Senin, 29 Agustus 2011

Persiapan Ternak Ayam Kampung

Sebelum Anda menjalankan ternak ayam kampung, sebaiknya Anda kenali terlebih dulu karakter ayam kampung beserta potensi usaha yang bisa dikembangkan dari ternak ayam kampung tersebut.
Pertama, mengenali karakter ayam kampung. Beberapa karakter negatif ayam kampung yang harus Anda kenali antara lain:

(1) Bersifat kanibal. Ayam kampung gemar mematuk kawan sendiri bahkan memangsanya. Penyebab utamanya karena ayam kekurangan asupan makanan, jumlah ayam dalam satu kandang melebihi kapasitas, dan sirkulasi udara di dalam kandang kurang baik;

(2) Memakan telur sendiri. Kejadian ini biasa ditemukan pada ayam yang dipelihara dalam kandang berbentuk liter. Untuk menghindari hal tersebut, pastikan asupan mineral berupa NaCl dan Kalsium tercukupi dengan baik.
Kedua, mengenali potensi usaha ayam kampung. Potensi utama dari ternak ayam kampung berupa daging (mencapai 70%), telur (10 – 20%), kotoran ayam bisa dikembangkan sebagai pupuk organik (5 – 8%).
Ketiga, menguasai strategi pemasaran. Agar pemasaran bisa berjalan dengan optimal, tips berikut ini layak Anda coba:

(1) Ayam kampung sebaiknya baru dijual pada umur 8 bulan ke atas. Lebih baik lagi jika sudah mencapai usia 12 bulan;

(2) Daging ayam yang dijual sebaiknya per ekor (bukan per kilo);

(3) Jika permintaan daging dan telur sama-sama tinggi, sebaiknya Anda memilih yang hasilnya memberikan keuntungan paling tinggi. Hal ini untuk mencegah terjadinya kekosongan ataupun berkurangnya produksi daging maupun telur.
Keempat, mengenali tantangan. Sejumlah tantangan dari ternak ayam kampung ini antara lain:

(1) Telur baru bisa dijual pada waktu usia ayam mencapai 8 bulan. Ini pun jika Anda benar-benar menerapkan menejemen pemeliharaan dengan baik;

(2) Proses pertumbuhan yang lambat menyebabkan kembalinya modal usaha yang lambat. Namun hal ini bisa diantisipasi jika Anda menerapkan sistim usaha yang berkesinambungan (berkelompok);

(3) Karena proses pengembalian modal relatif lama, Anda diharapkan memiliki modal yang mencukupi, setidaknya untuk dua hingga empat tahun ke depan.

Dengan mengenali potensi serta tantangan yang mungkin terjadi dalam mengembangkan usaha ternak ayam kampung tersebut, diharapkan Anda benar-benar siap menghadapinya. Dan pastinya, Anda pun sejak awal dituntut menyiapkan rancangan strategi yang tepat agar usaha ini bisa memberikan keuntungan lebih bagi Anda.

Minggu, 28 Agustus 2011

Cara Ternak Ayam Kampung dengan Sistim Intensif

Jika Anda berniat menggeluti bisnis ternak ayam kampung, maka Anda disarankan menggunakan pemeliharaan dengan sistim intensif (dikandangkan). Cara ini dinilai bisa meningkatkan produktifitas ayam. Selain itu lebih mudah dalam mengontrol pakan maupun pemeliharaan kesehatan ayam. Berikut ini panduan praktis cara ternak ayam kampung dengan sistim intensif:
Pertama, pembibitan. Bibit ayam/DOC (Day Old Chicken/anakan ayam) bisa Anda dapatkan dengan cara menetaskan sendiri maupun membeli langsung ke peternak. Jika Anda mampu menetaskan bibit sendiri tentu jauh lebih menguntungkan daripada harus membeli ke peternak. Namun Anda juga dituntut memiliki pengetahuan dan keahlian mengenai teknik penetasan yang baik.

