangsa pasar daging ayam kampung diharapkan mampu mencapai 25% dari total konsumsi daging ayam nasional yang sekarang ini baru terpenuhi sebesar 5,5% saja.  Artinya, akan terdapat pasokan ayam kampung sebesar 400 juta ekor per tahunnya. Sehingga bila estimasi harga ayam kampung per ekornya senilai Rp. 60 ribu, maka total perdagangan ayam kampung per tahun bisa mencapai Rp. 2,4 triliun. Angka ini tentunya sangat besar dan bisa dipastikan akan mampu menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat pedesaan.

 

Saat ini teknik beternak ayam model intensif memang masih minim. Yakni baru dikembangkan oleh 3.400 peternak saja. Masyarakat pedesaan cenderung mempertahankan teknik beternak ayam model tradisional (dibiarkan bebas di alam terbuka) sehingga keuntungan yang diraihnya pun juga belum optimal. Ke depan diharapkan akan ada 100.000 rumah tangga yang mulai beralih mengembangkan teknik beternak ayam model intensif. Dengan demikian, target untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat pedesaan dari usaha ayam kampung bisa segera tercapai.

Jumat, 16 September 2011

Tips Memulai Beternak Ayam Kampung

Beternak ayam kampung bisa dilakukan dalam skala kecil maupun besar. Teknik yang biasa digunakan untuk beternak ayam kampung antara lain dengan model ekstensif/tradisional (dibiarkan bebas di alam terbuka), semi intensif (terkadang di keluarkan dari kandang tapi masih di area yang dibatasi pagar), intensif (dibuatkan kandang khusus). Jika Anda memiliki modal yang cukup besar, maka sebaiknya Anda membeli kandang yang ukurannya luas. Tetapi jika modal Anda pas-pasan, tidak ada salahnya Anda membuat sendiri kandang yang sederhana. Untuk meminimalisasi modal, Anda disarankan tidak harus membeli kandang. Baru bila sudah mendapatkan keuntungan yang cukup besar, Anda bisa mengembangkan kandang tersebut lebih luas lagi.

 

Area kandang juga harus terpisah dari pemukiman. Agar kandang mudah dibersihkan dan selalu kering, sebaiknya dibuatkan alas setinggi kurang lebih 40 cm dari permukaan tanah. Kandang juga dipastikan mendapatkan sirkulasi udara yang baik serta mendapatkan penyinaran yang cukup. Oleh karena itu disarankan letak kandang menghadap ke arah timur dengan dinding bagian depannya terbuat dari bambu belah sehingga memungkinkan sinar matahari bisa masuk dari celah-celahnya.

 

Untuk tempat bertelur bisa dibuatkan dari kotak beralaskan jerami. Jangan lupa menyediakan pula tempat bertengger ayam. Anda bisa membuatkan dari kayu ataupun bambu. Jika Anda menggunakan bibit yang berasal dari telur, maka Anda bisa memilih telur yang bentuknya bulat. Hindari memilih telur yang berbentuk lonjong. Sedangkan untuk bibit yang berupa ayam, pilihlah ayam yang sehat, warna bulunya mengkilat, berbadan gemuk namun gerakannya lincah.

 

Adapun pakan, pastikan Anda memberinya dengan cukup dan teratur. Untuk usia 0-2 bulan sebaiknya Anda beri pakan berupa bekatul dan tepung ikan. Lengkapi pula dengan vitamin A, D, dan B kompleks sebesar 1% dari jumlah pakan. Sedangkan ayam yang usianya di atas tiga bulan, Anda bisa memberinya pakan dari jagung maupun padi yang telah dicampur dengan antibiotik (vegofac, vitafac, atau bisa ditambah sayur hijau semisal daun pepaya, kangkung, bayam).

 

Jangan lupa untuk membersihkan kandang dengan teratur agar kesehatan ayam bisa terjaga. Selain itu segera pisahkan jika ada ayam yang sakit. Dan sebagai pencegahan, Anda bisa mencampurkan air panas ke dalam pakan maupun minumnya sehingga perut ayam tetap hangat dan tidak mudah terserang penyakit.

