Tampilkan postingan dengan label Daging Ayam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daging Ayam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2011

Meneropong Peluang Bisnis Ayam Goreng Tepung

Ayam merupakan bahan pangan yang digemari hampir semua orang karena bisa diolah menjadi berbagai produk makanan yang menggoda selera. Salah satunya adalah ayam goreng. Jika dulu Anda mungkin hanya mengenal ayam yang dibumbui lalu digoreng begitu saja, kini ayam goreng bisa dikreasikan menjadi kudapan ringan yang laris manis di pasaran.

Misalnya saja ayam goreng tepung. Penggeram ayam goreng tepung makin hari terus mengalami kenaikan. Hal ini dibuktikan dengan semakin menjamurnya gerai ayam goreng tepung di pasaran, baik dengan sistim usaha mandiri maupun berupa waralaba ayam goreng. Jika dulu waralaba ayam goreng lebih didominasi oleh waralaba dari luar, kini waralaba ayam goreng lokal pun mulai membanjiri pasar. Bahkan mereka siap berkompetisi di tengah semakin ketatnya persaingan tersebut.

Jika Anda berminat untuk menerjuni bisnis ayam goreng tepung, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan terlebih dulu:

(1) Kualitas produk. Pastikan produk ayam goreng Anda memiliki keunggulan lebih dibandingkan produk sejenis lainnya. Pilihlah daging ayam potong yang masih segar. Sebaiknya Anda membeli langsung daging ayam di Rumah Pemotongan Ayam (RPA) untuk menjaga kualitasnya. Selain itu kualitas bumbu dan tepung merupakan faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Keahlian Anda dalam meracik bumbu yang berkualitas sangat menentukan cita rasa ayam goreng tepung yang dihasilkan. Untuk menghasilkan bumbu yang berkualitas, ada baiknya Anda menghindari penggunaan zat adiktif. Anda bisa menggunakan jumlah bumbu yang lebih banyak dan beragam. Inilah salah satu keunggulan yang bisa Anda jadikan selling point produk Anda. Selama ini kebanyakan pewaralaba ayam goreng tepung memang menggunakan zat adiktif berupa MSG sebagai salah satu bumbu utamanya;

(2) Lokasi. Pilihlah lokasi yang strategis dan banyak dikunjungi orang. Misal di area mall, pinggir jalan raya, kompleks perkantoran dan pertokoan, pasar, ataupun berkumpul dengan penjual kuliner lainnya;

(3) Perlengkapan. Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan mulai dari gerobak, kompor gas, tabung elpiji, wajan, spatula, kertas, penjepit makanan, bungkus kemasan, label, dst. Untuk efisiensi waktu, bumbu racikan sudah Anda persiapkan terlebih dulu di rumah. Jika ada konsumen yang memesan, maka Anda tinggal melumurkan bumbu tersebut dan ayam siap digoreng;

(4) Pemasaran. Anda bisa menggunakan leaflet maupun brosur. Untuk promo, Anda bisa memberlakukan diskon.

Rabu, 05 Oktober 2011

Mewaspadai Daging Ayam Import

Para peternak lokal dan konsumen kembali diresahkan dengan daging ayam import yang kembali marak menyerbu pasar. Daging ayam import yang berasal dari Malaysia serta Singapura. tersebut ditengarai ilegal. Menurut Ketua Umum Pusat Informasi Pasar (Pinsar) Unggas Indonesia Hartono, sebenarnya pemerintah hingga kini masih memberlakukan larangan impor daging ayam maupun ayam hidup untuk menghindari penyebaran penyakit. Namun pada faktanya pemerintah tetap kecolongan. Tahun lalu masih terdapat 4 juta daging ayam import yang membanjiri pasaran.

Saat ini Indonenesia sudah mencapai swasembada daging ayam dan telur. Namun impor daging ayam tetap saja terjadi meskipun dengan prosentase yang kecil. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) untuk periode Januari -  Juni 2011, daging ayam import dari Malaysia mencapai 8,9 ton atau senilai US$ 29,236. Hal tersebut tersebut tentu saja tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Selain Indonesia sudah swasembada daging ayam dan telur, keberadaan daging ayam import tetap saja mengancam eksistensi peternak ayam lokal.

Konsumen pun sangat khawatir terhadap kualitas daging ayam import yang ada di pasar. Mereka ragu terhadap kondisi kesehatan ayam serta kehalalannya. Alasan ini tentu tidaklah berlebihan, mengingat banyak kasus yang mengindikasikan bahwa daging ayam import yang beredar selama ini kebanyakan merupakan ayam tiren (mati kemarin).

Kecermatan konsumen dalam memilih daging ayam memang sangat penting. Sudah saatnya konsumen mampu membedakan ciri-ciri antara daging ayam yang sehat dan yang sudah kadaluwarsa. Daging ayam yang sehat biasanya bersifat elastis.

Jika Anda pencet akan kembali ke bentuk semula. Warnanya pun juga bersih segar dan tidak terdapat bercak darah serta tidak meninggalkan aroma yang menyengat. Sebaliknya, daging ayam yang sudah tidak sehat, umumnya beraroma menyegat. Pada ujung sayapnya berwarna gelap, terdapat memar pada bagian tubuhnya, ada tulang yang patah, dan bagian atas ekor biasanya lengket.

Jika Anda berbelanja di pasar tradisional akan lebih mudah sekali mengenali perbedaan antara daging ayam yang segar dan tidak. Daging ayam yang segar biasanya dikerumuni lalat. Adapun daging ayam yang sudah diberikan zat pengawet, maka lalat tidak akan mau menghampirinya.