Selain itu Anda pun harus menyediakan mesin penetas telur.
Pastikan calon bibit yang Anda pilih benar-benar berkualitas. Yakni berasal dari indukan yang sehat dan normal serta memenuhi kriteria berikut ini: bagian tubuh berkembang normal, otot padat tidak berlemak, tulang kuat, kulit lembut dan agak basah bila diraba, warna bulu mengkilap, suhu badan normal (41-42 C), bentuk kepala bulat panjang, jengger berwarna merah cerah dan kuat, mata tajam, dadanya membusung, sayap kokoh, dubur sehat (berbentuk bulat, lebar, dan basah), dan kaki kokoh.
Kedua, penyiapan kandang. Pastikan kandang mendapatkan sinar matahari yang cukup dan memiliki sanitasi baik. Ada dua jenis kandang yang harus disiapkan, yakni kandang fase indukan dan kandang pasca indukan. Kapasitas kandang fase indukan per meter persegi idealnya menampung maksimal 30 ekor ayam. Sedangkan kandang pasca indukan, jika ayam belum memasuki masa bertelur idealnya per meter persegi menampung 14-16 ekor. Namun bila sudah memasuki masa bertelur sebaiknya dikurangi menjadi 6 ekor per meter persegi.

Kandang untuk fase indukan sebaiknya berbentuk lantai liter (tidak ada jarak antara dasar kandang dengan lantai). Pada lantai kandang sebaiknya dilapisi dengan sekam ataupun serbuk gergaji setebal 6 cm. Sedangkan kandang untuk pasca indukan sebainya berbentuk lantai cage (ada jarak antara dasar kandang dengan lantai).
Ketiga, penyediaan pakan. Pakan harus menunjang produktifitas telur dan memenuhi kandungan nutrisi yang cukup, meliputi protein, vitamin, mineral, lemak, karbohidrat, dan air.

Jumat, 26 Agustus 2011

Tips Menjadi Peternak Ayam Kampung yang Sukses

Menjadi peternak ayam kampung yang sukses bukanlah sebuah kebetulan. Juga bukan sesuatu yang instan diraih. Kesuksesan memang haruslah dipersiapkan secara matang sejak awal Anda memutuskan menerjuni usaha tersebut. Apalagi persaingan usaha ternak ayam kampung sudah semakin ketat. Makin hari kian bertambah jumlah peternak ayam kampung yang mengadu peruntungan dalam usaha tersebut.

Jika Anda adalah seorang peternak ayam kampung pemula, ada baiknya Anda mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar kesuksesan bisa Anda raih. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan adalah sebagai berikut:
Pertama, menguasai menejemen pemeliharaan dengan baik. Selama ini sistim pemeliharaan ayam kampung yang sering dipraktikkan ada tiga model:

(1) Ekstensif (tradisional). Ayam dibiarkan bebas berkeliaran tanpa kontrol, baik pakan maupun kesehatannya;

(2) Semi intensif. Ayam dipelihara dalam sebuah area tertentu yang berpagar dan dilengkapi dengan kandang. Sistim kontrol untuk pemberian pakan dan pemeliharaan kesehatan sudah diterapkan namun tidak terlalu ketat;

(3) Intensif. Ayam dipelihara dalam kandang khusus. Sistim kontrol untuk pemberian pakan dan pemeliharaan kesehatan dilakukan secara ketat dan berkesinambungan. Agar mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya Anda menjalankan model pemeliharaan jenis yang ketiga ini.

Kedua, gunakan bibit yang berkualitas.