Analisis Usaha Ternak Ayam Kampung

Bukan rahasia lagi jika beternak ayam kampung bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda. Sekedar contoh saja, beternak Day Old Chicken (DOC/anakan ayam kampung) bisa menghasilkan keuntungan bersih lebih dari 100%. Mungkin Anda tidak percaya sebelum mendapatkan riciannya. Jika harga sebutir telur ayam kampung adalah Rp. 800, maka bila sudah ditetaskan menjadi DOC harganya bisa dijual senilai Rp. 2 ribu.

 

Namun Anda tidak perlu tergesa-gesa beternak ayam kampung jika memang tertarik untuk memulai usaha tersebut. Anda terlebih dahulu harus mengetahui ciri-ciri induk ayam kampung yang mampu menghasilkan telur yang berkualitas. Di antaranya tidak terdapat bagian tubuh yang cacat, otot dan tulang kuat (terutama di bagian dada dan paha), kondisi bulu baik (susunannya teratur, saling berhimpit, tampak mengkilat), sorot matanya tajam, gerakannya gesit (jika ditangkap mudah berontak), proporsi badan sedang (tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk), tulang dada dengan dubur berjarak minimal tiga jari tangan.

 
Analisa usaha ternak ayam kampung

Adapun estimasi rincian perhitungan usaha ternak ayam kampung untuk 1000 ekor adalah sebagai berikut:

a) Biaya Operasional:

(1)   Investasi kandang (@kandang Rp. 7.000)                         = Rp. 7.000.000

(2)   Biaya lancar DOC (@ Rp. 1800)                                                     = Rp. 1.800.000

(3)   Biaya pakan stater 1 untuk 1000 kg (Rp. 1825,5/kg)         = Rp. 1.824.500

(4)   Biaya pakan stater 2 untuk 1500 kg (Rp. 1.657,5/kg)        = Rp. 2.486.250

(5)   Biaya vaksin dan jamu (@Rp. 300)                                     = Rp.     300.000

(6)   Asumsi kebutuhan listrik                                                     = Rp.     300.000

(7)   Asumsi kematian ternak sebesar 10%                                = Rp.     180.000

(8)   Biaya penyusutan kandang (selama 4 tahun)                    = Rp.     145.830

TOTAL BIAYA                                                               = Rp. 7.036.580

b) Total Pendapatan ternak ayam kampung:

Untuk ayam berukuran 0,9 kg dengan asumsi 10% yang mati (@Rp. 14.000)

= Rp. 11.340.000

c). Pendapatan Bersih ternak ayam kampung:

Rp. 11.340.000 – Rp. 7.036.580   = Rp. 4.303.420

 

Agar biaya operasional bisa diminimalisasi, sebaiknya Anda tidak perlu membeli pakan instan impor. Anda bisa mengandalkan pakan lokal. Oleh karena itu Anda juga dituntut mampu menguasai teknik pembuatan pakan yang baik untuk ayam kampung. begitulah sedikit gambaran tentang analisa usaha ayam kampung semoga dapat menjadi pertimbangan dalam memulai bisnis ternak ayam kampung yang menguntungkan.

Kamis, 15 September 2011

Bea Masuk Impor Jagung, Ancaman bagi Peternak Ayam Kampung

Jagung merupakan salah satu jenis pakan yang sering dikonsumsi oleh ayam kampung. Sayangnya, harga kedelai dan jagung impor akhir-akhir ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga harga pakan ayam pun ikut naik pula. Sedangkan pasokan jagung di dalam negeri ternyata hingga kini belum mampu mencukupi kebutuhan pakan ternak. Apalagi harga jagung lokal ternyata justru lebih mahal dibandingkan dengan harga jagung impor. Harga jagung lokal kini per kilogramnya sebesar Rp. 3700 sedangkan harga jagung impor Rp. 3200 per kilogram. Harga dedak dan jagung memang telah mengalami kenaikan yang cukup drastis selama lima tahun terakhir ini.