Jika Anda menggunakan bibit yang berasal dari telur, pilihlah telur yang bentuknya bulat. Namun jika Anda menggunakan anakan ayam, pilihlah yang berbadan gemuk namun gerakannya lincah dan berbulu mengkilat.
Ketiga, sanitasi yang baik. Jaga kebersihan kandang ayam sehingga tetap kering. Pastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik dan sinar matahari bisa masuk.
Keempat, penanggulangan penyakit. Kenali terlebih dulu jenis penyakit yang biasa menyerang anak ayam, sumber penyakit, dan pencegahannya. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang anak ayam antara lain:

(1) Tetelo disebabkan virus. Pencegahannya dengan vaksinasi dan menjaga sanitasi;

(2) Gumboro disebabkan virus. Pencegahannya dengan vaksinasi dan menjaga sanitasi;

(3) Cacing ayam disebabkan cacing. Pencegahan dan pengobatannya dengan pemberian obat cacing secara berkala, menjaga sanitasi serta mencegah berkembang biaknya serangga yang menjadi perantara cacing tersebut;

(4) Berak kapur disebabkan bakteri. Pencegahan dengan melakukan fumigasi pada mesin penetas dan kandang. Pengobatan bisa menggunakan noxal atau terramycyn;

(5) Berak darah disebabkan protozoa. Pencegahan dengan menjaga sanitasi dan sirkulasi udara agar berjalan dengan baik. pengobatan bisa menggunakan noxal atau diklazuril.

Rabu, 24 Agustus 2011

Tips Menentukan Komposisi Pakan Ayam Buras

Tingkat produktifitas ayam buras memang lebih rendah bila dibandingkan dengan ayam ras, baik dari sisi pertumbuhan maupun produksi telurnya. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh faktor genetis, cara pemeliharaan, dan pemberian pakan yang belum memadai. Namun meskipun tingkat produktifitasnya rendah, keberadaan ayam buras masih terus menjadi incaran banyak konsumen di tanah air. Khususnya para konsumen yang fanatik terhadap khasiat yang dimiliki ayam buras. Yakni keunggulan dari kualitas dan cita rasa dagingnya serta telurnya yang banyak dijadikan sebagai campuran jamu tradisional.

Untuk meningkatkan produktifitas ayam buras, faktor pemberian pakan menjadi aspek penting yang layak diperhatikan. Karena selama ini biaya pengadaan pakan ayam menyita hampir sebesar 60 – 80% dari total biaya produksi. Untuk menekan tingginya biaya pakan, para peternak bisa mengantisipasinya dengan membuat pakan sendiri. Yakni dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat dengan harga yang murah namun tidak mengurangi kandungan gizinya. Sebenarnya kandungan zat gizi yang dibutuhkan ayam buras sama dengan ayam ras, yaitu protein, vitamin, karbohidrat, lemak, mineral, dan air. Hanya saja jumlah zat gizi yang dibutuhkan oleh keduanya memang berbeda. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah zat gizi ayam buras jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan ayam ras. Agar tidak terjadi pemborosan dalam pemberian pakan ayam, peternak dituntut mengetahui komposisi pakan yang tepat serta ragam bahan apa saja yang bisa dijadikan sumber pakan alternatif. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, sumber pakan nabati. Dapat diperoleh dari dedak halus, jagung, bungkil kelapa, singkong, bungkil kedelai, daun lamtoro, dan daun turi. Kedua, sumber pakan hewani. Antara lain berasal dari tepung ikan, tepung udang, tepung tulang, tepung kerang, dan bekicot. Ketiga, suplemen.  Untuk melengkapi kandungan gizi pakan ayam, maka ayam perlu ditambahkan suplemen berupa vitamin, mineral, lysine, methionine, dan probiotik. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Informasi Pertanian Jakarta, penambahan probiotik pada pakan ayam dapat meningkatkan produktifitas telur, mengefisiensikan pemberian pakan, menurunkan kadar air pada kotoran ayam dan bau yang ditimbulkannya.

Berikut ini tips yang bisa Anda coba untuk menyusun sendiri komposisi pakan pada buras: jagung (35%), kedelai (20%), bekatul (30%), tepung ikan (10%), tepung gamal (3%), kapur (1%), dan minyak kelapa (1%). Tepung gamal berasal dari daun gamal yang telah dikeringkan, lalu dihancurkan dan digiling hingga berubah menjadi tepung. Prosentas pemberian pakan jenis ini secara optimal sebesar 58,47 gram/ekor/hari. Kontribusi yang bisa diberikan adalah penambahan bobot sejumlah 16,52 gr/ekor/hari.