 

Selama ini, pengenaan bea masuk impor jagung turut andil dalam menambah beban biaya produksi pakan ternak. Padahal jagung merupakan komponen utama (51,4%) dalam pembuatan pakan ternak. Tidak mengherankan jika kemudian kalangan industri pakan ternak meminta pemerintah segera menghapuskan bea masuk impor jagung, setidaknya sebesar 5%. Dengan penghapusan bea masuk impor jagung, beban peternak akan sedikit terkurangi karena harga pakan bisa diturunkan.

 

Kenaikan harga tersebut bila dibiarkan terus menerus bisa mengancam eksistensi peternak ayam kampung, khususnya para peternak kecil dan mandiri. Mereka bisa gulung tikar karena kekurangan modal usaha. Akibatnya, peternak terintegrasi bisa menggantikan kedudukan peternak kecil dan mandiri. Peternak terintegrasi umumnya berada di bawah pengaruh para pemodal besar. Dominasi mereka pada akhirnya akan ikut menentukan harga telur dan daging ayam di pasaran.

 

Kenaikan harga pakan ternak selain mendorong kenaikan harga daging juga berimbas pada harga telur ayam. Harga telur kini terus mengalami peningkatan. Jika sebelumnya satu kilo gram telur dijual seharga  Rp. 15 ribu – Rp. 16 ribu, sekarang sudah mencapai Rp. 20 ribu per kilogramnya.

 

Sebelumnya ancaman virus flu burung juga sempat mengguncangkan kestabilan ternak ayam kampung. Pada waktu itu banyak peternak yang bangkrut karena permintaan daging ayam mengalami penurunan yang sangat signifikan. Selain itu, ayam-ayam pun akhirnya banyak yang dimusnahkan untuk menghindari semakin meluasnya area yang terpapar virus flu burung sehingga ayam kampung generasi berikutnya diharapkan tidak terserang penyakit serupa.

Cara Beternak Ayam Kampung secara Intensif

Beternak ayam kampung sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Asalkan Anda tahu trik dan tipsnya, cara berternak ayam kampung ternyata sangatlah sederhana. Panduan berikut ini bisa Anda jadikan sebagai langkah praktis untuk memulai usaha beternak ayam kampung:

(1) Persiapan. Pertama yang harus disiapkan adalah bibitnya. Bibit bisa didapatkan dengan cara menetaskan sendiri atau bisa juga dengan membelinya langsung dari pembibit. Bibit yang sehat harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain tidak cacat, bisa berdiri tegap, matanya bersinar, bulu bersih, periode menetas ideal (tidak lebih cepat dan tidak kurang dari);

 

(2) Kandang. Lokasi kandang dari pemukiman idealnya minimal berjarak 5 meter. Pilihlah lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik, sinar matahari cukup, tidak lembap, dan rindang. Lubang sirkulasi udara usahakan jangan terlalu lebar karena bisa menjadi jalan bagi hewan predator (kucing, luwak, tikus, dll.) masuk ke dalam kandang dan memangsa anak ayam. Adapun ukuran kandang untuk ­+ 10 ekor anak ayam membutuhkan area seluas ­+ 1m2. Jangan lupa sediakan penghangat tubuh bagi anak ayam pada malam hari, yakni berupa lampu berukuran 40-60 watt. Hal ini untuk mencegah anak ayam mati kedinginan;

 

(3) Pakan. Ada beberapa alternatif pakan ayam yang bisa Anda berikan, antara lain: konsentrat, dedak, jagung, dll. Jika Anda kesulitan maka bisa membelikan langsung pakan instan di toko pakan ayam sesuai dengan usia anak ayam. Yang penting Anda harus memperhatikan komposisi makanannya. Yakni mengandung protein kasar (PK) 12%, energi metabolis (EM) 2500 Kkal/kg dengan jumlah pakannya sebagai berikut: 7 gr/hari (usia 0 -  1 minggu), 19 gr/hari (usia 1 – 2 minggu), 34 gr/hari (usia 2 – 3 minggu), 47 gr/hari (usia 3 – 4 minggu), 58 gr/hari (usia 4 – 5 minggu), 66 gr/hari (usia 5 – 6 minggu), 72 gr/hari (usia 6 – 7 minggu), 74 gr/hari (usia 7 – 8 minggu). Ketersediaan pakan harus dipastikan tercukupi dengan baik hingga anak ayam berusia 1 – 2 bulan. Sediakan pakan di beberapa tempat agar anak ayam tidak berebutan dan terpenuhi kebutuhan makannya. Jangan lupa sediakan pula air putih di dalam tempat minum sekitar dua wadah;

 

(4) Perawatan. Jagalah selalu kebersihan kandang. Anda bisa menyemprotkan desinfektan yang aman dan lakukan pembersihan kandang serta vaksinasi secara teratur. Pastikan sirkulasi udara terjaga dengan baik serta pakan dan minum tercukupi sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Usahakan pakan yang diberikan selalu dalam kondisi yang masih fresh. Kenyamanan anak ayam bisa Anda ketahui dari suaranya yang menciak dengan teratur dan selalu tenang ketika berada di dalam kandang.

Ayam Kampung

Keunggulan cara beternak ayam kampung secara intensif (dikandangkan) ini adalah kemudahan Anda dari sisi mengontrol pemeliharaannya. Selain itu kondisi kesehatan ayam juga bisa terpantau dan terjaga dengan ketat bila dibandingkan secara ekstensif (tradisional/dibiarkan berkeliaran di tempat terbuka).

Rabu, 14 September 2011

Prospek Bisnis Ayam Kampung

Kesadaran masyarakat untuk membiasakan gaya hidup sehat dan selalu mengkonsumsi makanan organik membuat permintaan daging ayam kampung pun ikut mengalami peningkatan. Daging ayam kampung memang tergolong daging organik karena tidak mengalami rekayasa genetika sebagaimana ayam potong. Oleh karena itu daging ayam kampung dinilai lebih sehat dibandingkan ayam potong karena memiliki kandungan kolesterol yang lebih rendah. Dari sisi cita rasa, daging ayam kampung juga mempunyai tekstur yang kering dan rasanya lebih gurih. Tidak mengherankan jika saat ini daging ayam kampung mulai dilirik sebagai primadona baru kuliner di Indonesia.

Ayam Kampung

Sayangnya, meningkatnya permintaan daging ayam kampung tidak diiringi dengan ketersediaan pasokan daging ayam kampung yang memadai. Saat ini saja pasokan daging ayam kampung baru bisa mencukupi 5,5% dari total kebutuhan daging ayam nasional. Minimnya pasokan daging ayam kampung salah satunya disebabkan oleh sistim usahanya yang masih dikembangkan secara tradisional dan belum secara intensif. Artinya, kondisi ini sebenarnya memberikan peluang yang cukup besar bagi siapa saja yang ingin mengembangkan bisnis ayam kampung secara profesional.

 

Prospek bisnis ayam kampung sebenarnya menjanjikan sejumlah keuntungan yang sangat menggiurkan, mengingat: (1) Konsumsi daging ayam kampung tidak bersifat musiman. Bahkan tren konsumsinya makin mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sehingga segmentasi pasarnya makin terbuka luas; (2) Cara beternak ayam kampung relatif lebih mudah karena pakan bisa dibuat sendiri, telurnya pun bisa didapatkan dengan mudah, pemasaran bisa dilakukan melalui koperasi peternak ayam buras atau langsung bekerja sama dengan peternak ayam buras, mesin penetas tidak harus membeli tapi bisa juga dengan menyewa; (3) Harga jualnya sangat stabil: (4) Ayam kampung lebih resisten terhadap penyakit dibandingkan dengan ayam ras/broiler sehingga bisa meminimalisasi biaya pengobatan; (5) Peminat telur ayam kampung makin mengalami peningkatan; (6) Risiko usaha relatif lebih kecil; (7) Luas lahan yang dibutuhkan fleksibel bahkan ternak ayam kampung juga bisa dilakukan di lahan yang sempit; (8) Memberikan keuntungan yang jelas. Sebutir telur ayam kampung seharga Rp 8 ratus sedangkan anak ayam yang baru menetas harganya Rp. 2 ribu bahkan lebih. Artinya, telur ayam kampung jika ditetaskan akan memberikan keuntungan bisa lebih dari 100%.