Prospek Cerah Usaha Kotoran Ayam

Peternakan ayam identik dengan limbahnya berupa bau yang dihasilkan dari kotoran ayam. Bau ini berasal dari kandungan gas amonia, gas hidrogen sulfida, dimetil sulfida, karbon disulfida, dan merkaptan, yang dihasilkan pada saat proses dekomposisi kotoran ayam. Senyawa tersebut akan mudah terbentuk dalam kondisi anaerob (tanpa adanya oksigen), yakni semisal pada tumpukan kotoran yang masih basah. Meskipun dalam konsentrasi yang cukup kecil, senyawa ini akan tetap tercium baunya. Jika konsentrasi amonia di udara sangat tinggi, maka dampaknya bisa menyebabkan iritasi mata serta gangguan saluran pernafasan. Dampak kotoran ayam tersebut selain merugikan manusia ternyata juga bisa mengurangi tingkat produktifitas ternak.

Agar kotoran ayam tidak lagi sekedar menjadi limbah merugikan, kini sejumlah pihak telah berinisiatif mengolah kotoran tersebut menjadi komoditi berguna. Antara lain dengan mengolahnya menjadi:

(1) Gas bio, diperoleh dengan cara memasukkan kotoran ayam yang telah dicampur air ke dalam tangki pencerna bio gas;

(2) Pupuk padat, dihasilkan dari pemisahan endapan limbah pembuatan gas bio. Setelah teroksidasi dengan udara, pupuk padat sudah siap digunakan. Proses pemisahan endapan limbah gas bio tersebut dilakukan melalui proses penyaringan dan pengendapan. Pada proses penyaringan, gas bio dialirkan di atas kolam yang telah berisi bahan pemisah seperti pasir dan kerikil. Akibatnya, calon bahan pupuk cair menetes ke bawah sedangkan calon pupuk padat tertinggal pada bagian atas. Calon pupuk padat ini kemudian ditampung untuk selanjutnya dijemur. Adapun pada proses pengendapan, limbah pembuatan gas bio yang tertampung dalam kolam selama berhari-hari akan terpisah dengan sendirinya. Bagian padat mengendap di bawah sedangkan bagian cair berada di atas. Proses pemisahannya dibantu dengan membuatkan lubang pengeluaran;

(3) Pupuk cair, dihasilkan dari proses pemisahan limbah gas bio. Setelah calon pupuk cair terpisah dengan calon pupuk padat, maka dilakukan proses oksidasi dalam sebuah kolam selama dua minggu.

Walhasil, kotoran ayam tidak lagi menjadi limbah yang merugikan. Bahkan sekarang ini kotoran ayam telah berubah menjadi lahan bisnis yang cukup menggiurkan. Hal ini diindikasikan dengan semakin meningkatnya permintaan kotoran ayam. Sejumlah pihak yang mencoba menekuni bisnis ini mengaku mengeruk untung besar. Bagaimana, Anda tertarik mencobanya?

Tips Memilih Telur Ayam yang Baik

Telur ayam merupakan bahan makanan yang kaya akan nutrisi penting bagi tubuh seperti protein, vitamin, mineral, antioksidan, zat besi, vitamin B (riboflavin, asam folat, vitamin B6, vitamin B12), dan lemak baik. Namun sebagian besar orang enggan mengkonsumsi telur ayam karena dipercaya memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Anggapan ini segera terbantahkan oleh hasil riset yang dipublikasikan oleh Journal of the American College of Nutrition (2000), bahwa responden yang makan empat telur atau lebih per minggu ternyata memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan responden yang tidak makan telur sama sekali atau makan hanya satu butir telur per minggu.

Kandungan kolesterol memang bisa ditemukan di dalam kuning telur. Namun para peneliti percaya bahwa kolin yang terdapat di dalam kuning telur mampu menurunkan kadar kolesterol yang bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda disarankan untuk membatasi jumlah konsumsi telur goreng karena Anda dalam waktu yang sama juga akan mengkonsumsi lemak dari minyak telur. Hindari mengkonsumsi telur yang diolah bersama dengan minyak atau mentega dalam ukuran banyak. Selain itu Anda bisa mengkonsumsi putih telurnya saja karena putih telur selain bebas lemak juga tetap kaya akan kandungna protein.

Agar Anda mendapatkan kandungan nutrisi penting yang ada dalam telur ayam, berikut ini tips untuk memilih telur yang sehat dan layak dikonsumsi:

(1) Hindari memilih telur yang kulitnya sudah retak;

(2) Kocok-kocok telur secara perlahan. Jika terdengar ada bunyi kocokan berarti telur telah termasuki udara (kadaluwarsa) sehingga jangan dipilih;

(3) Rendam telur dalam air. Jika posisi telur mengapung atau melayang, berarti telur sudah busuk. Telur yang baik akan tetap dalam po

Tips Memulai Usaha Anak Ayam Kampung (Day Old Chicken/DOC)

Saat ini ketersediaan bibit ayam kampung (Day Old Chicken/DOC) berkualitas baik yang dibutuhkan oleh peternak ayam kampung, jumlahnya masih sangat terbatas. Para peternak biasanya mendapatkan DOC secara kolektif. Akibatnya, ayam kampung yang didapatkan menjadi tidak seragam dan tidak terjamin mutunya. Padahal DOC yang berkualitas baik sangat menentukan kesuksesan usaha ternak ayam kampung. Peternak pun akan menuai keuntungan karena DOC yang baik memiliki daya hidup yang tinggi, daya tahan yang bagus, dan pertumbuhan berat badan yang relatif baik. Akibatnya, daya jualnya pun menjadi tinggi, bisa menghemat pakan, dan mencapai target panen lebih optimal.

Kualitas DOC bisa diukur melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Secara kuantitatif, kualitas DOC bisa dilihat dengan cara mengukur berat setelah menetas, panjang anak ayam, dan berat yolk (sisa kuning telur). Anda bisa menggunakan timbangan maupun penggaris untuk mengukurnya. Adapun secara kualitatif, DOC berkualitas baik bisa dilihat dari performanya. Yakni kondisinya yang bersih dan kering (bebas dari kotoran), mata jernih dan tajam, tidak terdapat cacat pada bagian tubuhnya, pusar dalam kondisi bersih dan menutup lengkap, area pusar tidak meninggalkan sisa kuning telur. Pengukuran secara kualitatif memang membutuhkan standardisasi, misalkan menggunakan Pasgar Score dan juga Tona Score.

Bisnis DOC saat ini memang memberikan prospek keuntungan yang cukup menggiurkan karena harganya yang relatif tinggi dan cenderung stabil bila dibandingkan DOC ayam potong. Tidak mengherankan jika para peternak banyak yang mencoba peruntungan bisnis DOC. Jika Anda juga tertarik untuk menerjuni bisnis DOC, tips berikut ini bisa Anda coba:

(1)  Bersihkan telur terlebih dulu sebelum ditetaskan. Anda bisa menggunakan lap basah untuk membersihkannya. Adanya kotoran pada telur meskipun sangat kecil bisa menyebabkan telur gagal menetas;

(2) Selanjutnya keringkan telur dengan diangin-anginkan. Lalu simpan dalam ruangan yang teduh. Penyimpanan sebaiknya jangan melebihi satu minggu. Setelah kapasitasnya terpenuhi, masukkan telur dalam mesin penetas;

(3) Pertahankan kestabilan suhu dalam mesin penetas, yakni 37,8C. Ketidakstabilan suhu akan menyebabkan telur gagal menetas;

(4) Seleksi telur dengan cara meneropongnya (pada hari ke-10);

(5) Setelah anak ayam menetas (hari ke-21) lakukan penyortiran dan vaksinasi.